Monday, March 30, 2020

PUASA MINGGU 2 JURNAL KEPOMPONG

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Senin, 30 Maret 2020
Saya belum banyak menerapkan catatan minggu lalu namun relaksasi hari ini cukup membuat saya tidak perlu mendapat badge merah lagi. Semoga besok bisa bertahan dan mendapatkan badge yang lebih baik.

Marah: 3
Main Fisik: 1




Selasa, 31 Maret 2020
Saya mulai menerapkan sistem bintang untuk pekerjaan yang telah dilakukan Hamzah dan Afnan karena dua anak ini yang harus home learning. Pengalaman saya mereka senang berkompetisi dan whoala sistem bintang membuat mereka bersemangat menyelesaikan tugas Home Learning khususnya untuk Afnan yang TK karena harus disetorkan maksimal pukul 11.00 WIB. Tugas Home Learning Hamzah lebih panjang waktunya maksimal disetor pukul 21.00 WIB. Yang membuat saya stress sehingga banyak marah-marah minggu lalu adalah saat hari Senin, Selasa, dan Rabu yang merupakan jadwal ngaji online mereka. Sehingga tugas mereka lebih banyak dan Afnan sungguh santai mengerjakan tugas sekolahnya padahal pukul 11.00 WIB sudah harus standby mengerjakan tugas ngaji yang batas waktunya hanya sampai pukul 12.00 WIB. Begitulah setiap tiga hari di awal minggu, saya tidak bisa meminta banyak bantuan abi nya karena masih banyak tugas kantor bahkan masih sesekali piket ke kantor. Sebenarnya saya sungguh tidak terima sistem piket ini toh WP tidak ada yang datang ke kantor tapi apa daya saya bukan siapa-siapa kantornya.

Alhamdulillah minggu ini abi sudah mulai bisa banyak mendampingi. Selain menerapkan sistem bintang saya juga mulai menerapkan pembagian tugas dengan abi nya. Karena sekolah islam rutin mengaji dan solata dhuha sebelum mulai belajar maka saya minta abinya yang mengajari mengaji dan menjadi guru home learning. Tugas saya menjadi juru foto, pengoreksi, dan setor tugas ke wali kelas. Sementara saya juga sambil harus mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari menyiapkan sarapan dan memandikan dua balita dan pekerjaan lainnya hingga tidur malam. Ditambah tentu saja tugas rutin kantor dan sewaktu-waktu rapat via zoom. Namun karena penerapan dua strategi ini alhamdulillah emosi saya bisa lebih stabil.

Marah: 3
Main Fisik: 0
Rabu, 1 April 2020
Anak-anak mulai bersemangat mengumpulkan bintang apalagi saya beri gimmick 10 bintang merah bisa ditukar dengan 1 hot wheels. Abinya sampai membelikan stok hot wheels untuk mendukung gimmick itu. Tantangan yang cukup sulit karena 1 bintang merah = 5 bintang kuning/biru. Bintang kuning untuk Afnan dan biru untuk Hamzah. Selain deadline setor tugas Home Learning yang memicu saya marah-marah juga anak-anak yang suka menghabiskan logistik jajanan di rumah seenaknya sebelum makan makanan utama. Dengan sistem bintang ini saya memberi aturan snack hanya bisa ditukar dengan 2 bintang kuning/biru sedangkan minuman ringan ditukar 3 bintang. Lalu untuk reward harian seperti menonton TV/youtube/games bisa didapatkan dengan menukar 5 bintang kuning/biru. Alhamdulillah sistem bintang ini sangat membantu saya mengontrol emosi karena begitu mereka sulit diatur saya tinggal mengingatkan saja nilai bintang-bintang itu.

Marah: 3
Main Fisik: 0

Kamis, 2 April 2020
Anak-anak mulai rutin mengumpulkan bintang, saya tinggal mengingatkan. Satu hal lagi yang memicu saya marah jika anak-anak mulai saling pukul/cubit/iseng terhadap saudaranya, juga jika mengganggu saya saat harus mengerjakan pekerjaan kantor/rumah yang tidak bisa diganggu. Akhirnya saya keluarkan juga bintang punishment. Yakni berkurang 1 bintang kuning/biru jika Hamzah/Afnan melakukan pelanggaran tadi. Alhamdulillah saya tidak perlu marah-marah hanya mengingatkan kesepakatan kami jika anak melakukan pelanggaran. Kalaupun marah saya sudah bisa mengatur kadar emosi tanpa main fisik.

Marah: 2
Main Fisik: 0
Jum'at, 3 April 2020
Ini adalah hari yang ditunggu karena besok sudah weekend sehingga saya bisa lebih santai tanpa marah-marah. Tugas hari Jum'at pun lebih sedikit karena biasanya anak-anak pulang sebelum Jumatan. Alhamdulillah suasana sudah lebih mudah dikendalikan dan tugas sedikit sehingga tidak banyak hal besar yang memicu saya marah-marah.

Marah: 1
Main Fisik: 0

Sabtu-Ahad, 4-5 April 2020
Saya tidak perlu menjelaskan lebih detil karena weekend sangat santai, bahkan saya dan suami sempat mempercantik rumah. Karena santai dan longgar waktunya saya pun lebih mudah mengendalikan emosi.

Marah: 0
Main Fisik: 0

Hasil rekapitulasi puasa minggu ini adalah....



Alhamdulillah bini'mati tatimusholihatt...
Semangat untuk minggu depan semoga istiqomah ^_^


PUASA MINGGU 1 JURNAL KEPOMPONG

Bismillahirrohmaanirrohiim

Puasa minggu pertama sesuai mindmap yakni puasa marah. Saya menerapkan standar sebagai berikut:

Tidak marah dan tidak main fisik sama sekali
Marah dan main fisik max 2 kali dalam sehari


Marah dan main fisik max 5 kali dalam sehari

Marah dan main fisik lebih dari 5 kali dalam sehari

Berpedoman dari ustadz Aad seorang psikolog sekaligus pakar parenting, sebenarnya marah itu tidak boleh, yang tidak boleh adalah marah-marah. Marah adalah ungkapan rasa tidak suka/kecewa terhadap sesuatu yang tidak baik, sedangkan marah-marah adalah luapan emosi yang seringkali tidak efektif/sesuai dengan tujuannya. Jika tujuan kita ingin memperbaiki suatu kesalahan maka boleh marah dengan pas, pas niatnya, pas caranya, pas waktu dan tempatnya, pas situasi dan kondisinya. Jika kita marah dengan tidak pas maka kemungkinan besar saat itu kita sedang marah-marah.

Namun dalam kategori di atas saya tidak menuliskan "marah-marah" karena itu bukan bahasa baku, saya tetap menuliskannya dengan "marah" saja. Karegori marah dalam konteks marah-marah versi saya adalah saat saya merasa marah dengan suara tinggi, pandangan tajam, nafas cepat, dan kata-kata menusuk. Karena itu adalah luapan emosi marah-marah. Sedangkan kategori main fisik versi saya adalah mencubit, mendorong, memukul, menyentil, menjewer, menampar/menempeleng, mengancam, mengunci di kamar, dan sejenisnya.

Sayangnya minggu pertama ini adalah adaptasi kehectican dunia baru mengurus home learning satu anak TK yang mogok sekolah di rumah dan satu anak kelas 2 SD yang tugasnya cukup  banyak. Ditambah kedua anak itu mengaji online tiap senin sampai rabu, dimana anak TK mengaji pukul 11.00 padahal sekolahnya baru selesai pada jam itu, bahkan bisa molor kalau ngambeknya parah. Sedangkan anak SD mengajinya pukul 16.30 juga saat ia baru saja selesai mengerjakan tugas sekolahnya.

Selain itu saya sedang menjalani work from home dimana harus menyiapkan konten postingan sosial media kantor juga standby untuk rapat by video conference satu persatu. Awalnya masih lancar karena dibantu suami namun setelah suami sempat kekantor dan sibuk dengan tugas WFHnya juga saya lumayan keteteran sehingga tidak bisa membuat jurnal puasa harian. Maka demi kesehatan jiwa raga saya memutuskan untuk posting pekanan dengan update harian pada satu postingan blog saya.

Sayangnya saat saya mau mengerjakan jurnal mingguan, anak ke-4 masih rewel-rewelnya sakit batuk pilek sementara saya juga sakit yang sama. Hingga tiap malam jatuh tepar dan puncaknya hari terakhir deadline jurnal mingguan saya tidak bisa posting karena kehabisan internet. Maka hari ini saya rekap jurnal minggu 1 Puasa dengan hasil sebagai berikut:



Subhanallah... Jurnal puasa minggu ini kebakaran. Ibaratnya sekolah saya harus remedial di minggu kedua. Tapi alhamdulillah saya memperoleh banyak hikmah:

🔺Sepertinya saya perlu terapi peluk, senyum, dan atur napas tiap kali mulai emosional
🔺Saya harus meng-sounding anak-anak untuk membantu saya puasa marah
🔺Saya harus mencoba strategi baru dalam membujuk anak yang tantrum misal dengan metode bintang
🔺Anak-anak suka berlomba agar pengerjaan tugas cepat selesai
🔺Anak-anak perlu tantangan dan hadiah yang menarik agar mudah diajak kerja sama
🔺Perlu membuat jadwal agar teratur
🔺Suami tidak menargetkan semua tugas anak selesai jadi tidak perlu menerapkan standar selesai

Semoga minggu kedua bisa lebih baik dari minggu pertama. Semangats!

Tuesday, March 10, 2020

Kelas Ulat-ulat #8

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Hai ulat kecil, bagaimana kabarmu minggu ini?
Ini adalah jurnal terakhir level ulat-ulat. Sebentar lagi kamu akan jadi kepompong. Excited sekali bukan!

Setelah cukup banyak makan di kebun apel dan camping, saatnya kamu fokus mempersiapkan bekalmu menjadi kepompong. Tapi ibu memberi challenge, bukan kamu yang akan menyiapkan bekalmu melainkan buddy-mu alias sister family. Menantang sekali bukan? Tidak hanya harus mempersiapkan bekal, kamu juga harus mencari buddy. Seintrovert apapun dirimu.

Awalnya kamu pikir akan mudah seperi kelas #7 kemarin, teman-teman akan berdatangan bahkan sebelum kamu siap. Ternyata hanya ada satu orang yang melamar namun karena kamu belum siap ia keburu mendapatkan buddy lain. Berarti bukan jodohmu, hehe

Jika ibu merekomendasikan buddy adalah orang yang klik sama kamu mungkin salah satu di antara pemberi hadiah kemarin, justru kamu ingin buddy orang yang benar-benar tidak kenal, tidak pernah berhubungan sebelumnya, dan berbeda keluarga. Kamu ingin bertukar pikiran lebih objektif dan luas bukan? Namun ternyata tidak mudah menemukan buddy yang masih single. Satu kali melamar kamu ditolak karena buddy-nya lagi-lagi keduluan orang lain. Ah, rasanya kamu jadi memahami teman-teman yang masih single dalam arti sebenarnya. Bagaimana yang awalnya pilih-pilih setelah waktunya mepet akhirnya kamu bikin iklan juga "Adakah yang masih belum punya buddy?" Kali ini kamu akan menerima siapapun tanpa pilih-pilih lagi.

Alhamdulillah setelah memasang iklan di WA story Allah mendekatkan dengan jodohmu. Ternyata jodoh memang harus dijemput, meski harus menurunkan standar, Allah lebih tahu kebutuhan kita. Jodoh itu datang sesuai kriteria alias doa yang dipanjatkan. Mba Jihan my buddy. Not totally stranger karena pernah berhubungan saat jadi panitia Milad IIP 2017. Tapi di kelas Bunda Cekatan ini kami benar-benar tidak pernah saling berhubungan. Dan beliau berbeda keluarga, Manajemen Waktu. Jodoh itu indah bukan?

Berbagi Aliran Rasa
Nyatanya kondisi kami sama-sama sedang mepet. Senin, 9 Maret, saya sedang diklat Islamic Finance Tingkat Dasar sedangkan Mba Jihan sedang kedukaan karena ada saudara yang meninggal. Untuk menghemat waktu saya langsung mengungkapkan permasalahan saya sebagai seorang ibu yang belum cekatan lalu dilanjutkan dengan Mba Jihan.

Perbedaan Kondisi Kami
Saya keluarga tanpa ART, Mba Jihan dengan ART
Saya Ibu bekerja di ranah publik, Mba Jihan Ibu bekerja di ranah domestik
Saya Ibu anak 4, Mba Jihan Ibu anak 3

Persamaan Kondisi Kami
Sama-sama punya balita 19 bulan
Sama-sama lelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehingga sering sakit/tidak fit
Sama-sama kurang tidur (Saya karena 2 anak balita beberapa kali gantian bangun minta susu dan waktu yang sempit di rumah jadi tidur kemaleman, sedangkan mba Jihan karena insomnia)
Sama-sama manajemen waktunya berantakan

Rupanya mba Jihan lebih gercep daripada saya, senin kita berbagi aliran rasa, selasa pagi saya sudah dapat bekal cukup banyak. Wahh saya jadi ga konsen nyimak materi di kelas, terpaksa nyambi nyari materi. Maafkan saya pak dosen...

Berbagi Bekal

Bekal Dari Mba Jihan Untuk Saya
Assalamualaikum mba Fita, semoga kita semua selalu dalam lindungan dan keridhaan Allah SWT.. aamiin. Kayaknya permasalahan kita masih 11-12 ya 🤣. Mungkin pendapat saya bisa jadi sedikit solusi dari masalah mba fita.
Karena mba bekerja untuk pekerjaan rumah bisa coba didelegasikan ke ART bila tidak nyaman dengan ART menginap bisa coba seperti yang saya lakukan dengan ART yang tidak menginap. Dan untuk menurunkan standar kerapihan sepertinya hampir semua ibu melakukannya (sok teu ga sih saya, karena saya pun begitu).

https://m.facebook.com/groups/KomunitasBisaMenulis/permalink/2982157428512795/

Menurut yang saya baca ada banyak cara buat jaga kewarasan tapi ternyata yang utama dan sedang coba saya lakukan seperti yang bu Septi pernah bilang jadi Ibu itu harus BAHAGIA .

https://www.kompasiana.com/witriprasetyoaji/5aa7df40dcad5b3d334aead2/kewarasan-dan-kebahagiaan-seorang-ibu-adalah-kunci-utama-kehangatan-keluarga?page=all

Untuk waktu tidur atau istirahat yang kurang juga bisa jadi masalah emak" jadi nguring ( terutama saya pribadi hehehe). Saya sedang mencoba metode deep sleap semoga bisa menolong. Sedikit berbagi mba fita mungkin bisa baca 

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/cara-mengatur-siklus-tidur-yang-sehat-jika-anda-tak-punya-cukup-waktu/

https://doktersehat.com/deep-sleep/

Semoga bisa sedikit membantu ya mba.... terus berdoa, semangat, dan berbahagia....

Bekal Dari Saya Untuk Mba Jihan
💝Manajemen Rumah Tangga dengan Asisten Rumah Tangga💝

Gak ada ART repot, ada ART kok masih repot juga? Salahnya dimana?

Bagi keluarga yang memutuskan untuk memiliki ART ada beberapa hal penting yang bisa kita lakukan untuk menciptakan keharmonisan keluarga dengan ART. 

1⃣Memahami peran ART

Seperti namanya Asisten Rumah Tangga sesungguhnya bertugas untuk membantu pekerjaan dalam rumah tangga kita. Naturally, kinerja seorang ART dapat dipengaruhi dari faktor internal (karakter, ilmu, wawasan, dan pengalaman) juga faktor eksternal (keluarga dan lingkungan tempat bekerja). 

Untuk faktor internal beberapa hal mungkin tidak mudah diubah seperti karakter, namun bisa kita pilih pada saat mencari ART itu dari profil mereka. Namun tentu saja tidak ada ART yang sempurna, untuk faktor internal ini kita dapat menyesuaikan atau bahkan membantunya semampu kita. MIsal untuk yang kurang pengalaman, kita bisa melatihnya agar bisa dan terbiasa melakukan suatu pekerjaan.

Sedangkan untuk faktor eksternal kita bisa memperlakukan ART seperti keluarga sendiri dan mendukungnya tumbuh. Beberapa keluarga yang memiliki ART putus sekolah ada yang menyekolahkan sampai mengantarkannya menikah. Jika ART nyaman, kita harapkan perilaku dan kinerjanya menjadi lebih baik. Berikut tips agar ART nyaman dan betah bekerja:

bit.ly/tipsartawet


2⃣Memusyawarahkan standar keluarga pada ART

Setelah kita memahami peran ART dan berusaha membuatnya nyaman bekerja agar kinerjanya bagus, kadang masih saja kita kecewa dengan kinerja. Ada baiknya agar kita menyamakan frekuensi dalam standar pekerjaan agar ART bisa menyesuaikan dan kita tidak over expected tanpa dasar. Standar yang perlu kita musyawarahkan dengan ART antara lain standar kebersihan, kerapihan, dan waktu. Ungkapkan bagaimana standar kita terhadap 3 hal itu dan dukung ART untuk bisa membantu kita mencapainya. Jika setelah dilatih ART tidak juga bisa mencapai standar kita, ada baiknya mungkin kita menurunkan standar dahulu untuk kemudian meningkatkan sedikit demi sedikit.

3⃣Membagi tugas dengan ART

Mungkin tidak semua pekerjaan rumah tangga dapat dilakukan oleh satu orang ART. Selain standar hal ini penting untuk kita diskusikan dengan ART. Jangan sampai karena standar kita terlalu tinggi kita jadi mengambil alih tugas ART dan kecapekan sendiri. Jadi rasanya sama saja seperti tanpa ART. Untuk itu kita perlu membagi tugas antara kewajiban kita sebagai istri dan ibu dengan tugas rumah tangga yang bisa didelegasikan kepada ART. Batasannya adalah jika tugas RT tersebut mengganggu kewajiban kita sebagai istri dan ibu maka itu adalah bagian tugas ART.

Pertama, kita perlu menginventarisi daftar pekerjaan rumah tangga lalu membuat jadwal waktunya seperti pada link berikut:

bit.ly/jadwalkerjaart

Pada prakteknya mungkin bisa lebih fleksibel namun jadwal ini akan membantu kita memberikan range toleransi standar waktu. 

Kedua, kita bagi pekerjaan mana yang bisa kita lakukan karena prioritas tugas kita sebagai istri dan ibu dan mana yang bisa didelegasikan ke ART. Usahakan agar kita komitmen terhadap pembagian tugas ini dan tidak mengambil alih tugas ART jika hasil kerjanya tidak sesuai dengan standar kita. Namun terus mendukungnya untuk mencapai standar tsb.

4⃣Mengelola waktu bersama keluarga
Setelah kita mendapatkan bagian pekerjaan prioritas sebagai istri dan ibu, usahakan agar kita mengoptimalkan waktu yang ada untuk fokus menunaikan tugas itu.

bit.ly/waktukeluarga

3 prinsip mengoptimalkan waktu bersama keluarga adalah banyak ngobrol bareng, beraktivitas bareng, dan main bareng. Usahakan agar semua kegiatan kita melibatkan anggota keluarga yang lain misalnya makan bareng sambil ngobrol santai, mengajak anak anak jalan-jalan ke taman, cuci piring bareng atau membuat proyek keluarga.

Bit.ly/ahometeamDM

Selain bermanfaat untuk mengikat bonding dan menyamakan frekuensi, kegiatan bersama keluarga akan meringankan beban pekerjaan sehingga ibu tidak perlu capek/stres sendirian. Selain itu tentu saja anak-anak bisa dilatih untuk mandiri dan terampil dalam melakukan pekerjaan RT yang bermanfaat untuk dirinya kelak.

Jika perlu kita bisa membuat agenda "me time, we time" dengan suami atau "family time" sesuai kebutuhan saja tidak perlu sekedar ikut-ikutan konsep keluarga lain. Ada orang yang butuh me time, ada yang menganggap kerja di kantor sudah jadi "me time", ada yang menganggap "we time/family time" adalah "me time", it's okay. Lakukan yang bisa membuat kita nyaman dan bahagia!

Bekal tambahan

Tips Mengatasi Insomnia

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia?

Selain menjalani pengobatan yang direkomendasikan dokter, Anda juga perlu melakukan perubahan gaya hidup agar kualitas tidur jadi lebih baik. Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi insomnia, meliputi:

1⃣Olahraga rutin
Olahraga menyehatkan tubuh Anda secara menyeluruh. Aktivitas fisik ini membuat Anda lebih waspada, mempercepat metabolisme, dan mengurangi stres. Anda bisa melakukan olahraga secara rutin, yaitu 30 menit sebanyak 5 kali seminggu.

Disarankan untuk melakukan olahraga di pagi hari supaya sinar matahari bisa menormalkan kembali jam biologis tubuh. Sebaliknya, Anda harus menghindari olahraga di malam hari, yaitu tepatnya kurang dari 3 jam menjelang waktu tidur. Ini bisa menyebabkan metabolisme, suhu tubuh, dan energi meningkat sehingga Anda jadi sulit untuk tidur.

2⃣Hindari kafein dan alkohol
Kafein memang menjadi andalan untuk mengatasi kantuk. Makanan atau minuman yang mengandung kafein jika diminum tidak pada waktu yang tepat, misalnya kurang dari 4 jam menjelang waktu tidur bisa menyebabkan insomnia.

Begitu juga dengan alkohol. Minuman ini bisa membuat Anda terus buang air kecil di tengah malam sehingga Anda jadi tidak tidur dengan nyenyak. Jika Anda sedang mengalami insomnia atau tidak ingin mengalaminya, hindari dua jenis minuman ini

3⃣Hindari makan malam
Jam makan malam tidak boleh mendekati waktu tidur Anda. Selain menyebabkan berat badan naik karena kalori yang Anda dapat tidak digunakan secara maksimal untuk beraktivitas, perut juga akan terasa kenyang. Akibatnya, Anda akan kesulitan untuk tidur karena perut terasa penuh.

Kebiasaan buruk ini juga bisa memicu naiknya asam lambung. Tidur sehabis makan menyebabkan asam yang diproduksi lambung untuk mencerna makan naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan heartburn dan terus bersendawa.

Jadi, atur kembali jam makan malam Anda. Setidaknya 3 atau 4 jam sebelum tidur. Selain itu, perhatikan porsi dan jenis makanannya. Jika Anda memilih makanan yang pedas dalam porsi cukup banyak, malam hari atau esok harinya Anda kemungkinan besar akan mengalami masalah pencernaan, misalnya perut mulas.

4⃣Tidur siang sebentar
Tidur siang membantu Anda mengatasi kantuk di siang hari. Layaknya mengisi baterai, tidur siang bisa membuat Anda kembali berenergi dan lebih fokus melakukan pekerjaan. Sayangnya, banyak orang yang kebablasan tidur siang.

Baiknya, tidur siang dilakukan tidak lebih dari 20 menit. Jika Anda tidur dari berjam-jam, Anda akan semakin mengantuk. Selain itu, sakit kepala juga bisa terjadi. Karena sudah puas tidur, mata Anda akan terjaga hingga larut dan sulit untuk memulai tidur. Inilah alasannya kenapa Anda sebaiknya tidur siang sebentar.

5⃣Cegah stres
Stres, cemas, dan takut membuat otak Anda menjadi aktif. Hal ini terjadi karena pikiran Anda tersita untuk memikirkan masalah dan kemungkinan buruk yang akan terjadi. Akibatnya, Anda akan kesulitan untuk memejam mata.

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sekaligus mengatasi stres. Mulai dari hal yang paling mudah, yaitu terapi refleksi, meluangkan waktu untuk diri sendiri, atau melakukan konsultasi dengan dokter atau psikolog.

6⃣Perbaiki kebiasaan tidur
Untuk memperbaiki kualitas tidur Anda yang rusak akibat insomnia, Anda perlu memperbaiki kebiasaan tidur. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan, meliputi:

7⃣Buat jadwal waktu bangun dan tidur yang sama secara rutin
8⃣Tidak bermain gadget atau nonton tv menjelang tidur
9⃣Buat diri Anda nyaman dengan kebersihan diri, kamar, posisi bantal, dan suhu kamar yang tepat. Pastikan Anda membersihkan tubuh sekaligus buang air kecil sebelum tidur.
🔟Jangan lupa matikan lampu sebagai sinyal pada tubuh bahwa waktu sudah malam dan Anda perlu tidur


(https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/insomnia/)

Bisa ditambah tips berikut:
https://lifestyle.kompas.com/read/2018/09/24/130000920/tak-perlu-obat-tidur-ini-cara-mudah-atasi-insomnia?page=all
 

Semoga bekal-bekal ini bermanfaat untuk kita saat menjadi kepompong nanti ya Mba Jihan... ^_^

#janganlupabahagia
#jurnalminggu8
#materi8
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
 

Tuesday, March 3, 2020

Kelas Ulat-ulat #7

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Hai ulat kecil, bagaimana kabarmu minggu ini?
MasyaAllah tak terasa tinggal 2 jurnal lagi untuk memasuki tahap kepompong. Kamu bahagia bukan?

Setelah berkelana di hutan dan mengambil banyak makanan dalam keranjang, kita keluarkan yuk isi keranjangmu. Ada apa saja disana?

Alhamdulillah ada banyak makanan yang kamu dapatkan dari keluargamu dan hadiah dari teman-temanmu. Dari keluargamu kamu baru sempat mempelajari tentang innerchild dan manajemen marah, sedangkan dari teman-temanmu kamu mendapatkan hadiah tips manajemen marah, menuliskan data kebaikan suami, manajemen emosi ala keluarga Risman, mengenal emosi anak vs orang tua, dan self healing. Ada juga teman-teman yang memberi hadiah tips manajemen waktu dan prinsip manajemen waktu sesuai dengan mindmap keduamu. Barakallahufiikum teman-teman :*

Eh, kamu ternyata nyicip sedikit cemilan dari go live keluarga travelling. Ini hanya selingan karena kamu, suami, dan anak-anak suka travelling. Ternyata tipsnya cukup bermanfaat jika untuk travelling keluarga berikutnya.



Berikut fokus kamu pada Keluarga Manajemen Emosi:


Bagaimana perasaanmu melihat Bucket Food yang kamu miliki, bahagia sekali bukan? Meski hasil belajarmu sendiri hanya manajemen marah dan self healing, teman-teman memberi hadiah tentang manajemen Emosi jadi kamu punya bahan belajar lebih banyak lagi. Kamu bahagia sekali bisa istiqomah fokus mendalami materi keluarga Manajemen Emosi yang didukung dengan hadiah teman-temanmu. Apalagi ditambah cemilan tentang Manajemen Waktu yang termasuk dalam mindmap-mu. Betapa bahagia bisa membalas hadiah teman-teman yang begitu mengerti kamu dengan sesuatu yang spesial, original karyamu sendiri. Rasanya effort itu terbayar saat temanmu bahagia dengan hadiah darimu, kan?

Alhamdulillah ya kamu berhasil fokus dalam mendalami materi Manajemen Emosi. Caranya dengan tidak melihat golive dari keluarga lain. Tentu saja saat membaca semua judulnya terasa menarik, namun kamu harus menahan diri kecuali benar-benar dalam mindmap atau hobi/passion yang sedang ditekuni. Prinsipnya: menarik tapi tidak tertarik.

Namun, sudah saatnya kamu pararel menerapkan mindmap keduamu, manajemen waktu. Alhamdulillah kamu juga mendapat hadiah materi manajemen waktu dari dua temanmu. Jadi silakan dieksekusi ya ulat kecil...

Tetap semangat mengikuti materi dan jurnal terakhir di kelas ulat-ulat. Semoga bisa lulus dan ilmunya berkah yaa ^_^



#janganlupabahagia
#jurnalminggu7
#materi7
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional