Tuesday, January 26, 2021

Jurnal Hexagonia #11

 Bismillahirrohmaanirrohiimm...





Surprise waktu saya melihat template zona G yang di-publish tim formula. Persis template trello yang sempat saya coba dengan teman-teman Cohousing. Meski akhirnya trello tidak kami lanjutkan karena lebih banyak koordinasi via grup WA, namun saya sadar ternyata memang ide itu harus direncakan dengan baik. Seperti kata Aa Gym, tanpa perencanaan sama dengan kita merencanakan kegagalan. Trello hanya salah satu alat untuk menuliskannya. Mungkin untuk membuat proyek semua CH berjalan rapi, tim formula memberikan template perencanaan itu sehingga mau tidak mau kami menuliskannya.

Template perencanaan itu penting untung memantau detil pekerjaan, progress, dan outputnya. Saya sendiri biasanya hanya menuliskan di sticky notes di layar laptop. To-do-list dan pekerjaan yang sedang saya lakukan saya biarkan di sticky notes, jika sudah selesai saya hapus. Sticky notes ini sangat  berguna mengingat saya mudah lupa. Kadang saya tuliskan juga di WA grup yang saya buat khusus untuk diri sendiri sehingga to-do-list bisa saya tambahkan meski tidak sedang membuka laptop.

Pekan kedua zona Growth ini, kami diminta mengisi template Hexagon City Growth untuk tim Cohousing dan Cluster. Berikut progress tim cohousing kami.




Dan berikut progress tim cluster kami:


Dari template ini semua anggota bisa memantau sejauh mana proyek kami berjalan untuk mencapai goal kami. Karena goal tanpa perencanaan hanya jadi angan-angan saja.




#HexagonCity
#Hexagonia
#ZonaGrowth
#KuliahBundaProduktif
#InstitutIbuProfesional 

Tuesday, January 19, 2021

Jurnal Hexagonia #10

 

Bismillahirrohmaanirrohiimm...

"Selama segala sesuatu itu bisa dilihat mata dan orang lain bisa lakukan, kamu bisa mempelajarinya." [Mom of Founding Mother]
 

 

Saya pernah bercita-cita menjadi seorang desain grafis, desain interior, dan arsitek. Saya senang hal-hal berbau desain namun cita-cita itu terkubur hingga saya menjadi abdi negara dan ternyata ditugaskan dalam membuat event literasi perpustakaan kantor saya. Tentunya dalam event dan promosi koleksi perpustakaan perlu dibuat desain flyer dan video iklan. Akhirnya saya berkesempatan mempelajari ilmu desain lagi. Alhamdulillah saya sangat menikmati mengerjakan pekerjaan sesuai passion, namun karena kesibukan pekerjaan yang lain saya tidak bisa lagi mengerjakan desain dan ditugaskan ke junior. 

Saya tidak menyangka Allah mempertemukan saya kembali dengan pekerjaan desain ini di Proyek Passion Co Housing (PP CH). Tentu saja saya tidak melewatkan tantangan ini, karena desain itu tidak hanya soal skill tapi juga waktu. Sempat saya ragu, akankah saya bisa memenuhi target waktu pengerjaan desain-desain PP CH?

Setelah mengikuti pelatihan desain saya semakin mendapat banyak inspirasi, namun belum menemukan aplikasi yang cocok untuk mendukung saya mengerjakan dengan waktu dan kondisi yang fleksibel serta skill yang biasa saja. Skenario Allah mempertemukan dengan salah satu aplikasi favorit tiktokers yang sangat cocok dengan kondisi saya. Alhamdulillah pengerjaan video pendukung materi dapat lebih cepat bahkan sambil rebahan mengASIhi.

Di Zona Growth saya sadar, mindset saya yang dulu pesimis bisa mengerjakan editing video dengan cepat ternyata bisa dipecahkan. Itu berarti ada kesempatan untuk menantan diri saya belajar lebih baik lagi. Mampukah saya membuat video seminggu sekali? Ya, saya pasti bisa.

Dan inilah Growth Mindset saya....


 

 Akankah saya bisa memenuhi target saya? InsyaAllah ikhtiar dulu dengan izin Allah pasti bisa. Semangat!

            Mau intip PP Cohousing kami? Silakan kunjungi bit.ly/katalogch2suling 


#HexagonCity
#Hexagonia
#ZonaGrowth
#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional 

 

 

Wednesday, January 6, 2021

Jurnal Hexagonia #9

 Bismillahirrohmaanirrohiimm...

Coba bayangkan, jika saat mengerjakan Project Passion Cohousing bersama 10 orang dalam tim, tiba-tiba satu orang yang memiliki peran penting mengundurkan diri karena berbagai hal. Mungkin rasanya bagai kapal cohousing terguncang badai di tengah lautan, tiba-tiba oleng sehingga nakhoda dan awak kapal panik berhamburan. Namun kapten kapal tetap harus memegang kemudi dengan kuat kan, agar kapal tidak hancur dalam badai atau menenggelamkan anak buah kapal. Begitulah, saat suatu keadaan di luar kendali terjadi kita harus memegang kuat-kuat apa yang masih bisa kita kendalikan. 



Karena saat itu hanya ada 2 pilihan :  menyerang atau bertahan, maju terus untuk tumbuh atau mundur sejenak untuk keselamatan sambil mengumpulkan kekuatan. 


Tiap memasuki zona baru di hexagon city, ada saja salam perpisahan di grup Hima Jakarta hingga saya makin semangat untuk menyemangati tetangga-tetangga cohousing agar tidak telat setor jurnal agar kami bisa terus berpegangan tangan hingga tunai seluruh MS dan lulus kelas Bunprod bersama-sama. Saya juga berusaha mengambil peran yang tersulit menurut saya, yakni desain dan video grafis. Bukan hanya butuh effort tapi juga skill. Meski skill saya dalam bidang ini belum bagus namun saya ada passion di sana sehingga berharap bisa menyelesaikan misi ini dengan sukses. 



Cohousing lain mungkin tengah mengalami badai yang lebih dahsyat daripada cohousing kami, namun kami harus tetap siaga menghadapi berbagai kemungkinan di luar kendali. Itulah mengapa kami sampai di zona Agility, zona yang membutuhkan kemampuan untuk cepat tanggap apapun yang terjadi. Tidak hanya cepat tanggap, tapi juga tangkas dalam bergerak dan mengambil keputusan.

Sebelum zona A, saya merasa seluruh Hexagonia sedang diuji loyalitasnya terhadap Hexagon City. Memasuki zona A, bukan sekedar kontribusi melainkan juga kolaborasi. Bagaimana kapal-kapal yang kehilangan tim atau kekurangan skill dalam mengelola kebutuhan project passionnya perlu berkolaborasi dengan kapal lain yang memiliki item tersebut. Mungkin ada yang sudah melakukannya, namun kini lebih terkoordinir melalui fasilitas dari Hexabank berupa etalase gotong royong. Namun yang perlu digarisbawahi di sini jangan sampai semangat berbagi dan berkolaborasi membuat kita lalai terhadap PP atau cohousing sendiri. Di sanalah diperlukan kemampuan untuk Agile.

Kolaborasi ini dimulai dari unit terkecil yakni antara cohousing dalam satu cluster. Makanya sebagai latihan di Zona A ini kami diminta untuk bergerak dalam satu cluster, memetakan kondisi tiap cohousing, hingga kebutuhan dan kekuatannya. Jika ada cohousing yang memerlukan bantuan, maka saatnya berkolaborasi bagi cohousing yang ingin mengambil peran. 

Alhamdulillah hingga saat ini cohousing kami masih
on track sesuai yang tertulis dalam jurnal cohousing di bawah ini.





Namun saya pribadi belum kepikiran apakah akan ada yang bisa menambah perannya di luar cohousing? Karena kami sedang membuat Xtramiles menggabungkan 2 MS eksternal dalam satu periode. Bahkan saya masih meragukan kekuatan saya sendiri mengingat bulan Januari ini kerjaan kantor lumayan banyak. Kemampuan agile ini lah jawabannya. 

Selanjutnya kami akan melakukan diskusi satu cluster untuk memetakan kondisi dan kebutuhan tiap cohousing. Diskusi berjalan lancar, kami jadi mengetahui tantangan tiap cohousing dan berkomitmen untuk saling bantu minimal sebagai tim hore. Kami memutuskan pembentukan 4 tim sukses sesuai kebutuhan. Di detik-detik terakhir, tadinya tidak ada CH yang bisa membantu timses HRD namun akhirnya ada CH yang mengajukan sendiri. Saya yang tadinya tidak terpikir untuk berkontribusi tiba-tiba tergerak untuk membantu tim promosi. Karena kami memutuskan PP CH menjadi PP cluster, maka tim Hore menjadi tanggung jawab bersama. Tim hore adalah minimal membantu share, like, dan komen PP CH dalam satu cluster.

Alhamdulillah meski tidak sampai seminggu kami berhasil mencapai kesepakatan dalam 1 cluster, sekitar 67 orang di dalam grup, banyak yang bahu membahu urun pendapat sehingga solusi bisa didapatkan lebih cepat. Dan ini lah jurnal cluster kami.





Bismillah... semoga PP cluster kami bisa sukses, berkah, dan manfaat, aamiinn..

#HexagonCity
#Hexagonia
#ZonaAgility
#KuliahBundaProduktif
#InstitutIbuProfesional