Thursday, November 30, 2017

Portofolio Grab Your Imagination #1

Inilah tokoh-tokoh dongeng semalam

DONGENG NENEK MOYANG PELAUT DAN LUMBA-LUMBA

"Mi, tau ga lagu yang nenek moyangku pelaut?" tanya a Hamzah saat kami sedang main bareng sepulang saya kerja.

"Tau dong..." jawab saya sambil menyuap makan malam saya.

"Gimana mi? Nenek moyang ku seorang pelaut... terus gimana mi?"

Ummi mikir. Perasaan hapal tapi kok pas dinyanyikan ada satu lirik yang hilang...

"Apa ya..nenek moyangku seorang pelaut.... nanana ummi lupa..menerjang ombak, tiada takut..menembus badai, sudah biasa..."

Saya masih sibuk mengingat-ingat satu bait yang hilang, a Hamzah mengambil alih.

"Ini aja mi, nenek moyangku seorang pelaut.. naik perahu di samudra.. menerjang padang, tiada takut..membelah badai, sudah biasa..."

Hehe seenaknya a Hamzah aja...ia terus menyanyikan lagunya berulang-ulang sambil main perang-perangan sama a Afnan.

Saya masih mengingat-ingat lirik yang hilang sambil makan. Sesekali mengoreksi a Hamzah, "Menerjang badai a..bukan padang.."

"Padang aja..padang kan itu bisa diterjang.." entah apa dalam imajinasinya soal Padang itu.

"Kalau padang ga ada artinya..padang itu nama kota..." jelas saya.

Akhirnya a Hamzah mau meralat liriknya. Di tengah putaran lagu a Hamzah yang berulang-ulang akhirnya saya ingat.

"Ahh..ummi inget a. Nenek moyangku, seorang pelaut.. gemar mengarung, luas samudera..menerjang ombak.."

"Hamzah aja mi..hamzah aja!" sela a Hamzah. "Nenek moyangku, seorang pelaut.. gemar berlayar ke samudera..menerjang ombak, tiada takut..menembus badai, sudah biasa..."

A Hamzah terus mengulang-ulang lagunya sambil bermain perang-perangan yang akhirnya jadi perang beneran. Untuk menetralisir keadaan tiba-tiba muncul ide saya untuk bermain peran. Saya mengambil sebungkus kerupuk lalu memainkannya seolah-olah itu perahu.

"Lihat nih, ceritanya ini perahu. Nenek moyangnya naik perahu.. Naik turun ada ombak, wuus...wuus..." saya bercerita sambil memainkan perahunya.

Tiba-tiba a Hamzah mengambil lembaran kardus bekas dan masuk ke dalam cerita.

"Ceritanya ini ombaknya mi," katanya sambil menggerakkan lembaran kardus naik turun seumpama ombak di lautan.

"Wah.. ada ombak..nenek moyang muter kemudi. Yang kaya di kapal selam itu a," ummi berpura-pura sedang memutar kemudi kapal.

"Terus kapalnya muter, tapi akhirnya berhasil nembus ombaknya. Terus ada badai..wah, ada badaii ayo selamatkan diri ke dalam kapal. Basah semuaa..." kata saya sambil masih menaikturunkan perahunya.

"Tiba-tiba ada ikan mi," a Hamzah mengambil power bank putih.

"Ikan apa a?"

"Ikan lumba-lumba aja," kata a Hamzah sambil menggerakkan ikannya naik turun mendekati kapal. "Ikannya nolongin mi," lanjutnya.

"Oh iya..ikan lumba-lumba kan cerdas ya.. dia suka menolong.."

"Iya mi, tapi dia pemalu.. terus dia pergi..." kata a Hamzah sambil membawa ikannya menjauhi kapal.

"Akhirnya kapalnya bisa sampai ke pantai. Kapalnya selamat! Kenapa bisa selamat a? Soalnya pemberani, berani menembus badai. Terus karena ditolong sama Allah..." ujar ummi menutup cerita.

Rupanya a Hamzah masih belum mau mengakhiri cerita. Afnan ingin berpartisipasi dan mengambil lembaran kardusnya. Tapi a Hamzah tidak setuju jadi rebutan deh.

"Gapapa a...biarin Afnan jadi ombaknya..." lerai ummi.

Akhirnya a Hamzah melepaskan lembaran kardus. Ia pun mencari calon tokoh lain.

"Ceritanya ada kura-kura mi, " katanya saat menemukan tutup teko.


"Terus itu ada beruang laut a," ujar ummi sambil menunjukkan boneka beruang kecil. Emang ada beruang laut ya? Niatnya anjing laut tapi ga ada boneka anjing, hehe

A Hamzah pun memasukkan tokoh beruang laut ke dalam cerita.

"Beruang lautnya naik kura-kura.." katanya sambil menaruh boneka beruang di atas tutup teko. "Terus akhirnya bisa mendarat mi.." tutupnya.

Entah ada hubungannya atau tidak, sejak saya rajin membacakan buku untuk anak, kedua anak saya cenderung suka ngomong sendiri alias ngewayang kalau lagi main sama mobil-mobilan atau mainannya yang lain. Mirip saat saya kecil dulu. Pada dasarnya anak-anak memang imajinatif ya... ^_^









No comments:

Post a Comment