Monday, August 28, 2017

Portofolio Bintang Keluarga Day #6

Pemandangan dari gunung Prau Januari 2017


Di Januari, Ia menghadiahi foto ini
Siapa pula yang tak langsung merindui
Semoga kelak bisa ke tempat ini

Esok insyaAllah, ia ke sana lagi
Kali ini tak foto sendiri
Sebab akan bersama Full team inti


Alam telah memberikan kita banyak keindahan
Alam telah memberikan kita banyak kekayaan
Alam telah memberikan kita banyak pelajaran

Cintai Alam, Cintai Allah

Next Expedition,
Prau Mountain
25-27 Agustus 2017
InsyaAllah

Mohon doanya untuk keselamatan kami semua
  
What do you feel?
I feel nervous, but also excited!


***

"Hamzah, mau ikut naik gunung gak?" tanya ummi pada a Hamzah.


"Mau, mauu!!" seru hamzah penuh semangat, sorot matanya tampak berbinar-binar.

Sejak tahun lalu abi mengajak a Hamzah naik gunung. Waktu itu umurnya baru 5 tahun. Pertama kali naik gunung bersama abi dan teman-temannya. Karena baru pertama ia masih banyak digendong. Tidak apa, namanya juga ta'aruf :D

Pada acara naik gunung kedua kalinya, abi tidak hanya mengajak a Hamzah tapi juga a Afnan. Tak sangka, a Hamzah tidak kapok jalan kaki naik gunung. Entah karena mengikuti kakak dan abinya atau karena tertarik melihat foto-fotonya, a Afnan juga mau diajak naik gunung. Namun gunung kedua ini gunung karang jadi anak-anak tidak ikut sampai atas.


Dari pengalaman naik gunung bersama abi, anak-anak selalu excited tiap kali diajak kemping atau naik gunung. Abi sudah berhasil membangun image positif tentang naik gunung kepada kedua jagoannya. Mungkin naik gunung bukan olahraga yang disunnahkan, namun salah satu usaha kami untuk membentuk generasi kuat yang disukai Allah dan Rasulullah.

Jadilah Jumat, 25 Agustus 2017 kami memulai ekspedisi Prau. Abi menjemput anak-anak pada jam istirahat, lalu kami berangkat dari kantor lama abi dekat gambir bersama teman-teman abi.

Ini adalah ekspedisi kedua full team, abi, ummi, a Hamzah, a Afnan, dan Aisha. Tapi ini adalah ekspedisi pertama full team bersama grup. Sebelumnya kami hanya berangkat berlima, kali ini bersama teman-teman abi dengan menyewa bis mini (istilah a Hamzah untuk jenis mobil elf).


Dengan medan dan suhu yang lebih berat juga jarak yang lebih jauh daripada Papandayan, berangkat dengan menyewa kendaraan sangat membantu menghemat tenaga, terutama untuk abi. Kalau ummi masih merasa belum fit benar karena sudah 3 hari aisha selalu rewel saat tidur malam karena terserang batuk.

Semangat a Hamzah tidak hanya diawal. Dengan medan yang lebih berat ia mampu terus berjalan sampai puncak (camp ground) Prau. Tanpa digendong sama sekali. Ummi sudah berpesan pada abi agar tidak terlalu memaksa a Hamzah sampai ke Puncak, apalagi ummi merasa medannya lebih berat daripada Papandayan tapi abi bilang a Hamzah sendiri semangat, meski banyak istirahat. Jadilah kami sampai camp ground dua kali lipat waktu normal.

"Abi mah, katanya deket-deket tapi gak sampe-sampe," kata abi menirukan keluhan a Hamzah saat cerita sama ummi.

Ummi sudah sampai duluan di camp ground karena Aisha tidak mau ummi berhenti istirahat lama-lama dalam perjalanan. Kalau ummi berhenti Aisha nangis lagi. Masih lumayan rewel karena batuknya. Apalagi semalam pas tidur dalam kendaraan ia juga rewel kurang lelap tidurnya. Jadi sepanjang ummi gendong, terus saja bangun-nangis-tidur sampai camp ground.

Cerita lengkapnya akan ada di blog khusus petualangan kami. Intinya adalah ketiga anak kami alhamdulillah senang naik gunung seperti abi-umminya. Meskipun kami merasa berat saat membayangkannya. Tapi karena Allahlah ternyata kami bisa menjalaninya.

Dan tentu saja, selalu ada hadiah spesial di atas gunung. Sebuah maha karya yang tidak ternilai harganya. Pemandangan alam ciptaan Allah yang luar biasa indahnya. MasyaAllah...




#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

No comments:

Post a Comment