Adiknya ummi minggu lalu memberi tiket gratis masuk pameran
GAIKINDO INDONESIA INTERNATIONAL AUTO SHOW 2017. Tentu saja kami menyambutnya dengan suka cita. Pengalaman dari tahun ke tahun anak-anak sangat excited ikut pameran mobil. Meski ada pemandangan yang tidak menyenangkan dari SPGnya tapi selalu ada permainan anak-anak gratis yang menyenangkan di sana. Anak laki-laki tentu saja senang sekali dengan kendaraan kan?
Awalnya kami berencana berangkat pagi-pagi sekali maksimal jam 9 pagi. Tapi apa daya, abi dan ummi tepar karena tidak terlalu nyenyak tidurnya sejak Aisha rewel tiap tidur malam. Sudah siap semuanya eh dikasih ujian ban mobil bocor. Jadilah abi memanggil montir dulu untuk ganti ban. Akhirnya tidak jadi ganti karena ban cadangan pun kempes. Sementara hanya ditambal saja.
Ujian di awal perjalanan tidak menyurutkan semangat kami ke pameran mobil. Kami tidak berekspektasi macam-macam soal permainan anak yang ada di sana. Juga tidak sempat melihat detil informasi acara yang diadakan di sana. Kejutan saja. Biar tidak
over expected, meminimalisir kecewa, hehe
Perjalanan awalnya lancar, mulai macet setelah keluar toll BSD. Saat cek gmap harusnya keluar di pintu toll sebelumnya yang lebih lancar.
Qaddarallah..
Sampai di Boulevard BSD kami melihat parkiran ICE di sebelah kanan. Dari parkiran itu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan
shuttle bus. Tapi dari tahun-tahun sebelumnya kami masih bisa parkir di parkiran yang lebih dekat dari gedung ICE BSD City, meski belum pernah dapat parkiran di basementnya. Minimal tidak jauh dari sana jadi hanya perlu membawa barang yang
urgent saja di dalam tas.
Alhamdulillah kami dapat parkiran di samping gedung ICE BSD, meski posisinya di komplek ujung tapi masih terjangkau kalau sewaktu-waktu perlu balik ke mobil. Sebelum masuk gedung, kami memastikan perut kenyang karena restoran di sana pastilah mahal. Kami makan siang dari bekal ayam goreng yang kami beli di pinggir jalan dekat rumah. Setelah itu menyiapkan barang-barang urgent yang perlu dibawa, seperti kids carrier, botol susu dan susu UHT kotak kecil,
pampers, mukena, air mineral, cemilan, tisu, serta cadangan pakaian untuk anak. Sementara sisa makan siang kami tinggalkan di mobil, yang ternyata menjadi penyesalan :'(
Keluar dari parkiran kami sampai pada loket pembelian tiket masuk. Berhubung kami sudah mendapatkan 2 tiket gratis maka kami tinggal membeli kekurangannya. Suami meminta saya menanyakan kepada petugas usia berapa anak mulai wajib membeli tiket. Ternyata mulai usia 5 tahun, jadi hanya a Hamzah yang perlu membeli tiket.
Antrian tidak terlalu panjang, sekitar 5 menit saja saya sudah kembali membawa satu buah tiket yang dapat dibeli dengan
cash, debit, ataupun kredit Bank Mandiri. Sepertinya Bank Mandiri menjadi salah satu sponsor karena banyak iklannya di sekitar area luar dan
booth-nya di dalam gedung.
Dalam tiket yang saya dapatkan dibagi menjadi 3 bagian: tiket masuk,
voucher roti gratis, dan undian
grandprize. Potongan tiket masuk disobek petugas saat kami melewati pintu masuk, sedangkan tiket gratis dari kantor adik ummi di-
scan di meja petugas setelah pintu masuk.
Setelah melewati pintu masuk, anak-anak langsung
excited begitu melihat mobil-mobil yang dipamerkan di sepanjang lorong di depan Hall. Abi memberi komando agar kami menyusuri dari Hall 1 sebelum berhenti. Jadilah a Hamzah dan a Afnan harus bersabar sampai ke Hall 1.
Memasuki Hall 1 anak-anak kembali berbinar-binar melihat kendaraan yang ada di dalamnya. Ada bis, truk, dan kendaraan besar lainnya. Kami disambut oleh badut robot mobil. Tahun lalu kami sudah melihatnya, namun a Hamzah dan a Afnan tidak berani mendekatinya. Dari pengalaman tahun lalu kami pun lanjut menuju blok pameran bis yang menarik. Bis tingkat ini lantai atasnya terbuka sebagian tanpa atap. Banyak sekali yang penasaran sampai harus antri memasuki bis ini. Di sini kami belajar bersabar dalam antrian. Alhamdulillah anak-anak mau bersabar meski anak-anak di belakang kami ada yang menyelak maju ke depan kami. Untung saja petugasnya adil sehingga tidak membiarkan ada yang menyelak antrian.
Selama menunggu, a Afnan mulai rewel. Rupanya ia ingin melihat badut robot mobil.
"Afnan, mau foto sama robot mobil?" tanya abi. A Afnan mengangguk. "Nanti ya habis naik bis.." ujar abi. Alhamdulillah a Afnan mau bersabar.
Sepertinya rasa penasaran melebihi rasa takutnya. Robot itu memang unit karena bisa menjadi mobil jika petugasnya merangkak.
Akhirnya giliran kami memasuki bis.
"Hati-hati ya pak takut kena atasnya," ujar petugas memperingati abi yang menggendong
kids carrier. Takutnya Aisha kepentok langit-langit bis yang rendah. Abi pun agak menunduk saat melewati langit-langit menuju lantai dua bis.
Sampai di lantai 2, a Hamzah dan a Afnan langsung berlari langsung ke bagian depan bis. Mereka langsung menuju jendela samping untuk melihat ke luar. Ummi tak lupa mendokumentasikannya. Seru sekali melihat pemandangan seluruh hall dari atas. Apalagi bis tingkat ini tanpa atap jadi lebih leluasa mengedarkan pandangan.
Turun dari bis, a Hamzah mengajak ke bis yang lain. Tapi a Afnan menarik-narik ingin melihat robot mobil. Akhirnya kami kembali ke arah pintu masuk hall tempat robot mobil tadi berada. Sayang robotnya sudah tidak ada lagi. Sepertinya sedang istirahat..
Jadi kami membujuk a Afnan untuk melihat kendaraan yang lain. Berbagai bis dan truk kami naiki. Sampailah kami di area permainan
excavator gratis. Apa itu
excavator? Dari buku Superlengkap Truk-truk Raksasa, anak-anak sudah belajar tentang nama kendaraan berat
excavator.
 |
| recommended book, bisa pesan di kami |
Sebelumnya eyang (sejak zaman saya kecil) selalu membahasakan dengan nama "truk garuk-garuk". Wajar karena eyang memang tidak tahu nama sebenarnya. Tapi setelah mengetahui dari buku ini, a Hamzah pun selalu menyebutnya
excavator.
 |
| excavator penggaruk |
Dalam wahana permainan excavator, anak-anak dapat mensimulasikan mobil dengan remote yang disediakan. Tentu saja hanya excavator mainan. Excavator ini diletakkan di dalam box sekitar 2x3 meter yang berisi serpihan bubuk kayu sebagai tanah/pasirnya sehingga anak-anak bisa merasakan sensasi mengendalikan tangan excavator untuk menggaruk tanah.
A Hamzah dan a Afnan bergantian bermain ini. Abis membantunya dari belakang. Selesai bermain kami mendapatkan souvenir biskuit, lumayan untuk cemilan perjalanan kami. Saat akan melanjutkan perjalanna a Hamzah bilang mau main lagi. Rupanya ia masih ingin mainan serbuk kayunya yang tanpa antri dengan truk-truk mainan biasa yang disediakan di dalam box. Tapi abi membujuk untuk lanjut melihat kendaraan yang lain agar kami bisa selesai memutari semua hall sebelum malam.
Arena permainan gratis yang kami ikuti selanjutnya adalah arena memukul palu gada untuk orang dewasa dan wall climbing untuk anak-anak. Biasanya abi ga mau ikut games-games di tempat umum tapi kali ini abi mau, setelah dibujuk setengah memaksa sama ummi, hehe. Alhamdulillah abi sampai pada point 84. Sebelumnya paling tinggi poin 96. Lumayan kuat untuk seorang abi. Selesai bermain kami mendapat souvenir tas kain dari brand kendaraan penyedia permainan.
Setelah berfoto dengan beberapa kendaraan, tidak sengaja kami menemukan area wall climbing anak. Abi berusaha membujuk a Hamzah mengikuti kegiatan ini karena sebelumnya saat di pameran outdoor a Hamzah enggan ikut wall climbing. Mungkin karena melihat banyak anak yang sepantaran bahkan lebih kecil darinya ikut wall climbing, akhirnya ia bersedia. Kami pun sibuk menyemangatinya.
Akhirnya tiba giliran a Hamzah. Ia terlihat semangat memanjat batu-batu yang ada di dinding. Cepat sekali. Tiba-tiba sudah ditengah saja. Sampai tengah ia berhenti. Tampak kebingungan mencari pijakan. Petugas dan abi teriak-teriak memberi arahan. Ummi juga menyemangati sambil mendokumentasikannya. Sepertinya a Hamzah kurang dengar jadi ummi segera maju tepat di bawah a Hamzah dan meneriakkan arahan untuknya. Alhamdulillah a Hamzah bisa fokus kembali dan tidak menyerah. Ia berusaha menggapai batu-batu dengan kaki dan tangannya sampai mendekati lampu finish.
"Pencet lampunya! Pencet lampunya!" kata petugas mengarahkan a Hamzah. Kami tidak engeh kalau harus memencet lampu akhirnya ikut menyemangit a Hamzah.
Hup! lampu hijau menyala. A Hamzah berhasil!
Alhamdulillah..barakallah a Hamzah..
Sampai di bawah a Hamzah terlihat sumringah. Apalagi petugas memberikannya sticker bintang khusus untuk berhasil sampai memencet lampu finish.
"Aa nanti mau kasih liat eyang," katanya sambil nyengir lebar. Ia tampak bangga menyadari bahwa dirinya bisa melewati tantangan itu.
Mungkin ada saatnya anak tidak ingin melakukan sesuatu. Orang tua tidak perlu memaksa. Karena mungkin saja saat itu anak sedang berpikir, untuk mempersiapkan diri dan mentalnya. Saat anak sudah bersedia melakukan sesuatu itu, maka waktunya orang tua memberi support. Setiap anak pasti bisa. Karena setiap anak adalah bintang.
Sebenarnya masih banyak yang ingin kami ceritakan tapi akan terlalu panjang. Di sini kami dapat menyimpulkan kalau anak-anak kami memiliki keunggulannya sendiri. Kadang mereka unggul dalam psikomotorik, kadang afektif, kadang kognitif. Tergantung kegiatan, situasi, dan kondisinya. Mereka menyesuaikannya sendiri. Saat mereka menampakkan rasa
excited-nya terhadap sesuatu yang positif, itulah saatnya orang tua mendukung, mengarahkan, dan menyemangatinya.
Semangat anak-anak ummi dan abi!
#Tantangan10Hari#Level7#KuliahBunsayIIP#BintangKeluarga