Sebagai wanita kita harus bersyukur, setiap fase hidup kita penuh ladang pahala yang mendekatkan kita dan orang-orang yang kita cintai pada surgaNya.
Pada tulisan sebelumnya saya bercerita tentang sebuah ilmu yang ingin saya dalami dalam waktu dekat ini. Ilmu itu berkenaan dengan kegiatan saya sebagai pelaku ekonomi dalam kehidupan. Sejatinya semua manusia pelaku ekonomi entah sebagai pembeli, penjual, nasabah, produsen, atau mungkin guru. Maka saya merasa penting sekali untuk mempelajari ilmu ekonomi syariah.
Namun sejatinya, banyak sekali ilmu yang ingin saya pelajari terkait peran saya sebagai anak, istri, ibu, masyarakat, dan diri sendiri. Tiap peran itu memiliki hak dan kewajiban masing-masing sehingga saya harus terus belajar dan memperbaiki diri sepanjang hidup saya. Dalam waktu dekat ini, saya memiliki beberapa target:
Sebagai istri, saya ingin meningkatkan ketaatan saya pada suami. Antara lain:
1. Menempatkan suami pada posisi pertama dalam mengambil setiap keputusan (setiap saat)
Misalnya, meminta izin jika lembur kerja atau kegiatan lainnya, meminta pertimbangan saat akan membeli sesuatu, meminta memilihkan model/warna baju yang akan dipakai/dibeli, dll.
2. Menghargai pendapatnya dan menerima nasehatnya (setiap saat)
3. Memperbaiki komunikasi verbal (setiap saat).
Misalnya dengan memperhatikan adab-adab berbicara dan menyampaikan pendapat, perkataan dan bahasa yang baik dan menyenangkan, obrolan yang nyambung dengan suami, dan memahami waktu yang tepat untuk menyampaikan pendapat.
4. Mengelola emosi dengan lebih baik (setiap saat)
Terutama saat-saat kritis dimana banyak hal yang perlu dilakukan dalam waktu bersamaan dan saat menyampaikan pendapat.
5. Memberikan pandangan dan wajah yang menyenangkan (setiap saat)
Yakni dengan memperbanyak senyum dan ekspresi menyenangkan di depannya, merawat tubuh dan wajah dengan baik serta berpakaian dengan indah agar selalu tampak segar, enak dipandang, dan menyenangkan hati suami.
6. Memahami waktu me time suami (setiap hari)
Yakni saat ia ingin beristirahat/melakukan kesenangannya sendirian di rumah tanpa diganggu permintaan bantuan dari istri atau rengekan anak-anak dan saat ia ada acara bersama teman-teman atau komunitasnya.
7. Melakukan kegiatan berdua suami (minimal seminggu sekali)
Misalnya, makan malam, nonton, mengobrol, mempelajari buku, tilawah dan tahajud benar-benar hanya berdua suami.
8. Peka dan melayani kebutuhannya (setiap saat)
Termasuk siap memijitnya saat ia tampak kelelahan tanpa diminta.
9. Menyediakan keperluan hidupnya (setiap hari)
Mulai dari saat bangun tidur menyiapkan baju dan bekal makannya sebelum berangkat kerja sampai menyiapkan makan malamnya sebelum tidur.
10. Meneladani sifat-sifat baiknya dengan istiqomah (setiap saat)
11. Mengatur dan mengelola keuangan keluarga serta menyajikan laporan keuangannya sebulan sekali.
12. Menyayangi keluarganya seperti keluarga sendiri (minimal sebulan sekali)
Yakni dengan menghubungi keluarganya terutama ibunya max sebulan sekali dan mengunjunginya max 4 bulan sekali.
Kebanyakan target ini sudah saya lakukan namun masih perlu diperbaiki dan lebih ditingkatkan. Indikator keberhasilan target ini bisa dilihat secara tersirat dan tersurat baik dari ekspresi wajah, pendapat, dan juga suasana hati suami ketika di rumah terutama saat bersama saya.
Sebagai ibu, saya ingin menjadi madrasah pertama untuk anak-anak saya. Antara lain:
1. Membacakan buku atau membaca buku bersama anak-anak (setiap hari minimal 1 buah buku). Hal ini penting sekali untuk mengenalkan anak terhadap Allah dan RasulNya, mengenalkan sifat-sifat baik dari cerita di buku, dan memperbanyak interaksi dan komunikasi efektif dua arah bersama anak.
2. Tidak menyentuh gadget sebelum anak-anak tidur sepulang dari kantor kecuali alasan mendesak (setiap hari)
3. Bermain dan bercerita bersama anak (setiap hari)
4. Menemani anak mengerjakan PR dan mengaji (setiap hari bekerja sama dengan suami)
5. Menyiapkan kebutuhan makanan anak dengan menu gizi seimbang (setiap hari)
6. Mengelola emosi dengan lebih baik dan menunjukkan ekspresi menyenangkan (setiap hari)
7. Mengajak anak berwisata ke luar rumah (minimal seminggu sekali)
8. Melibatkan anak dalam membantu saudaranya dan melakukan pekerjaan rumah lainnya (setiap hari)
9. Mengajarkan anak untuk berbagi, bermain bersama, dan menyayangi saudaranya (setiap hari)
10. Membuat makanan spesial bersama anak (minimal sebulan sekali)
Kebanyakan target ini juga telah saya lakukan tapi masih perlu banyak perbaikan dan peningkatan kualitas. Indikator keberhasilan target-target ini dapat dilihat dari tingkah laku anak yang lebih teratur, mudah diatur, sopan, dan menyenangkan baik terhadap orang tua, keluarga, teman-temannya, dan orang lain di sekitarnya.
Sebagai diri sendiri, saya ingin menjadi manusia yang bermanfaat untuk banyak orang terutama diri sendiri, suami, anak, keluarga, dan umat. Target saya antara lain:
1. Membuat target ibadah yaumiah dan memenuhi targetnya (setiap hari)
2. Memenuhi kewajiban terhadap 2 anak asuh (sebulan sekali)
3. Bersedekah terhadap keluarga dan masyarakat (minimal seminggu sekali)
4. Mempelajari fokus ilmu jangka pendek yakni ekonomi syariah baik dengan membaca jurnal, buku, artikel, atau kuliah (minimal seminggu sekali)
5. Memperbaiki manajemen pengelolaan dan pemasaran produk bisnis online shop (minimal memiliki 3 reseller serius dan 1 admin)
6. Memperbaiki manajemen keuangan online shop dengan mengatur dan mengelola keuangan khusus bisnis dan menyajikannya dalam laporan keuangan (1 bulan sekali)
7. Mencapai profit minimal 3 juta (sebulan sekali)
8. Membuat minimal 1 status bermanfaat di media sosial (setiap hari)
9. Membuat 1 tulisan di blog (seminggu sekali)
10. Membuat target pekerjaan di kantor dan menyelesaikannya sesuai deadline (setiap hari)
11. Mengikuti 1 kajian agama, ekonomi, atau komunitas (sebulan sekali)
Target diatas juga sudah dilakukan namun masih belum terukur dan teratur jadwalnya sehingga masih perlu diperbaiki dan ditingkat. Indikator keberhasilan dapat dilihat dari seberapa teratur hidup saya, kelancaran tiap pekerjaan saya, dan tentuanya suasana hati saya.
InsyaAllah evaluasi akan dilakukan pada akhir tahun 2016 dan diperbaharui kembali untuk waktu selanjutnya.
Sejatinya target-target di atas bukan pencapaian akhir yang bisa dinilai layaknya rapot sekolah. Target-target ini adalah ladang pahala yang akan saya panen di akhirat nanti. Maka yang perlu saya ingat terus saat ingin mencapainya adalah bekal akhirat saya agar saya tetap semangat dan istiqomah meraihnya. Saya sangat bersyukur sekali menjadi wanita yang memiliki banyak ladang pahala ini.
Tulisan ini disertakan dalam Nice Home Work 2 program Martikulasi Ibu-ibu Profesional Jakarta Batch #2

