Tuesday, December 17, 2019

KELAS TELUR-TELUR BUNDA CEKATAN

Bismillahirrohmaanirrohiim...


1 jam menjelang deadline... 23.00 WIB

Setelah setahun lebih menunggu sejak lulus Kelas Bunda Sayang Batch #1 pada awal tahun 2018, saya begitu antusias menyambut Kelas Bunda Cekatan. Semangat ingin lebih baik mengerjakan tugas dan serius berikhtiar sesuai misi Bunda Cekatan saya. Awalnya saya pikir tidak ada kendala berarti selain tugas kantor rutin dan amanah Utama sebagai istri dan ibu. Ternyataa…. baru mulai sudah sharing kegalauan di grup, nyari temen ceritanya. Iyaa...soalnya materi dan diskusi diagendakan pukul 20.00-21.00 WIB dimana itu adalah golden time family time kami. Bayangkan kami orang tua bekerja yang 12 jam tidak bertemu anak mesti meluangkan 1 jam selama 2 hari tiap minggu hingga beberapa bulan ke depan. Saya 80% yakin BISA. BISA mengikuti kelas keesokan harinya… hehe

Terbukti setelah mendapat tugas di minggu pertama ini. Pas banget kerjaan kantor akhir tahun lagi padat-padatnya, pas banget anak musim ujian, pas banget proyek keluarga kami sedang mendekati target deadline, juga deadline amanah di grup kuliah parenting dan grup training bisnis. MasyaAllah… Akhirnya saya harus memilih prioritas, tentu saja keluarga yang Utama. Maka dengan meminta ridho suami saya mengikuti kelas ini, mendengarkan materi pun disambi family time pakai speaker keras-keras sehingga suami dan anak ikut mendengarkan.

Dan inilah hasil perenungan seminggu tugas pertama yang baru sempat dituliskan sekarang….

LACAK KEKUATAN SAYA

Tugas pertama ini adalah menemukan amunisi untuk menjadi Bunda Cekatan. Namun yang patut digarisbawahi untuk menjadi Bunda Cekatan kita harus memiliki satu ruh : bahagia. Ibarat VBAC warrior, amunisinya itu semua ikhtiar mulai dari memberdayakan diri dengan ilmu kehamilan dan persalinan, menjaga asupan, cukup olahraga, dan istirahat. VBAC akan lancar jika kita punya ruh : bahagia. Karena bahagia akan mengalirkan hormone cinta, ketenangan, dan kenyamanan yang akan memudahkan tubuh merespon positif untuk mengeluarkan bayi secara pervaginam. Tentu saja semua itu atas izin Allah.

Jadi, tugas kita dalam menemukan amunisi ini adalah dengan merasakan bahwa apa yang kita kerjakan adalah sesuai yang benar-benar membuat kita BAHAGIA. Apa yang membuat kita bahagia biasanya bisa terlihat dari apa yang kita SUKA. Namun sayangnya tidak semua yang kita SUKA pasti BISA kita lakukan. Inilah tolak ukur untuk mengidentifikasi kekuatan kita.

Berikut adalah kuadran identifikasi melacak kekuatan:
Kuadran Lacak Kekuatan

 Apakah ada yang merasa aneh dengan isi kuadran saya? Saya juga...hehe

Mengapa saya menuliskan mengajar anak di kuadran bisa tapi tidak suka. Jujur loh itu… saya ini kalau dipaksa mengajar sebenarnya bisa-bisa aja… tapi sesungguhnya saya tidak menikmatinya. Saya mudah emosional jika yang diajar susah mengerti. Jadi sebenarnya pengen melimpahkan kegiatan mengajar alias menemani anak belajar dari buku sekolahnya atau mengerjakan tugas ke orang yang lebih ahli, dialah suami saya. Betapa mengajar itu memang passion beliau. Dan tentu saja, anak-anak lebih "mendengar" suara abinya. Namun, bukankah ibu madrasah Utama?

Benar, saya ingin menjadi madrasatul ula' namun tidak dengan cara mengajar layaknya guru dan murid. Saya lebih senang mengajar anak dengan mendongeng atau  membacakan buku/kisah untuk anak. Makanya saya masukkan ini daam kuadran bisa dan suka.

Lalu itu kenapa pekerjaan rumah banyak yang masuk kuadran bisa dan tidak suka. Iya...setelah direnungi mendalam pada dasarnya saya suka rumah rapi tapi ga suka proses merapikannya. Kalau mendesain interiornya saya suka, namun kalau kondisi rumah sudah bersih ya... kalau nyapu, ngepel, membersihkan sampah atau mainan yang berserakan saya delegasikan ke anak pertama dan kedua, hehe. Setelah saya training tahun ini mereka sudah mulai terbiasa melakukan ketiga hal ini. Lagipula waktu saya di rumah saat hari kerja itu terbatas, saya harus membaginya dengan waktu untuk istirahat dan makan malam. Kata suami si itu alasan aja soalnya suami suka beberes dan sempet aja sepulang kerja. Jadi saya sudah menemukan orang yang tepat untuk didelegasikan kan :D

Sebenarnya saya ingin cerita banyak tapi waktu sudah mau habis. Jadi kita lanjutkan di postingan berikutnya yaa

Setelah memasukkan kegiatan dalam empat kuadran di atas akhirnya saya bisa menemukan 5 hal Utama sebagai amunisi saya dalam menjadi Bunda Cekatan. Apa saja itu?

5 Amunisi Bunda Cekatan

Saya terkaget-kaget sebenarnya setelah mendapat kesimpulan 5 amunisi ini. Soalnya tanpa saya sadari apa yang saya lakukan selama 9 tahun pernikahan ini ternyata memang sudah mengerucut pada kelima kegiatan ini. Kelimanya sudah saya lakukan dan memang saya prioritaskan. MasyaAllah ternyata memang sunnatullah telah bekerja baru pikiran manusia bisa mengejawantahkannya menjadi ilmu. Kelima poin ini juga akan saya bahas panjang di postingan berikutnya yaa...

Alhamdulillah...semoga Allah meridhoi ^_^

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

No comments:

Post a Comment