Kita tidah tahu umur kita dan orang tua kita. Jika saat kita atau orang tua kita meninggal, masih ada luka di hati orang tua kita, bukankah kita akan sangat menyesal?
Itulah yang menjadi kunci untuk anak-anak yang memiliki orang tua yang mungkin, kadang, atau seringkali tidak sependapat dengan kita karena egonya. Orang tua, pada dasarnya, tidak mau terlihat kecil, kurang, atau lemah di depan anaknya. Terlebih dalam hal pengalaman hidup. Mereka sudah lebih lama hidup dan lebih berpengalaman mengarungi hidup daripada kita. Sudah sewajarnya mereka punya bekal pelajaran-pelajaran dari pengalaman hidupnya yang menjadi alasan/pegangan mereka dalam menasehati kita, anak-anaknya. Tidak pantas rasanya kita men-cap pelajaran hidup mereka salah/mereka salah mengambil hikmah karena bagaimanapun mereka lebih berpengalaman dari kita dan mereka ingin dihargai.
Ada saat dimana perdebatan sangat baik untuk dihindari. Terlebih untuk hal-hal cabang yang masih bisa diluruskan sedikit demi sedikit bilamana memang orang tua kita salah mengambil hikmah dari pelajaran hidupnya. Mengalah. Tutup mulut rapat-rapat dan dengarkan saja. Itu akan membuat orang tua merasa lebih dihargai daripada kita capek-capek memberi segudang alasan meskipun dengan dalil yang benar yang malah akan meninggalkan luka di hati orang tua karena pendapat mereka "disalahkan".
Diam, sangat baik di saat yang tepat. Mengalah untuk saat itu sambil sedikit-sedikit meluruskan dengan teladan, itu lebih baik daripada akhirnya menjadi debat kusir berkepanjangan. Boleh jadi dalam debat itu kita berhasil puas mengemukakan semua isi hati dan pendapat kita. Padahal di saat-saat panas tersebut hati orang tua sangat sensitif. Kepuasan kita sangat mungkin malah menoreh luka.
Ya, di masa hidup manusia, usia 20-40 tahun akan terlihat kebijaksanaannya, selanjutnya akan terlihat egoismenya seperti saat di bawah 20 tahun. Kembali ke masa-masa labil. Karena itu lah saat kita dalam masa bijak ingatlah dimana masa orang tua kita. Ingatlah saat kita di masa yang sama saat kecil dulu dan bagaimana perlakuan orang tua kita yang menghadapi perilaku kita saat itu. Mengalah lah, itu lebih baik dan lebih menjadi ladang pahala. Akan sangat puas rasanya jika saat kita atau orang tua kita dipanggil Allah nanti, tidak ada luka dalam hati orang tua kita dan tentu hati kita. Karena orang yang mengalah sudah belajar untuk ikhlas, meski sakit pada awalnya, namun ia tidak mendendam dan berusaha mengubahnya menjadi semangat positif. Semangat mengubah caranya menyampaikan pendapat agar lebih nyaman diterima orang tua sehingga hatinya senang, hati orang tua pun senang.
Ingatlah selalu saat kita berhadapan dengan orang tua kita, ladang pahala kita, mengalah = ladang pahala.
Friday, August 2, 2013
19
Entah kenapa saya suka sama angka ini. 1 dan 9, 19 - 1 tgl lahir saya. 9 - 1 = 8, 11 - 8 tgl lahir suami saya. Kebalikan angka 9 yaitu 6, 6 - 6 - 11 tanggal lahir anak pertama saya. Berapakah tanggal lahir adiknya? hehe
Omong-omong soal 19 hari ini adalah minggu ke-19 dedek dalam kandungan ummi. Tidak terasa dedek semakin menunjukkan eksistensinya, menendang-nendang tiap hari. Dan semakin membuat perut ummi bulat, terlihat kalau sedang hamil. Sebelumnya sepertinya tidak banyak yang menyadarinya -_-
Ummi kangen sama dedek, pengen liat USGnya. Apa daya minggu lalu ga jadi daftar, ga sempat daftar untuk minggu ini juga karena takut bu dokternya sudah cuti.. Jadi bulan ke- 4 ummi, abi, dan a hamzah belum nengok dedek. Penasaran sama perkembangan dedek, karena timbangan ummi ga naik malah turun, tapi perut makin buncit, tangan ummi makin kurus. Lah.. keserap semua sama dedek nih :D ummi si gapa, asal dedek tumbuh sehat, kuat, sempurna, jasadiyah fikriyah ruhiyahnya, allohumma aaminn.. insyaallah dedek sehat ya nak, buktinya semakin senang menendang ummi :D
Hari ini juga untuk pertama kalinya a Hamzah dititipkan di TPA kantor. Pertama karena kami ingin lanjut i'tikaf di hari terakhir ngantor, jadi dari kantor langsung ke masjid BI. Lumayanlah, setidaknya saya bisa 1 hari i'tikaf di masjid. Kedua, mumpung ada TPA gratis. Program dari Kementerian buat seluruh pegawai jadi mesti dioptimalkan. Ketiga, ingin melatih a hamzah lebih mandiri lagi di tempat yang sama sekali tidak ada orang yang ia kenal/dekat sebelumnya. Iri juga sama anak temen yang hanya 2.5 bulan lebih tua dari a Hamzah sudah hapal Al Fatihah dan doa untuk orang tua karena lumayan lama ikut TPA Islami yang mengajari hapalan.
A hamzah sedang masa golden agen, umur segini sedang senang meng-copy-paste. Suka menirukan kata-kata orang yang ia dengar, mudah menghapal nada lagu/potongan-potongan murratal yang ia dengar, dan bisa menghapal beberapa lagu anak-anak yang sering kami nyanyikan untuknya sejak kecil. Mendengar cerita teman FB yang tetangganya punya anak 2 tahun sudah bisa baca iqra, 3 tahun baca Al Quran dan sudah hapal beberapa surat karena tiap mau tidur ibunya selalu murajaah hapalannya sebagai pengantar tidur, dan menyetel murrotal pengiring anak saat bermain, jadi terinspirasi semoga bisa melakukannya untuk dedek kelak. Coba sejak dulu a Hamzah seperti itu, mungkin yang sekarang sudah dihapalnya bukan lagu anak-anak tapi surat-surat pendek juz 30. Betapa menyesalnya saya. Insyaallah kami akan segera mulai mengubah iklim hapalan a Hamzah salah satu caranya dengan memasukkannya ke TPA/PAUD islami. Semoga kami mendapatkan tempat pendidikan yang tepat untuk a Hamzah mengingat kami tidak mungkin melakukannya sendiri karena keterbatasan waktu. Eyangnya pun lebih suka mengajari lagu anak-anak, doa harian, angka, dan huruf hijaiyah daripada hapalan surat-surat.
Banyak cara untuk mendidik anak yang efektif meskipun dalam keterbatasan waktu seperti kami, pasangan pekerja kantoran. Salah satunya dengan memfasilitasi media dan lingkungan yang baik untuk target pendidikannya. Pendidikan kami sendiri meski dilakukan dengan waktu terbatas mesti berbobot dan efektif, berkualitas. Seperti nasihat ustdzah di kajian siang ini, kita tetap bisa sangat berarti bagi anak-anak kita jika kita bisa menjaga kualitas pertemuan kita dengan anak-anak kita. Kita harus bisa lebih dari pengasuh anak kita. Ciuman, pelukan, belaian kita harus lebih istimewa dan terasa berarti daripada pengasuh anak kita. Pun perhatian kita pada hal-hal kecil untuk anak kita seperti membersihkan telinganya, membelai rambutnya.. Demikian juga jika kita ingin hubungan yang harmonis dengan pasangan hidup kita, kita harus memberikan perhatian istimewa meski pada hal-hal kecil yang ia sendiri bisa melakukannya. Justru pada perhatian itu mengandung ikatan cinta kasih yang kuat yang mengokohkan cinta antara kita dengan suami dan anak-anak kita.
Huwaa.. rasanya aku lebih jauh dari itu. Tapi bismillah.. semoga bisa sedikit-demi sedikit mempraktekkannya.
Hari pertama di TPA a Hamzah langsung nyaman dengan tempatnya, tapi begitu mau ditinggal pergi langsung bilang, "Gak mauu.." sambil megangin tangan umminya. "Ummi mau kerja.." "Ikut! Ayuk, ayuk!" katanya sambil menarik-narik ummi menunjuk ke tempat pintu keluar. Sampai di pintu keluar a Hamzah ditahan pengasuhnya dan mulai nangis kejer. Ia berontak mau ikut keluar sampai-sampai pengasuhnya kesulitan menggendongnya. Tidak tega rasanya meninggalkannya tanpa persetujuan, senyum, dan dadahnya seperti biasa saat ditinggal dengan eyangnya. Rasanya jadi pengen nangis. Tangisannya terlalu menyayat tidak seperti biasanya saat ia menangis jika sedang sakit ditinggal kerja. Tangisan ini seperti ia mau bilang, "Ummi, a Hamzah jangan ditinggal sendiri. Di sini gak ada yang a Hamzah kenal.." T_T
Kok rasanya jadi seperti hari pertama saat meninggalkan a Hamzah ke kantor setelah cuti melahirkan berakhir ya?
Curhat sama temen-temen ternyata memang hari-hari pertama di TPA anaknya dan anak-anak lain juga nangis ketiga ditinggal. Bisa sampai beberapa hari. Ada yang sepanjang hari nangis, ada yang tiap beberapa saat nangis. Alhamdulillah a Hamzah hanya saat momen berpisah sama Ummi selanjutnya anteng. Baik-baik ya nak sholih, kan aa udah gede mesti jadi teladan adeknya, mesti mandiri.. :)
Omong-omong soal 19 hari ini adalah minggu ke-19 dedek dalam kandungan ummi. Tidak terasa dedek semakin menunjukkan eksistensinya, menendang-nendang tiap hari. Dan semakin membuat perut ummi bulat, terlihat kalau sedang hamil. Sebelumnya sepertinya tidak banyak yang menyadarinya -_-
Ummi kangen sama dedek, pengen liat USGnya. Apa daya minggu lalu ga jadi daftar, ga sempat daftar untuk minggu ini juga karena takut bu dokternya sudah cuti.. Jadi bulan ke- 4 ummi, abi, dan a hamzah belum nengok dedek. Penasaran sama perkembangan dedek, karena timbangan ummi ga naik malah turun, tapi perut makin buncit, tangan ummi makin kurus. Lah.. keserap semua sama dedek nih :D ummi si gapa, asal dedek tumbuh sehat, kuat, sempurna, jasadiyah fikriyah ruhiyahnya, allohumma aaminn.. insyaallah dedek sehat ya nak, buktinya semakin senang menendang ummi :D
Hari ini juga untuk pertama kalinya a Hamzah dititipkan di TPA kantor. Pertama karena kami ingin lanjut i'tikaf di hari terakhir ngantor, jadi dari kantor langsung ke masjid BI. Lumayanlah, setidaknya saya bisa 1 hari i'tikaf di masjid. Kedua, mumpung ada TPA gratis. Program dari Kementerian buat seluruh pegawai jadi mesti dioptimalkan. Ketiga, ingin melatih a hamzah lebih mandiri lagi di tempat yang sama sekali tidak ada orang yang ia kenal/dekat sebelumnya. Iri juga sama anak temen yang hanya 2.5 bulan lebih tua dari a Hamzah sudah hapal Al Fatihah dan doa untuk orang tua karena lumayan lama ikut TPA Islami yang mengajari hapalan.
A hamzah sedang masa golden agen, umur segini sedang senang meng-copy-paste. Suka menirukan kata-kata orang yang ia dengar, mudah menghapal nada lagu/potongan-potongan murratal yang ia dengar, dan bisa menghapal beberapa lagu anak-anak yang sering kami nyanyikan untuknya sejak kecil. Mendengar cerita teman FB yang tetangganya punya anak 2 tahun sudah bisa baca iqra, 3 tahun baca Al Quran dan sudah hapal beberapa surat karena tiap mau tidur ibunya selalu murajaah hapalannya sebagai pengantar tidur, dan menyetel murrotal pengiring anak saat bermain, jadi terinspirasi semoga bisa melakukannya untuk dedek kelak. Coba sejak dulu a Hamzah seperti itu, mungkin yang sekarang sudah dihapalnya bukan lagu anak-anak tapi surat-surat pendek juz 30. Betapa menyesalnya saya. Insyaallah kami akan segera mulai mengubah iklim hapalan a Hamzah salah satu caranya dengan memasukkannya ke TPA/PAUD islami. Semoga kami mendapatkan tempat pendidikan yang tepat untuk a Hamzah mengingat kami tidak mungkin melakukannya sendiri karena keterbatasan waktu. Eyangnya pun lebih suka mengajari lagu anak-anak, doa harian, angka, dan huruf hijaiyah daripada hapalan surat-surat.
Banyak cara untuk mendidik anak yang efektif meskipun dalam keterbatasan waktu seperti kami, pasangan pekerja kantoran. Salah satunya dengan memfasilitasi media dan lingkungan yang baik untuk target pendidikannya. Pendidikan kami sendiri meski dilakukan dengan waktu terbatas mesti berbobot dan efektif, berkualitas. Seperti nasihat ustdzah di kajian siang ini, kita tetap bisa sangat berarti bagi anak-anak kita jika kita bisa menjaga kualitas pertemuan kita dengan anak-anak kita. Kita harus bisa lebih dari pengasuh anak kita. Ciuman, pelukan, belaian kita harus lebih istimewa dan terasa berarti daripada pengasuh anak kita. Pun perhatian kita pada hal-hal kecil untuk anak kita seperti membersihkan telinganya, membelai rambutnya.. Demikian juga jika kita ingin hubungan yang harmonis dengan pasangan hidup kita, kita harus memberikan perhatian istimewa meski pada hal-hal kecil yang ia sendiri bisa melakukannya. Justru pada perhatian itu mengandung ikatan cinta kasih yang kuat yang mengokohkan cinta antara kita dengan suami dan anak-anak kita.
Huwaa.. rasanya aku lebih jauh dari itu. Tapi bismillah.. semoga bisa sedikit-demi sedikit mempraktekkannya.
Hari pertama di TPA a Hamzah langsung nyaman dengan tempatnya, tapi begitu mau ditinggal pergi langsung bilang, "Gak mauu.." sambil megangin tangan umminya. "Ummi mau kerja.." "Ikut! Ayuk, ayuk!" katanya sambil menarik-narik ummi menunjuk ke tempat pintu keluar. Sampai di pintu keluar a Hamzah ditahan pengasuhnya dan mulai nangis kejer. Ia berontak mau ikut keluar sampai-sampai pengasuhnya kesulitan menggendongnya. Tidak tega rasanya meninggalkannya tanpa persetujuan, senyum, dan dadahnya seperti biasa saat ditinggal dengan eyangnya. Rasanya jadi pengen nangis. Tangisannya terlalu menyayat tidak seperti biasanya saat ia menangis jika sedang sakit ditinggal kerja. Tangisan ini seperti ia mau bilang, "Ummi, a Hamzah jangan ditinggal sendiri. Di sini gak ada yang a Hamzah kenal.." T_T
Kok rasanya jadi seperti hari pertama saat meninggalkan a Hamzah ke kantor setelah cuti melahirkan berakhir ya?
Curhat sama temen-temen ternyata memang hari-hari pertama di TPA anaknya dan anak-anak lain juga nangis ketiga ditinggal. Bisa sampai beberapa hari. Ada yang sepanjang hari nangis, ada yang tiap beberapa saat nangis. Alhamdulillah a Hamzah hanya saat momen berpisah sama Ummi selanjutnya anteng. Baik-baik ya nak sholih, kan aa udah gede mesti jadi teladan adeknya, mesti mandiri.. :)
Thursday, July 25, 2013
Ikan Asam Padeh : 80 point
Inget kan di postingan sebelumnya saya pengen masak ini . Alhamdulillah 2nd target accomplished last night.
Ternyata kalau dibuat target jadi kepengeenn banget cepet-cepet dieksekusi. Itu lah ya kenapa banyak cerita soal mimpi yang ditaruh 7 cm di depan mata, ditulis detil di tempel deket tempat tidur atau tempat-tempat lainnya. Semua intinya kalau punya target tatap terus target kita. Jangan sampai lengah buat mencapainya. Insyaallah tercapai deh :D
Selain soal target masak ini, salah satunya yang lagi ditempel depan mata itu target tilawah. Tiap tilawah pembatasnya ada dua, batas halaman yang sudah di baca dan batas halamat target untuk dibaca. Bener deh. Tiap tilawah mandangin batas target tuh jadi ngitungin terus kurang berapa halaman untuk mencapai target. Kalau udah baca pengennya ga berhenti sampai mencapai halaman target. Tapi apa daya lagi disandera kantor kalo jam kerja jadi ga enak lama-lama hijrah ke mushola. Bentar-bentar ngilang gini aja udah ada yang nyinisin, "Fita pergi-pergi mulu sih.." Padahal tuh perginya kalau gak ke mushola, tilawah bareng di lantai 18 ya jaga desk. Sesekali ke atm tapi itu gak tiap hari di jam kerja. Tetep aja ya ada yang sinis dikira gak kerja karena keluar mulu. Bos saya sendiri gak pernah protes loh, ini sesama pelaksana malah protes, hehe
Yah, jadi curcol kantor. Pokoknya urusan kantor itu yang penting kerjaan beres dan bagus, selebihnya sebenarnya its your privacy, gak usah saling ganggu. Ga perlu sinis lah, yang di sana suka nge-game kalo luang, nonton youtube, ngegosip, jalan-jalan, deelel kalo saya dagang sama ngaji gapapa kan? :) :)
Balik ah ke target number 2. Seperti di postingan saya kemarin memang sudah disiapkan ikannya tapi gagal langsung dieksekusi karena lembur. Nah, tadi malam mulai deh rasa malas masak muncul lagi gegara lembur kemarin kurang tidur sampai rumah pengen langsung tidur aja padahal perut keroncongan. Beneran deh entah kenapa lebih milih nahan laper daripada nahan ngantuk. Kepala udah pusing akibat dua-duanya, tapi lumayan lah kalo tidur mengistirahatkan semuanya. Kasian dedek udah mukul-mukul gentong di perut ummi minta diisi :D
Jadi lah pas kepikiran beli bakso aja, si abi protes karena pas buka di jalan tadi udah makan gorengan. Dengan memaksakan diri buka mata, saya langsung nguplek di dapur. Mengumpulkan kembali segenap niat yang tercerai berai tadi, buka resepnya lagi, siapin bahan-bahan dan.. ternyata gak lama masaknya cuma setengah jam-an :p
Whatever, yang paling penting dari itu semua kali ini saya berhasil. Ikannya enaakkk.. beneran dibikin sesuai bahan dan petunjuk resep meski takarannya selera pribadi, tapi rasanya pas banget, asem-pedes-asin-manisnya mantaapp.. sampai dengan pedenya nanya ke abi enak gak? pede bakal dijawab enak. Nyatanya abi gengsi bilang gitu, tiap ditanya dijawabnya pedes -_-
Gakpapalah lain di mulut lain di hati lain realisasi. Tuh buktinya si abi makannya sampai nambah, kalau gak enak meski laper pasti kan gak nambah tapi makan yang lain. Jadi ummi berhasil dongg... hihi
Sebelum disajikan udah difoto tapi masih di tab abi. Foto menyusul ya.. gak seindah foto target aslinya, yang penting rasanya bung!
Boleh lah kali ini saya kasih nilai 80 buat food target number 2. Berhubung jam 10 masih terlalu sore buat kami tidur tadinya mau lanjut bikin food target number 1. Apalagi liat kelapa mudanya udah bertengger di dapur, udah kebelet pengen bikin rangi sampe kebayang rasanya di mulut. Apa daya, eyangnya lupa beli gula merah saudara-saudara! Padahal itu bumbu utamanyaa....
Baiklah dengan segenap daya nahan iler (jorok!), dengan curcol sebelumnya ke abi karena udah kebelet pengen banget makan rangi sebenarnya, udah puas curcol akhirnya berusaha mengikhlaskan kue rangi tadi malam. Hari ini harus jadi bikin, harus!
Etapikan nanti malam jadwal ketemu dedek, asiikk.. aa sama dedek mau ketemu lagi. Seneng bayangin a hamzah manggil-manggil dedeknya di layar USG. Sayang banget sama dua-duanya, sama abinya juga lah... <3
Jadi, semoga saja food target number 1 tetap tercapai nanti malam :D
Ternyata kalau dibuat target jadi kepengeenn banget cepet-cepet dieksekusi. Itu lah ya kenapa banyak cerita soal mimpi yang ditaruh 7 cm di depan mata, ditulis detil di tempel deket tempat tidur atau tempat-tempat lainnya. Semua intinya kalau punya target tatap terus target kita. Jangan sampai lengah buat mencapainya. Insyaallah tercapai deh :D
Selain soal target masak ini, salah satunya yang lagi ditempel depan mata itu target tilawah. Tiap tilawah pembatasnya ada dua, batas halaman yang sudah di baca dan batas halamat target untuk dibaca. Bener deh. Tiap tilawah mandangin batas target tuh jadi ngitungin terus kurang berapa halaman untuk mencapai target. Kalau udah baca pengennya ga berhenti sampai mencapai halaman target. Tapi apa daya lagi disandera kantor kalo jam kerja jadi ga enak lama-lama hijrah ke mushola. Bentar-bentar ngilang gini aja udah ada yang nyinisin, "Fita pergi-pergi mulu sih.." Padahal tuh perginya kalau gak ke mushola, tilawah bareng di lantai 18 ya jaga desk. Sesekali ke atm tapi itu gak tiap hari di jam kerja. Tetep aja ya ada yang sinis dikira gak kerja karena keluar mulu. Bos saya sendiri gak pernah protes loh, ini sesama pelaksana malah protes, hehe
Yah, jadi curcol kantor. Pokoknya urusan kantor itu yang penting kerjaan beres dan bagus, selebihnya sebenarnya its your privacy, gak usah saling ganggu. Ga perlu sinis lah, yang di sana suka nge-game kalo luang, nonton youtube, ngegosip, jalan-jalan, deelel kalo saya dagang sama ngaji gapapa kan? :) :)
Balik ah ke target number 2. Seperti di postingan saya kemarin memang sudah disiapkan ikannya tapi gagal langsung dieksekusi karena lembur. Nah, tadi malam mulai deh rasa malas masak muncul lagi gegara lembur kemarin kurang tidur sampai rumah pengen langsung tidur aja padahal perut keroncongan. Beneran deh entah kenapa lebih milih nahan laper daripada nahan ngantuk. Kepala udah pusing akibat dua-duanya, tapi lumayan lah kalo tidur mengistirahatkan semuanya. Kasian dedek udah mukul-mukul gentong di perut ummi minta diisi :D
Jadi lah pas kepikiran beli bakso aja, si abi protes karena pas buka di jalan tadi udah makan gorengan. Dengan memaksakan diri buka mata, saya langsung nguplek di dapur. Mengumpulkan kembali segenap niat yang tercerai berai tadi, buka resepnya lagi, siapin bahan-bahan dan.. ternyata gak lama masaknya cuma setengah jam-an :p
Whatever, yang paling penting dari itu semua kali ini saya berhasil. Ikannya enaakkk.. beneran dibikin sesuai bahan dan petunjuk resep meski takarannya selera pribadi, tapi rasanya pas banget, asem-pedes-asin-manisnya mantaapp.. sampai dengan pedenya nanya ke abi enak gak? pede bakal dijawab enak. Nyatanya abi gengsi bilang gitu, tiap ditanya dijawabnya pedes -_-
Gakpapalah lain di mulut lain di hati lain realisasi. Tuh buktinya si abi makannya sampai nambah, kalau gak enak meski laper pasti kan gak nambah tapi makan yang lain. Jadi ummi berhasil dongg... hihi
Sebelum disajikan udah difoto tapi masih di tab abi. Foto menyusul ya.. gak seindah foto target aslinya, yang penting rasanya bung!
Boleh lah kali ini saya kasih nilai 80 buat food target number 2. Berhubung jam 10 masih terlalu sore buat kami tidur tadinya mau lanjut bikin food target number 1. Apalagi liat kelapa mudanya udah bertengger di dapur, udah kebelet pengen bikin rangi sampe kebayang rasanya di mulut. Apa daya, eyangnya lupa beli gula merah saudara-saudara! Padahal itu bumbu utamanyaa....
Baiklah dengan segenap daya nahan iler (jorok!), dengan curcol sebelumnya ke abi karena udah kebelet pengen banget makan rangi sebenarnya, udah puas curcol akhirnya berusaha mengikhlaskan kue rangi tadi malam. Hari ini harus jadi bikin, harus!
Etapikan nanti malam jadwal ketemu dedek, asiikk.. aa sama dedek mau ketemu lagi. Seneng bayangin a hamzah manggil-manggil dedeknya di layar USG. Sayang banget sama dua-duanya, sama abinya juga lah... <3
Jadi, semoga saja food target number 1 tetap tercapai nanti malam :D
Wednesday, July 24, 2013
Sahur Kesiangan
Kemarin berencana masak ini buat sahur, apakah target tercapai? tentu tidak... -_-
Ya tiba-tiba aja dapat ST Rapat Dalam Kantor yang membuat saya baru boleh keluar kantor pukul 20.30. Sampai rumah tentu saja hampir jam setengah sebelas malam! Cuma sempet masak nasi dan merendam ikannya dengan air jeruk nipis dan garam. Pengennya si buru-buru tidur takut bangun kesiangan. Akhirnya setelah nguplek di dapur sebentar baru bisa tidur jam 12 kurang dikit.. -_-
Dan a Hamzah seperti biasa bangun beberapa kali sepanjang malam untuk minta susu. Alhamdulillah semalam tidak sesering malam sebelumnya saat badannya sumeng. Semalam hanya 1-2 kali bangun tapi yang terakhir sudah jam 3 dan saya masih ngantuk!
Sebenarnya sudah takut bakal kesiangan tapi ngantuk pisan saudara-saudara, demi kemashlahatan ummat alias ibu dan janinnya maka saya lanjutkan sesuai rencana untuk bangun sesuai alarm BB jam 3.30.
Yah... entah kepulesan atau memang alarmnya gak bunyi atau BBnya ketindihan bantal, tiba-tiba saya tersentak bangun saat jam menunjukkan 4.30. Jam kami memang kecepetan tapi imsak terjadi saat jam kami menunjukkan pukul 4.45. 15 menit lagi!
Apa yang bisa dimakan dalam 15 menit. Tentu saja langsung kepikiran mie instan. Ah, tapi itu hanya cocok untuk abi yang tahan hanya sahur mie. Kalau ummi apalagi dengan dedek di perut yang mabok kalo ummi makan lebih dari 1/3 porsi indomie gak mungkin kuaaatt... Inget telur. Akhirnya setelah menyeduh pop mie buat abi saya pun menceplok 2 butir telur buat abi dan sedikit nasi. Sedikit aja karena sepertinya abi tidak akan makan nasi kalau sudah makan mie. Bagaimana dengan ummi dan dedek?
Teluuurr.. jujur dari dulu meski hamilpun ummi gak terlalu suka telur. Baru bisa makan telur kalau sudah di dadar, fu yung hai atau orak-arik. Telur balado pun hanya bisa makan putihnya saja. Pokoknya kalau bentuknya masih telur rebus pasti yang dimakan putihnya aja karena memang gak suka yang kuning. Kalau terpaksa ada di telur di soto yang saya beli di kantor, karena tidak ada korban (baca : abi) yang bisa didonorkan makanan yang gak disukai ummi, terpaksa kuning telurnya tetap dimakan. Gak mau rugi bayar mahal terus dibuang :D
Jadi dalam 5 menit yang tersisa untuk masak tadi ummi bikin orak-arik telur tambah garam, kecap, dan saos, masukkan nasi hangat. Uhm... lumayanlah untuk energi selama shaum hari ini. Apalagi selama masak tadi saya sempet nyemil pisang cavendish 1 biji. Berhubung masih sisa 3 menit setelah makan saya mengupas 1 buah mangga setelah meminum vitamin bumil. Si abi masih menghabiskan susu full creamnya, selanjutnya kami nikmati potongan mangga di detik-detik terakhir. Mangganya memang mahal sekarang bisa 6 ribu perak sebutir. Tapi demi vitamin di dalamnya, demi buah favorit abi, dan ternyata demi saya dan dedek yang jadi suka mangga karena lebih mudah dicerna dalam kondisi mual sekalipun, kami tetap membelinya meski di luar musimnya. Hidup mangga! :D
Alhamdulillah 15 menit yang berharga sebelum adzan subuh. Jadi inget kata-kata abi kemarin, "Akhir-akhir ini kita sahurnya di menit-menit terakhir mulu ya (baca : kesiangan), tapi jadi berkahnya sahur di akhir waktu."
Umminya mesem-mesem :D :D
***
Tentang hadits berkahnya mengakhirkan sahur
Disunnahkan mengakhirkan makan sahur sesaat sebelum fajar shadiq, Berdasarkan hadits yang marfu’ dari Abu Dzar Rasulullah bersabda,
Dan dari Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit, ia berkata,َ
Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah, “Yaitu seperti lamanya orang yang membaca (50 ayat) secara pertengahan, bukan ayat yang panjang dan bukan pula yang pendek, bukan membaca dengan cepat dan bukan pula dengan lambat.” (Lihat Fathul Baari, 4:164)
Ya tiba-tiba aja dapat ST Rapat Dalam Kantor yang membuat saya baru boleh keluar kantor pukul 20.30. Sampai rumah tentu saja hampir jam setengah sebelas malam! Cuma sempet masak nasi dan merendam ikannya dengan air jeruk nipis dan garam. Pengennya si buru-buru tidur takut bangun kesiangan. Akhirnya setelah nguplek di dapur sebentar baru bisa tidur jam 12 kurang dikit.. -_-
Dan a Hamzah seperti biasa bangun beberapa kali sepanjang malam untuk minta susu. Alhamdulillah semalam tidak sesering malam sebelumnya saat badannya sumeng. Semalam hanya 1-2 kali bangun tapi yang terakhir sudah jam 3 dan saya masih ngantuk!
Sebenarnya sudah takut bakal kesiangan tapi ngantuk pisan saudara-saudara, demi kemashlahatan ummat alias ibu dan janinnya maka saya lanjutkan sesuai rencana untuk bangun sesuai alarm BB jam 3.30.
Yah... entah kepulesan atau memang alarmnya gak bunyi atau BBnya ketindihan bantal, tiba-tiba saya tersentak bangun saat jam menunjukkan 4.30. Jam kami memang kecepetan tapi imsak terjadi saat jam kami menunjukkan pukul 4.45. 15 menit lagi!
Apa yang bisa dimakan dalam 15 menit. Tentu saja langsung kepikiran mie instan. Ah, tapi itu hanya cocok untuk abi yang tahan hanya sahur mie. Kalau ummi apalagi dengan dedek di perut yang mabok kalo ummi makan lebih dari 1/3 porsi indomie gak mungkin kuaaatt... Inget telur. Akhirnya setelah menyeduh pop mie buat abi saya pun menceplok 2 butir telur buat abi dan sedikit nasi. Sedikit aja karena sepertinya abi tidak akan makan nasi kalau sudah makan mie. Bagaimana dengan ummi dan dedek?
Teluuurr.. jujur dari dulu meski hamilpun ummi gak terlalu suka telur. Baru bisa makan telur kalau sudah di dadar, fu yung hai atau orak-arik. Telur balado pun hanya bisa makan putihnya saja. Pokoknya kalau bentuknya masih telur rebus pasti yang dimakan putihnya aja karena memang gak suka yang kuning. Kalau terpaksa ada di telur di soto yang saya beli di kantor, karena tidak ada korban (baca : abi) yang bisa didonorkan makanan yang gak disukai ummi, terpaksa kuning telurnya tetap dimakan. Gak mau rugi bayar mahal terus dibuang :D
Jadi dalam 5 menit yang tersisa untuk masak tadi ummi bikin orak-arik telur tambah garam, kecap, dan saos, masukkan nasi hangat. Uhm... lumayanlah untuk energi selama shaum hari ini. Apalagi selama masak tadi saya sempet nyemil pisang cavendish 1 biji. Berhubung masih sisa 3 menit setelah makan saya mengupas 1 buah mangga setelah meminum vitamin bumil. Si abi masih menghabiskan susu full creamnya, selanjutnya kami nikmati potongan mangga di detik-detik terakhir. Mangganya memang mahal sekarang bisa 6 ribu perak sebutir. Tapi demi vitamin di dalamnya, demi buah favorit abi, dan ternyata demi saya dan dedek yang jadi suka mangga karena lebih mudah dicerna dalam kondisi mual sekalipun, kami tetap membelinya meski di luar musimnya. Hidup mangga! :D
Alhamdulillah 15 menit yang berharga sebelum adzan subuh. Jadi inget kata-kata abi kemarin, "Akhir-akhir ini kita sahurnya di menit-menit terakhir mulu ya (baca : kesiangan), tapi jadi berkahnya sahur di akhir waktu."
Umminya mesem-mesem :D :D
***
Tentang hadits berkahnya mengakhirkan sahur
Disunnahkan mengakhirkan makan sahur sesaat sebelum fajar shadiq, Berdasarkan hadits yang marfu’ dari Abu Dzar Rasulullah bersabda,
“Senantiasa ummatku dalam keadaan baik apabila mempercepat buka puasa dan mengakhirkan sahur.” (HR. Ahmad, sanadnya dha'if)
Dan dari Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit, ia berkata,َ
“Kami makan sahur bersama Rasulullah Saw kemudian beliau shalat.” Aku (Anas bin Malik) bertanya, “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?”
Zaid menjawab. “Kira-kira seperti lamanya membaca 50 ayat Al Qur’an.”
(HR. Bukhari dan Muslim, sanadnya shahih).
Zaid menjawab. “Kira-kira seperti lamanya membaca 50 ayat Al Qur’an.”
(HR. Bukhari dan Muslim, sanadnya shahih).
Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah, “Yaitu seperti lamanya orang yang membaca (50 ayat) secara pertengahan, bukan ayat yang panjang dan bukan pula yang pendek, bukan membaca dengan cepat dan bukan pula dengan lambat.” (Lihat Fathul Baari, 4:164)
Tuesday, July 23, 2013
Food Target
Nah, ini gatau deh kenapa selama hamil pengen bikin macem-macem makanan tapi ga jadi-jadi. Gapapalah diniatin dulu. Jadi post kali ini isinya cuma food target aja ya beserta link resepnya biar ga hilang. Semoga menginspirasi eh meracuni, hihi
Klik nama masakan untuk link resepnya ^_^
1. Kue Rangi
Udah lamaa banget pengen makan ini. Tapi udah lama pula gak nemu penjualnya. Jalan-jalan ke food blogger ndilalah liat gambar nan menggoda ini, langsung pengen bikin hari ini juga. Telpon Mama ternyata udah selesai belanja, jadilah baru bisa besok minta tolong beliin bahan-bahannya. Mudah-mudahan bisa langsung eksekusi soalnya bahannya sederhana banget :)
2. Ikan Asam Padeh
Masih dari blog yang sama, nanti klo udah ga ada yang tertarik baru pindah :D Pas mama belanja disebutin bahan lauk pilihan masak hari ini, bosen yang lain-lain jadi pilih kakap merah. Padahal mah gak tau mau diapain. Tiapa hari bingung mau masak apa. Alhamdulillah ketemu sama jodoh resepnya. Mudah-mudahan bisa eksekusi buat sahur besok :)
3. Pizza Cantik
Dari kapan ya, mungkin sebulan yang lalu udah beli banyak keju lokal online. Namanya penggemar keju impiannya banyak banget, ya pizza, macaroni schotel, kastangel... Nyatanya udah 2 minggu kejunya teronggok di freezer belum ada satu pun yang dibikin -_- jadi lah waktu foodblogwalking kepengen bikin ini
Hari ini cukup 3 menu, jangan terlalu banyak target dulu yang penting realisasi :D
Oke, selamat makaaann... ups shaum dink, selamat masaaakk!! ^_^
Klik nama masakan untuk link resepnya ^_^
1. Kue Rangi
Udah lamaa banget pengen makan ini. Tapi udah lama pula gak nemu penjualnya. Jalan-jalan ke food blogger ndilalah liat gambar nan menggoda ini, langsung pengen bikin hari ini juga. Telpon Mama ternyata udah selesai belanja, jadilah baru bisa besok minta tolong beliin bahan-bahannya. Mudah-mudahan bisa langsung eksekusi soalnya bahannya sederhana banget :)
![]() |
| Kue Rangi |
2. Ikan Asam Padeh
Masih dari blog yang sama, nanti klo udah ga ada yang tertarik baru pindah :D Pas mama belanja disebutin bahan lauk pilihan masak hari ini, bosen yang lain-lain jadi pilih kakap merah. Padahal mah gak tau mau diapain. Tiapa hari bingung mau masak apa. Alhamdulillah ketemu sama jodoh resepnya. Mudah-mudahan bisa eksekusi buat sahur besok :)
![]() |
| Ikan Asam Padeh |
3. Pizza Cantik
Dari kapan ya, mungkin sebulan yang lalu udah beli banyak keju lokal online. Namanya penggemar keju impiannya banyak banget, ya pizza, macaroni schotel, kastangel... Nyatanya udah 2 minggu kejunya teronggok di freezer belum ada satu pun yang dibikin -_- jadi lah waktu foodblogwalking kepengen bikin ini
Hari ini cukup 3 menu, jangan terlalu banyak target dulu yang penting realisasi :D
Oke, selamat makaaann... ups shaum dink, selamat masaaakk!! ^_^
Wednesday, July 10, 2013
Shaum Pertama
![]() |
| asupan buah cukup sangat penting untuk bumil |
"hu-um."
"Emang kuat?"
"Dedek kan kuat ya dek, insyaallah dedek sholihah kuat ya puasa sama ummi... " seloroh saya sambil elus-elus perut.
Bismillah.. akhirnya hari ini kami shaum Ramadhan. Untuk pertama kalinya saya shaum dalam keadaan hamil. Kali ini lumayan pede karena dedek utun sudah hampir memasuki 4 bulan diperut ummi. Sebelumnya masuk Ramadhan saat baru saja melahirkan a hamzah, masih 2-3 bulan jadi tidak berani dan tidak kuat shaum karena kebutuhan ASIX a hamzah lumayan menguras nutrisi ummi :D
Bagaimana rasanya shaum saat hamil? dendang keroncongan itu cuma terasa saat perjalanan berangkat ke kantor. Selanjutnya dd sholih/ah anteng di perut ummi. Tetap tumbuh sehat, kuat, sempurna, jasadiyah, fikriyah, ruhiyahnya ya nak... Namun, memang terasa si gemeteran di jari-jari tangan saya tanda kelaperan, hehe Saya harus kuat karena dedek sudah membantu ummi dengan tidak mual meski ummi kelaperan. Gemeteran itu hanya proses adaptasi tubuh karena perubahan waktu biologisnya mendapat asupan energi. Insyaallah beberapa hari lagi tubuh terbiasa untuk rutin shaum tiap hari sepanjang Ramadhan ini. Aaamiin...
Sempat ada sedikit ganjalan kemarin karena H-2 Ramadhan tiba-tiba saya sakit tenggorokan, sepertinya gejala batuk. Dan esoknya terbukti, batuk dan pilek melanda. Minggu sebelumnya memang sudah gejala tidak enak badan karena sempat menginap di rumah saudara tidur di lantai hanya beralaskan karpet. Padahal badan saya sangat tidak kuat tidur di lantai meski sudah beralaskan kasur. Hampir pasti langsung masuk angin -_-
Alhamdulillah sudah menjelang Ashar, kami merasa baik-baik saja, dan insyaallah bersiap untuk menjalaninya kembali esok sampai finish. Aamin ya Rabb...
Bagaimana dengan target charging Ruhiyah?
2 tahun kemarin banyak target tidak terpenuhi, tahun pertama karena pasca melahirkan masih riweuh ngurus newborn, tahun kedua karena manajemen waktu kurang bagus antara berdagang, kerja, pumping, ngurus rumah tanpa ART. Tahun kedua lumayan sulit bisa tilawah dengan tenang di rumah karena mengurus a hamzah yang rewel menjelang tidur atau menemaninya bermain. Biasanya kalau memaksa tilawah sedangkan ia masih betah main saat abi tarawih, meski sudah dialihkan dengan sesuatu ia akan tetap nyamperin ummi, bosen main sendirian mungkin.
Tahun ini sesuai pengalaman tahun lalu, banyak target yang sudah diniatkan harus tercapai. Tentu harus dengan manajemen waktu yang baik. Ayolah.. masa hapalan jus 30 gak kelar-kelar, tilawah 30 juz ga nyampe, QL-duha kelewatan.... Ramadhan gini harus dimanfaatkan habis-habisan untuk charging dan upgrading ruhiyah. Charging yang tadinya minus menjadi normal, upgrading dari normal menjadi minimal normal konstan atau bahkan naik beberapa level. Bismillah..
![]() |
| Pembukaan shaum tahun ini |
Jujur baru pertama kalinya nyalon diri sendiri, biasanya langsung ke salon muslimah saja tau beres. Hasil info dari teman-teman saya pun mulai dengan maskering wajah. Awalnya hanya membersihkan wajah dengan ponds 2 in one (pembersih sekaligus pelembab) *haloo.. katanya mau yang alami aja. Padahal punya minyak zaitun tapi tadi bingung mengingat saat di salon juga wajah dibersihkan dulu tapi rasanya bukan dengan minyak zaitun yang menyebabkan wajah berminyak dan lengket. Yasudah sementara bersihkan wajah dengan pembersih instan dulu sembari menunggu air mendidih. Selanjutnya, membuat bubur masker yakni mencampur bubuk masker instan dengan air es. Dan ternyata keenceran. Ditambahin bubuknya jadinya malah nyisa -_-
Setelah air mendidih, langsung saja menaruh wajah di atas up air, persis saat wajah diuapkan di salon, puanas rek! Setelah pori-pori terbuka, wajah siap dimasker. Karena gak ada kuas, saya memakai sikat gigi bekas dengan tipe bulu sikat halus dibagian atas, jadi lumayan lembut untuk diusapkan diwajah. Saya ingat bagian sekitar mata tidak boleh dioles masker. Jadilah seperti memakai topeng putih, masker bengkoang :D
Sebelum lulur saya juga sempat memasker PD setelah sebelumnya memassage dengan air hangat. Perawatan PD sejak dini penting untuk ibu hamil demi mempersiapkan PD untuk menghasilkan ASI optimal nanti. Saya berharap ASI saya lebih banyak dari yang pertama. Sebenarnya dulu juga banyak, tapi karena kurang pengetahuan merawat PD dan pumping sejak dini, ASI malah dibuang saat minggu-minggu pertama. Pumping dan nyetok ASIP baru beberapa minggu sebelum masuk, akibatnya produksi ASI kurang optimal..
Maskering saya lakukan pertama kali karena butuh waktu minimal 15 menit untuk mendiamkannya agar ramuan meresap. Selanjutnya saya membersihkan bagian tubuh yang lain dengan mengoleskan lulur. Karena tidak tahu tekhniknya saya hanya mengolesnya seperti memakai sabun saat mandi cair, oles dan gosok. Lulur pun perlu didiamkan sebentar sehingga saya bisa scrubbing bagian tubuh yang menghitam. Setelah semuanya selesai saatnya membilas. Sesuai urutan treatment maka yang pertama adalah membilas masker wajah dan PD dengan handuk dibasahi air hangat, Selanjutnya membilas badan dengan air hangat seperti mandi biasa. Ternyata.... Habislah waktu 1 jam untuk nyalon sendiri :D
Kalau dihitung-hitung lebih hemat, efektif, dan efisien ketimbang nyalon di salon muslimah. Hasilnya pun memuaskan. Kulit wajah dan seluruh kulit tubuh terasa halus dan licin. Rasanya bersiihhh sekali meski kurang wangi. Padahal saya pikir bubuk-bubuk instan ini akan meninggalkan wangi. Saya yang tidak suka memakai parfum berharap tambah wangi setelah luluran, ternyata tidak, hehe
Setelah gugling, ternyata langkah-langkah perawatan saya kurang tepat, saudara-saudara!
1. Seharusnya membersihkan wajah sebelum maskering dengan air hangat baru bilas dengan air dingin setelah maskering selesai. Saya terbalik :D
2. Seharusnya mandi dulu sebelum luluran agar saat dioleskan lulur kotoran dan kuman sudah terangkat sehingga ramuan bisa terserap pori-pori tubuh dengan baik karena fungsi lulur untuk menutrisi kulit tubuh bukan scrubbing. Saya terbalik :D
3. Lulur dioleskan saat tubuh lembab sehabis mandi, saya saat tubuh kering belum mandi :D
4. Cara membersihkan lulur bukan langsung dibilas seperti mandi melainkan digosok-gosok dulu menggunakan tangan sampai lulurnya rontok baru mandi seperti biasa, lebih bagus mandi menggunakan sabun herbal. Saya langsung mandi aja tanpa sabun, saya pikir sudah bersih setelah digosok dengan lulur dan sudah wangi alami dari lulur (yang ternyata tidak meninggalkan bekas wangi sama sekali) :D
Anyway, meski hasil ke kulit tubuhnya mungkin kurang maksimal tapi outputnya sama kok seperti layaknya habis scrubbing seluruh badan, bersih dan licin. Alhamdulillah, jadi ketagihan :)))
Sebentar lagi waktunya berbuka, pengalaman tahun lalu sepertinya hampir pasti berbuka di jalan maka saya harus mempersiapkan air minum dan cemilan untuk berbuka. Berhubung belum punya kurma saya membawa biskuit. Selanjutnya, sesuai pengalaman semalam saya harus segera shalat isya dan tarawih di rumah saat abi tarawih di masjid. Selanjutnya menina-bobokan a hamzah sambil sebisa mungkin mempersiapkan makan malam dengan porsi untuk sahur juga. Jadi sahur besok tinggal bangun untuk menghangatkan, mengingat saya butuh waktu 1 jam untuk makan karena masih tidak bisa makan banyak terlalu cepat. Tentu diawali dengan makan buah sambil menghangatkan masakan, baru lanjut makan berat dan aneka suplemen. Bagaimana dengan berbuka, sepertinya numpang di rumah eyangnya a Hamzah sekalian menjemput a Hamzah :D
Marhaban ya Ramadhan!
Selamat berburu pahala, charging, dan upgrading ruhiyah semuanyaaa!!
Friday, July 5, 2013
Asiiinnn
Tahukah kamu wahai suami, tiap hari istrimu punya PR yang sama yang kadang membuatnya pusing kepala. Apakah itu??
Bikin menu buat masak besok.
Aneh? kalau gak percaya, coba deh kamu yang buat tiap hari, sanggupkah?
ahh.. itu kan emang kerjaan istri...
Wahai para suami sholih... kalian pasti tahu itu bukan kewajiban kami sebagai istri. Tidak ada satu pun dalil yang memerintahkan kami wajib masak sebagaimana sholat. Tapi sesungguhnya kami dengan senang hati melakukannya sebagai wujud cinta kasih kepadamu, wahai suami...
So, bantuin dong..
Minimal bantuin nyari ide buat menu besok, hihi
***
Ya lagi-lagi saya, mengalaminya. Kehabisan ide untuk menu masak besok. Padahal ibu saya biasanya membantu belanja bahan-bahan masakan di tukang sayur hari ini untuk masak besok dan lusa. Saat ditanya mau beli apa, pasti mikirnya lama. Kemarin baru ikan, kemarinnya lagi ayam, kemarinnya lagi tempe, besok?
Masak tiap hari membuat saya mau gak mau harus punya referensi menu. Bahan dasar lauk sekitar ayam, ikan, seafood, tahu, tempe, jarang sekali membeli daging karena biasanya mengolah daging butuh waktu agak lama padahal saya cuma punya waktu 1 jam tiap pagi untuk memasak sebelum berangkat ke kantor. Pilihan menu sayuran pun yang simple saja seperti tumis-tumisan, capcay, sop, sayur asem, sayu bening, lodeh. Sepertinya beragam referensi menu saya tapi ternyata kebosanan dengan senang beberapa kali bertandang.
Seperti 2 hari lalu, sudah ada bahan ayam setengah ekor padahal 3 hari sebelumnya sudah masak ayam bacem. Mau bikin ayam KFC atau ayam goreng biasa kok bosen ya. Ayam kecap rasanya manis juga kaya ayam bacem. Biasanya saya selingi tema masakan manis, asin, pedas tiap hari. Tapi kali ini benar-benar buntu. Kayanya memang mesti nyari menu luar negeri yang agak beda. Belum sempet nyari menu malamnya ternyata kami harus begadang karena tiba-tiba jam 2 malam a hamzah terbangun dengan panas tinggi dan badan menggigil. Rasanya kasian sekali. Rewel dan keliatan kehausan sekali sampai-sampai tidak mau melepaskan dot dari mulutnya. Sepertinya virus batuknya sedang dalam masa puncak melawan daya tahan tubuhnya hingga terjadi demam. Tapi tidak biasanya demam sampai menggigil. Jadi agak panik mesti memberi treatment apa. Akhirnya karena tidak mau dikompres dalam kondisi terjaga, sedangkan a Hamzah tidak bisa tidur dan panasnya juga tidak turun-turun setelah dibalur minyak di beberapa area tubuhnya, kami memberikannya paracetamol. Setidaknya agar a Hamzah dan kami bisa beristirahat malam ini. Karena kami tetap harus berangkat ke kantor beberapa jam lagi.
Demikian kemarin membuat saya tidak sempat memasak karena harus tidur lagi setelah sholat subuh. Beberapa hari ini saya pun sedang demam ringan karena masuk angin, maka saya harus menjaga tubuh cukup istirahat agar demam tidak semakin parah. Ya, kemarin saya selamat. Selamat tidak mengerjakan PR memasak tapi bisa menundanya sehari. Setidaknya ada waktu 1 hari untuk mencari inspirasi. hoho
Apakah akhirnya saya mendapatkan menu itu?
Tentu tidak. Segala kerjaan seharian ini membuat saya lupa punya PR menu masak besok. Saya malah asik gugling resep kastangel, macaroni schotel dan lasagna inceran saya untuk cemilan sehari-hari :gubrak
Hari H pun tiba, yakni hari ini. Detik-detik terakhir saya harus memikirkan menu yang beda. Gugling resep masakan ayam Eropa, lah yang keluar menu ayam KFC. Oke kalau begitu Italia. Berhasil menemukan beberapa menu bagus, tapi tidak sempat membaca semua dan memilihnya. Jadilah di antara menu-menu itu saya gabungkan dan modifikasi seingat saya. Dan inilah bekal kami hari ini :
Bikin menu buat masak besok.
Aneh? kalau gak percaya, coba deh kamu yang buat tiap hari, sanggupkah?
ahh.. itu kan emang kerjaan istri...
Wahai para suami sholih... kalian pasti tahu itu bukan kewajiban kami sebagai istri. Tidak ada satu pun dalil yang memerintahkan kami wajib masak sebagaimana sholat. Tapi sesungguhnya kami dengan senang hati melakukannya sebagai wujud cinta kasih kepadamu, wahai suami...
So, bantuin dong..
Minimal bantuin nyari ide buat menu besok, hihi
***
Ya lagi-lagi saya, mengalaminya. Kehabisan ide untuk menu masak besok. Padahal ibu saya biasanya membantu belanja bahan-bahan masakan di tukang sayur hari ini untuk masak besok dan lusa. Saat ditanya mau beli apa, pasti mikirnya lama. Kemarin baru ikan, kemarinnya lagi ayam, kemarinnya lagi tempe, besok?
Masak tiap hari membuat saya mau gak mau harus punya referensi menu. Bahan dasar lauk sekitar ayam, ikan, seafood, tahu, tempe, jarang sekali membeli daging karena biasanya mengolah daging butuh waktu agak lama padahal saya cuma punya waktu 1 jam tiap pagi untuk memasak sebelum berangkat ke kantor. Pilihan menu sayuran pun yang simple saja seperti tumis-tumisan, capcay, sop, sayur asem, sayu bening, lodeh. Sepertinya beragam referensi menu saya tapi ternyata kebosanan dengan senang beberapa kali bertandang.
Seperti 2 hari lalu, sudah ada bahan ayam setengah ekor padahal 3 hari sebelumnya sudah masak ayam bacem. Mau bikin ayam KFC atau ayam goreng biasa kok bosen ya. Ayam kecap rasanya manis juga kaya ayam bacem. Biasanya saya selingi tema masakan manis, asin, pedas tiap hari. Tapi kali ini benar-benar buntu. Kayanya memang mesti nyari menu luar negeri yang agak beda. Belum sempet nyari menu malamnya ternyata kami harus begadang karena tiba-tiba jam 2 malam a hamzah terbangun dengan panas tinggi dan badan menggigil. Rasanya kasian sekali. Rewel dan keliatan kehausan sekali sampai-sampai tidak mau melepaskan dot dari mulutnya. Sepertinya virus batuknya sedang dalam masa puncak melawan daya tahan tubuhnya hingga terjadi demam. Tapi tidak biasanya demam sampai menggigil. Jadi agak panik mesti memberi treatment apa. Akhirnya karena tidak mau dikompres dalam kondisi terjaga, sedangkan a Hamzah tidak bisa tidur dan panasnya juga tidak turun-turun setelah dibalur minyak di beberapa area tubuhnya, kami memberikannya paracetamol. Setidaknya agar a Hamzah dan kami bisa beristirahat malam ini. Karena kami tetap harus berangkat ke kantor beberapa jam lagi.
Demikian kemarin membuat saya tidak sempat memasak karena harus tidur lagi setelah sholat subuh. Beberapa hari ini saya pun sedang demam ringan karena masuk angin, maka saya harus menjaga tubuh cukup istirahat agar demam tidak semakin parah. Ya, kemarin saya selamat. Selamat tidak mengerjakan PR memasak tapi bisa menundanya sehari. Setidaknya ada waktu 1 hari untuk mencari inspirasi. hoho
Apakah akhirnya saya mendapatkan menu itu?
Tentu tidak. Segala kerjaan seharian ini membuat saya lupa punya PR menu masak besok. Saya malah asik gugling resep kastangel, macaroni schotel dan lasagna inceran saya untuk cemilan sehari-hari :gubrak
Hari H pun tiba, yakni hari ini. Detik-detik terakhir saya harus memikirkan menu yang beda. Gugling resep masakan ayam Eropa, lah yang keluar menu ayam KFC. Oke kalau begitu Italia. Berhasil menemukan beberapa menu bagus, tapi tidak sempat membaca semua dan memilihnya. Jadilah di antara menu-menu itu saya gabungkan dan modifikasi seingat saya. Dan inilah bekal kami hari ini :
![]() |
| Ayam Panggang saus Bachamel Jamur |
Contain :
Menu utama
Ayam Panggang saus Bachamel Jamur
Bahan Ayam Panggang :
- Ayam 1/2 ekor, cuci bersih
- Keju Mozarella potong persegi panjang
- Minyak untuk menggoreng
- Gulgar secukupnya
- 1 sdt merica hitam bubuk
- 1 sdm air jeruk nipis
Cara membuat :
- Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, garam dan merica hitam bubuk. Masukkan dalam wadah, bungkus plastik, simpan 10 menit dalam lemari es
- Setelah 10 menit keluarkan ayam dari lemari es, goreng dengan api sedang hingga ayam 1/2 matang atau permukaannya agak kekuningan, angkat dan tiriskan
- Siapkan Happy Call atau oven, susun ayam goreng didalam HC atau loyang oven. Taruh potongan keju mozarella di atasnya. Panggang dengan api kecil. (kalau pakai oven kurang paham berapa derajat :p). Sekitar 5 menit atau setelah keju meleleh, matikan api, segera angkat agar bagian bawahnya tidak gosong.
Bahan Saus Bachamel Jamur :
- Jamur kancing, iris tipis
- Daging asap, panggang sebentar agar kering, matang, dan wanginya keluar
- 1 sdm tepung terigu
- Bawang bombay secukupnya, iris tipis
- Mentega untuk menumis
- Susu UHT cair 200 ml
- Keju cheddar parut 50-100 gram
- Gulgar secukupnya
Cara membuat :
Tumis bawang bombay hingga layu, masukkan jamur, tambahkan tepung terigu, susu UHT, keju parut, gulgar, aduk hingga rata. Masak hingga saus mengental.
Salad sayuran :
Saya gunakan 3 jenis sayur dengan treatment yang berbeda. Jagung dipipil, dan wortel potong dadu agak besar, kukus keduanya sebentar jangan sampai terlalu matang. Untuk brokoli cukup dipotong, cuci bersih, rendam dalam air mendidih (tidak direbus diatas api) selama 1-2 menit, angkat. Selanjutnya sayur-sayuran ditumis sebentar dengan mentega dan gulgarmer.
French Fries :
Rendam potongan kentang dalam air garam. Jika terburu-buru tidak perlu direndam cukup dilumuri garam. Goreng dalam minyak panas agak banyak sehingga semua bagian kentang terendam minyak. Angkat jika sudah kuning kecoklatan.
Telur Rebus hanya direbus biasa di dalam panci yang digunakan untuk mengukus sayuran
Kalau dipikir-pikir memang terlihat sehat tapi sayangnya saya masih menggunakan banyak minyak, hehe Setidaknya semuanya homemade jadi kualitas bahan-bahan saya ketahui benar :)
note :
tema masakan ini asin, untuk menyeimbangkan rasa dilidah cocok dimakan menggunakan saum sambal
Thursday, July 4, 2013
Mending Naik Taksi Ajah...
A hamzah suka sekali melihat gambar kereta api. Seperti biasa sebelum bisa menyebut sebuah kata ia akan menyebutkan bunyinya. "Tut-tut.." katanya tiap kali melihat gambar kereta api. "Tut-tut...gejes-gejes.." kata ummi mengajarinya bunyi kereta api.
Saat usianya sekitar 1 tahun kami menghadiahinya naik kereta api beneran. Commuter Line. Kami naik biasa naik dari Stasiun Tanjung Barat. Alhamdulillah beberapa kali menaikinya saat weekend cukup lowong sehingga kami rasa aman untuk mengajak a Hamzah naik CL saat weekend.
"Tut-tut tut-tut! Mi, tut-tut!" jerit a Hamzah begitu melihat wujud asli kereta api kesukaannya. Seperti biasa, selalu antusias sambil menunjuk-nunjuk ke arah kendaraan yang disukainya seperti saat melihat mobil atau bis.
Puas menunjuk-nunjuk kereta api di peron, akhirnya giliran kami menaiki keretanya. Tentu saja a Hamzah masih antusias dan tidak mau diam. Sampai pada saat gerbong lumayan penuh, a Hamzah yang mudah bosan duduk diam di dalam kereta berontak minta turun untuk jalan-jalan. Lumayan seru lah mengendalikan anak dalam kondisi seperti itu. Akhirnya saat gerbong mulai lengang kami biarkan ia berjalan-jalan sambil mengikutinya dari belakang. Para penumpang yang lain memperhatikan dan sebagian ibu-ibu dan anak-anak kecil menyapanya. Mungkin karena gemas lihat a Hamzah yang tidak mau diam.
Hari itu kami kembali menaiki CL. Sudah lama tidak mengajak a Hamzah naik CL. Mumpung kami ada keperluan membeli manekin di Tanah Abang, jadilah kami berangkat naik CL dari Stasiun Tanjung Barat. Akh, rupanya kami sudah ketinggalan banyak perubahan di area CL. Agak kaget waktu menerima tiket CL serupa kartu ATM. Dulu kami masih pakai tiket kertas kecil. Kami pesan 2 tiket seharga Rp8.000/tiket. Setelah menyerahkan uang 20ribu ternyata kasir hanya menyodorkan kembalian 2 lembar dua ribu rupiah. Saya berdiri agak lama di depan loket, sambil kebingungan menunggu tiket. Saya tidak mendengar instruksi apapun dari kasir kecuali kata-katanya saat menyerahkan kembalian. Suami yang memperhatikan saya menunjukkan e-ticket yang keluar dari kotak kecil di samping saya. Bergegas saya mengambilnya dan menunggu kembali di depan loket. Agak lama menunggu, kasir tidak memberi instruksi apapun. Langsung saja saya pergi sambil berkata pelan ke suami, "Tiketnya cuma satu buat berdua ya?"
Sampailah kami pada gerbang pemeriksaan tiket. Saat itu ada dua petugas, satu berpakaian ABRI, lainnya berseragam dengan helm putih khas petugas pemeriksaan. Sang ABRI menanyakan tiket kami, sementara petugas helm putih berjaga di pintu sebelah. Saya yang memegang tiket menyodorkan 1 buah e-ticket.
"Kok cuma satu?" tanya sang ABRI.
"Gak tau pak, tadi beli dua cuma dikasih satu tiketnya.."
"Oh yasudah, masukkan kesini," katanya mengarahkan ke lubang e-ticket di gerbang pemeriksaan. Setelah kartu saya masukkan pintu pun terbuka, disuruhnya saya segera masuk.
"Yang satu lewat sini aja," katanya menyuruh abi lewat pintu sebelah yang dijaga petugas helm putih.
Sebenarnya saya merasa agak aneh saat itu. Seperti memaksakan lewat jalur tidak resmi. Padahal kalau 1 e-ticket bisa buat berdua harusnya abi bisa masuk lewat pintu masuk e-ticket. Terburu-buru kami menuju peron karena ternyata CL tujuan tanah abang sudah datang. Yah, karena terburu-buru itu kami melupakan keganjilan saat pemeriksaan tiket tadi.
Sampai di Tanah Abang kami sholat Ashar terlebih dahulu, baru mencari toko manekin. Dulu saat ke Pasar Tasik melewati stasiun tanah abang kami melihat toko manekin di tangga keluar. Jadi kami memutuskan cek harga dulu kesana. Disinilah awal surprise itu terjadi.
Saat mau keluar stasiun, kembali tiket kami diperiksa. Saya menunjukkan 1 e-ticket kami. Petugas tanpa ba-bi-bu dan tanpa ekspresi langsung menggiring kami ke suatu tempat. Saya dan abi kebingungan tapi mengikuti saja. Rupanya kami di bawa ke kantor. Disana kami diinterogasi kenapa hanya punya 1 tiket. Kami jelaskan dengan jujur kejadian di stasiun Tanjung Barat mulai saat membeli tiket sampai naik kereta.
"Tidak mungkin kami bisa naik kereta kalo petugas tidak mengizinkan di stasiun Tanjung Barat. Kami membeli 2 tiket dan hanya dikasih satu. Kami kira memang bisa untuk berdua. Awalnya petugas memang menanyakan, tapi setelah kami jelaskan kejadian di kasir petugas memperbolehkan kami masuk."
"Apa punya bukti nota pembelian 2 tiket?"
"Kami hanya dikasih kembalian dan 1 tiket, tidak dikasih apa-apa lagi."
"Kami tidak mungkin menyusup karena membawa anak.."
"Bukannya kami tidak percaya, tapi sekarang banyak penyusup. Ada yang bisa masuk tanpa tiket atau cuma beli satu tiket. Kalau Bapak punya bukti nota meski tiket cuma 1 kami persilakan Bapak pergi."
Yah, mau argumen apapun sampai sumpah pocong pun kami tidak punya bukti. Apalagi di ruang sempit nan panas itu a Hamzah mulai rewel. Tidak suka dengan situasi dan udara di sana, nangis ribut minta keluar.
Saya membaca peraturan yang tertempel di dinding. Rupanya tidak membeli tiket terkena denda RP50.000. Saya laporkan ke abi. Mungkin abi juga menyadari debat kusir ini tidak akan berujung dan kasian sama a Hamzah yang tidak betah, akhirnya abi mengalah dan menyuruh saya membayarkan dendanya. Ternyata petugas menyuruh kami membeli tiket suplisi sehara RP50.000 sebagai denda. Tiket suplisi ini bisa digunakan untuk 1 kali naik kereta saat pulang nanti. Kami tidak terlalu paham apakah memang seperti itu aturannya karena di aturan yang tertempel di dinding tidak menyebutkan soal tiket suplisi. Tapi kami menurut saja agar urusan cepat selesai dan kami bisa cepat keluar dari sana. Baru kali ini naik CL Tanjung Barat-Tanah Abang seharga Rp16.000+Rp50.000!
Sambil menandatangani tiket suplisi, petugas berkelakar, "Nanti tunjukkan aja tiket ini ke petugas stasiun Tanjung Barat kalau mau minta ganti rugi.."
"Kalau ditunjukkan uangnya bisa kembali gitu?" tanya saya
"Kami kurang tau, coba aja.."
Masih mangkel dengan peristiwa tadi kami langsung menuju toko manekin dengan mood gak enak. Sampai-sampai saya pun malas memasuki Pasar Tanah Abang dan langsung menuju toko manekin yang pernah kami lihat ada di tangga keluar stasiun. Lagipula kami tidak punya info apapun tentang toko manekin di dalam Pasar Tanah Abang. Daripada buang-buang waktu dan tenaga, keburu magrib kami tidak jadi ke Pasar.
Tanya-tanya harga ternyata langsung dapat harga murah. Manekin pria bahan daur ulang Rp35.000. Sayangnya manekin kepala wanita dan manekin anak torso (dari kepala hingga pinggang) tidak ada yang bahan daur ulang. Harganya cukup mahal, kepala wanita Rp20.000, torso anak Rp55.000. Karena sudah sore dan harganya kami rasa tidak terlalu mahal kami memutuskan membeli di sana saja.
Selesai belanja abi kembali menanyakan apakah ingin ke Tanah Abang. Ah, mood sedang tidak enak jadi malas jalan-jalan. Pengen langsung pulang aja. Jadilah jalan-jalan kami kali ini cuma dari stasiun ke stasiun. Dengan tiket CL seharga Rp65.000 berdua. Tau gitu mending tadi naik taksi aja...
***
Oh iya, bagaimana soal ganti rugi. Saya sendiri lupa tampang petugas yang memeriksa kami saat berangkat di stasiun tanjung barat tadi. Setelah tanya petugas yang ada akhirnya kami dipertemukan dengan petugas helm putih yang tadi berjaga sekitar ashar saat kami beli tiket. Ia tidak mengakui mempersilakan kami masuk, memang bukan dia, tapi sang ABRI. Dan sekarang ABRInya sudah tidak jaga. Petugas yang jaga jam itu menyuruh saya konfirmasi ke kasir setelah kami ceritakan panjang lebar persoalan tiket ini. Ia juga membantu menjelaskan ke kasir. Mbak petugas kasir terlihat pias takut akan kesalahannya. Ia menanyakan apa ingin diganti saja. Ia juga berdalih saat itu sudah memberi instruksi pada saya untuk mengambil tiket satu-satu karena keluarnya satu-satu agak lama. Padahal saat mengambil tiket pertama saya sudah berdiri lumayan lama didepan loket karena kebingungan tiketnya cuma satu tanpa ada penjelasan apa pun dari kasir. Ia juga berdalih saat itu sedang ramai, jadi terburu-buru. Setelah saya memang ada tiket nyangkut di kotak tempat keluar e-ticket dan diambil orang di belakang saya. Ah, di sinilah kesalahan kami. Tidak konfirmasi tiket yang cuma satu. Terburu-buru mengejar kereta yang sudah datang.
Kemudian saya teringat soal bukti nota. Kalau kami dikasih bukti nota tentu kami tidak mengalami kesulitan meski cuma punya 1 tiket. Kami tanyakan perihal itu dan melihat kedalam ruang loket. Kasir mengakui tidak memberi kan bukti nota. Dan saya lihat sendiri semua bukti nota masih dalam satu kertas panjang tidak dipotong-potong yang keluar dari mesin kasir. Itu artinya tidak satupun pembeli e-ticket diberi bukti nota. Dan itu kesalahan kasir.
Petugas yang membantu kami menjelaskan memang kejadian seperti ini seringkali terjadi. Terburu-buru sehingga hanya mengambil satu tiket. Makanya pembeli harus teliti. Kami akui kami kurang informasi, terburu-buru, dan tidak konfirmasi. Karena dulu tinggal menerima tiket kertas dan selesai, tidak ada masalah. Sekarang kalau beli e-ticket harus teliti mengambil sesuai jumlah tiket yang kita beli, karena 1 tiket hanya berlaku untuk 1 orang. Dan penting jangan lupa untuk menagih nota bila tidak diberi. Dimanapun tidak hanya saat membeli tiket CL.
Setelah perjalanan panjang tadi kami mendapatkan bukti nota, meminta ganti rugi tapi rupanya kasir hanya bisa memberi ganti rugi tiket seharga Rp8.000. Ah untuk apa diberi tiket lagi toh kami tidak ingin naik CL lagi. Akhirnya berbekal bukti nota kami berencana menunjukkannya pada petugas di Stasiun Tanah Abang untuk meminta kembali uang kami. Tapi tidak hari itu karena sudah terlampau lelah fisik dan hati.
Esoknya setelah kajian di Istiqlal, abi menyempatkan diri ke Stasiun Tanah Abang. Bagaimana hasilnya?
Uang kami tidak kembali.
Ini dia tentang aturan di CL.
belum sempet nyari tentang suplisi seharga 50.000 tapi nemu ini
gambar by google
Friday, June 14, 2013
PNS oh PNS
![]() |
| pic : http://setkab.go.id/ |
Akhir-akhir
ini Desk Informasi Kementerian Keuangan kebanjiran pertanyaan sama, “Kapan Open
Recruitment (OR) Kemenkeu? Bagaimana cara pendaftarannya?”
Rupanya
di luar sana banyak isu yang beredar bahwa akan ada OR sejumlah Kementerian
pada pertengahan bulan ini. Bahkan ada web yang menjanjikan di bulan Juni
ataupun Agustus. Padahal di web resmi
Kementerian Keuangan belum ada pengumuman OR tersebut.
Setiap
tahun Kementerian Keuangan selalu dibanjiri pertanyaan sama. Hal ini cukup
menjadi bukti bahwa banyak sekali orang yang berminat untuk menjadi PNS
Kementerian Keuangan. Mengapa demikian?
PNS itu...
Ada
sebuah anekdot yang bisa menggambarkan hidup seorang PNS,
Pergi pagi pulang petang
Nerima gaji tiap bulan dan pesangon
saat pensiun
Setia pada atasan, aturan, dan pasangan
Ya,
seorang PNS akan selalu pergi pagi pulang petang sejak ia diterima menjadi PNS
sampai saatnya ia pensiun. Ini berarti ia akan menjalani rutinitas yang sama
setiap hari dari hari Senin sampai Jumat, setiap bulan, setiap tahun. Tentu seorang manusia lama-lama akan mencapai
puncak kejenuhannya menjalankan rutinitas tersebut. Apalagi jiwa-jiwa muda yang
sedang bersemangat mengembangkan dirinya. Tak jarang ada pegawai yang baru
setahun-dua tahun menjalaninya akhirnya memutuskan keluar dari PNS.
Namun,
banyak pula pegawai yang memilih bertahan menjadi PNS karena setiap bulan ia pasti
akan menerima gaji dan saat pensiun ia akan menerima pesangon. Kemapanan
finansial menjadi salah satu alasan terbesar seseorang memutuskan dan bertahan
menjadi seorang PNS.
Tentu
saja bagi yang memilih bertahan menjadi PNS ia akan dihadapkan pada
pahit-manisnya seorang atasan. Sepahit apapun sikap atasan terhadap dirinya, ia
harus tetap mentaati perintah kerja atasan jika ingin selamat. Salah satunya
karena penilaian atasan mempengaruhi grade dan juga.. tunjangan.
Absen
masuk pukul 7.30, absen pulang pukul 17.00 adalah salah satu aturan keramat PNS
Kementerian Keuangan. Mau tidak mau PNS Kementerian Keuangan bersusah payah
bangun pagi melawan kemacetan demi
mengejar absen masuk. Kalau tidak.. tentu itu akan berpengaruh pada tunjangan.
Namun
ternyata ada juga aturan yang menguntungkan bagi para wanita : PNS tidak boleh
memiliki istri lebih dari satu. Kalau tidak mau susah cari nafkah, mau tidak
mau seorang suami harus setia pada istrinya. Karena biaya istri kedua tidak
ditanggung bahkan existensinya diharamkan negara. Kalau yang mau susah sedikit
ada yang memilih selingkuh saja. Jadi para wanita PNS harus tetap waspada.
Dilema PNS
“Kamu
kira-kira mau pindah gak?”
“hah?
Pindah. Baru aja saya masuk...”
“Iya,
kalau di sini kan kita susah naik jabatan, kerjanya itu-itu aja, bosen..”
Ketika
sudah menjadi PNS dan menjalankan TUPOKSI selama sekian tahun, ternyata tidak
sedikit PNS yang mengalami dilema, menjadi PNS tidak semudah yang
dibayangkannya.
Setidaknya
ada dua hal yang membuat seseorang tidak betah menjadi PNS : rutinitas
pekerjaan dan kesulitan kenaikan jabatan.
Seorang
pegawai yang telah mempunyai pengalaman kerja di perusahaan swasta sebelumnya
tentu akan mengalami sedikit shock
atas perbedaan iklim lingkungan pekerjaan pemerintahan dengan swasta. Di dunia
swasta semakin kita berprestasi akan semakin mudah kita naik level dalam
perusahaan tersebut. Penilaian kita benar-benar ditentukan oleh kinerja dan
hasil kerja kita. Sementara di pemerintahan, sebaik apapun kinerja kita tidak
akan menambah penilaian yang bisa menaikkan jabatan. Karena dalam aturan PNS
ada batas minimal jenjang pendidikan yang disandang untuk naik jabatan. Jadi
kalau mau naik jabatan mesti melanjutkan pendidikan terlebih dulu baru bisa
memenuhi syarat untuk naik jabatan.
Tantangan
pekerjaan di kantor pemerintahan tidak sebesar di kantor swasta. Asalkan telah
memenuhi TUPOKSI kita telah dianggap lulus dalam pekerjaan, jika bekerja
melebihi TUPOKSI dianggap kurang kerjaan toh tidak akan membuat naik jabatan.
Sementara di kantor swasta, jika kita bisa bekerja melebihi kewajiban yang
telah ditetapkan kita akan mendapatkan reward
sesuai hasil kerja kita entah berupa bonus atau kepercayaan dari atasan
pada proyek-proyek unggulan yang memudahkan kita naik jabatan.
Tetap PNS
Setelah
mengetahui pahit-manis PNS, mungkin kita bertanya-tanya bagaimana bisa
seseorang bisa bertahan menjadi PNS sampai usia 60-65 tahun. Mungkin anekdot
ini cukup mewakili alasannya,
Profesional dalam pekerjaan
Nikmati segala dinamikanya
Sayangi anak-istri, atasan, dan
teman-teman
Ada
sebuah alasan penting untuk kita tetap berlaku profesional sebagai PNS meskipun
cukup sulit naik jabatan jika tidak didukung pendidikan : ridho Allah. Apalah
arti segala tujuan hidup di dunia ini kalau akhirnya tidak dapat ridho Allah.
Ridho Allah menjadi alasan mutlak kita harus selalu bekerja keras, bekerja cerdas,
dan bekerja ikhlas dalam menjalankan TUPOKSI kita. Alasan kedua adalah hargai
rakyat yang telah “membayar” kita. Tidak hanya orang kaya yang membayar pajak,
rakyat miskin juga membayar PPN atas produk-produk yang ia beli di mana saja. Tidak
malukan kita menyia-nyiakan “gaji” dari buruh, tukang sampah, pengamen, dan
bahkan pengemis yang telah membayar kita?
Pahit-manis
aturan, atasan, dan berbagai situasi dan hubungan pekerjaan bisa menjadi hiburan
tersendiri selama kita menjalani rutinitas pekerjaan jika kita menikmatinya.
Nyatanya tidak ada hidup yang benar-benar flat karena selalu ada adegan berbeda
yang kita jalani dalam kehidupan. Jika kita menikmati semua adegan itu,
rutinitas pekerjaan tidak terasa menjadi beban. Sesekali mungkin kita perlu
menambahkan sedikit perbedaan di ruang kerja kita, menambah foto keluarga,
bunga, miniatur mobil, atau apapun yang membuat ruang kerja kita fresh.
Sesekali mungkin kita perlu makan siang di luar bersama teman-teman atau cuti
untuk liburan bersama keluarga. Nikmati saja semuanya dengan cerdas dan ikhlas.
Anak
dan istri mungkin menjadi salah satu alasan terbesar seseorang tetap bertahan
menjadi PNS. Tentu saja kemapanan finansial saat ini menjadi momok yang harus
dihadapi. Tidak mudah diterima menjadi PNS dan tidak mudah memiliki pekerjaan
mapan lain selain PNS. Bagi kita yang tidak ingin dipusingkan dalam mencari
pekerjaan lain untuk menghidupi anak-istri tentu bertahan menjadi PNS menjadi
pilihan. Ketika kebosanan dan kebencian terhadap lika-liku PNS mendera,
ingatlah anak-istri yang harus kita nafkahi. Ketika muak dengan perilaku atasan
dan rekan kerja, ingatlah alasan-alasan kita memilih dan bertahan menjadi PNS. Semua
akan menjadi lebih mudah jika kita belajar dan berusaha menyayangi dan
menghargai mereka.
Tuesday, June 4, 2013
FOOD CHALLENGE #1
Abi : Nah, beli ini aja. Bosen makan ikan-ikanan terus.. (memandang tray berisi aneka potongan daging
sapi dalam sterofoam)
Ummi : Hmm... (melihat-lihat jejeran daging dan tentu saja mengecek harganya)
Paling mahal sirloin... (bergumam)
Abi : Coba bikin steak. Bisa gak?
Ummi : Hm...bi, kayanya paling enak buat steak itu sirloin deh. Dagingnya empuk. Tapi kok banyak
lemaknya ya?
Abi : Itu mah sedikit...
Ummi : Yaudah deh sirloin aja ya. Kayanya si paling enak, harganya aja paling mahal. Ni 200 gram hampir
40 ribu..
Abi : Yawda.. emang neng bisa bikin steak? bukannya apa-apa.. kan sayang udah mahal-mahal kalo ga
enak..
Ummi : Ya belajar lah..
Abi : Pasti enak gak nih? sayang loh klo ga enak..
Ummi : Makanya belajar dulu.. coba bikin...
Abi : Apa-apa bilangnya belajar..
Ummi : Ya.. gimana mau tau bisa enggak enak enggaknya kalo ga nyoba bikin..
Akhirnya 200 gram daging sirloin mentah seharga hampir 40 ribu masuk dalam keranjang belanjaan kami. Betapa sebuah beban yang amat berat.. >_<
Eh, ini bukan beban loh. Ummi baru sadar kalo ini tantangan dari abi. Oke.
Food Challenge #1 Sirloin Steak
Hari ini gugling resep, dan ini lah target masakan ummi
Ummi ingat belum menyiapkan menu spesial buat a hamzah yang mau milad kedua. Karena a hamzah belum ngerti acara syukuran ulangtahunan dan karena kami lagi kanker setelah perawatan opname abi, kami putuskan tahun ini menunda acara tersebut. Meski eyang katanya tetep mau bikinin a hamzah nasi kuning si.. Ummi masak spesial aja deh ^_^
Food Challenge #1.2 Cheese Nugget
Kedua Menu ini dengan mudah kami dapatkan secara instan di luar sana. Tapi karena ini Food Challenge, all must be homemade!
Sip, sip. Cari referensi resep, siapkan bahan-bahan, get ready, and bismillah..
To be continued..
*gambar diambil dari sini dan sana
sapi dalam sterofoam)
Ummi : Hmm... (melihat-lihat jejeran daging dan tentu saja mengecek harganya)
Paling mahal sirloin... (bergumam)
Abi : Coba bikin steak. Bisa gak?
Ummi : Hm...bi, kayanya paling enak buat steak itu sirloin deh. Dagingnya empuk. Tapi kok banyak
lemaknya ya?
Abi : Itu mah sedikit...
Ummi : Yaudah deh sirloin aja ya. Kayanya si paling enak, harganya aja paling mahal. Ni 200 gram hampir
40 ribu..
Abi : Yawda.. emang neng bisa bikin steak? bukannya apa-apa.. kan sayang udah mahal-mahal kalo ga
enak..
Ummi : Ya belajar lah..
Abi : Pasti enak gak nih? sayang loh klo ga enak..
Ummi : Makanya belajar dulu.. coba bikin...
Abi : Apa-apa bilangnya belajar..
Ummi : Ya.. gimana mau tau bisa enggak enak enggaknya kalo ga nyoba bikin..
Akhirnya 200 gram daging sirloin mentah seharga hampir 40 ribu masuk dalam keranjang belanjaan kami. Betapa sebuah beban yang amat berat.. >_<
Eh, ini bukan beban loh. Ummi baru sadar kalo ini tantangan dari abi. Oke.
Food Challenge #1 Sirloin Steak
Hari ini gugling resep, dan ini lah target masakan ummi
![]() |
| Sirloin Steak with Blackpepper Sauce |
Ummi ingat belum menyiapkan menu spesial buat a hamzah yang mau milad kedua. Karena a hamzah belum ngerti acara syukuran ulangtahunan dan karena kami lagi kanker setelah perawatan opname abi, kami putuskan tahun ini menunda acara tersebut. Meski eyang katanya tetep mau bikinin a hamzah nasi kuning si.. Ummi masak spesial aja deh ^_^
Food Challenge #1.2 Cheese Nugget
![]() |
| cheese nugget |
Kedua Menu ini dengan mudah kami dapatkan secara instan di luar sana. Tapi karena ini Food Challenge, all must be homemade!
Sip, sip. Cari referensi resep, siapkan bahan-bahan, get ready, and bismillah..
To be continued..
*gambar diambil dari sini dan sana
Subscribe to:
Posts (Atom)















