Tuesday, December 14, 2021

Jurnal Bunsal #8

 The Beginning


Bismillahirrohmaanirrohiim....

Maybe this is the last 
journal, but not least...

Benar kata bu Septi, mungkin ini jurnal terakhir di Kelas Bunsal namun langkah kita tidak berhenti sampai di sini. Kita akan memasuki komunitas Ibu Pembaharu dimana anggotanya akan terus bergerak mencapai visi tim masing-masing. Di chapter ini saatnya kita merenungi perjalanan tim sejak awal hingga saat ini. Rasanya akan membuat mbrebes mili. Napak tilas bagaimana perjuangan kami, dari mimpi dalam tim hingga membawa semangatnya dalam keluarga kami. Berusaha terus menerapkan Home Education sesuai visi kami. 

Setelah Kelas Berakhir masih ada milestone yang ingin kami capai, yakni membuat buku tentang Home Education. Namun mungkin tidak semua ikut menjalankan. Seperti extramiles, siapapun boleh melanjutkan baik bersama tim atau tidak. Namun kami yakin semangat untuk mencapai visi Home Education akan terus berada dalam jiwa kami. InsyaAllah kami akan terus menerapkannya dalam keluarga.

Dan inilah perjalanan kami...



 
Pantaskah kami lulus?

Sebelum mengakhiri Kelas Bunsal, bu Septi mengajak kami mengevaluasi dan menilai diri masing-masing, menggunakan parameter pribadi, pantaskah kami lulus Kelas Bunsal?

Saya pribadi melihat tunas yang tumbuh setelah menjalani proyek bersama tim Search, meski perlahan namun saya yakin suatu saat akan berbunga dan berbuah. Salah satu buktinya ada dalam video kami, bagaimana proses home education sudah mendarah daging. Hingga kami memiliki ciri khas sesuai passion/minat keluarga kami, bagaimana bentuk Home Education kami. Tidak mungkin kami sampai di titik ini jika kami tidak memiliki semangat itu. Maka insyaAllah dengan positive thinking saya yakin pantas untuk lulus Kelas Bunda Salihah. Bahkan semangat itu sudah bercabang, tidak hanya ingin menerapkan pada keluarga sendiri tetapi juga ingin mengajak keluarga yang lain.

Bismillah... insyaAllah saya ingin melanjutkan milestone tim kami, berapapun anggota yang ikut. Sekecil apapun progressnya. Saya ingin kami tumbuh bersama, dengan izin Allah. Allohumma aamiin..

Menyambut konferensi Ibu Pembaharu. Semoga makin menambah semangat kami untuk terus tumbuh dan meluaskan manfaat. Dari rumah untuk dunia. Semangaat!



#scaleupimpact
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Sunday, December 5, 2021

Feedback Bunsal #7

Bismillahirrohmaanirrohiim...

MasyaAllah materi kali ini sangat padat sekali sehingga sesuai dugaan saya kemungkinan ada perbedaan pemahaman antara mahasiswi. Bahkan di tim saya diskusi cukup alot karena membingungkan. 

Kali ini saya mendapatkan buddy dari IP Jogja, Mba Titik Purwanti. Di jurnal ini mba Titik tidak menjelaskan proyeknya apa namun setelah membaca tabelnya saya menyimpulkan goals tim Permata Hari adalah komunitas dukungan untuk Ibu yang sedang berjuang memiliki buah hati. Awalnya saya membaca dari HP sebelum mba Titik menghubungi saya. Namun karena isi jurnal kebanyakan tabel saya tidak bisa langsung mereview karena tulisan di tabel tidak terbaca. Saya pikir mungkin jika ganti device di laptop bisa lebih terbaca ternyata tetap sulit terbaca jika tidak menyetting manual layar laptop dengan ctrl+ untuk mengezoom layar. Akhirnya saya bisa membacanya. Namun ada satu tabel yang justru gambarnya jadi pecah setelah dizoom sehingga benar-benar tidak terbaca isi tabelnya.

Dari mereview jurnal mba Titik saya jadi tersadar bahwa asumsi tim saya pun ada yang salah, hehe Jadi memang mereview ini sama seperti muhasabah, bisa menilai jurnal tim kita sendiri juga. Berikut hasil review saya.














Senang sekali membaca jurnal mba Titik bersama tim Permata Hati. Terlihat proyek akan terus dilanjutkan bahkan sudah ada rencana bulan Januari, dst. Semoga proyeknya lancar, bisa mencapai smart goals hingga akhirnya membawa impact ya mba.. Semangaat!

#sistemumpanbalikmateri7

#apresiaksi

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia

Tuesday, November 30, 2021

Jurnal Bunsal #7

 Lets have ApresiAksi


Bismillahirrohmaanirrohiim....

Memasuki bulan keempat, sepertinya memang saat yang tepat untuk mengambil jeda sejenak. Kesibukan akhir tahun begitu menyita waktu hingga saya terpaksa mengendurkan porsi dalam tim. Rasanya pikiran ini tidak bisa dibagi karena terlalu banyak pekerjaan di kantor. Namun alhamdulillah saya berhasil membuat 3 reels bertajuk "mother voice" untuk mengisi konten pada platform instagram mendidik.dirumah sesuai SMART GOALS tim, yakni edukasi masalah home education dalam bentuk challenge atau kegiatan tematik bulanan.

Dalam masa mengambil jeda ini, Ibu Septi menarik kita untuk menata kembali struktur berpikir kita untuk mencapai smart goals proyek kita. Pertama, kita pikirkan bagaimana pentingnya menganalisa dampak dari proyek ini. 



Setelah berdiskusi kami meyakini pentingnya menganalisa dampak untuk mengetahui kebutuhan target market dan sampai sejauh mana dampaknya untuk mereka. 

Bagaimana dampak yang terlihat sejauh ini?

Untuk diri pribadi saya merasakan bagaimana keluarga kami mulai fokus merencanakan dan membuat program untuk mendidik anak di rumah. Sedangkan untuk pengguna kami melihat bertambahnya followers dan likers postingan sosial media kami menunjukkan potensi orangtua yang peduli dengan pendidikan anaknya di rumah.

Namun, seiring berjalannya waktu kami mulai membutuhkan room improvement berupa reorganisasi dikarenakan kesibukan beberapa anggota tim di ranah publik. Kami berganti ketua dan penyesuaian role and task sesuai kenyamanan dan kemampuan anggota tim. 

Pada awalnya untuk membuat postingan kami membagi tim ke dalam 2 kelompok kerja untuk memudahkan brainstorming dan membagi tugas dalam mencari bahan, menulis caption, dan desain postingan. Namun karena proses ini terlalu panjang, maka kami buat jalan praktis yakni brainstorming langsung di grup besar, lalu masing-masing anggota bergantian membuat 1 postingan dalam 1 minggu.

The Theory of Change

Untuk memudahkan melihat bagaimana dampak proyek kami, kami menggunakan kronologi cara berpikir theory of change. Dengan menguraikannya secara jelas dan detil kami dapat mengukur kinerja dan merencanakan langkah selanjutnya agar dapat mencapai impact yang kami harapkan.


Sebagai awalan, kami perlu mengukur dengan modal yang kami miliki (input) apa saja output dan activities yang bisa dilakukan. Selanjutnya dapat kami rancang sejauh mana kebermanfaatan dengan potensi outcome bahkan impact proyek kami di masa depan. Inilah yang disebut theory of change. Sejauh mana input yang kami miliki dapat menghasilkan impact yang lebih luas di masa yang akan datang. Harapannya semoga proyek kami dapat turut mewujudkan prioritas nasional dalam meningkatkan SDM melalui anak-anak yang dididik oleh orang tuanya sendiri.

The Logic Model

Lalu bagaimana agar theory of change kami berjalan? 

Tentu kami harus senantiasa monitoring jalannya proyek dan mengevaluasinya agar tetap on track. Salah satu caranya melalui alat the logic model. Input dan Activites sebagai alat monitoring sedangkan Output, Outcome, dan Impact sebagai alat evaluasi.

Berikut analisis asumsi kami menggunakan The Logic Model








Bukti verification code



Risk Management

Tidak ada proyek yang tidak memiliki resiko sama sekali, begitu juga proyek yang kami jalankan. Menjelang kelas Bunsal berakhir banyak hal yang evaluasi sehingga perlu penanganan dalam manajemen resiko tersebut.

Untuk resiko yang bernilai "rendah" kami menerimanya karena masih bisa di-handle baik dengan anggota tim yang sudah mahir desain maupun sistem learn by practice. Sebisa mungkin terlaksana minimal 1 konten sosial media tiap minggu.



Sedangkan untuk resiko yang bernilai "sedang", kami coba mitigasi untuk meminimalisir resiko terjadi. Kami berharap dapat fokus menjalankan proyek setelah kelas Bunsal berakhir.

Penutup

Ada beberapa target proyek yang tertunda dengan kondisi reorganisasi dan penyesuaian role and task saat ini salah satunya IG live. Rencananya minimal kami melakukan 1 kali IG live sebelum penutupan kelas Bunsal. Kami juga akan mencoba bergantian menjadi moderator saat diskusi untuk memancing seluruh anggota tim agar aktif berdiskusi. Beberapa hal yang rutin harus kami lanjutkan dan beberapa hal harus kami hentikan. Pada dasarnya proyek ini adalah komitmen kami bersama, maka eksistensinya juga tanggung jawab kami bersama.


Semoga kami dapat menyelesaikan target proyek sesuai milestone serta terus mengembangkan proyek kami meskipun kelas Bunsal berakhir nanti.

Allohumma aamiin

#apresiAksi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Saturday, October 30, 2021

Feedback Bunsal #6

 Bismillahirrohmaanirrohiim...

Menyambut kongres Ibu Pembaharu saya mempersiapkan diri lebih awal mengerjakan review. Begitu mendapat notif pembagian buddy review, saya langsung mencari nama saya, mendapatkan nama buddy, membaca jurnalnya, dan menghubungi buddy hari itu juga. Awalnya berencana langsung menulis malam harinya ternyata tidak sempat. Akhirnya setelah menyelesaikan video ketiga kongres Ibu Pembaharu baru bisa menuliskan review ini.

Berbeda dengan jurnal buddy sebelumnya, saya langsung menangkap isu yang diangkat buddy saya kali ini, mba Susi Firdausa dari IP Malang Raya. Sesuai nama timnya Literacy Lovers, tim mba Susi memiliki proyek baca buku dan review buku. Menarik sekali bagi saya karena mirip dengan tugas yang saya ampu pada salah satu komunitas di kantor, yakni membuat klub buku. 

Satu hal yang mengejutkan saat mengecek sosmed tim Literacy Lovers ternyata ada teman satu tim saya yang menjadi anggotanya. MasyaAllah beliau mengikuti 2 proyek tim di Kelas Bunsal ini. Setelah konfirm saya jadi tahu kalau tujuan proyek ini sederhana, membumikan literasi atau merutinkan kebiasaan baca buku. Dari jurnal mba Susi juga saya tangkap bahwa problem statement mereka adalah soal minat literasi di negeri kita.

Melihat bagaimana target tim mba Susi berhasil dieksekusi menjadi motivasi saya pribadi untuk mengeksekusi target kami, karena sejujurnya sudah melampaui deadline timeline kami.


Dari jurnal mba Susi, saya juga menangkap beberapa hal baik yang bisa kami adaptasi di tim kami.


Terakhir, saya memberikan sedikit masukan soal IG live karena pernah saya alami juga saat live IG acara literasi di kantor.


Saya pribadi sangat mendukung proyek ini, semoga bisa membuat ibu-ibu kembali rajin membaca buku dan banyak keluarga terinspirasi untuk berliterasi. Semoga lancar dan sukses proyeknya mba Susi. Semangaatt!

#umpanbalik6
#aksiuntuksolusi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity

Tuesday, October 26, 2021

Jurnal Bunsal #6

 It's Show Time!

Bismillahirrohmaanirrohiim...

🌻 Empati - Aksi - Solusi

Setelah 3 bulan lamanya kami merumuskan masalah, membangun tim, mendalami masalah, memetakan tujuan dan sumber daya, mengidentifikasi kekuatan hingga membuat timeline dan highlight, saatnya kami beraksi. Aksi yang sudah kami rancang untuk mencapai SMART GOALS yakni edukasi masalah home education dalam bentuk challenge atau kegiatan tematik bulanan.

Sesuai nama tim kami, SEARCH, kami akan berjalan bersama orang tua untuk mencari dan menemukan sistem pendidikan terbaik untuk anak di rumah kami masing-masing. Kami yakin banyak orang tua yang sadar akan peran mereka sebagai pendidik utama anak-anak mereka, ibu sebagai madrasatul ula dan ayah sebagai pemimpin yang menjaga keluarga dari api neraka. Namun, lingkungan dan budaya mengantarkan kami untuk menyerahkan pendidikan itu pada sekolah-sekolah formal yang kami yakini merupakan jalan mereka untuk mencapai cita-cita. Untuk itu kami ingin mengembalikan kesadaran para orangtua, termasuk kami, akan peran dan kewajiban kami sebagai pendidik utama anak-anak yang diamanahkan kepada kami. Inilah misi kami yang kami harapkan dapat bermanfaat untuk keluarga kami dan keluarga lainnya.

Berawal dari empati ini, kami akan menjalan aksi edukasi home education kepada orang tua melalui sosial media Instagram mendidik di rumah, fanspage FB Mendidik di Rumah, dan website Mendidik di Rumah. Kami harap aksi kami bisa menginspirasi hingga melahirkan solusi akan sistem pendidikan anak di rumah untuk keluarga kita.

🌻 The Design Thinking Approach

We Can't Solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them~Albert Einstein
Tiga bulan kemarin kami telah melalui 3 tahap design thingking: emphatize, define, ideate. Sekarang saatnya masuk 2 tahap terakhir, yaitu Prototype dan Test. Sebagai prototype kami akan menjalankan milestone pertama kami yakni membuat postingan edukasi home education pada sosial media yang kami miliki. Untuk itu kami merancang to-do-list dan agenda yang akan kami jalankan. Sebagai contoh agenda bulan November dalam tabel di bawah ini. Untuk memudahkan gerakan, kami membagi tim yang terdiri dari 6 orang menjadi 2 kelompok masing-masing 3 orang yang diacak tiap minggunya. Setiap minggu masing-masing kelompok akan membuat proyek yang berbeda, yakni kelompok edukasi FB/IG dan edukasi website. Mengingat kekuatan tim edukasi di fanspage FB akan me-link langsung dari IG sehingga saat kami posting di IG akan otomatis muncul juga di fanspage FB. After all, agenda mingguan kami ada meeting mingguan, desain dan caption FB/IG, artikel web dan live IG. Prototype pertama ini akam kami test efektifitasnya hingga Kelas Bunda Salihah berakhir di bulan Desember nanti.



🌻 Tools dan Worksheet

Untuk memudahkan eksekusi prototype kami membagi jadwal tugas sebagai berikut



Setelah memiliki agenda, to-do-list, dan gantt chart tugas, kami harus menyiapkan amunisi untuk menjalankan prototype ini. Berikut list amunisi yang kami butuhkan


Tim AA Kelas Bunsal juga telah menyiapkan workshop yang mendukung kami menjalankan proyek. Saat ini kami membutuhkan workshop membuat website dan desain. Kami juga mulai latihan untuk belajar membuat video menggunakan aplikasi capcut. Akhirnya kami bisa menelurkan konten pertama kami reels problem statement sebagai langkah pertama.

🌻 Challenge

Setelah 3 minggu mempersiapkan aksi pertama kami, kami mempersiapkan diri untuk menyambut challenge pada event Kongres Ibu Pembaharu tanggal 28 Oktober nanti. Kongres ini adalah kesempatan kami untuk menyampaikan misi besar kami untuk mengedukasi home education kepada para orang tua. Bismillah, semoga Allah meridhoi langkah kami.

#aksiuntuksolusi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Friday, October 1, 2021

Feedback Bunsal #5

 Bismillahirrohmaanirrohiim....

Tidak ingin terlambat upload seperti review sebelumnya kali ini saya ingin menyelesaikan review sebelum weekend. Sebenarnya seperti biasa setelah mendapatkan link buddy saya langsung membaca jurnalnya, sudah kepikiran apa yang mau saya review tapi biasanya waktu menulisnya banyak halangan sehingga tertunda/menunda terus.

Buddy saya kali ini mba Atikasari Savitri dari IP Surabaya Raya. Membaca jurnal mba Atika, jujur saya tidak bisa langsung nyambung karena mba Atika hanya menuliskan isian template jurnal saja, tanpa menyebutkan apa problem statement timnya. Sehingga saya hanya bisa menebak-nebak mungkin mba atika mengambil tema bisnis. Akhirnya agar nyambung saya baca semua jurnal mba Atika dari awal hingga menemukan titik terang tema yang diangkat adalah "Mandiri Finansial".



Hanya saja setelah membaca jurnal milestone saya salah paham, saya pikir mba Atika baru memulai bisnis karena omzet yang ditargetkan hanya sebesar 250.000 meningkat 50.000 per bulan hingga bulan ke-5 menjadi 500.000 per bulan. Saya pribadi pernah menjalani bisnis online dalam kondisi bekerja di ranah publik. Ketika rajin jualan meski tanpa pegawai dengan reseller aktif kurang dari 5, pada tahun kelima saat mulai banyak jaringan saya bisa mencapai omzet tertinggi 4-5 juta dalam sebulan. Namun karena modalnya cukup besar jadi keuntungan bersih mungkin hanya 15-20% dari omzet. Sepengetahuan saya hanya bisnis makanan yang keuntungan bersihnya bisa hampir 100% alias setengah dari omzet. Asumsi saya ketika tim mba Atika menetapkan omzet sebesar itu maka keuntungannya tidak mencapai setengahnya. Mengapa target mereka hanya "sekecil" itu? Apa mungkin mereka baru memulai bisnisnya?



Saat saya menuliskan jurnal ini, mba Atika belum merespon chat WA saya (centang satu, WA di setting untuk akun bisnis, mungkin hanya aktif di jam kerja) sehingga saya belum mendapatkan penjelasan tentang bisnisnya. Namun tak berapa lama baru muncul profile picture WA nya bergambarkan kue-kue jualannya. Setelah membaca deskripsi akun dan katalog WA nya saya baru tahu kalau jenis produknya adalah makanan dessert dan minuman seharga IDR 8.000-40.000/pcs produk. Saya jadi paham mengapa pada bagian update analisis SWOT, tim mba Atika menyebutkan memiliki kekuatan yakni sudah memiliki pegawai, sumber daya baik, produk berdaya jual, dan konsisten berjualan. Namun, bagaimana bisa menggaji pegawai dengan omzet "sekecil" itu? Apatah dulu saya yang masih tidak berani hire pegawai karena keuntungan bersih tidak sampai 1,5 juta. Rasanya sayang sekali jika kekuatan tim tidak dioptimalkan. Maka saya mendukung tim mba Atika untuk lebih challenging demi kebaikan umat, hehe



Go go Tim Gorgeous Mom! Kalian pasti bisa! Semoga sukses misinya yaaa

#sistemumpanbalikmateri5

#identifikasiaksi

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia

Tuesday, September 28, 2021

Jurnal Bunsal #5

IDENTIFIKASI AKSI

Ibarat lomba lari, kemarin kami sudah sampai tahap "bersedia"
sekarang memasuki tahap "siap"
...

Bismillahirrohmaanirrohiim...
MasyaAllah setelah mendengar live Ibu Septi Rabu lalu, rasanya lega karena langkah kami sudah pas banget sesuai timeline padahal ga dapat bocoran detil isi materi identifikasi aksi ini. Setelah membuat SMART Goals, mengidentifikasi resources, dan merancang peta perjalanan alias milestone, saatnya kami membuat strategi komunikasi. Bekerja 11 tahun di bidang kehumasan membuat saya familiar dengan materi kali ini. Apalah guna sebuah rencana/kegiatan tanpa strategi komunikasi yang tepat. Tentu saja strategi ini harus efektif, efisien, dan dapat dimitigasi resikonya.

Highlight and Key Updates

Sekarang kita memasuki tahap perencanaan teknis strategi komunikasi. Dengan SMART Goals "Membuat Media Sosial yakni Instagram mendidik.dirumah untuk edukasi masalah home education dengan postingan terjadwal minimal seminggu sekali hingga kelas Bunsal berakhir bulan Desember 2021" tentu kami harus merencanakan jadwal postingan/Content Planning-nya. Postingan ini harus nyambung alias memiliki timeline yang berkelanjutan agar misi edukasi kami tersampaikan. Pada minggu review kemarin kami sudah membuat content planning tersebut sesuai misi yang kami buat dalam Jurnal Bunsal #3 yakni THEME EDU.


8 Tahapan inilah yang akan menjadi highlight kami dalam membuat materi nanti. Untuk itu sudah kami buatkan jadwal piket tema dan pembagian tugas tim mingguan.

Timeline of Highlight

Delapan Highlight yang kami buat tidak akan efektif jika tidak ada target yang merupakan indikator keberhasilan. Kami membagi highlight ini menjadi 5 tahapan timeline yang akan menjadi panduan kami dalam membuat konten. Untuk memastikan key updates kami tersampaikan maka kami harus membuat juga jadwal penyampaian alias jadwal posting-nya. Target kami minimal satu kali posting materi per pekan dengan highlight sesuai jadwal piket. Berikut timeline highlight kami


Dan berikut jadwal piket kami


Sosial Media, Fundraising, Campaign Program

Sesuai SMART GOALS kami, proyek ini akan berlangsung pada platform instagram. Namun untuk memperluas penerima manfaat kami menambah platform fanspage FB dan blog/website. Berikut alamat kami


Silakan berkunjung ke website, instagram, dan fanspageFB kami yaa

Untuk pendanaan, hingga saat ini kami masih memakai dana pribadi untuk kebutuhan internet dan program giveaway. Kami akan mengusahakan program webinar/workshop yang minim dana sehingga tidak memerlukan fundraising.


Saat ini campain program kami fokus pada SMART GOALS yakni edukasi masalah home education dalam bentuk challenge atau kegiatan tematik bulanan. 

Updates Analisis SWOT


Setelah melakukan analisis SWOT kami harus merancang strategi agar proyek ini lancar. Bagaimana dengan kekuatan tim demikian namun memiliki kendala internal, salah satunya kurang bonding dan pembagian tugas kurang detil. Untuk mengatasi ini kami sepakat membuat pertemuan mingguan untuk brainstorming, terutama setelah piket berjalan. Selain brainstorming bisa menjadi tempat curhat untuk menguatkan bonding, bisa juga untuk saling memantau dan menyemangati progress tugasnya.

Selanjutnya bagaimana dengan tema proyek yakni pendidikan anak yang kami yakin cukup diminati banyak orang tua namun banyak juga tim yang mengangkat tema ini. Untuk itu kami memerlukan strategi khusus agar proyek kami "berbeda" atau menambahkan add value content

Dengan adanya ancaman berkurangnya anggota tim, kami harus bersiap juga untuk menambah anggota. Karena 6 orang bisa dibilang pas-pasan. Bahkan mungkin kami bisa mulai open recruitment kembali segera.

Demikian berbagai persiapan aksi proyek kami. Semoga Allah memberkahi...


#IdentifikasiAksi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia