Monday, January 29, 2018

Tantangan 2017 : PJ event Ibu Profesional Jakarta

Dari kiri: Saya, Mba Enes, Ibu Septi, dan Pak Dodik




Tahun 2017 kami memulai project keluarga pertama kami yaitu, naik gunung sekeluarga dan camping sekeluarga. Meski persiapannya ribet dan perjalanan naik gunung sangat melelahkan tapi kami senang dan anak-anak juga menikmatinya. Kami semua ketagihan hingga kami sudah menaiki beberapa gunung, yakni gunung gede pangrango, gunung papandayan, gunung galunggung, gunung halimun salak, prau, dan terakhir gunung ijen. Kami juga sudah mengikuti beberapa camping keluarga di cibodas, pantai daerah anyer, dan rancaupas. Dari pengalaman itu rasanya kami ingin berbagi kesenangan yang sama bersama keluarga lainnya juga.

Setelah mengikuti kuliah bunda sayang saya baru menyadari value-value IIP yang ternyata sejalan dengan niat baik kami. Salah satu
mantra dasar IIP, banyak main bareng, ngobrol bareng dan beraktivitas bareng ternyata kami rasakan saat naik gunung dan camping sekeluarga. Kami bahkan bercita-cita terus travelling bareng sampai umroh pun harus bareng.

Tidak lama kemudian saya menemukan kembali tawaran family camp dari IIP yang ternyata masih dengan HTM yang menurut saya lumayan mahal. Ini karena pengalaman kami camping bareng bersama komunitas lain hanya memerlukan HTM 50-80 ribu rupiah/hari. Itu pun tidak wajib lebih dari satu hari bisa disesuaikan dengan waktu dan budget keluarga masing-masing. Sayang sekali jika manfaat yang baik hanya dapat dirasakan segelintir orang karena terkendala dana. Terbukti dari sedikitnya peserta family camp IIP yang menurut saya kendala pertama adalah dana baru waktu dan lokasi.

Maka saat ada tawaran untuk menjadi PJ event IIP saya langsung merasa terpanggil, sepertinya ini adalah jalan yang Allah tunjukkan untuk niat baik kami. Maka saya pun mendiskusikan dengan suami dan alhamdulillah suami mendukung. Saya pun mulai menyusun proposal tentang mimpi-mimpi saya soal kegiatan keluarga yang menyenangkan untuk diadakan komunitas IP ini.

Berkali-kali uni Yesi memposting tawaran PJ event ini hingga tutup batas waktunya. Sayangnya karena kesibukan lain saya lupa mengsubmit proposal saya. Sepertinya sudah lewat 2 minggu saat itu, tapi nothing to lose saya memberanikan menyampaikan niat baik saya ke uni yesi. Dan masyaAllah ternyata uni menyambutnya.

Saya pikir hanya ada satu calon PJ event tapi ternyata sudah ada (calon) PJ event sebelum saya yang telah memiliki banyak pengalaman memimpin acara-acara offline IIP. Sebenarnya saya minder karena sebelumnya saya sama sekali tidak aktif dalam komunitas IIP. Saya jarang aktif di WAG, tidak banyak mengenal dan menghapal teman-teman WAG, dan belum pernah sama sekali mengikuti event offline IIP. Saya seperti orang baru yang masuk dalam komunitas karena banyak hal yang tidak saya ketahui karena dulu bukan concern saya. Concern saya bergabung dalam IP dulu hanya sebatas belajar menjadi madrasah utama dalam IIP, jadi tidak terlalu aktif dalam komunitas. Ternyata itu menjadi tantangan pertama saya.

Sebelum diresmikan menjadi PJ event, saya sudah menyampaikan kondisi saya yang seorang ibu bekerja sektor publik sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan offline di hari kerja. Saya juga request untuk melakukan koordinasi secara online jika memang terkendala offline dan juga request untuk mengkoordinir kegiatan-kegiatan outdoor. Betapa terkejutnya saya ternyata PJ event ini ada dibawah manajer offline yang itu berarti mau tidak mau akan banyak kegiatan offline. Berhubung sudah terlanjur basah, dan juga karena saya tidak sendirian bersama mba Ami, saya pun memutuskan untuk melanjutkan “dilantik” menjadi PJ event, bismillah...

Dari kiri : Aisha (18m), Saya, a Afnan (3,5y), Suami saya, a Hamzah (6y)

Baru saja resmi menjadi PJ event bersama mba Ami, kami diinfokan agenda terdekat yakni milad IIP Jakarta bulan Desember. Saat itu sudah bulan November jadi persiapannya kurang dari 1 bulan. Dan surprise selanjutnya adalah mba Ami tidak bisa menjadi ketua panitia event ini karena agenda beliau sedang padat. Mau tidak mau posisi ketua itu jatuh kepada saya, si anak bawang yang banyak tidak tahu tentang IIP dan tidak banyak mengenal teman-teman komunitas IP. Saya bahkan tidak ada gambaran sama sekali soal kegiatan offline IIP karena tidak pernah sama sekali mengikutinya. Jadi saat harus membuat acara offline formal saya begitu kaget dan juga bingung karena ini di luar kegiatan offline yang saya inginkan, yakni kegiatan outdoor.

Sedikit beruntung dari sifat polos dan pikiran pendek saya sehingga saya tidak kepikiran dzon-dzon kesulitan-kesulitan sebesar apa yang akan saya hadapi. Saat itu saya hanya bisa berpikir darimana saya bisa mendapatkan gambaran kegiatan offline formal IIP. Saya pun mulai berguru pada mba Ami yang jauh lebih berpengalaman dari saya. Beliau memberikan saya LPJ wisuda 2017 yang baru saja selesai bulan Oktober lalu. Tidak banyak waktu saya untuk benar-benar memahaminya karena waktunya sudah kurang dari 1 bulan dari target acara milad 23 Desember. Di tengah kesibukan kantor akhir tahun saya berusaha mempelajari LPJ sambil mulai membentuk kepanitiaan.

Alhamdulillah Allah menggerakkan orang-orang baik untuk mengisi form OR kepanitiaan, namun untuk acara besar seperti ini ternyata jumlahnya sangat kurang. Saya pun “terpaksa” mem-
propose secara langsung beberapa orang yang sudah berpengalaman di kepanitiaan IIP sebelumnya. Beberapa orang bilang, ketua acara sebelumnya bisa mempropose orang-orang yang tepat di bidangnya. Saya ingin seperti itu tapi bagaimana saya bisa mencari orang yang tepat sedangkan saya tidak terlalu mengenal teman-teman di WAG? Di sinilah tantangan berikutnya. Saya mulai mencari history chat WA yang pernah membahas profil anggota, namun waktunya tidak cukup untuk mempelajari semuanya sehingga hanya beberapa yang saya hubungi. Saya juga mencari profil teman-teman dari blognya untuk mengetahui bakat mereka demi mendapatkan “the right one”. Dan pada akhirnya saya meminta rekomendasi dari teman-teman panitia dan juga senior terhadap “the right one” yang bisa saya propose.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari pengalaman pertama menjadi ketua panitia acara formal offline Ibu Profesional Jakarta. InsyaAllah semakin menyemangati saya untuk memperbaiki diri. Namun saya masih tetap pada mimpi saya untuk mengadakan kegiatan outdoor murmer ala Ibu Profesional. Jadi di tahun 2018 ini saya ingin mengusulkan untuk membuat program family camp ceria IP Jakarta dimana bisa banyak keluarga merasakan manfaatnya kebersamaan bersama keluarga saat family camp.


Di bukit teletubies gunung Prau


Monday, January 22, 2018

Portofolio Fitrah Seksualitas Anak #10

PUBERTAS

Adalah masa pra sampai akil baligh dimana hormon anak saat itu sedang tidak stabil sehingga terjadi ketertarikan seksual yang semakin kuat terhadap lawan jenisnya. Untuk itu orang tua perlu mempersiapkan anak memasuki masa ini agar tetap dalam jalut syariat.

Persiapan tsb terdiri dari 2 tahap:
1. Pra akil baligh
Pada masa menjelang akil bakigh ini orangtua perlu mengokohkan iman anak dengan bekal ilmu agama yang cukup, pengetahuan aturan adab dan akhlak sesuai syariat, pergaulan lawan jenis, tanda-tanda baligh dan kewajiban syariat yang mengikutinya, ketrampilan hidup juga pemanfaatan teknologi dengan bijak

2. Akil baligh
Setelah mendapat bekal yang cukup tentang syariat islam yang dibebani setelah akil baligh maka pada saat ini anak mulai dibebankan untuk menjalaninya. Orangtua juga perlu mengingatkan bahwa anak sudah menanggung dosa apabila tidak mengerjakan syariat pada usia ini sehingga diharapkan anak dapat mengendalikan dirinya dari perbuatan zina ataupun penyimpangan seksualitas

*_References :_*

1. http://suarajakarta.co/lifestyle/mendidik-anak-sesuai-fase-dan-fitrah-seksualnya/

2. https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/ciri-puber-pada-anak/

3. http://internasional.kompas.com/read/2012/03/30/00010686/Yang.Bikin.Anak.Perempuan.Lebih.Cepat.Puber

4. https://www.psychologytoday.com/blog/the-athletes-way/201312/scientists-identify-why-girls-often-mature-faster-boys

5. http://www.wivrit.com/2013/09/7-perubahan-sikap-dan-perilaku-pada-masa-puber.html

6. http://astieyoung.com/tips-menyiapkan-anak-menghadapi-masa-pubertas/

7. https://zaifbio.wordpress.com/2013/05/01/perkembangan-dan-pertumbuhan-manusia/

8. http://mahad-ib.blogspot.co.id/2011/06/masa-pubertas-yang-semakin-dini.html
9. https://hatimuslimah.wordpress.com/mempersiapkan-anak-memasuki-usia-baligh/

10. www.fikihkontemporer.com/2013/01/batasan-umur-baligh-bagi-laki-laki-dan.html?m=1

Portofolio Fitrah Seksualitas Anak#9

Cara Nabi Muhammad Mengarahkan Kecenderungan Seksualitas Anak

Sudah merupakan fitrah manusia memiliki kecenderungan seksual, namun kecenderungan itu perlu dikendalikan dan disalurkan sesuai syariat. Untuk menghindari kesalahan dalam penyaluran tsb, islam mengajarkan kaidah-kaidah, antara lain:

1. Melatih anak meminta izin saat masuk rumah dan kamar orangtua
Ada 3 kategori :
Anak belum baligh ditentukan 3 waktu: sebelum shalat subuh, waktu tidur siang, dan setelah sholat isya
nak sudah baligh : setiap waktu saat pintu kamar orang tua tertutup dan kedua orang tua berada di kamar
Khadimat dan anak bukan balita tapi belum baligh setiap waktu tidak boleh melihat/memperlihatkan auratnya dan orang lain meskipun keluarganya

2. Melatih anak menutup aurat dan menundukkan pandangannya
Waktunya bisa dimulai dari saat usia 7 tahun bersamaan dengan dilatihnya kewajiban shalat

3. Memisahkan tempat tidur anak
Hal ini sangat penting agar anak tidak melihat aktivitas orang tua di kamar tidurnya juga sesuai perintah Rasulullah.

4. Melatih anak tidur dalam posisi miring ke kanan
Hal ini untuk menjaga anak dari penyelewangan organ seksualnya karena jika tengkurang menyebabkan pergesekan pada organ itu dan memicu penyimpangan perilaku seksual

5. Menjauhkan anak dari ikhtilat dengan lawan jenis
Ikhtilat ini membuat orang mudah bercampur baur dan melampiaskan hasrat seksualnya karena tidak ada batas yang memisahkan

6. Mengajarkan kewajiban mandi janabah ketika baligh
Hal ini karena merupakan syariat islam

7. Mengajarkan perbedaan jenis kelamin san bahaya zina

8. Mendukung anak pernikahan dini
Yakni dengan mempersiapkan bekal-bekal anak yang sudah baligh agar siap untuk menikah dalam usia muda

📝Referensi :
📚Dengan Judul Prophetic Parenting*Cara Nabi Muhammad SAW Mendidik Anak*
DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid
Penerbit : Pro-U Media
📚 health.liputan6.com

Portofolio Fitrah Seksualitas Anak #8

Pendidikan seksualitas dalam Islam untuk anak laki-laki

Banyak fenomena anak laki-laki saat ini yang kurang maskulinitasnya. Pendidikan seksualitas dalam islam ini terkait totalitas kepribadian sesuai gender, maskulin untuk laki-laki dan feminin untuk perempuan. Maka 3 hal ini harus terpenuhi :
1. Seksualitas yang benar : bagaimana perilaku laki-laki & adab sesuai syariat
2. Seksualitas yang sehat : pendidikan seksualitas diajarkan soal thaharah
3. Seksualitas yang lurus : sesuai dengan fitrah maskulinitas anak laki-laki

Hilangnya fitrah anak laki-laki karena sejak kecil tidak ada sosok ayah. Maka sangat penting sekali untuk mengajarkan fitrah kelaki-lakian ini dengan menghadirkan sosok laki-laki terutama ayahnya, jika tidak ada maka bisa digantikan saudara ayah.

Sumber
https://majalahayah.com/pendidikan-seksualitas-dalam-islam-untuk-anak-laki-laki/

Siauw Fellix. Perempuan berkarir surga. Jakarta. Al Fatih Press. 2017

Portofolio Fitrah Seksualitas Anak #7

*Tarbiyah Jinsiyah : Pendidikan Seksualitas (pada anak)*

Faktanya pendidikan seksualitas merupakan hal tabu di masy indonesia, dalam pendidikan formal pun hanya diajarkan sebatas pelajaran biologi, dalam pelajaran agamapun tidak dibahas dengan komprehensive sehingga anak malah semakin penasaran dan berusaha mencari tahunya sendiri. Justru proses mencari tahu tanpa bimbingan ini yang sangat beresiko anak2 terpapar informasi yang tidak sesuai dengan usianya. Itulah mengapa banyak anak terpapar pornografi karena salah dalam menyalurkan rasa ingin tahunya.

Dalam islam, tarbiyah jinsiyah tidak hanya membahas secara anatomis(fisiologis dan psikologis) saja melainkan lebih kepada pendidikan akhlak & adab yang sesuai dengan syariat islam. Pendidikan ini sangat penting diajarkan dimulai dari keluarga (orang tua)nya sendiri.

3 hal penting yang perlu dibahas yakni soal adab:
1. Berketurunan
2. Bersuci
3. Menutup aurat

Selain pendidikan di atas orangtua juga harus senantia mengawasi media yang dilihat anak baik itu TV, radio ataupun internet. Tentunya juga senantiasa berdoa agar anak dilindungi dari perbuatan zina dan kejahatan seksual.

📖 Referensi 📖
Seminar Tarbiyah oleh usth. Herlini Amran pada tanggal 13/09/17

📕 Herlina Amran, MA. Tarbiyah Jinsiyah dalam Keluarga Muslim. http://pustaka.islamnet.web.id/Bahtsul_Masaail/

📕Kajian Guru Kuttab Al Fatih Depok (26 November 2014). Tarbiyah Jinsiyah. http://rabbanifamily.tumblr.com/post/115612352121/

Friday, January 19, 2018

Portofolio Fitrah Seksualitas Anak #6


PENGARUH MEDSOS TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA

Untuk generasi millenial medsos tidak lagi merupakan keinginan tetapi juga kebutuhan. Apalagi generasi ini haus akan ke-eksis-an sehingga muncul berbagai profesi karena ke-eksis-an seperti youtuber, blogger, dan selebgram yang dapat memberikan penghasilan lumayan. Namun dibalik manfaat ke-eksis-an di media sosial sebenarnya banyak bahaya yang mengintai termasuk gangguan perilaku seksual.

Jaman sekarang dimana internet sangat mudah di akses memudahkan kita mendapat berbagai informasi baik maupun buruk. Celakanya banyak orang jahat yang memanfaatkan dengan menebar konten yang merusak pikiran dan jiwa sehingga berdampak pada perilaku, salah satunya perilaku seksual. Remaja yang terlanjur menyerap konten berbau seks & pornografi dengan kondisi hormon menjelang baligh cenderung akan berperilaku seksual seperti merasa tertarik dengan lawan jenis, keinginan untuk berkencan, bercumbu, bahkan bersenggama. Perilaku seksual tersebut sangat mudah dilampiaskan para remaja melalui media sosial hingga berlanjut ke kopi darat dan ada yang berakhir tragis, terkena kejahatan seksual.

Untuk itulah peran orang tua dan penanaman akidah dan syariat sejak dini sangat penting untuk menjadi benteng pikiran dan jiwa anak agar tidak terjerumus perilaku seksual.

Daftar pustaka:

Sarwono. S.W. 2011. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Rintyastini, Y, Charlotte, SY. 2006. Bimbingan dan Konseling SMP Kelas VII. Jakarta: Erlangga.
http://www.top10indo.com/2013/07/10-cara-mencegah-seks-bebas.html?m=1
http://www.kajianpustaka.com/2017/01/pengertian-bentuk-dan-faktor-penyebab-perilaku-seks-bebas.html?m=1

Monday, January 15, 2018

Portofolio Fitrah Seksualitas Anak #5



TIPS & TRIK MENGENALKAN FITRAH SEKSUALITAS SESUAI TAHAPAN USIA ANAK

Ternyata pengenalan fitrah seksualitas dapat dilakukan bahkan sejak bayi lahir. Yang paling awal adalah dengan menghormati tubuh anak yang berharga. Tanpa kita sadari kita menganggap bayi itu belum memiliki rasa malu sehingga tidak terlalu menjaga auratnya. Padahal itulah tahap awal mengenalkan anak pada fitrah seksualitasnya. Bagaimana kita menjaga aurat anak bahkan sejak ia lahir.

Sesuai tahapan usianya penjagaan aurat ini bertahap hingga anak mengenal hanya ada 2 gender yang diciptakan Allah, laki-laki dan perempuan. Dua gender itu memiliki bentuk fisik, fungsi, dan karakteristik yang berbeda dan saling melengkapi. Anak juga mulai dikenalkan perbedaan permainan, pekerjaan serta batasan aurat sesuai gender. Hingga persiapan ibadah wajib menjelang usia baligh.

Dengan pengenalan fitrah seksualitas sesuai tahapan usia ini diharapkan anak sudah paham bagaimana menjaga auratnya, melakukan kewajiban ibadah, dan menjaga pergaulannya dengan lawan jenis setelah baligh.

Referensi:



 https://mimpipejuang.wordpress.com/2015/04/14/mengajarkan-pendidikan-seks-untuk-
anak-menurut-islam/amp/
 https://emak2blogger.com/2014/04/02/pendidikan-seksual-untuk-anak-usia-0-7-tahun/
 https://emak2blogger.com/2014/04/15/pendidikan-seks-untuk-anak-usia-7-14-tahun
 Prinsip dan Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas fanpage Harry Santosa https://www.facebook.com/harry.hasan.santosa/posts/10214702516026665
 Renungan Pendidikan #85 fanpage Harry Santosa https://www.facebook.com/harry.hasan.santosa/posts/10213353357258539
 Santoso, Harry. Fitrah Based Education Version 3.0. Cetakan Ketiga : 31 Maret 2017


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunSayIIP
#PentingkahMembangkitkanFitrahSeksualitasAnak