Tuesday, December 14, 2021

Jurnal Bunsal #8

 The Beginning


Bismillahirrohmaanirrohiim....

Maybe this is the last 
journal, but not least...

Benar kata bu Septi, mungkin ini jurnal terakhir di Kelas Bunsal namun langkah kita tidak berhenti sampai di sini. Kita akan memasuki komunitas Ibu Pembaharu dimana anggotanya akan terus bergerak mencapai visi tim masing-masing. Di chapter ini saatnya kita merenungi perjalanan tim sejak awal hingga saat ini. Rasanya akan membuat mbrebes mili. Napak tilas bagaimana perjuangan kami, dari mimpi dalam tim hingga membawa semangatnya dalam keluarga kami. Berusaha terus menerapkan Home Education sesuai visi kami. 

Setelah Kelas Berakhir masih ada milestone yang ingin kami capai, yakni membuat buku tentang Home Education. Namun mungkin tidak semua ikut menjalankan. Seperti extramiles, siapapun boleh melanjutkan baik bersama tim atau tidak. Namun kami yakin semangat untuk mencapai visi Home Education akan terus berada dalam jiwa kami. InsyaAllah kami akan terus menerapkannya dalam keluarga.

Dan inilah perjalanan kami...



 
Pantaskah kami lulus?

Sebelum mengakhiri Kelas Bunsal, bu Septi mengajak kami mengevaluasi dan menilai diri masing-masing, menggunakan parameter pribadi, pantaskah kami lulus Kelas Bunsal?

Saya pribadi melihat tunas yang tumbuh setelah menjalani proyek bersama tim Search, meski perlahan namun saya yakin suatu saat akan berbunga dan berbuah. Salah satu buktinya ada dalam video kami, bagaimana proses home education sudah mendarah daging. Hingga kami memiliki ciri khas sesuai passion/minat keluarga kami, bagaimana bentuk Home Education kami. Tidak mungkin kami sampai di titik ini jika kami tidak memiliki semangat itu. Maka insyaAllah dengan positive thinking saya yakin pantas untuk lulus Kelas Bunda Salihah. Bahkan semangat itu sudah bercabang, tidak hanya ingin menerapkan pada keluarga sendiri tetapi juga ingin mengajak keluarga yang lain.

Bismillah... insyaAllah saya ingin melanjutkan milestone tim kami, berapapun anggota yang ikut. Sekecil apapun progressnya. Saya ingin kami tumbuh bersama, dengan izin Allah. Allohumma aamiin..

Menyambut konferensi Ibu Pembaharu. Semoga makin menambah semangat kami untuk terus tumbuh dan meluaskan manfaat. Dari rumah untuk dunia. Semangaat!



#scaleupimpact
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Sunday, December 5, 2021

Feedback Bunsal #7

Bismillahirrohmaanirrohiim...

MasyaAllah materi kali ini sangat padat sekali sehingga sesuai dugaan saya kemungkinan ada perbedaan pemahaman antara mahasiswi. Bahkan di tim saya diskusi cukup alot karena membingungkan. 

Kali ini saya mendapatkan buddy dari IP Jogja, Mba Titik Purwanti. Di jurnal ini mba Titik tidak menjelaskan proyeknya apa namun setelah membaca tabelnya saya menyimpulkan goals tim Permata Hari adalah komunitas dukungan untuk Ibu yang sedang berjuang memiliki buah hati. Awalnya saya membaca dari HP sebelum mba Titik menghubungi saya. Namun karena isi jurnal kebanyakan tabel saya tidak bisa langsung mereview karena tulisan di tabel tidak terbaca. Saya pikir mungkin jika ganti device di laptop bisa lebih terbaca ternyata tetap sulit terbaca jika tidak menyetting manual layar laptop dengan ctrl+ untuk mengezoom layar. Akhirnya saya bisa membacanya. Namun ada satu tabel yang justru gambarnya jadi pecah setelah dizoom sehingga benar-benar tidak terbaca isi tabelnya.

Dari mereview jurnal mba Titik saya jadi tersadar bahwa asumsi tim saya pun ada yang salah, hehe Jadi memang mereview ini sama seperti muhasabah, bisa menilai jurnal tim kita sendiri juga. Berikut hasil review saya.














Senang sekali membaca jurnal mba Titik bersama tim Permata Hati. Terlihat proyek akan terus dilanjutkan bahkan sudah ada rencana bulan Januari, dst. Semoga proyeknya lancar, bisa mencapai smart goals hingga akhirnya membawa impact ya mba.. Semangaat!

#sistemumpanbalikmateri7

#apresiaksi

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia

Tuesday, November 30, 2021

Jurnal Bunsal #7

 Lets have ApresiAksi


Bismillahirrohmaanirrohiim....

Memasuki bulan keempat, sepertinya memang saat yang tepat untuk mengambil jeda sejenak. Kesibukan akhir tahun begitu menyita waktu hingga saya terpaksa mengendurkan porsi dalam tim. Rasanya pikiran ini tidak bisa dibagi karena terlalu banyak pekerjaan di kantor. Namun alhamdulillah saya berhasil membuat 3 reels bertajuk "mother voice" untuk mengisi konten pada platform instagram mendidik.dirumah sesuai SMART GOALS tim, yakni edukasi masalah home education dalam bentuk challenge atau kegiatan tematik bulanan.

Dalam masa mengambil jeda ini, Ibu Septi menarik kita untuk menata kembali struktur berpikir kita untuk mencapai smart goals proyek kita. Pertama, kita pikirkan bagaimana pentingnya menganalisa dampak dari proyek ini. 



Setelah berdiskusi kami meyakini pentingnya menganalisa dampak untuk mengetahui kebutuhan target market dan sampai sejauh mana dampaknya untuk mereka. 

Bagaimana dampak yang terlihat sejauh ini?

Untuk diri pribadi saya merasakan bagaimana keluarga kami mulai fokus merencanakan dan membuat program untuk mendidik anak di rumah. Sedangkan untuk pengguna kami melihat bertambahnya followers dan likers postingan sosial media kami menunjukkan potensi orangtua yang peduli dengan pendidikan anaknya di rumah.

Namun, seiring berjalannya waktu kami mulai membutuhkan room improvement berupa reorganisasi dikarenakan kesibukan beberapa anggota tim di ranah publik. Kami berganti ketua dan penyesuaian role and task sesuai kenyamanan dan kemampuan anggota tim. 

Pada awalnya untuk membuat postingan kami membagi tim ke dalam 2 kelompok kerja untuk memudahkan brainstorming dan membagi tugas dalam mencari bahan, menulis caption, dan desain postingan. Namun karena proses ini terlalu panjang, maka kami buat jalan praktis yakni brainstorming langsung di grup besar, lalu masing-masing anggota bergantian membuat 1 postingan dalam 1 minggu.

The Theory of Change

Untuk memudahkan melihat bagaimana dampak proyek kami, kami menggunakan kronologi cara berpikir theory of change. Dengan menguraikannya secara jelas dan detil kami dapat mengukur kinerja dan merencanakan langkah selanjutnya agar dapat mencapai impact yang kami harapkan.


Sebagai awalan, kami perlu mengukur dengan modal yang kami miliki (input) apa saja output dan activities yang bisa dilakukan. Selanjutnya dapat kami rancang sejauh mana kebermanfaatan dengan potensi outcome bahkan impact proyek kami di masa depan. Inilah yang disebut theory of change. Sejauh mana input yang kami miliki dapat menghasilkan impact yang lebih luas di masa yang akan datang. Harapannya semoga proyek kami dapat turut mewujudkan prioritas nasional dalam meningkatkan SDM melalui anak-anak yang dididik oleh orang tuanya sendiri.

The Logic Model

Lalu bagaimana agar theory of change kami berjalan? 

Tentu kami harus senantiasa monitoring jalannya proyek dan mengevaluasinya agar tetap on track. Salah satu caranya melalui alat the logic model. Input dan Activites sebagai alat monitoring sedangkan Output, Outcome, dan Impact sebagai alat evaluasi.

Berikut analisis asumsi kami menggunakan The Logic Model








Bukti verification code



Risk Management

Tidak ada proyek yang tidak memiliki resiko sama sekali, begitu juga proyek yang kami jalankan. Menjelang kelas Bunsal berakhir banyak hal yang evaluasi sehingga perlu penanganan dalam manajemen resiko tersebut.

Untuk resiko yang bernilai "rendah" kami menerimanya karena masih bisa di-handle baik dengan anggota tim yang sudah mahir desain maupun sistem learn by practice. Sebisa mungkin terlaksana minimal 1 konten sosial media tiap minggu.



Sedangkan untuk resiko yang bernilai "sedang", kami coba mitigasi untuk meminimalisir resiko terjadi. Kami berharap dapat fokus menjalankan proyek setelah kelas Bunsal berakhir.

Penutup

Ada beberapa target proyek yang tertunda dengan kondisi reorganisasi dan penyesuaian role and task saat ini salah satunya IG live. Rencananya minimal kami melakukan 1 kali IG live sebelum penutupan kelas Bunsal. Kami juga akan mencoba bergantian menjadi moderator saat diskusi untuk memancing seluruh anggota tim agar aktif berdiskusi. Beberapa hal yang rutin harus kami lanjutkan dan beberapa hal harus kami hentikan. Pada dasarnya proyek ini adalah komitmen kami bersama, maka eksistensinya juga tanggung jawab kami bersama.


Semoga kami dapat menyelesaikan target proyek sesuai milestone serta terus mengembangkan proyek kami meskipun kelas Bunsal berakhir nanti.

Allohumma aamiin

#apresiAksi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Saturday, October 30, 2021

Feedback Bunsal #6

 Bismillahirrohmaanirrohiim...

Menyambut kongres Ibu Pembaharu saya mempersiapkan diri lebih awal mengerjakan review. Begitu mendapat notif pembagian buddy review, saya langsung mencari nama saya, mendapatkan nama buddy, membaca jurnalnya, dan menghubungi buddy hari itu juga. Awalnya berencana langsung menulis malam harinya ternyata tidak sempat. Akhirnya setelah menyelesaikan video ketiga kongres Ibu Pembaharu baru bisa menuliskan review ini.

Berbeda dengan jurnal buddy sebelumnya, saya langsung menangkap isu yang diangkat buddy saya kali ini, mba Susi Firdausa dari IP Malang Raya. Sesuai nama timnya Literacy Lovers, tim mba Susi memiliki proyek baca buku dan review buku. Menarik sekali bagi saya karena mirip dengan tugas yang saya ampu pada salah satu komunitas di kantor, yakni membuat klub buku. 

Satu hal yang mengejutkan saat mengecek sosmed tim Literacy Lovers ternyata ada teman satu tim saya yang menjadi anggotanya. MasyaAllah beliau mengikuti 2 proyek tim di Kelas Bunsal ini. Setelah konfirm saya jadi tahu kalau tujuan proyek ini sederhana, membumikan literasi atau merutinkan kebiasaan baca buku. Dari jurnal mba Susi juga saya tangkap bahwa problem statement mereka adalah soal minat literasi di negeri kita.

Melihat bagaimana target tim mba Susi berhasil dieksekusi menjadi motivasi saya pribadi untuk mengeksekusi target kami, karena sejujurnya sudah melampaui deadline timeline kami.


Dari jurnal mba Susi, saya juga menangkap beberapa hal baik yang bisa kami adaptasi di tim kami.


Terakhir, saya memberikan sedikit masukan soal IG live karena pernah saya alami juga saat live IG acara literasi di kantor.


Saya pribadi sangat mendukung proyek ini, semoga bisa membuat ibu-ibu kembali rajin membaca buku dan banyak keluarga terinspirasi untuk berliterasi. Semoga lancar dan sukses proyeknya mba Susi. Semangaatt!

#umpanbalik6
#aksiuntuksolusi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity

Tuesday, October 26, 2021

Jurnal Bunsal #6

 It's Show Time!

Bismillahirrohmaanirrohiim...

🌻 Empati - Aksi - Solusi

Setelah 3 bulan lamanya kami merumuskan masalah, membangun tim, mendalami masalah, memetakan tujuan dan sumber daya, mengidentifikasi kekuatan hingga membuat timeline dan highlight, saatnya kami beraksi. Aksi yang sudah kami rancang untuk mencapai SMART GOALS yakni edukasi masalah home education dalam bentuk challenge atau kegiatan tematik bulanan.

Sesuai nama tim kami, SEARCH, kami akan berjalan bersama orang tua untuk mencari dan menemukan sistem pendidikan terbaik untuk anak di rumah kami masing-masing. Kami yakin banyak orang tua yang sadar akan peran mereka sebagai pendidik utama anak-anak mereka, ibu sebagai madrasatul ula dan ayah sebagai pemimpin yang menjaga keluarga dari api neraka. Namun, lingkungan dan budaya mengantarkan kami untuk menyerahkan pendidikan itu pada sekolah-sekolah formal yang kami yakini merupakan jalan mereka untuk mencapai cita-cita. Untuk itu kami ingin mengembalikan kesadaran para orangtua, termasuk kami, akan peran dan kewajiban kami sebagai pendidik utama anak-anak yang diamanahkan kepada kami. Inilah misi kami yang kami harapkan dapat bermanfaat untuk keluarga kami dan keluarga lainnya.

Berawal dari empati ini, kami akan menjalan aksi edukasi home education kepada orang tua melalui sosial media Instagram mendidik di rumah, fanspage FB Mendidik di Rumah, dan website Mendidik di Rumah. Kami harap aksi kami bisa menginspirasi hingga melahirkan solusi akan sistem pendidikan anak di rumah untuk keluarga kita.

🌻 The Design Thinking Approach

We Can't Solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them~Albert Einstein
Tiga bulan kemarin kami telah melalui 3 tahap design thingking: emphatize, define, ideate. Sekarang saatnya masuk 2 tahap terakhir, yaitu Prototype dan Test. Sebagai prototype kami akan menjalankan milestone pertama kami yakni membuat postingan edukasi home education pada sosial media yang kami miliki. Untuk itu kami merancang to-do-list dan agenda yang akan kami jalankan. Sebagai contoh agenda bulan November dalam tabel di bawah ini. Untuk memudahkan gerakan, kami membagi tim yang terdiri dari 6 orang menjadi 2 kelompok masing-masing 3 orang yang diacak tiap minggunya. Setiap minggu masing-masing kelompok akan membuat proyek yang berbeda, yakni kelompok edukasi FB/IG dan edukasi website. Mengingat kekuatan tim edukasi di fanspage FB akan me-link langsung dari IG sehingga saat kami posting di IG akan otomatis muncul juga di fanspage FB. After all, agenda mingguan kami ada meeting mingguan, desain dan caption FB/IG, artikel web dan live IG. Prototype pertama ini akam kami test efektifitasnya hingga Kelas Bunda Salihah berakhir di bulan Desember nanti.



🌻 Tools dan Worksheet

Untuk memudahkan eksekusi prototype kami membagi jadwal tugas sebagai berikut



Setelah memiliki agenda, to-do-list, dan gantt chart tugas, kami harus menyiapkan amunisi untuk menjalankan prototype ini. Berikut list amunisi yang kami butuhkan


Tim AA Kelas Bunsal juga telah menyiapkan workshop yang mendukung kami menjalankan proyek. Saat ini kami membutuhkan workshop membuat website dan desain. Kami juga mulai latihan untuk belajar membuat video menggunakan aplikasi capcut. Akhirnya kami bisa menelurkan konten pertama kami reels problem statement sebagai langkah pertama.

🌻 Challenge

Setelah 3 minggu mempersiapkan aksi pertama kami, kami mempersiapkan diri untuk menyambut challenge pada event Kongres Ibu Pembaharu tanggal 28 Oktober nanti. Kongres ini adalah kesempatan kami untuk menyampaikan misi besar kami untuk mengedukasi home education kepada para orang tua. Bismillah, semoga Allah meridhoi langkah kami.

#aksiuntuksolusi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Friday, October 1, 2021

Feedback Bunsal #5

 Bismillahirrohmaanirrohiim....

Tidak ingin terlambat upload seperti review sebelumnya kali ini saya ingin menyelesaikan review sebelum weekend. Sebenarnya seperti biasa setelah mendapatkan link buddy saya langsung membaca jurnalnya, sudah kepikiran apa yang mau saya review tapi biasanya waktu menulisnya banyak halangan sehingga tertunda/menunda terus.

Buddy saya kali ini mba Atikasari Savitri dari IP Surabaya Raya. Membaca jurnal mba Atika, jujur saya tidak bisa langsung nyambung karena mba Atika hanya menuliskan isian template jurnal saja, tanpa menyebutkan apa problem statement timnya. Sehingga saya hanya bisa menebak-nebak mungkin mba atika mengambil tema bisnis. Akhirnya agar nyambung saya baca semua jurnal mba Atika dari awal hingga menemukan titik terang tema yang diangkat adalah "Mandiri Finansial".



Hanya saja setelah membaca jurnal milestone saya salah paham, saya pikir mba Atika baru memulai bisnis karena omzet yang ditargetkan hanya sebesar 250.000 meningkat 50.000 per bulan hingga bulan ke-5 menjadi 500.000 per bulan. Saya pribadi pernah menjalani bisnis online dalam kondisi bekerja di ranah publik. Ketika rajin jualan meski tanpa pegawai dengan reseller aktif kurang dari 5, pada tahun kelima saat mulai banyak jaringan saya bisa mencapai omzet tertinggi 4-5 juta dalam sebulan. Namun karena modalnya cukup besar jadi keuntungan bersih mungkin hanya 15-20% dari omzet. Sepengetahuan saya hanya bisnis makanan yang keuntungan bersihnya bisa hampir 100% alias setengah dari omzet. Asumsi saya ketika tim mba Atika menetapkan omzet sebesar itu maka keuntungannya tidak mencapai setengahnya. Mengapa target mereka hanya "sekecil" itu? Apa mungkin mereka baru memulai bisnisnya?



Saat saya menuliskan jurnal ini, mba Atika belum merespon chat WA saya (centang satu, WA di setting untuk akun bisnis, mungkin hanya aktif di jam kerja) sehingga saya belum mendapatkan penjelasan tentang bisnisnya. Namun tak berapa lama baru muncul profile picture WA nya bergambarkan kue-kue jualannya. Setelah membaca deskripsi akun dan katalog WA nya saya baru tahu kalau jenis produknya adalah makanan dessert dan minuman seharga IDR 8.000-40.000/pcs produk. Saya jadi paham mengapa pada bagian update analisis SWOT, tim mba Atika menyebutkan memiliki kekuatan yakni sudah memiliki pegawai, sumber daya baik, produk berdaya jual, dan konsisten berjualan. Namun, bagaimana bisa menggaji pegawai dengan omzet "sekecil" itu? Apatah dulu saya yang masih tidak berani hire pegawai karena keuntungan bersih tidak sampai 1,5 juta. Rasanya sayang sekali jika kekuatan tim tidak dioptimalkan. Maka saya mendukung tim mba Atika untuk lebih challenging demi kebaikan umat, hehe



Go go Tim Gorgeous Mom! Kalian pasti bisa! Semoga sukses misinya yaaa

#sistemumpanbalikmateri5

#identifikasiaksi

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia

Tuesday, September 28, 2021

Jurnal Bunsal #5

IDENTIFIKASI AKSI

Ibarat lomba lari, kemarin kami sudah sampai tahap "bersedia"
sekarang memasuki tahap "siap"
...

Bismillahirrohmaanirrohiim...
MasyaAllah setelah mendengar live Ibu Septi Rabu lalu, rasanya lega karena langkah kami sudah pas banget sesuai timeline padahal ga dapat bocoran detil isi materi identifikasi aksi ini. Setelah membuat SMART Goals, mengidentifikasi resources, dan merancang peta perjalanan alias milestone, saatnya kami membuat strategi komunikasi. Bekerja 11 tahun di bidang kehumasan membuat saya familiar dengan materi kali ini. Apalah guna sebuah rencana/kegiatan tanpa strategi komunikasi yang tepat. Tentu saja strategi ini harus efektif, efisien, dan dapat dimitigasi resikonya.

Highlight and Key Updates

Sekarang kita memasuki tahap perencanaan teknis strategi komunikasi. Dengan SMART Goals "Membuat Media Sosial yakni Instagram mendidik.dirumah untuk edukasi masalah home education dengan postingan terjadwal minimal seminggu sekali hingga kelas Bunsal berakhir bulan Desember 2021" tentu kami harus merencanakan jadwal postingan/Content Planning-nya. Postingan ini harus nyambung alias memiliki timeline yang berkelanjutan agar misi edukasi kami tersampaikan. Pada minggu review kemarin kami sudah membuat content planning tersebut sesuai misi yang kami buat dalam Jurnal Bunsal #3 yakni THEME EDU.


8 Tahapan inilah yang akan menjadi highlight kami dalam membuat materi nanti. Untuk itu sudah kami buatkan jadwal piket tema dan pembagian tugas tim mingguan.

Timeline of Highlight

Delapan Highlight yang kami buat tidak akan efektif jika tidak ada target yang merupakan indikator keberhasilan. Kami membagi highlight ini menjadi 5 tahapan timeline yang akan menjadi panduan kami dalam membuat konten. Untuk memastikan key updates kami tersampaikan maka kami harus membuat juga jadwal penyampaian alias jadwal posting-nya. Target kami minimal satu kali posting materi per pekan dengan highlight sesuai jadwal piket. Berikut timeline highlight kami


Dan berikut jadwal piket kami


Sosial Media, Fundraising, Campaign Program

Sesuai SMART GOALS kami, proyek ini akan berlangsung pada platform instagram. Namun untuk memperluas penerima manfaat kami menambah platform fanspage FB dan blog/website. Berikut alamat kami


Silakan berkunjung ke website, instagram, dan fanspageFB kami yaa

Untuk pendanaan, hingga saat ini kami masih memakai dana pribadi untuk kebutuhan internet dan program giveaway. Kami akan mengusahakan program webinar/workshop yang minim dana sehingga tidak memerlukan fundraising.


Saat ini campain program kami fokus pada SMART GOALS yakni edukasi masalah home education dalam bentuk challenge atau kegiatan tematik bulanan. 

Updates Analisis SWOT


Setelah melakukan analisis SWOT kami harus merancang strategi agar proyek ini lancar. Bagaimana dengan kekuatan tim demikian namun memiliki kendala internal, salah satunya kurang bonding dan pembagian tugas kurang detil. Untuk mengatasi ini kami sepakat membuat pertemuan mingguan untuk brainstorming, terutama setelah piket berjalan. Selain brainstorming bisa menjadi tempat curhat untuk menguatkan bonding, bisa juga untuk saling memantau dan menyemangati progress tugasnya.

Selanjutnya bagaimana dengan tema proyek yakni pendidikan anak yang kami yakin cukup diminati banyak orang tua namun banyak juga tim yang mengangkat tema ini. Untuk itu kami memerlukan strategi khusus agar proyek kami "berbeda" atau menambahkan add value content

Dengan adanya ancaman berkurangnya anggota tim, kami harus bersiap juga untuk menambah anggota. Karena 6 orang bisa dibilang pas-pasan. Bahkan mungkin kami bisa mulai open recruitment kembali segera.

Demikian berbagai persiapan aksi proyek kami. Semoga Allah memberkahi...


#IdentifikasiAksi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Wednesday, September 15, 2021

Feedback Bunsal #4

 Bismillahirrohmaanirrohiim

Minggu ini saya berpasangan dengan mba Evita dari IP Lamongan. Ternyata beliau pernah menjadi member IP Jakarta sebelum hijrah ke Lamongan mengikuti suaminya. Beliau juga satu cohousing dengan salah satu member tim saya saat kelas Bunda Produktif. What a circle.

Membaca jurnal mba Evita yang cukup singkat, saya langsung penasaran dengan jurnal-jurnal sebelumnya. Karena jurnal keempat ini tidak menyebutkan nama proyek/problem statement team sehingga saya harus menebak-nebak dari template SMART dan milestone-nya. 

Membaca isi template metode SMART, entah karena perbedaan persepsi atau bagaimana, tim mba Evita tidak membuat target dengan cukup spesifik. Mirip dengan tim saya di awal diskusi dulu. Namun setelah membaca beberapa kali saya menyimpulkan bahwa hingga akhir Kelas Bunsal target timnya hanya satu kali penerbitan cardgame dan karya baru yang tidak dijelaskan bentuknya apa. Sepertinya proyek ini pure kelanjutan dari produk kelas Bunda Produktif yang bersifat komersil jika dilihat dari perencanaan bisnis pada milestone. Salah satu keuntungannya adalah proyek ini telah memiliki sumber daya dan jaringan sehingga tinggal melanjutkan. Lagi-lagi saya hanya bisa menebak, mungkin problem statement team adalah Reborn of the Kifaga Cardgame Rasa Kita dengan konsep baru dan karya baru yang lebih fresh dan menarik.




Mba Evita menjelaskan proses membuat milestone melalui diskusi. Terlihat dari milestone yang sudah cukup lengkap. Mirip dengan proyek tim saya, selama kelas Bunsal ini akan banyak membuat konten di Instagram dan sharing session.  


Hal yang menarik dari perangkat pendukung tim mba Evita adalah exit procedure, sebenarnya saya menerapkan ini di kantor. Jika ingin cuti harus menyelesaikan tugas terlebih dahulu, dan mencari pengganti. Atau saat menjadi pengurus IP Jakarta dulu, jika ingin berhenti mesti mengkader pengganti agar bisa menggantikan nanti. Tapi saya lupa mengusulkannya menjadi exit procedure di tim saya. Alhamdulillah mendapatkan inspirasi dari tim mba Evita.


Saya pribadi pengguna cardgame saat mendidik anak di rumah. Jadi sangat mendukung proyek ini. Sedikit masukan semoga tim bisa memberikan template lembar kegiatan anak gratis untuk bermain di rumah ya. Mungkin bisa jadi nilai lebih yang membedakan dengan cardgame yang lainnya. Semoga sukses yaa tim mba Evita!


#umpanbalik4
#smartgoalsdansumberdaya
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity

Tuesday, September 7, 2021

Jurnal Bunsal #4

 Smart Goals and Mapping Resources


Bismillahirrohmaanirrohiim...

At this stage, we learned about how to projective our project goals in future. Pada awalnya kami sempat terkecoh tujuan ini sebagai outcome dari penyelesaian permasalahan kami. Karena di jurnal #3 kami sudah menjawab tujuan kami saat brainstorming. Namun setelah mendapatkan formula SMART untuk menetapkan tujuan, kami tersadar bahwa bukan outcome yang dimaksud melainkan mau dibawa kemana proyek ini ke depannya, apa goal proyek ini.

Setting a Smart Goals

Oke, pertama kita perlu memetakan berdasarkan formula SMART.


Apa saja yang tim kami ingin capai?
Ada beberapa opsi yang terlintas saat diskusi yakni membuat IG untuk sosialisasi Sistem Pendidikan Rumah, membuat buku, dan membuat aplikasi. Namun dengan mempertimbangkan periode Bunsal hanya sampai bulan Desember maka yang paling achieveable adalah membuat IG.

Selanjutnya mempertimbangkan kekuatan tim kami yang terdiri dari 6 orang maka kami buat target hanya 4 postingan per bulan atau 1 postingan per pekan bertema Home Education. 

Mengapa tujuan tersebut penting kami capai?
Membuat IG Sistem Pendidikan Rumah penting untuk kami capai agar kami bisa menanamkan konsep Pendidikan Rumah terlebih dahulu kepada para orang tua. Setelah pemahaman mungkin bisa kami lanjutkan dengan workshop/seminar.

Siapa yang nantinya akan terlibat dalam mencapai tujuan tersebut?
IG Sistem Pendidikan Rumah akan kami jalankan bersama tim kami yang terdiri dari 6 orang. Selain itu kami mengajak teh Kiki Barkiah, salah satu praktisi Home Education untuk berdiskusi dan mengambil inspirasi.

Di mana tempat dalam mencapai tujuan tersebut?
Sosialisasi Sistem Pendidikan Rumah akan kami lakukan pada platform Instagram dengan memanfaatkan fitur IG feed dan IG story.

Kapan kami akan mencapai tujuan tersebut?
Proyek IG Sistem Pendidikan Rumah kami rencanakan establish hingga Kelas Bunsal berakhir bulan Desember 2021 dan berkesinambungan hingga extramiles proyek kami berikutnya, yakni membuat buku.

Mapping Resources

Setelah tujuan kami tetapkan saatnya memetakan sumber daya, untuk mengukur kekuatan tim kami. Dengan masuknya s
aya ke dalam tim, maka sumber daya kami bertambah menjadi berikut ini:

Soft skill

1. Putri : communication, team work, activator,  creatif thinking, team work, problem solving 

2. Maya : problem solving, team work, creative, emotional management,  time management, servicing, care taker

3. Kamilah: 

4. Nai: communicator, networking, servicing, carataker

5. Fita: creative thinking, servicing, caretaker, networking

Hard skill

1. Adey : Literasi, sedikit desain dan marketing, content creator

2. Maya : Public health speaking, networking, desain, emotional management, time management

3. Kamilah:

4. Nai: public speaking, marketing, sedikit desain

5. Fita: Desain, copy writing, marketing


Setting The Milestone

Ketika kita telah memiliki tujuan dan sumber daya, saatnya kita membuat skenario bagaimana agar kita bisa dapat mencapai tujuan tersebut. Ibarat orang mau travelling, kita buat ittenary mulai dari titik awal perjalanan sampai ke tujuan akhir perjalanan. Dan inilah milestone kami




Saat membuat ittenary tentu kita akan memperhitungkan segala resiko dan tantangan yang akan dihadapi dan mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk menghadapinya agar tetap dapat mencapai tujuan. Itulah faktor pendukung yang kami persiapkan:

Milestone 1
Selama 2 pekan, 24 Agustus - 7 September 2021 kami memiliki agenda Persiapan Internal antara lain:
1. Menentukan Platform 
Kami memutuskan menggunakan platform Instagram agar dapat menjangkau orang tua milenial dan gen Z. IG kami dapat dicek di sini

2. Pembagian tugas sampai Desember
Leader kami telah membuat pembagian tugas berikut:
Jumat - Selasa : menyusun Materi
Rabu                 : Desain
Kamis               : Posting

Kelompok Merah
  • Maya
  • Mira
  • Kamilah

Kelompok Putih
  • Fita
  • Putri
  • Nai
3. Membuat Sistem Kerja
Sistem kerja yang dibuat leader kami berikut ini:
  • Minimal 1 postingan/pekan, boleh lebih
  • Kelompok hanya memudahkan koordinasi
  • Kelompok akan dirotasi tiap bulan
Milestone 2
Milestone kedua adalah Action untuk proyek pertama kami dari bulan September hingga kelas Bunsal berakhir bulan Desember 2021. Terdiri dari langkah berikut:
  • Menyusun materi
  • Membuat content planner
  • Pengumpulan sumber daya
  • Posting IG
  • Optimasi IG
  • IG Live
Milestone 3
Ini adalah extramiles yang kami buat untuk proyek kami, yakni menyusun sebuah buku untuk mengikat ilmu yang telah kami bagikan pada platform Instagram. Namun butuh proses pengayaan (enrichment program) agar menjadi panduan yang komprehensif akan Sistem Pendidikan Rumah. Kami rencanakan proses ini selama 3 bulan, yakni bulan Januari-Maret 2022.

Milestone 4
Ini adalah milestone kedua kami yakni membuat proyek buku. Kami rencanakan prosesnya selama 3 bulan, yakni April-Juni 2022. Semoga buku ini dapat kami rilis di bulan Juni 2022.

Selain Milestone kami perlu membuat berbagai pendukung dalam menjalankan proyek ini antara lain:

Golden Rules
  • Anggota tim yang berhalangan harap menyampaikan kendalanya agar dapat dicarikan solusi bersama-sama
  • Apabila ada permasalahan pada anggota tim dapat berdiskusi dengan leader atau seluruh tim untuk ditindaklanjuti
Exit Procedure
Ada 2 cara untuk keluar dari proyek ini, yakni
  • Menyelesaikan proyek dari milestone 1 hingga 4
  • Mengundurkan diri dari grup
Itulah SMART Goals tim kami, dengan mengucapkan bismillah semoga Allah meridhoi langkah kami. 

#smartgoalsdansumberdaya 
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Wednesday, August 25, 2021

Event Bunsal #1

Bismillahirrohmaanirrohiim..



Welcome to Questival!

Event tujuh belasannya kelas Bunsal Kampus Ibu Pembaharu ini diselenggarakan tanggal 16-18 Agustus 2021. Setiap hari kami mendapatkan 1 tantangan wajib nilainya 10 point dan 1 tantangan extramiles nilainya 20 point. Setiap tantangan baru dibagikan jam 7 pagi di instagram Keluarga Pembaharu dan jam 4 sore akan dibagikan cemilan di instagram Ibu Pembaharu. Kata kuncinya adalah reels. Dan kami benar-benar "terpaksa" belajar reels pada akhirnya😂

Hari pertama, 16 Agustus 2021
Tantangan: Membuat reels review keunikan 3 pulau dari 111 pulau terluar di Indonesia
Reels kami silakan klik disini

Extramiles: Membuat gubahan lirik ibu pembaharu/Indonesia merdeka dan remix dengan instrumental "welcome to Indonesia" yang telah disediakan 
Reels kami silakan klik disini

Hari kedua, 17 Agustus 2021
Tantangan: Membuat reels berbagi makna dari acara Obrolan Dapur Ibu episode 138 139 140 141
Reels kami silakan klik disini

Extramiles: Membuat dubbing video Ibu Septi dan membuat jawaban versi kelompok
Reels kami silakan klik disini

Hari ketiga, 18 Agustus 2021
Tantangan: Membuat reels yang menceritakan sosok inspiratif/pahlawan Kemerdekaan versi tim kami
Reels kami silakan klik disini

Extramiles: Membuat reels tuzoombelasan dengan tim lain
Reels ini tidak bisa kami kerjakan karena di hari itu tim kami ada yang berhalangan dengan tugas publik dan anak yang sakit.

Demikian keseruan Questival Ibu Pembaharu. Terima kasih kepada Ibu Septi yang membuat tim kami makin kompak dan akhirnya bisa menggunakan reels 😘

#ibupembaharu #keluargapembaharu #questivalkemerdekaan

#Event1
#Identifikasimasalah
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity

Tuesday, August 24, 2021

Feedback Bunsal #3

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Minggu ini saya berpasangan dengan mba Senny, nama yang familiar sekali. Ternyata benar, beliau sudah lama ada ada di kontak saya. Sepertinya beliau salah satu peserta event parenting yang pernah saya adakan namun saya sudah mengganti nomor sehingga beliau tidak mengenali.

Saat membaca jurnalnya saya tersentak jurnal beliau lengkap sekali sampai menuliskan jawaban pertanyaan dari starbursting. Saya jadi terbersit, oh iya ya kenapa saya tidak menuliskan jawaban dari starbursting di jurnal. Ternyata sesuai dugaan saya beliau menanyakan hal tsb. Sebenarnya saya sengaja tidak menuliskan jawabannya lengkap karena blog saya open public sedangkan di dalam jawaban tersebut cukup banyak strategi yang menjadi privacy tim dan saya pribadi. Ada beberapa hal bisa kami share tapi ada beberapa tidak bisa jadi saya tidak menuliskannya. 

Jurnal mba Senny juga menyebutkan riset yang melatarbelakangi terbentuknya problem statement tim yakni "Mahasiswa Salah Jurusan". Didukung juga dari brainstorming beberapa sudut pandang anggota tim yang cukup lengkap yakni dari sudut pandang dosen/guru, konselor, dan pelaku. Selain itu tim mba Senny membuat riset pertanyaan brainstorming untuk remaja namun salah satu pertanyaan saya rasa kurang relevan ditanyakan kepada remaja. Menurut saya pribadi pertanyaan yang dibuat terlalu kaku bahasanya seperti soal ujian, mungkin cocok jika diberikan dalam bentuk survei. Namun jika ingin menggali lebih dalam riset bisa dilakukan dengan metode wawancara dengan bahasa pertanyaan yang lebih santai.


Untuk menggali problem statement lebih komprehensif saya juga memberi masukan agar tim mba Senny membuat pertanyaan brainstorming untuk orang tua. Soal ini sebenarnya saya cukup surprise, saya pikir mba Senny sudah memiliki remaja ternyata anak beliau masih usia pra sekolah. Ternyata dalam tim mba Senny juga belum ada yang memiliki anak remaja namun sering berhubungan dengan anak remaja/pelaku. Tim mba Senny adalah orang-orang hebat yang berani concern dan menyelesaikan masalah orang lain. Semoga sukses untuk tim mba Senny!

#umpanbalik3
#Identifikasimasalah
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity

Tuesday, August 17, 2021

Jurnal Bunsal #3

 Understanding Your Problem


Bismillahirrohmaanirrohiim

MasyaAllah tabarakallah... setelah 2 jurnal saya lalui tanpa tim, akhirnya Allah mempertemukan saya dengan tim impian. Sebenarnya sejak setor jurnal pertama saya sudah coba baca jurnal teman-teman yang memiliki konsentrasi di bidang yang sama, yakni pendidikan anak. Saya sudah menemukan 3 orang kandidat hingga saya save jurnalnya. Namun hingga jurnal kedua saya menerbitkan open recruiment hingga jemput bola saya belum menemukan anggota tim yang cocok dan mau. Sebenarnya sempat ada 1 orang yang bersedia namun profilnya tidak sesuai dengan problem statement saya yakni merancang kurikulum pendidikan rumah untuk working mom. Calon peserta ini seorang Ibu Rumah Tangga. Saya terpaksa menolaknya karena masih ingin mendalami masalaha pendidikan rumah ini hanya dari sudut pandang working mom agar satu frekuensi. Anehnya teman-teman working mom yang dulu sempat tertarik dengan event merancang kurikulum tidak ada satu pun yang menyambut, hingga saya menyimpulkan sepertinya memang posisi mereka sebagai pengguna.

Setelah menyetor jurnal kedua saya pun mengevaluasi apa kekurangan saya hingga saya sadar mungkin harus membuka pikiran saya, tidak berpikiran sempit hanya untuk working mom. Akhirnya saya kembali menelusuri jurnal kedua teman-teman dengan bidang sama hingga cukup banyak yang saya baca dengan teliti dan masyaAllah Allah menuntun saya menemukan jurnal dr. Maya. Takjub karena jurnalnya saat itu begitu mirip dengan pemikiran saya. Tentang ibu sebagai madrasatul ula. Tentang Ibu yang memiliki masalah manajemen waktu dan emosi. Tentang working mom yang tetap ingin mendidik anaknya di rumah. Sampai penasaran kenapa di jurnal satu yang rasanya sudah saya baca semua jurnal bidang pendidikan anak/pendidikan rumah saya tidak menemukan jurnal dr. Maya. Setelah membaca jurnal pertamanya ternyata beliau belum menyebutkan permasalahan tadi. Mungkin inilah yang namanya petunjuk dari Allah, Allah yang menggerakkan hati dan membukakan jalan hingga saya bertemu dengan beliau.

Tanpa berlama-lama saya segera menghubungi dr. Maya meski saya cek timnya sudah cukup lengkap dan masyaAllah beliau sangat ramah dan terbuka menerima kehadiran saya. Masih terharu rasanya akhirnya saya bertemu dengan teman-teman yang memiliki masalah sama, tujuan sama, dan semangat sama. Meski kami berbeda profil, ada yang ibu rumah tangga dan working mom namun saya merasakan sudah satu frekuensi dengan mereka. Hingga saat ini masih terasa MasyaAllah saya begitu nyambung dengan teman-teman di tim ini terutama yang sesama mahasiswi Bunda Shalihah. Tim kami terdiri dari 6 orang sekarang, 4 orang Bunsal dan 2 orang anggota IP. Sayangnya mungkin karena basic yang berbeda, 2 orang IP ini saya merasakan kurang aktif dalam grup. Padahal saya yang orang baru, benar-benar baru kenal bisa cepat akrab dengan 3 mahasiswi Bunsal lainnya. Masih menjadi tantangan kami bagaimana membuat 2 orang anggota non Bunsal ini lebih aktif dalam proyek kami.

Karena saya anak bawang, saya berusaha mengenal lebih dekat teman-teman dalam tim ini. Saya yang proaktif menanyakan profil mereka, karena saya benar-benar ingin mengenal teman-teman baru saya, apalagi kami akan berjuang bersama mengerjakan sebuah proyek. Sayangnya saya belum berhasil pedekate dengan mereka. Namun saya tidak menyerah, saya tetap berusaha berkontribusi yang terbaik untuk tim, menyumbangkan pikiran, ide, dan waktu saya untuk mempersiapkan proyek ini.

Pertemuan Pertama

Alhamdulillah akhirnya kami bertemu secara daring pertama kalinya. MasyaAllah mereka ramah dan memberi kesempatan saya bicara dalam diskusi. Saya yang introvert pun jadi lebih percaya diri untuk mengeluarkan ide-ide saya. Dalam tugas ketiga ini kami diminta menyelami lebih dalam masalah kami, dimulai dari brainstorming masalah masing-masing hingga mengerucut dalam satu problem statement tim. Akhirnya kami sepakat mengangkat problem statement tim: Merancang Sistem Pendidikan Rumah.

Setelah berdiskusi menggunakan panduan 5W+1 H kami menemukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

WHAT

Apa itu sistem pendidikan rumah?

Apa tujuan pendidikan rumah?

Apa yang kita butuhkan dari sistem pendidikan di rumah?

WHEN

Kapan perlu merancang sistem Pendidikan Rumah?

Kapan kita menggunakan sistem pendidikan rumah?

Kapan perlu mengevaluasi sistem pendidikan rumah yang telah berlangsung?

WHO

Siapa yang Menyusun?

Siapa yang menjalankan?

Siapa yang mengevaluasi?

Siapa saja yang akan kita edukasi pendidikan rumah?

WHERE

Dimana kita dapat mengaplikasikan?

Di platform mana kita akan menjalankan program ini?

Dimana kita akan mendapatkan sumber informasi?

HOW

Bagaimana menjalankan pendidikan rumah?

Bagaimana indikator keberhasilan dalam pendidikan rumah?

Bagaimana menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pendidikan rumah?

WHY

Mengapa sistem pendidikan di rumah penting?

Mengapa pendidikan formal tidak bisa menggantikan pendidikan rumah?

Mengapa orang tua harus terlibat dalam pendidikan anak?

Mengapa perlu merancang sistem pendidikan anak di rumah?

Mengapa harus mengevaluasi?

Mengapa orang tua memiliki banyak masalah dalam pendidikan anak di rumah?

Dari problem statement ini, leader kami mba Maya mengusulkan beberapa nama tim hingga kami sepakat nama tim kami: SEARCH (Sistem Edukasi Anak di Rumah Cerdas dan Happy). 



Misi kami terangkum dalam THEME EDU yang terbagi menjadi beberapa tahapan:

4 Tahapan Basic

T emu/tentukan Visi Misi Keluarga
H armonisasi Komunikasi Suami Istri
E mosi yang positif
M anajemen Waktu yang terkendali

1 Tahap Intermediet

E laborasi Menyusun Planning Kegiatan Anak

3 Tahapan Advance

E valuasi 
D ukungan untuk Orang Tua
U nit Support Sistem

Pertemuan Kedua

Sesuai petunjuk jurnal ketiga, kami diminta mencari jawaban dari semua pertanyaan di atas dari berbagai sumber dan referensi sebanyak-banyaknya. Mulai dari para ahli/praktisi, passion, artikel terupdate atau situs web yang sesuai dengan bidang kami yang mungkin bisa mengantarkan jawaban. Saya pun mencoba mengenalkan latar belakang saya dulu yang pernah mengorganisir grup "Home Education" yang memberikan kulwap gratis untuk para orang tua dan narsumnya juga gratis sebagai amal jariyah mereka. Dengan kondisi saat ini, saya mengajukan teh Kiki Barkiah sebagai praktisi home education yang akan mendampingi kami brainstorming. Alhamdulillah beliau bersedia berdiskusi di sela-sela jadwalnya yang padat mengisi webinar. Selain itu saya mencoba mencari film-film bertema pendidikan atau film dokumenter namun belum menemukan yang bertema pendidikan rumah. Karena saya memiliki cukup banyak buku parenting maka saya membuka kembali buku Fitrah Based Education, Enlightening Parenting, Prophetic Parenting hingga buku dakwah seperti Buku Metode Dakwah Yusuf Al-Qaradhawi dan Buku Kekuatan Sang Murabbi Prof. Dr. Taufik Yusuf Al-Wa’iy. Karena bagi saya ada kemiripan misi pendakwah/murobbi ini dengan orang tua sebagai seorang pendidik. Saya juga mencoba mencari artikel/blog yang membahas pendidikan rumah hingga meramu jawaban berdasarkan semua referensi tadi.

Kami bersepakat untuk zoom kembali membahas jawaban dari pertanyaan-pertanyaan, merancang apa saja yang akan kami tanyakan kepada teh Kiki, dan persiapan mengikuti Questival Kemerdekaan Ibu Pembaharu, event pertama Kampus Ibu Pembaharu. Qadarullah minggu itu tugas kantor saya cukup padat ditambah persiapan acara puncak Festival Hijriah Muslimah Kemenkeu yang diselenggarakan hari Sabtu, 14 Agustus pukul 12.30 WIB. Karena agenda saya, teman-teman mau menggeser jadwal zoom kami menjadi hari Ahad, 15 Agustus agar saya sempat mencari jawaban di sisa hari Sabtu. So sweet sekali mendapatkan kesempatan ini, saya pun berusaha mengoptimalkan waktu yang tersisa, membaca berbagai referensi untuk merancang jawaban versi saya. Jawaban ini nanti akan kami diskusikan dan ramu bersama dalam pertemuan kedua. 

Alhamdulillah saya berhasil mengumpulkan jawaban pertanyaan di atas dalam 6 halaman A4 beserta catatan referensinya. Karena belum ada yang mengajukan catatannya, saya mencoba memperesentasikan catatan saya ini dan mengeluarkan semua pemikiran saya. Alhamdulillah banyak yang merasa sejalan hanya ada beberapa masukan dan koreksi kecil. Dengan catatan detilnya akan disesuai dengan kondisi masing-masing keluarga.

Dari sekian banyak pertanyaan dan jawaban ini, membuat kami sadar ternyata memang ada banyak yang harus dipikirkan, bagaimana memulainya, mau dibawa kemana proyek ini, dan bagaimana aplikasinya kelak. Kami bersepakat untuk mengajukan makalah problem statement ini ke teh Kiki untuk meminta masukan. Alhamdulillah teh Kiki memberikan banyak insight pada kami bahkan mencetuskan agar kami membuat aplikasi parenting yang bisa membantu para orang tua dalam pendidikan rumah. Mimpi yang sangat tinggi sekali. Mirip dengan mimpi yang masih saya simpan. Namun, mimpi besar ini harus diawali langkah-langkah kecil, jadi kami coba merumuskan bagaimana langkah awal kami.

Sebagai langkah awal kami akan mengikuti tahapan sesuai THEME EDU. Langkah berikutnya kami akan mulai meluruskan mindset para orang tua tentang pendidikan rumah melalui sosial media Instagram. Kami memutuskan membuat IG khusus tim Search agar fokus berisi informasi tentang pendidikan rumah. Setelah itu mungkin kami akan mengadakan seminar/workshop atau panduan/worksheet untuk merancang sistem pendidikan rumah. Dan semoga saja kelak kami akan mencapai mimpi besar membuat aplikasi pendidikan rumah.

Ditengah persiapan langkah awal proyek kami, kami mengikuti Questival Kemerdekaan yang tugas-tugasnya membuat kami makin kompak. Saya pun merasa bersyukur karena bisa makin dekat dengan teman-teman tim dan bisa merasakan serunya mengerjakan proyek sesuai passion. Bagaiman keseruan Quetival Kemerdekaan? Nantikan jurnal berikutnya yaa

#materi3
#selamimasalah
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia