Tuesday, January 28, 2020

Kelas Ulat-Ulat #2

Bismilmahirrohmaanirrohiim...

Hai ulat kecil, bagaimana perjalananmu di hutan minggu ini? Wah ternyata banyak yang terjadi ya.. alhamdulillah kau bisa merangkum hal yang sangat kamu kuasai karena sudab dilakukan dalam 3-4 tahun terakhir. Semoga bermanfaat untuk teman2mu yaa..

Silakan akses :
https://www.powtoon.com/online-presentation/dayMmqRtFqg/?utm_medium=SocialShare&utm_campaign=facebook%2Bshare%2Bby%2Bowner&utm_source=player-page-social-share&utm_content=dayMmqRtFqg&utm_po=27658337&playOnLoad=1&mode=movie#/

Lalu apa makananmu minggu ini? Masih tentang manajemen emosi. 

Tuesday, January 21, 2020

Kelas Ulat-Ulat #1

Bismillahirrohmaanirrohiim

Kreekk...kreekk... pyaaarr!
Selamat datang ulat kecil... kini saatnya kamu bertumbuh dan makan yang banyak. Alhamdulillah sang telur yang sudah dierami 4 minggu sudah menetas menjadi ulat. Bagaimana kisah si ulat bersiap menjadi kupu-kupu? Yuk kita simak kisah minggu pertama.

KISAH FIRA, Si Ulat Kecil (Bukan) Pemakan Segala

Haloo ulat kecil.. bagaimana kabarmu? Lega ya sudah keluar dari cangkang? 

Ah, tapi sepertinya kamu gugup sekaligus antusias. Bagaimana kelak meniti hari sebagai ulat beberapa minggu kedepan sebelum akhirnya menjadi kepompong lalu kupu-kupu yang cantik. Tapi tentu saja kamu selalu berusaha keras seperti biasanya. Karena kamu yang memutuskan sendiri untuk bermetamorfosis. Jadi tetap semangat yaa

Hei, bagaimana panduan dari Ayah dan Ibu? Apa kamu sudah paham? Rupanya tidak semudah yang dibayangkan dan tidak sesulit yang dipikirkan ya... karena ini sudah keputusanmu, rasanya semua rasa itu menyenangkan, excited!

Sejak hari pertama mendengar panduan Ayah ditambah diskusi dengan Ibu, kamu mulai mengkonsep perjalanan hidupmu. Tapi ternyata pemahaman saudari-saudarimu ada yang berbeda. Tapi itu gunanya perbedaan kan, supaya kita lebih jeli menangkap hikmah. Hingga akhirnya kamu menemukan pembelajaranmu sendiri. 

Karena dalam madrasah kehidupan ini tidak ada yang benar dan salah kecuali aturan dan takdir-Nya. Maka jika kurang tepat mengambil hikmah, kamu masih punya kesempatan memperbaiki selama napas masih berhembus.

Jadi apa yang sudah kamu pelajari minggu ini ulat kecil? Apa saja asupan yang kamu pilih, yang kamu punya, dan yang ingin kamu bagi dengan saudarimu?

 Hei, lihatlah ulat kecil... betapa ilmu yang kamu punya dan ingin dibagi begitu berbeda dengan 10-15 tahun yang lalu! Waktu telah mengubah semuanya. Ternyata hobi menggambar dan menulismu sudah merasuk menjadi kemampuan mendesain dan menulis status/blog. Tapi kamu tidak bisa membaginya karena tidak hapal teori keilmuannya.

Jadi, apa yang ingin kamu bagi? Oh ya ampun... ternyata pekerjaan sehari-hari yang tak terasa sudah kamu tekuni 3-4 tahun terakhir hingga kamu merasa cukup ahli di bidang itu. Ya, ini lebih mudah untuk dibagi karena sudah kamu aplikasikan sendiri selama itu. Learning by doing. Seperti itu caramu belajar untuk menjadi ahli.

Lalu, apa yang ingin kamu cari demi meningkatkan kapasitasmu? Kamu perlu membuka mindmap yang sudah kamu buat saat menjadi telur. Ya, kamu pilih manajemen emosi sebagai pelajaran minggu ini. Dan kamu teringat pernah mempelajarinya di Kuliah Parenting Keluarga Islami 2019 bersama Ustadz Adriano Rusfi, psikolog sekaligus konsultan SDM. MasyaAllah seperti doamu setiap hari, Allah selalu mendekatkanmu dengan ilmu yang kamu cari. Walhamdulillah...

Lalu apa yang kamu dapat dari kuliah itu? Penerimaan diri. Ternyata rasa bersalah itu wajar, tidak ada orang tua yang sempurna bahkan meski kamu sudah belajar ilmu parenting sejak menjelang menikah. Bukankah orang tua juga manusia? Meskipun kita memiliki luka pengasuhan masa lalu, kita bisa tetap bangkit mengasuh sambil terus memperbaiki diri. 

Mungkin luka itu akan keluar sebagai kesalahan yang sama yang kamu dapatkan di masa lalu tapi kamu menyadarinya. Dan kamu punya pilihan untuk mengendalikannya. Begitu sadar, kamu bisa bertekad dan berusaha memperbaiki diri agar tidak terulang, minimal meminimalisir jumlahnya. Jangan pendam semua emosimu, kamu berhak marah jika anak-anak terlalu mengesalkan namun marahlah setelah kamu berdiam 2 menit. 

2 menit yang berharga untuk meredam otak reptilmu. Agar marah yang keluar adalah amarah yang sehat. Amarah yang penuh cinta karena didasari evaluasi diri dan nasehat kasih sayang. Kamu juga boleh nangis kok kalau kamu kesal atau kecewa. Karena semua emosi perlu ventilasi. Agar jiwamu sehat dan fisikmu kuat.

Critical two. Itulah dua menit wujud kesabaran pada pukulan pertama. Mungkin tidak mudah menerapkannya. Kamu hanya perlu berlatih dan terus mengulangnya. Bukankah dibutuhkan 10.000 jam terbang untuk menjadi ahli?

Kamu pun belajar dari pembelajaran saudari-saudarimu. Ternyata bukan hanya menerima diri sebagai manusia dengan fitrah emosinya, melainkan juga kamu butuh pertolonganNya. Jadi jangan lupa berdoa setiap hari ya, kalau bisa tiap saat kamu memulai hari.

Jadi, apa kesimpulan pelajaranmu minggu ini ulat kecil? Critical two dan doa.

Dan apa yang ingin kamu bagi untuk saudari-saudarimu? Taraaa...


Semoga banyak yang suka yaa...

Sampai jumpa dalam kisah ulat kecil di minggu kedua!

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Tuesday, January 14, 2020

Kelas Telur-Telur#4 Membuat Mind Mapping



Hampir saja kelupaan, yang penting posting dulu edit besok. Mind Map ala Fita





#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP


#institutibuprofesional

Tuesday, January 7, 2020

KELAS TELUR_TELUR #3 TEMUKAN CARA BELAJARMU

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Alhamdulillah ketemu lagi di kelas Bunda Cekatan setelah libur seminggu kemarin yang diisi berita banjir saat kami pindahan. Sedih lihat rumah, kendaraan, hewan, dan tentunya teman-teman yang terdampak banjir. Apalagi denger berita ada korban jiwa juga...Subhanallah...benar-benar teguran Allah atas hasil perbuatan kita. Semoga berbagai bantuan bisa sampai segera kepada korban dan seluruh korban diberi kemudahan dan rizki untuk menggantikan apa yang hilang/rusak. Allohumma aamiin...

Baiklah kita langsung aja membahas jurnal ketiga kelas telur-telur bunda cekatan. Sebelum lima bulan kedepan menetas jadi ulat dan memakan semua amunisi yang dibutuhkan untuk menjadi kepompong. Ya... saat menjadi telur ini lah kita organisir apa saja makanan yang kita butuhkan nanti. Tidak mudah menemukan makanan yang benar-benar kita butuhkan. Untuk itu kita perlu tahu apa alasan kuat sehingga makanan itu benar-benar kita butuhkan. Setelah yakin akan jenis makanan lalu kita cari lahan sumber makanan itu. Biar pas jadi ulat ga bingung mesti kemana nyari makan, hehe

Sudah tau jenis makanan dan sumbernya, selanjutnya kita tentukan bagaimana cara makannya. Apa bahan makanannya mau digoreng, panggang, tumis, bakar... yang mana cara yang paling nikmat untuk memakannya. Kalau ikan saya suka ikan bakar yang makannya dicocol sambel kecap plus lalapan. Kalau olahan tepung saya suka spagetti dengan bumbu bolognesse atau creamy.. uhm.. yummy!

Beginilah proses di atas jika dituliskan dalam jurnal:
Manage your amunition

Ternyata keterampilan-keterampilan yang saya butuhkan memiliki satu benang merah ilmu sehingga justru menjadi ringkas hanya 3 ilmu saja yang benar-benar saya butuhkan. Then, this is it! Ilmu-ilmu yang harus saya lahap habis saat jadi ulat nanti:


Focus your mission

Alhamdulillah ketiga ilmu ini membuat saya lebih fokus memakan amunisi saat jadi ulat nanti. Saya butuh ilmu komunikasi untuk mencapai keterampilan komunikasi produktif. Karena komunikasi produktif sangat penting untuk menyalurkan ide-ide saya kepada pasangan, anak, juga rekan-rekan dalam tim saya. Tim saya ada keluarga, kantor, bisnis, rumah tangga, dll sesuai aktivitas yang saya bisa dan suka. Bahkan aplikasi online pun bisa jadi tim dalam rumah tangga saya :D

Selanjutnya saya juga butuh ilmu manajemen organisasi agar cakap dalam mengatur kegiatan, prioritas, waktu, dan juga tim saya. Dan pada akhirnya semua itu butuh satu ilmu penting dalam menjalankannya yakni ilmu SABAR. Ilmu yang bisa saya capai jika saya mendekatkan diri pada pencipta dan firmanNya, juga teladan dari utusanNya. Betapa berat namun insyaAllah saya bisa dengan izinNya, biidznillah...

Semoga Allah meridhoi dan memberkahi ^_^

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional