Tuesday, February 25, 2020

Kelas Ulat-ulat #6

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Hai ulat kecil, apa kabarmu minggu ini? Wah kamu semakin tertantang ya karena level tugasnya semakin sulit. Tidak bisa SKS lagi, minimal weekens sudah mulai eksekusi.

Minggu lalu kita sudah ngobrol-ngobrol dengan teman beda keluarga di tenda lain. Alhamdulillah kamu cukup banyak mendapat saudara. Dan ternyata ibu ingin minggu ini kamu belajar mencintai saudaramu seperti keluarga sendiri. Bagaimana caranya? 

Saling memberi hadiah.

Excited bukan?

Minggu ke#2 kamu sudah berbagi potluck kepada semua orang sesuai preferensimu, apa yang kami punya dan suka. Minggu ini ibu mengajarkan untuk memberi hadiah sesuai apa yang temanmu suka, meski kau tidak punya atau mungkin tidak suka. Wah..butuh perjuangan ya...

Iya.. karena sensasinya berbeda saat kamu berjuang memberikan sesuatu yang teman kamu suka. Apalagi jika itu inisiatifmu sendiri. Rasanya bahagia jika temanmu bahagia menerimanya🥰

MENENTUKAN TARGET

Sebagai latihan ibu memberi batas minimal 3 orang teman yang akan kamu beri hadiah. Kamu sudah memilih-milih perwakilan dari keluarga berbeda yang kemarin mengisi survey keluarga favorit. Belum sempat kamu menyiapkan hadiah spesialnya, tiba-tiba satu persatu beberapa teman datang ke rumah membawakan hadiah. What a surprise! 

Hei, santai aja... ga usah gugup karena kamu belum menyiapkan suguhan apa-apa di tendamu. Kamu senang bukan? Jujur saja pada mereka...

Yang pertama datang adalah mba respati, tapi baru mengetuk salam dan menanyakan ingin hadiah apa beliau tidak masuk-masuk. Ada apa ya? Rupanya beliau bingung setelah kamu infokan materi yang kamu butuhkan saat ini tentang manajemen emosi. Beliau tidak punya bahan-bahannya. Ah..kamu jadi geli sekaligus terharu. Lalu kamu perluas materi yang kamu butuhkan sesuai mindmap, manajemen waktu/komunikasi. Mba Respati pun menyambutnya berseri-seri dan segera masuk membawakan hadiahnya tentang tips manajemen waktu. MasyaAllah... bermanfaat sekali🥰
Lalu tentu saja kamu ingin membalas hadiah mba Respati. Setelah mengecek gform ternyata beliau ikut keluarga Pecinta Qur'an (PQ) meski favoritnya keluarga travelling. Seingatmu beliau suka naik gunung sepertimu. Saat ditawarkan ingin hadiah tentang travelling atau PQ beliau memilih PQ karena sedang butuh kurikulum sekolah/HS/HE untuk ide belajar anak-anak TPA. Kamu pun terkejut. Ternyata mba Respati seorang guru. 

Dulu pas kenal beliau seorang sekretaris, kamu pikir beliau Ibu pekerja domestik alias IRT. Mba Respati cerita bahwa anak-anak TPA yang beliau ajar termasuk "spesial" karena berasal dari lingkungan keluarga "spesial". Lokasi TPA di Condet yang sering kamu lewati saat berangkat/pulang kerja. Kamu tidak menyangka masih banyak keluarga spesial di daerah sana...

Sebenarnya kamu ingin sekali memberi kurikulum pendidikan keluarga teh Kiki Barkiah pada mba Respati. Sayangnya file tsb ada di PC kantor yang kemungkinan baru bisa diakses hari Kamis karena kamu sedang ST Rakornas Perpustakaan. Kamu tidak ingin beliau pulang dengan tangan kosong dan berusaha mencari di sekitar tenda. Alhamdulillah Allah menunjukkan jalanNya. Kamu mendapat ebook gratis Panduan Lengkap Mengelola TPA. MasyaAllah... mba Respati pun senang menerimanya. Semoga bermanfaat dan berkah ya mba Respati...🤲🏻

Saat kamu sedang mencari hadiah buat mba Respati ternyata tendamu kedatangan tamu lagi, mba Agris. Wahh padahal kamu belum sempat membawakan hadiah ke tenda teman-temanmu, tapi mereka sudah berdatangan lebih dulu. Baiklah... kamu pun pararel menjamu mba Agris sebaik-baiknya. Pagi-pagi mba Agris membawa hadiah informasi kulwap gratis tentang Manajemen Marah. Pas sekali dengan kelas kecil dari Keluarga Manajemen Emosi yang kamu ikuti. Tentu saja kamu menyambut gembira dan segera mendaftarkan diri. Alhamdulillah masih ada kuota peserta untukmu🥰


Dua teman sudah membawa hadiah yang bermanfaat untukmu, kali ini kamu ingin membalasnya dengan sesuatu yang lebih baik, yakni original karyamu. Mba Agris dari Keluarga Manajemen Komunikasi sekaligus keluarga favoritnya tentu sudah banyak mendapat materi komunikasi. Tapi kamu ingin mengemas materi itu dengan spesial agar mudah diingat dan melekat. 6 jam-an kamu membuat hadiahnya dan taraa... persembahan spesial buat mba Agris:

Alhamdulillah mba Agris senang menerimanya. Materinya mungkin sudah biasa tapi kamu mengemas dalam rumus buatanmu, 6P, yang mudah diingat. Semoga bermanfaat ya mba Agris... 🥰

Hei...tak lama kemudian tiba-tiba masuk mba Eka membawakan surat cinta. Isinya puisi indah tentang kesyukuran atas silaturahim yang kami jalin sejak minggu lalu. Wajahmu jadi bersemu merah membacanya. Saat kamu menyiapkan hadiah untuk mba Eka yang satu keluarga denganmu, berturut-turut datang mba Oktin membawakan hadiah Tips Menuliskan Data Kebaikan suami yang bermanfaat untuk manajemen marah pada pasangan, mba Isti memberi hadiah link materi manajemen emosi ala Keluarga Risman, dan mba Helena membawakan informasi referensi buku yang menarik tentang manajemen emosi, Anakku Hartaku. MasyaAllah...betapa bahagianya banyak yang perhatian memberi hadiah🥰

Saat kamu masih mencari-cari hadiah yang tepat untuk tiga temanmu tadi, hampir tengah malam ada teman yang berkunjung membawakan hadiah, mba Rena dengan link gdrive materi Emosi Anak vs Orang tua dan Self Healing. Kamu pun makin semangat mencari bahan untuk membalas hadiah teman-temanmu. 

Alhamdulillah niat baik disambut Allah. Tiba-tiba Allah mempertemukanmu dengan status memory FB yang pernah kamu buat tahun 2017, 5 Waktu Penting Berkualitas Bersama Anak. MasyaAllah pas banget dengan keluarga mba Oktin-Isti-Helena Manajemen Waktu dan mba Rena Parenting. Ini namanya sekali mendayung dua tiga-pulau terlampau. Tinggal bagaimana mengemasnya menjadi hadiah spesial yang kamu buat sendiri. Kamu pun bersemangat meracik hadiah spesial untuk teman-temanmu...

Pagi-pagi sebelum berangkat seminar ada mba Iis dari keluarga Uluwatu membawa hadiah Resume materi keluarganya. Alhamdulillah bertambah lagi referensi materi yang ingin kamu pelajari di mindmap. Dan akhirnya saat seminar belum mulai kamu bergegas mengeluarkan segala daya kreasimu menghasilkan karya spesial untuk teman-temanmu:

Hadiah spesial untuk mba Oktin, Isti, Helena, Eka, Rena, dan Iis. Semoga suka, berkah, bermanfaat ya teman-teman...🥰

MasyaAllah betapa serunya minggu ini. Betapa senangnya diberi hadiah kesukaan dan memberi hadiah kesukaan teman. Dan sayapun mendapat hikmah besar: 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional


Tuesday, February 18, 2020

Kelas Ulat-Ulat #5

KEMAH YUUKK



Bismillahirrohmaanirrohiim....

Hai ulat kecil...Bagaimana keseruan di hutan apel minggu ini? Tidak menyangka setelah santai-santai minggu lalu tugas minggu ini sungguh menguras energi yaa... Buat ulat pemalu sepertimu sungguh effort luar biasa untuk ikut berkumpul dalam perkemahan dan berkenalan melingkari api unggun. Lalu bagaimana caramu mengatasinya?

Alhamdulillah selalu ada jalan untuk orang yang mau berusaha. Sungguh tugas dari ibu minggu ini sangat menyenangkan! Kamu suka kemping bukan? Iya... kamu suka kemping tapi tidak suka keramaian. Jadi kamu memutuskan untuk berkenalan lebih privat via japri. Dari 205-an orang yang kamu japri dari grup HIMA dan FB Buncek ada 80-an orang yang menanggapi perkenalanmu. MasyaAllah... kamu jadi tahu ternyata keluarga yang kamu ikuti selama ini yakni Keluarga Manajemen Emosi jadi Keluarga Favorit di antara 80-an teman-temanmu. Sungguh memang manajemen grup keluarga ini sangat rapi. Pengurusnya begitu kompak dan membernya cukup aktif. Ditandai dengan chat grup besar yang cukup panjaang...

Ini diaa grafiknya



Namun ternyata meskipun yang paling favorit keluarga Manajemen Emosi, keluarga Manajemen Waktu menjadi The First One Snack favorit teman-temanmu. 30 orang mengunjungi/melihat golive-nya sedangkan manajemen emosi hanya 27 orang.


Banyak hal yang mendasari penilaian teman-teman memilih keluarga favorit. Kebanyakan karena sesuai dengan mindmap. Beberapa menyebutkan alasan lebih detil. 

Bagaimana denganmu ulat kecil? Tidak menyangka keluarga prioritas pertama dalam mindmap-mu menjadi keluarga favorit teman-teman. Tidak salah kamu memberikan banyak alasan mengapa enjoy dan bahagia dalam keluarga itu sehingga kau favoritkan juga. Makin sayang deh sama keluarga Manajemen Emosi ya ulat kecil... semoga kamu bisa mencerna dan memahami semua daging ilmu di sana untuk kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Tetap semangat yaa ulat kecil-kecil. Semangat dari ulat menjadu kupu-kupuu 💖

#janganlupabahagia
#jurnalminggu5
#materi5
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Monday, February 10, 2020

Kelas Ulat-Ulat #4

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Hai ulat kecil...bagaimana pelajaranmu minggu ini? Minggu ini kamu berkelana di kebun apel yang penuh apel ranum siap panen. Namun kamu harus fokus pada satu apel yang sangat kamu suka supaya bisa benar-benar menikmatinya. Setelah masuk ke kamar Manajemen Emosi kamu disajikan menu Innerchild. Wah, pas sekali dengan kebutuhanmu saat ini. Baiklah...kita sajikan potluck untuk teman-temanmu yaa


BERDAMAI DENGAN INNERCHILD



"Ma, Rio mau susu..." rengek rio pada mamanya yang sedang memandikan adiknya.
"Susu Rio abis...mama belum beli... " mama Rio mencoba menjelaskan agar Rio mengerti.
"Ada ma... yang kecil-kecil... Rio mau.. " Rio bersikeras meminta susunya. Mama pun bersikukuh tidak memberikan karena itu jatah bekal sekolah. Sementara saat di rumah, Rio biasa minum susu dari kemasan kotak satu liter.
"Gak ada Rio.. kalau ada coba ambil sendiri sana," ujar mama Rio berharap putranya menyerah.

Rupanya Rio tetap membuntuti mamanya sambil terus meminta susunya. Sayangnya tidak sekedar membuntuti, Rio juga mencuri-curi kesempatan untuk mencubit dan memukul adiknya selama adiknya sedang bersama mama. Awalnya mama menegur dengan lembut agar Rio tidak melakukannya, tapi Rio tidak mendengar dan terus mengganggu adiknya hingga adiknya menangis. Mamapun geram, ia balas perlakuan Rio tiap kali Rio mencubit/memukul adiknya dengan maksud agar Rio merasakan kesakitan yang dirasakan adiknya sehingga berhenti melakukannya.

"Riooo! Kenapa sih dari tadi gangguin adik terus? Mama udah bilang gak boleh nyubit atau mukul adikk!" Mama mulai naik pitam dan berteriak memarahi Rio.

"Rio pengen susu..."

"Kan sudah Mama bilang gak ada. Kalau masih gangguin adiknya jangan dekat-dekat adik!" seru mama Rio sambil menghalau Rio mendekati adiknya. "Kalau ga mau diem juga, mama kunci di kamar ya!" ancam mamanya karena Rio tak juga berhenti.

Mengenal Innerchild

Pernah mengalami kasus serupa di atas Bunda? Rasa-rasanya kesabaran Bunda sudah habis sampai harus melakukan segala cara agar anak nurut. Mulai dari level rendah berbicara baik-baik sampai level tinggi memukul/berteriak/mengancam. Sebenarnya bunda sudah tahu kalau memukul/berteriak/mengancam itu tidak baik untuk jiwa anak. Tapi entah kenapa tiap kali anak sulit sekali diatur Bunda selalu merasa terpaksa harus melakukannya. Dan penyesalan selalu datang di akhir karena kalau di awal namanya pendaftaran :D

Tidak hanya memukul/berteriak/mengancam ada beberapa perilaku negatif lain yang tanpa sadar keluar saat anak tantrum tak terkendali. Masa-masa itu ada yang menyebutnya mama monster, emak singa, dll Sebenarnya Bunda sadar, Bunda sedang tidak menjadi diri Bunda seutuhnya karena sedang dikuasai energi lain hingga menjadi seperti monster atau singa.

Adakah perilaku di bawah ini pernah Bunda lakukan?

1. Mata mendelik, mengeluarkan kata-kata tajam/buruk saat memarahi anak
2. Diam dan mengabaikan (ngambek) saat marah/kecewa pada anak/pasangan
3. Playing victim, berusaha mencari pembenaran seolah diri kita adalah korban.
Contoh: rumah seperti kapal pecah saat suami pulang, Bunda memarahi anak di depan suami seolah mengadukan ke suami bahwa anak tsb yang menyebabkan kekacauan ini. Meskipun mungkin memang benar namun ada adab menasehati yang dilanggar serta skenario yang dibuat agar Bunda tidak disalahkan suami.
4. Tidak mengakui kesalahan, selalu saja alasan karena anak dibawa-bawa.
Contoh: Bunda kesiangan lalu menyalahkan anak yang rewel semalaman padahal Bunda butuh bantuan suami tapi yang dimarahi hanya anak. Akhirnya suami marah karena kesiangan tidak bisa sarapan, anak terlambat ke sekolah, suami terlambat ke kantor. Bunda hanya memendam perasaan sebenarnya kesal karena suami tidak membantu hanya menyalahkan saja seolah semuanya hanya tanggung jawab Bunda. Akar dari masalah ini adalah kurangnya komunikasi Ayah dan Bunda bukan kesalahan anak semata.
6. Over protective pada anak. Contoh: Tidak memperbolehkan anak memilih pakaian sendiri, anak harus mengikuti apa yang disiapkan Bunda, anak tidak boleh main ke luar rumah, mengatur semua keperluan anak yang terlihat seperti melayani raja namun dibalik itu sesungguhnya tidak mau ribet sehingga semua harus berjalan sesuai aturan Bunda jika tidak anak akan mendapatkan hukuman.
7. Memberi hukuman di luar batas atau di atas level kesalahan anak. Contoh: anak menumpahkan air dihukum dengan menyiramnya dengan air hingga basah kuyup, anak tantrum tak terkendali dihukum dengan dikunci di kamar mandi, dll
8. Rajin baca buku/kulwap parenting tapi saat anak tantrum atau berbuat salah tetap bersumbu pendek, langsung marah dan menghukum anak

Apakah penyebab perilaku Bunda di atas?

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab, namun akhir-akhir ini kita mengenal satu istilah dalam ilmu psikologi yakni luka pengasuhan, hutang pengasuhan atau dikenal dengan innerchild (negatif).

Apa itu innerchild?
Innerchild adalah pengalaman pengasuhan di masa lalu yang terekam di alam bawah sadar sehingga membentuk pikiran, keyakinan, karakter, dan perilaku yang kita lakukan saat ini.

Innerchild positif akan menghasilkan perilaku positif seperti lembut, hangat, dekat dengan anak, pantang menyerah, ceria, mudah bergaul, percaya diri, dll

Innerchild negatif akan menghasilkan perilaku negatif seperti mudah emosi, suka berteriak, tidak mau mengakui kesalahan, keras kepala, playing victim, perasaan tidak berdaya, mudah menangis (cengeng), minder, dll

Apa penyebab saja pengalaman masa lalu yang bisa menyebabkan innerchild negatif?

Apa yang bisa menyebabkan innerchild negatif muncul saat ini?

Bagaimana ciri-ciri Bunda memiliki innerchild negatif?

Lanjut besok yaa

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Monday, February 3, 2020

Kelas Ulat-Ulat #3

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Hai ulat kecil, bagaimana perjalananmu minggu ini?
Wah...kamu sudah bertemu dengan keluarga baru ya... Ternyata tidak mudah menemukan keluarga barumu. Namun, karena kamu sudah fokus pada satu makanan utama, yakni manajemen emosi, kamu jadi lebih mudah memilih. Eh, ternyata keluarga manajemen emosi ini juga bercabang-cabang! Bagaimana kisah serunya? simak yuukk...



Pagi yang cerah ulat kecil...
Saat kamu membuka mata, ternyata rumahmu sudah ramai. Sudah banyak anggota keluarga baru yang datang. Kepala keluarga juga sudah menyajikan menu sarapan. Ah, rupanya sarapan pagi ini dimulai dengan COC dan aturan keluarga. Keluarga ini harus teratur bukan?

Saat sarapan bersama, kepala keluarga menginfokan kamar-kamar yang tersedia di rumah kita. Ada kamar manajemen marah, manajemen konflik, innerchild, dan self healing. Tiba-tiba ada yang membuka pintu, semua matapun menuju pintu. "Apa saya salah masuk rumah? Saya pikir ini rumah keluarga yang sudah saya pilih? Tapi mengapa namanya Inside Out Family?"

Anggota keluarga yang sudah ada di dalam rumah lebih dulu mulai ribut. Ah, ternyata ulat kecil yang membuka pintu itu sudah tertinggal jauh. Kemarin kepala keluarga sudah memberikan opsi nama rumah untuk keluarga kita. Dan pagi ini nama itu sudah terpampang di pintu gerbang: INSIDE OUT FAMILY?

"Hai ulat kecil, mari masuk!" sapa kepala keluarga ramah. "Ayo duduk sini, kita sarapan bersama..." lanjutnya sambil memberikan piring berisi sarapan untuk sang ulat kecil.

Ulat kecil perlahan mendekati kepala keluarga. Malu-malu ia berkata, "Maafkan saya sudah membuat kegaduhan kepala keluarga..."

"Tidak apa ulat kecil...mari kita makan bersama sambil bercerita..."

Dan ulat kecilpun akhirnya bisa mengikut perjalanan di rumah keluarga Inside Out Family. Semua anggota yang baru masuk dirangkul dengan hangat.

Di rumah ini kepala keluarga memiliki beberapa asisten yang membantu mengatur rumah. Tidak mudah bukan mengatur 300 anggota dalam satu rumah? 

Kepala keluarga juga sudah menentukan nama kepala kamar secara acak. Tiap anggota yang sudah memilih kamarnya dipersilakan masuk. Seluruh anggota dalam masing-masing kamar dipersilakan memilih kembali kembali kepala kamar, berkenalan, membuat diskusi sesuai tema masing-masing, dan menentukan kandidat go live untuk presentasi di kampung Bunda Cekatan.

Wah, ternyata tidak mudah ya menemukan kepala kamar. Semua anggota punya kesibukan masing-masing. Sampai saat ini anggota yang masuk belum lengkap dan kepala kamar belum memilih. Apa kamu mau mengajukan diri ulat kecil?

Sayang sekali, ada 2 amanah yang masih keteteran. Belum lagi amanah negara. Sepertinya ulat kecil belum siap saat ini. Semoga kita segera mendapatkan kepala kamar ya...

Sampai jumpa di kisah ulat kecil selanjutnya!


#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional