Friday, June 14, 2013

PNS oh PNS

pic : http://setkab.go.id/
Akhir-akhir ini Desk Informasi Kementerian Keuangan kebanjiran pertanyaan sama, “Kapan Open Recruitment (OR) Kemenkeu? Bagaimana cara pendaftarannya?”

Rupanya di luar sana banyak isu yang beredar bahwa akan ada OR sejumlah Kementerian pada pertengahan bulan ini. Bahkan ada web yang menjanjikan di bulan Juni ataupun Agustus. Padahal  di web resmi Kementerian Keuangan belum ada pengumuman OR tersebut.
Setiap tahun Kementerian Keuangan selalu dibanjiri pertanyaan sama. Hal ini cukup menjadi bukti bahwa banyak sekali orang yang berminat untuk menjadi PNS Kementerian Keuangan. Mengapa demikian?

PNS itu...

Ada sebuah anekdot yang bisa menggambarkan hidup seorang PNS,
Pergi pagi pulang petang
Nerima gaji tiap bulan dan pesangon saat pensiun
Setia pada atasan, aturan, dan pasangan

Ya, seorang PNS akan selalu pergi pagi pulang petang sejak ia diterima menjadi PNS sampai saatnya ia pensiun. Ini berarti ia akan menjalani rutinitas yang sama setiap hari dari hari Senin sampai Jumat, setiap bulan, setiap tahun.  Tentu seorang manusia lama-lama akan mencapai puncak kejenuhannya menjalankan rutinitas tersebut. Apalagi jiwa-jiwa muda yang sedang bersemangat mengembangkan dirinya. Tak jarang ada pegawai yang baru setahun-dua tahun menjalaninya akhirnya memutuskan keluar dari PNS.

Namun, banyak pula pegawai yang memilih bertahan menjadi PNS karena setiap bulan ia pasti akan menerima gaji dan saat pensiun ia akan menerima pesangon. Kemapanan finansial menjadi salah satu alasan terbesar seseorang memutuskan dan bertahan menjadi seorang PNS.

Tentu saja bagi yang memilih bertahan menjadi PNS ia akan dihadapkan pada pahit-manisnya seorang atasan. Sepahit apapun sikap atasan terhadap dirinya, ia harus tetap mentaati perintah kerja atasan jika ingin selamat. Salah satunya karena penilaian atasan mempengaruhi grade dan juga.. tunjangan.

Absen masuk pukul 7.30, absen pulang pukul 17.00 adalah salah satu aturan keramat PNS Kementerian Keuangan. Mau tidak mau PNS Kementerian Keuangan bersusah payah bangun pagi  melawan kemacetan demi mengejar absen masuk. Kalau tidak.. tentu itu akan berpengaruh pada tunjangan.

Namun ternyata ada juga aturan yang menguntungkan bagi para wanita : PNS tidak boleh memiliki istri lebih dari satu. Kalau tidak mau susah cari nafkah, mau tidak mau seorang suami harus setia pada istrinya. Karena biaya istri kedua tidak ditanggung bahkan existensinya diharamkan negara. Kalau yang mau susah sedikit ada yang memilih selingkuh saja. Jadi para wanita PNS harus tetap waspada.

Dilema PNS

“Kamu kira-kira mau pindah gak?”
“hah? Pindah. Baru aja saya masuk...”
“Iya, kalau di sini kan kita susah naik jabatan, kerjanya itu-itu aja, bosen..”
Ketika sudah menjadi PNS dan menjalankan TUPOKSI selama sekian tahun, ternyata tidak sedikit PNS yang mengalami dilema, menjadi PNS tidak semudah yang dibayangkannya.

Setidaknya ada dua hal yang membuat seseorang tidak betah menjadi PNS : rutinitas pekerjaan dan kesulitan kenaikan jabatan.

Seorang pegawai yang telah mempunyai pengalaman kerja di perusahaan swasta sebelumnya tentu akan mengalami sedikit shock atas perbedaan iklim lingkungan pekerjaan pemerintahan dengan swasta. Di dunia swasta semakin kita berprestasi akan semakin mudah kita naik level dalam perusahaan tersebut. Penilaian kita benar-benar ditentukan oleh kinerja dan hasil kerja kita. Sementara di pemerintahan, sebaik apapun kinerja kita tidak akan menambah penilaian yang bisa menaikkan jabatan. Karena dalam aturan PNS ada batas minimal jenjang pendidikan yang disandang untuk naik jabatan. Jadi kalau mau naik jabatan mesti melanjutkan pendidikan terlebih dulu baru bisa memenuhi syarat untuk naik jabatan.

Tantangan pekerjaan di kantor pemerintahan tidak sebesar di kantor swasta. Asalkan telah memenuhi TUPOKSI kita telah dianggap lulus dalam pekerjaan, jika bekerja melebihi TUPOKSI dianggap kurang kerjaan toh tidak akan membuat naik jabatan. Sementara di kantor swasta, jika kita bisa bekerja melebihi kewajiban yang telah ditetapkan kita akan mendapatkan reward sesuai hasil kerja kita entah berupa bonus atau kepercayaan dari atasan pada proyek-proyek unggulan yang memudahkan kita naik jabatan.  

Tetap PNS

Setelah mengetahui pahit-manis PNS, mungkin kita bertanya-tanya bagaimana bisa seseorang bisa bertahan menjadi PNS sampai usia 60-65 tahun. Mungkin anekdot ini cukup mewakili alasannya,
Profesional dalam pekerjaan
Nikmati segala dinamikanya
Sayangi anak-istri, atasan, dan teman-teman

Ada sebuah alasan penting untuk kita tetap berlaku profesional sebagai PNS meskipun cukup sulit naik jabatan jika tidak didukung pendidikan : ridho Allah. Apalah arti segala tujuan hidup di dunia ini kalau akhirnya tidak dapat ridho Allah. Ridho Allah menjadi alasan mutlak kita harus selalu bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas dalam menjalankan TUPOKSI kita. Alasan kedua adalah hargai rakyat yang telah “membayar” kita. Tidak hanya orang kaya yang membayar pajak, rakyat miskin juga membayar PPN atas produk-produk yang ia beli di mana saja. Tidak malukan kita menyia-nyiakan “gaji” dari buruh, tukang sampah, pengamen, dan bahkan pengemis yang telah membayar kita?

Pahit-manis aturan, atasan, dan berbagai situasi dan hubungan pekerjaan bisa menjadi hiburan tersendiri selama kita menjalani rutinitas pekerjaan jika kita menikmatinya. Nyatanya tidak ada hidup yang benar-benar flat karena selalu ada adegan berbeda yang kita jalani dalam kehidupan. Jika kita menikmati semua adegan itu, rutinitas pekerjaan tidak terasa menjadi beban. Sesekali mungkin kita perlu menambahkan sedikit perbedaan di ruang kerja kita, menambah foto keluarga, bunga, miniatur mobil, atau apapun yang membuat ruang kerja kita fresh. Sesekali mungkin kita perlu makan siang di luar bersama teman-teman atau cuti untuk liburan bersama keluarga. Nikmati saja semuanya dengan cerdas dan ikhlas.


Anak dan istri mungkin menjadi salah satu alasan terbesar seseorang tetap bertahan menjadi PNS. Tentu saja kemapanan finansial saat ini menjadi momok yang harus dihadapi. Tidak mudah diterima menjadi PNS dan tidak mudah memiliki pekerjaan mapan lain selain PNS. Bagi kita yang tidak ingin dipusingkan dalam mencari pekerjaan lain untuk menghidupi anak-istri tentu bertahan menjadi PNS menjadi pilihan. Ketika kebosanan dan kebencian terhadap lika-liku PNS mendera, ingatlah anak-istri yang harus kita nafkahi. Ketika muak dengan perilaku atasan dan rekan kerja, ingatlah alasan-alasan kita memilih dan bertahan menjadi PNS. Semua akan menjadi lebih mudah jika kita belajar dan berusaha menyayangi dan menghargai mereka. 

Tuesday, June 4, 2013

FOOD CHALLENGE #1

Abi    : Nah, beli ini aja. Bosen makan ikan-ikanan terus.. (memandang tray berisi aneka potongan daging 
            sapi dalam sterofoam)
Ummi : Hmm... (melihat-lihat jejeran daging dan tentu saja mengecek harganya)
            Paling mahal sirloin... (bergumam)
Abi     : Coba bikin steak. Bisa gak? 
Ummi : Hm...bi, kayanya paling enak buat steak itu sirloin deh. Dagingnya empuk. Tapi kok banyak   
            lemaknya ya? 
Abi     : Itu mah sedikit...
Ummi  : Yaudah deh sirloin aja ya. Kayanya si paling enak, harganya aja paling mahal. Ni 200 gram hampir 
            40 ribu..
Abi     : Yawda.. emang neng bisa bikin steak? bukannya apa-apa.. kan sayang udah mahal-mahal kalo ga 
            enak..
Ummi  : Ya belajar lah..
Abi     : Pasti enak gak nih? sayang loh klo ga enak..
Ummi  : Makanya belajar dulu.. coba bikin...
Abi     : Apa-apa bilangnya belajar..
Ummi  : Ya.. gimana mau tau bisa enggak enak enggaknya kalo ga nyoba bikin.. 


Akhirnya 200 gram daging sirloin mentah seharga hampir 40 ribu masuk dalam keranjang belanjaan kami. Betapa sebuah beban yang amat berat.. >_<


Eh, ini bukan beban loh. Ummi baru sadar kalo ini tantangan dari abi. Oke. 

Food Challenge #1 Sirloin Steak

Hari ini gugling resep, dan ini lah target masakan ummi


Sirloin Steak with Blackpepper Sauce

Ummi ingat belum menyiapkan menu spesial buat a hamzah yang mau milad kedua. Karena a hamzah belum ngerti acara syukuran ulangtahunan dan karena kami lagi kanker setelah perawatan opname abi, kami putuskan tahun ini menunda acara tersebut. Meski eyang katanya tetep mau bikinin a hamzah nasi kuning si.. Ummi masak spesial aja deh ^_^

Food Challenge #1.2 Cheese Nugget


cheese nugget


Kedua Menu ini dengan mudah kami dapatkan secara instan di luar sana. Tapi karena ini Food Challenge, all must be homemade!

Sip, sip. Cari referensi resep, siapkan bahan-bahan, get ready, and bismillah..


                                                                                                    To be continued..





*gambar diambil dari sini dan sana