Monday, December 23, 2019

KELAS TELUR-TELUR #2

Bismillahirrohmaanirrohiimm....

Jika sebelumnya saya sudah mendapatkan 5 kegiatan yang saya bisa dan suka, tugas minggu ini adalah menemukan keterampilan yang bisa mendukung saya menunaikan kelima kegiatan saya itu. Itulah keterampilan yang penting dan mendesak. Namun nyatanya saya kesulitan menemukan keterampilan yang tidak penting karena bagi saya semuanya itu penting hanya masalahnya mendesak atau tidak. Ya tidak mungkin saya memasukkan keterampilan membaca menjadi tidak penting hanya karena tidak terlalu mendukung kegiatan yang saya bisa dan suka. Karena setelah dipikir-pikir semua kegiatan itu butuh keterampilan membaca kok. Ya beginilah jika si perfeksionis sudah muncul semua keterampilan dianggap penting, hanya masalah mendesak atau tidak, hehe

Setelah mencari inspirasi dari jurnal teman-teman yang sudah setor akhirnya saya menemukan bahwa keterampilan yang mengganggu kegiatan yang saya bisa dan suka itu sebaiknya disingkirkan ke dalam tong sampah tidak penting dan tidak mendesak. Dan ternyata saya menemukan banyak hal yang perlu disingkirkan termasuk membaca cerita KBM terlalu banyak hingga menghabiskan waktu :D

Dan inilah keterampilan yang sudah saya organisir dalam 4 kuadran:

Mengorganisir keterampilan

Sesungguhkan keterampilan di kuadran penting itu adalah target saya, namun harus dibagi dua karena beberapa harus segera dikejar. Ada pula keterampilan di kuadran mendesak yang tiba-tiba muncul karena kami insyaAllah segera pindah rumah yang agak lebih jauh dari orang tua sehingga beberapa hal tidak bisa mengandalkan orang tua. Seperti menyetir motor, sungguh saya tidak suka namun harus bisa karena harus mengantarkan anak-anak ke rumah orang tua sebelum kerja menggunakan motor. Kenapa tidak naik mobil? karena rumah orang tua tidak masuk mobil jadi mesti sewa parkir lagi yang mana menambah pengeluaran, namun kalau sesekali saat hujan tidak apa.

Lalu teknik beberes efektif dan efisien, desain interior dan landscape serta teknik berkebun sangat dibutuhkan di rumah baru nanti. Sedangkan Selling business product demi mencapai target mengumrohkan ibu mertua dan bapak tahun 2020 (mohon doanya!).

Dan akhirnya keterampilan yang mesti dibuang ke tong sampah ialah stalking/update berita/sosmed artis, meski jarang tapi kadang suka kebablasan juga kalau pas lagi stalking. Hobi yang tiba-tiba naik grafiknya adalah rajin membaca KBM sejak join grup itu, duh! padahal baca buku aja jarang kok ya jadi rajin update tulisan-tulisan di sana. Kalau main games online/PS si ga pernah meski anak-anak suka ngajak main PS kalau mereka lagi turnamen 4 orang. Ish! meski emak juara turnamen PS waktu SD lawan anak-anak cowok tapi kok ya sekarang males karena ga bisa menguasai tombol PS yang banyak itu alias kalah mulu :D :D :D Kalau ghibah itu sejatinya saya jarang karena memang tidak terlalu suka ngobrol tapi karena senang mendengarkan jadi kalau di kantor suka kebawa arus. Akhirnya ikut berpendapat juga biar ga disangka pemurung karena diem sendiri di pojokan :D

Ya begitulah penjelasannya hingga saya harus memutuskan 5 keterampilan penting dan mendesak yang harus saya naikkan grafiknya. Ini juga berdasarkan evaluasi saya bersama suami setelah pembagian raport kemarin. Ternyata hasil raport anak terutama secara lisan oleh gurunya tentang bagaimana kondisi anak di sekolah menjadi raport juga bagi orang tuanya. Kami jadi tahu apa yang perlu kami perbaiki dan apa yang perlu kami dukung. Karena seperti kata ustadz Adriano Rusfi dalam Kuliah Parenting Keluarga Islami (PAKIS) peran guru itu sebagai pengajar bukan pendidik sehingga kita sebagai orang tua wajib mendidik anak kita di rumah. Mendidik apa? Karakter dan nilai-nilai yang tidak bisa diajarkan guru di sekolah tanpa pondasi dari rumah. Karena sekolah tempat diajarkan pengetahuan dan keterampilan. Apalagi dengan sekian banyak murid dalam satu kelas tentu kita tidak bisa mengandalkan guru untuk efektif mendidik anak kita. Jadi ya disana peran madrasatul 'ula yang harus diambil orang tua.

Mengingat kembali 5 kegiatan yang saya bisa dan suka yakni: Story telling, Parenting&VBAC Support, Cycling, Travelling, dan Business maka 5 keterampilan yang penting dan mendesak sebagai berikut:

5 Keterampilan penting dan mendesak

InsyaAllah dengan 5 keterampilan ini saya bisa menjalankan 5 kegiatan yang saya bisa dan suka dengan baik. Mohon doa dan dukungannya teman-teman!

#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional



Tuesday, December 17, 2019

KELAS TELUR-TELUR BUNDA CEKATAN

Bismillahirrohmaanirrohiim...


1 jam menjelang deadline... 23.00 WIB

Setelah setahun lebih menunggu sejak lulus Kelas Bunda Sayang Batch #1 pada awal tahun 2018, saya begitu antusias menyambut Kelas Bunda Cekatan. Semangat ingin lebih baik mengerjakan tugas dan serius berikhtiar sesuai misi Bunda Cekatan saya. Awalnya saya pikir tidak ada kendala berarti selain tugas kantor rutin dan amanah Utama sebagai istri dan ibu. Ternyataa…. baru mulai sudah sharing kegalauan di grup, nyari temen ceritanya. Iyaa...soalnya materi dan diskusi diagendakan pukul 20.00-21.00 WIB dimana itu adalah golden time family time kami. Bayangkan kami orang tua bekerja yang 12 jam tidak bertemu anak mesti meluangkan 1 jam selama 2 hari tiap minggu hingga beberapa bulan ke depan. Saya 80% yakin BISA. BISA mengikuti kelas keesokan harinya… hehe

Terbukti setelah mendapat tugas di minggu pertama ini. Pas banget kerjaan kantor akhir tahun lagi padat-padatnya, pas banget anak musim ujian, pas banget proyek keluarga kami sedang mendekati target deadline, juga deadline amanah di grup kuliah parenting dan grup training bisnis. MasyaAllah… Akhirnya saya harus memilih prioritas, tentu saja keluarga yang Utama. Maka dengan meminta ridho suami saya mengikuti kelas ini, mendengarkan materi pun disambi family time pakai speaker keras-keras sehingga suami dan anak ikut mendengarkan.

Dan inilah hasil perenungan seminggu tugas pertama yang baru sempat dituliskan sekarang….

LACAK KEKUATAN SAYA

Tugas pertama ini adalah menemukan amunisi untuk menjadi Bunda Cekatan. Namun yang patut digarisbawahi untuk menjadi Bunda Cekatan kita harus memiliki satu ruh : bahagia. Ibarat VBAC warrior, amunisinya itu semua ikhtiar mulai dari memberdayakan diri dengan ilmu kehamilan dan persalinan, menjaga asupan, cukup olahraga, dan istirahat. VBAC akan lancar jika kita punya ruh : bahagia. Karena bahagia akan mengalirkan hormone cinta, ketenangan, dan kenyamanan yang akan memudahkan tubuh merespon positif untuk mengeluarkan bayi secara pervaginam. Tentu saja semua itu atas izin Allah.

Jadi, tugas kita dalam menemukan amunisi ini adalah dengan merasakan bahwa apa yang kita kerjakan adalah sesuai yang benar-benar membuat kita BAHAGIA. Apa yang membuat kita bahagia biasanya bisa terlihat dari apa yang kita SUKA. Namun sayangnya tidak semua yang kita SUKA pasti BISA kita lakukan. Inilah tolak ukur untuk mengidentifikasi kekuatan kita.

Berikut adalah kuadran identifikasi melacak kekuatan:
Kuadran Lacak Kekuatan

 Apakah ada yang merasa aneh dengan isi kuadran saya? Saya juga...hehe

Mengapa saya menuliskan mengajar anak di kuadran bisa tapi tidak suka. Jujur loh itu… saya ini kalau dipaksa mengajar sebenarnya bisa-bisa aja… tapi sesungguhnya saya tidak menikmatinya. Saya mudah emosional jika yang diajar susah mengerti. Jadi sebenarnya pengen melimpahkan kegiatan mengajar alias menemani anak belajar dari buku sekolahnya atau mengerjakan tugas ke orang yang lebih ahli, dialah suami saya. Betapa mengajar itu memang passion beliau. Dan tentu saja, anak-anak lebih "mendengar" suara abinya. Namun, bukankah ibu madrasah Utama?

Benar, saya ingin menjadi madrasatul ula' namun tidak dengan cara mengajar layaknya guru dan murid. Saya lebih senang mengajar anak dengan mendongeng atau  membacakan buku/kisah untuk anak. Makanya saya masukkan ini daam kuadran bisa dan suka.

Lalu itu kenapa pekerjaan rumah banyak yang masuk kuadran bisa dan tidak suka. Iya...setelah direnungi mendalam pada dasarnya saya suka rumah rapi tapi ga suka proses merapikannya. Kalau mendesain interiornya saya suka, namun kalau kondisi rumah sudah bersih ya... kalau nyapu, ngepel, membersihkan sampah atau mainan yang berserakan saya delegasikan ke anak pertama dan kedua, hehe. Setelah saya training tahun ini mereka sudah mulai terbiasa melakukan ketiga hal ini. Lagipula waktu saya di rumah saat hari kerja itu terbatas, saya harus membaginya dengan waktu untuk istirahat dan makan malam. Kata suami si itu alasan aja soalnya suami suka beberes dan sempet aja sepulang kerja. Jadi saya sudah menemukan orang yang tepat untuk didelegasikan kan :D

Sebenarnya saya ingin cerita banyak tapi waktu sudah mau habis. Jadi kita lanjutkan di postingan berikutnya yaa

Setelah memasukkan kegiatan dalam empat kuadran di atas akhirnya saya bisa menemukan 5 hal Utama sebagai amunisi saya dalam menjadi Bunda Cekatan. Apa saja itu?

5 Amunisi Bunda Cekatan

Saya terkaget-kaget sebenarnya setelah mendapat kesimpulan 5 amunisi ini. Soalnya tanpa saya sadari apa yang saya lakukan selama 9 tahun pernikahan ini ternyata memang sudah mengerucut pada kelima kegiatan ini. Kelimanya sudah saya lakukan dan memang saya prioritaskan. MasyaAllah ternyata memang sunnatullah telah bekerja baru pikiran manusia bisa mengejawantahkannya menjadi ilmu. Kelima poin ini juga akan saya bahas panjang di postingan berikutnya yaa...

Alhamdulillah...semoga Allah meridhoi ^_^

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional