Tuesday, February 20, 2018
Portofolio Keluarga Multimedia #10
FIND MY DEVICE : Aplikasi Pelacak Handphone
Suatu hari teman saya cerita kalau ada temannya yang dibantu melacak posisi handphone suaminya, ternyata posisinya tidak sesuai dengan yang dikatakan suaminya. Lalu teman saya mempraktekkan untuk teman saya yang izin tidak masuk kantor, ternyata posisinya benar di kosannya.
Saya penasaran memcari aplikasi tersebut dan mendapatkan berbagai rekomendasi salah satunya find my device. Selain bisa mengetahui letak handphone ada fitur untuk play sound dan enable lock & erase.
Playsound berfungsi untuk menyalakan suara jika kita lupa menaruh handphone dirumah. Sedangkan fitur lock & erase berfungsi untuk mengunci dan menghapus data handphone jika ia hilang di luar rumah agar isinya tidak disalahgunakan orang lain.
Sayangnya untuk mendeteksi handphone yang hilang harus melalui aplikasi yang sama dan handphone yang bisa dilacak hanya yang sudah terinstall aplikasi ini.
Keunggulannya katanya play sound tetap berfungsi meski handphone dalam keadaan mati. Tapi yang ini belum saya praktekkan. Buat jaga-jaga rasanya perlu memasang aplikasi ini di semua handphone. Sizenya pun kecil tidak sampai 5 MB.
Link download : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.google.android.apps.adm
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Labels:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
Level 12,
tantangan 10 hari
Portofolio Keluarga Multimedia #9
CHAI'S PLAY : Aplikasi Panduan Parenting 0-6 Tahun Terlengkap
Saya tidak menyangka ternyata ada sebuah aplikasi yang memuat informasi panduan parenting dengan lengkap seperti chai's play. Selama ini ga kepikiran memcari aplikasi parenting di google play, ternyata bamyak. Dulu mah susah-susah browsing nyari inspirasi permainan anak dan artikel parenting sekarang udah ada dalam satu aplikasi :)
Setelah mendownload kita diminta untuk regristrasi dan memasukkan data anak. Ini untuk memudahkan aplikasi menampilkan rekomendasi artikel harian yang sesuai dengan usia anak.
Setelah itu kita akan mendapati halaman utama yang memuat folder per nama anak di bagian atas layar dan menyediakan fitur utama dibagian bawah layar, yakni:
1. Info Pilihan
Fitur ini menampilkan menu kata-kata mutiara dari chai's play, permainan, info tumbuh kembang, permainan bertema, dan tips permainan parenting.
Pada tiap menu selain kata mutiara memiliki 2 ikon di bawahnya : bagikan dan masukkan permainan. Jika kita memilih bagikan akan muncul opsi tempat membagikan seperti sosial media, whatsapp, dll. Sedangkan jika kita pilih masukkan kotak permainan maka akan terbookmark di fitur kotak permainan sehingga dapat kita buka kembali. Soalnya tiap hari menunya berubah dan akan hilang jika tidak dibookmark.
2. Pengasuhan dan Permainan
Ini lah fitur gudangnya informasi parenting yang kita butuhkan. Pas banget sesuai kebutuhan usia masing-masing anak. Pembahasannya juga cukup komprehensif tidak sekedar 1-2 paragraf. Terlihat sekali aplikasi ini serius menuliskan artikel parentingnya ya.. kabarnya pengisi semua artikel di aplikasi ini juga para ahli pendidikan. Pantas saja isinya ga asal-asalan.
Jika di fitur info pilihan ditampilkan menu-menu harian di fitur pengasuhan dan permainan kita akan disuguhkan 2 folder : Kisah pengasuhan dan pendidikan anak dan permainan.
Di folder kisah pengasuhan dan pendidikan anak ada banyak kumpulan artikel yang bisa kita pilih sesuai kategori usia anak. Folder ini berisi 4 menu : pengasuhan anak, tips permainan, kisah ayahbunda, dan konsultasi parenting. Artikelnya bagus-bagus deh rasanya pengen dibaca semua :D
Sama dengan folder sebelumnya, pada folder permainan kita juga bisa memilih permainan sesuai usia anak. Ada 5 kategori pilihan : permainan bertema, permainan sehari-hari, permainan keluarga, membuat permainan sendiri, dan rekomendasi mancanegara.
3. Kotak Permainan
Inilah fitur tempat kita membookmark permainan dan story yang kita pilih. Selain itu di fitur ini kita bisa mendokumentasikan permainan apa yang telah kita praktekkan bersama anak dan memberi nilai berupa love sesuai tanggapan anak terhadap permainan tersebut.
Di menu kotak permainan saya juga akan otomatis diberikan rekomendasi permainan untuk anak loh..semacam tugas untuk menguji orang tua apakah sudah mengaplikasikan permainan yang disediakan aplikasi ini.
Gimana, tertarik mendownload aplikasi ini kah bunprof?
Link download : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.havit.android
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Labels:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
Level 12,
tantangan 10 hari
Portofolio Keluarga Multimedia #8
AIRDROID: Aplikasi Remote Gadget via PC
Ini salah satu aplikasi yang bikin saya penasaran karena katanya bisa melakukan sms, wa, dan file transfer dari gadget melalui layar monitor. Selama ini pakai kabel USB ternyata ada aplikasinya yang terlihat praktis.
Aplikasi ini cukup berat 24 MB jadi sediakan cukup ruang sebelum mendownloadnya.
Link download : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.sand.airdroid&hl=in#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Labels:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
Level 12,
tantangan 10 hari
Monday, February 19, 2018
Portofolio Keluarga Multimedia #7
PREGNANCY WORKOUT : Aplikasi Olahraga Untuk Ibu Hamil
Setelah hamil, saya merasa butuh mempersiapkan fisik saya lebih baik lagi jadi mau mulai rutin olahraga. Sayangnya saya ga suka lari cuma suka senam sampai kepikiran beli nintendo yang ada dance games gegara lihat temen seruangan main asik banget kaya senam beneran. Berhubung harga nintendo cukup mahal saya belum jadi beli dan berniat menggantikan dengan karpet DDR. Tapi akhirnya urung juga karena sepertinya ribet mesti nyambungin dari laptop ke TV. Akhirnya saya coba cari aplikasi senam ibu hamil dan ternyata ada yang menarik: pregnancy workout.
Aplikasi ini menarik buat saya karena satu-satunya yang menggunakan gambar animasi sebagai instruktur. Biasanya saya lihat video senam/yoga bumil pakai video manusia beneran si jadi bosan aja kalau aplikasi pun cuma kumpulan video seperti itu. Setelah download memang menarik isinya.
Di halaman muka kita disuguhkan pilihan 1st, 2nd, 3rd Trimester serta 5 min Strecth. 5 min Stretch berisi kumpulan gerakan untuk pemanasan sedangkan yang lainnya berisi gerakan utama.
Setelah memilih salah satu opsi, kita akan diberi pilihan lagi mau rutinitas berapa. Sayangnya hanya routine 1 yang free sedangkan yang lainnya berbayar. Membaca review yang berbayar kurang bagus jadi saya ga berminat mendownloadnya, hehe
Setelah memilih routine 1 kita akan dipersiapkan untuk memulai salah satu gerakan. Sebelum memulai ada peringatan untuk mengkonsultasikan diri kita sebelum menggunakan aplikasi ini karena mungkin efek untuk tubuh ibu hamil demi keamanan.
Setiap gerakan ada 2 tahap, persiapan dan pelaksanaan. Ada alarm di pojok kanan atas yang membantu kita untuk menghitung lama gerakan. Di kiri atas ada petunjuk nama gerakan, keterangan jumlah repetisi (pengulangan) yang direkomendasikan juga tanda tanya. Jika kita menekan tanda tanya maka akan muncul animasi dengan keterangan bagaimana cara membuat gerakan tersebut.
Setelah memahami gerakan dan melihat animasi persiapan kita bisa menekan tombol next di kanan bawah dan mulai melakukan gerakan. Saat memulai alarm kanan atas akan berputar dan membunyikan ring jika waktu habis. Lama masing-masing gerakan berbeda-beda. Lakukan repetisi sesuai petunjuk yang direkomendasikan.
Saya rasa aplikasi ini cukup mudah untuk diikuti hanya saja kekurangannya bunyi alarm kurang keras dan menu lainnya berbayar :D
Link download: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.power20.prenatal.free
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Labels:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
Level 12,
tantangan 10 hari
Saturday, February 17, 2018
Portofolio Keluarga Multimedia #6
Pinterest : Aplikasinya Gudangnya Ide dan Inspirasi
Kalau di instagram kita hanya bisa lihat dan regram postingan orang lain. Di pinterest kita bisa mengoleksi postingan orang lain di akun kita :D
Sebenarnya aplikasi ini mirip instagram, seperti akun social media lainnya, kita bisa memfollow dan di-follow. Yang membedakan dengan instagram ada 2: aplikasi ini lebih fokus berisi ide-ide kreatif dan setiap postingan bisa di-pin secara virtual di akun kita.
Setelah regristrasi dan memiliki akun, kita bisa mulai mencari ide kreatif dengan kata kunci di kolom search. Setelah keluar foto-foto pada layar kita bisa memilihnya lalu mem-pin nya agar tersimpan di akun kita. Ini memudahkan kita untuk membukanya langsung dari akun kita tanpa perlu search kembali.
Mirip dengan cookpad, di akun kita terdapat fitur board yang berisi kategori koleksi kita baik dari postingan sendiri atau pin dari postingan orang lain, pin yang berisi koleksi pin kita, dan tried berisi dokumentasi ide yang sudah kita coba.
Fitur utama sama seperti instagram : timeline, browse, upload, pin, love, dan pesan. Jadi kita bisa juga komen dan pesan ke akun orang lain.
Aplikasi pinterest ini sangat berguna buat ibu profesional mencari ide seperti kegiatan untuk anak, menata rumah, sew & craft, berkebun, dll. Jadi ibu ga bingung lagi nyari2 inspirasi ^_^
Link download: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.pinterest
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Labels:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
Level 12,
tantangan 10 hari
Portofolio Keluarga Multimedia #5
Money Manager : Aplikasi Keuangan Terdetil
Kalau Anda suka catatan keuangan yang rapi dan terperinci, aplikasi ini sangat cocok untuk Anda. Dari tampilan mukanya kesan serius langsung tertangkap. Halaman muka langsung menampilkan fitur utama dan pilihan tampilan (harian, kalender, mingguan, bulanan, dan total). 4 fitur utama terletak di bagian bawah layar:
1. Transactions
Fitur ini lah tempat semua catatan keuangan tersimpan mulai dari income, expense, dan transfer. Semua menu akan memberikan pilihan 3 kolom untuk Anda isi : cash, account, dan card. Terlihat aplikasi ini membantu kita membuat detil keuangan dari sisi cash (uang yang kita pegang/simpan di dompet/saku), account (uang yang berada dalam rekening kita, dan card (uang yang berada dalam kartu virtual seperti emoney, tcash, dll)
Bahkan aplikasi ini tidak ingin melupakan transaksi kita yang melalui bank transfer. Meski sebenarnya bisa kita cek via ibangking si..tapi jika kita memiliki lebih dari 1 rekening kita bisa merekapnya di aplikasi ini.
Di menu income ada pilihan kategori : allowance, salary, petty cash, bonus, dan other. Di menu expense ada pilihan kategori : food, social life, self development, transportation, culture, household, apparel, beauty, health, education, gift, dan other. Sedangkan di menu transfer ada catatan transfer dari mana ke mana. Rinci sekali, bukan?
2. Statistic
Setelah kita mengisi menu transaction kita bisa melihat statisticnya di fitur ini. Jadi kita bisa mereview berapa persen income, expense, dan transfer kita. Fitur ini berguna untuk pengendalian (cash flow) keuangan kita.
3. Account
Di menu ini kita bisa melihat rekap assets dan liabilities kita. Jadi inget pelajaran akuntansi deh :D
Nah, buat ibu profesional aplikasi ini bagus banget buat mengendalikan keuangan keluarga. Tapi kudu istiqomah nyatetnya biar keliatan statistiknya ^_^
Link download: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.realbyteapps.moneymanagerfree
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Labels:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
Level 12,
tantangan 10 hari
Portofolio Keluarga Multimedia #4
Cookpad : Social Medianya Food Blogger
Melihat fitur aplikasi ini saya jadi merasa aplikasi ini bukan sekedar tempat kumpulan resep tapi juga social media buat para food blogger. Kalau di blog penulis resep cuma bisa menulis resep dan mendapat komentar, di aplikasi cookpad lebih interaktif lagi.
Ada 5 fitur aplikasi ini:
1. Search
Di fitur ini jika Anda newbie Anda akan menemukan rekomendasi resep dari kategore terbaru atau terpopuler. Anda juga bisa mencari resep dengan menggunalan kata kunci di kolom search.
2. Follow
Nah, sebelum masuk aplikasi itu kita harus daftar dulu untuk mendapatkan akun. Gunanya akun itu untuk memfollow dan di follow. Ini lah yang bikin saya sebut aplikasi ini sebagai social medianya food blogger. Kalau kita udah follow akun favorite nanti update resep dari akun tersebut akan muncul di timeline kita.
3. Cookmark
Selain bisa follow akun favorit kita juga bisa cookmark (plesetan dari bookmark) alias save resep favorit di akun kita. Jadi tinggal buka aja kalau sewaktu-waktu mau recook.
4. Recook
Nah, kalau kita sudah recook suatu resep kita bisa lapor ke yang akun empunya terus save juga hasil recook kita. Jangan lupa kasih ucapan terima kasih yaa
5. Tulis resep
Ini dia fitur utama yang menghidupkan aplikasi ini. Karena fitur tulis resep ini lah ada banyak resep yang tersimpan dalam aplikasi. Anda bisa menulis resep Anda dan membagikannya. Inilah jiwa social media food blogger, sharing resep. Dari situ kita bisa mendapatkan follower dan orang lain bisa me-recook resep kita. Saya jadi kepikiran buat sharing resep-resep kepepet dengan bahan seadanya di kulkas. Siapatau bisa menginspirasi :D
Aplikasi ini saya rasa rekomended buat ibu-ibu jaman now yang senang berkreasi dan berbagi. Bisa menantang diri buat rajin masak juga ^_^
Link download: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.mufumbo.android.recipe.search
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Labels:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
Level 12,
tantangan 10 hari
Wednesday, February 14, 2018
Portofolio Keluarga Multimedia#3
![]() |
| Menu Babycenter |
Saat mengetahui bahwa saya positif hamil saya segera mencari aplikasi pregnancy yang bisa membantu saya untuk memantau kehamilan saya. Setelah mendapatkan review dari beberapa teman saya memutuskan untuk mengunduh aplikasi BabyCenter ini dan alhamdulillah saya cukup puas. Dari segi tampilan aplikasi ini enak dilihat. Fitur utama dan fasilitasnya pun lengkap.
FITUR UTAMA
Fitur utama aplikasi ini ada 3: Calendar, Birth Club, dan Tools. Pada fitur calendar kita akan disuguhi laporan mingguan beserta ilustrasi perkembangan janin di dalam kandungan. Saat lagi kangen karena belum sempat USG, ilustrasi disini cukup membantu. Saya juga bisa mengetahui pertumbuhan janin tiap minggu dan berusaha membayangkannya untuk memicu hormon cinta. Tentu saja rasa positif ini sangat baik untuk pertumbuhan janin.
Dari fitur Birth Club kita bisa membaca cerita teman-teman seangkatan kita. Namun karena ini aplikasi luar negeri jadi banyak cerita kehamilan orang luar yang sudah biasa hamil di luar nikah dan tanpa suami. Jadi saya kurang menyimak di sini hanya kalau iseng saja...
Fitur terakhir adalah Tools dengan 8 fasilitas yang cukup lengkap buat saya. Kita bahas satu persatu yaa
FASILITAS
8 Fasilitas yang ada dalam fitur Tools terdiri dari Bumps, Is it safe?, Kick tracker, Registry checklist, Baby Names, Birth Class, Birth Preferences, dan Contranction Timer.
Fasilitas Bumps memberi tempat untuk kita mendokumentasikan foto-foto perkembangan perut kita. saya tidak mengisinya karena itu aurat. Namun sekarang baru kepikiran kenapa gak uplod foto hasil USG aja ya? lumayan untuk dokumentasi :D
Fasilitas Is it safe? membantu kita untuk mencari tahu apakah sesuatu itu aman untuk ibu hamil. Kita bisa mengeceknya dari kategori : Beauty & Style, Fitness, Health, Home&work, Nutrition&weight, Sex, Sleep, dan Travel. Lengkap sekali bukan?
Kick Tracker adalah fasilitas untuk merekam jejak tendangan janin. Saya baru bisa menggunakannya di usia diatas 16 week. Mengingat pengalaman kehamilan sebelumnya fasilitas ini akan sangat berguna di trimester akhir dimana saya harus benar-benar memantau kesejahteraan janin dari gerakannya :)
Registry checklist adalah fasilitas untuk mengingatkan kita mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk bayi kita nanti. Terdiri dari kategori Nursery, Baby Gear, Diapering, Breastfeeding&bottle feeding, Solid feeding, Bathing, Clothing, Sleeping, Baby Soothers, toys&entertainment, Safety, dan Health. Berhubung pengalaman anak ketiga saya hanya berhasil menyusui sampai usianya 18 bulan karena ASI saya menipis, yang paling saya pikirkan dan mulai mencicil sejak dini adalah persiapan untuk pumping. Jadi saya sudah membeli cooler bag yang sudah rusak karena dibeli zaman anak pertama yang sekarang sudah mau 7 tahun. Juga saya akan menabung untuk membeli pompa asi elektrik impian :D
Baby Names adalah fasilitas untuk mencari inspirasi dan menuliskan nama calon bayi kita. Saat ini saya belum menggunakannya.
Birth Class adalah fasilitas kelas untuk belajar soal kehamilan dan persalinan. Ini sangat membantu untuk murajaah ilmu-ilmu yang sudah saya dapat sebelumnya dan menambah referensi.
Birth preferences adalah fasilitas keren yang membantu kita untuk membuat birth plan, yakni apa saja yang kita inginkan saat kehamilan, proses persalinan, dan pasca persalinan. Birth Plan ini sangat penting untuk kita buat dan konfirmasi kepada suami dan provider yang akan membantu kita saat persalinan nanti. Agar kita siap akan segala keputusan dan tindakan bukan pasrah karena ketidaktahuan dan ketidaksiapan kita.
Contraction Timer adalah fasilitas untuk merekam jejak kontraksi saat memasuki persalinan nanti. Saat proses persalinan anak-anak sebelumnya saya tidak pernah menggunakan aplikasi semacam ini. Saat berusaha VBA2C kemarin juga saya hanya menghitung kontraksi dari melihat jam di handphone. Namun rasanya saya ingin mendokumentasikan kontraksi di persalinan keempat nanti sebagai bahan pelajaran dan kenang-kenangan.
MasyaAllah ya aplikasi ini sangat lengkap, mudah digunakan, dan sangat membantu Ibu Profesional yang sedang hamil seperti saya. Semoga ikhtiar ini diberikan Allah proses persalinan yang sehat, selamat, menyenangkan, alami, tertutup aurat dari non mahram, tenang, lancar, dan bahagia.
Healty Mom, Happy Pregnancy!
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Labels:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
IIP,
Level 12,
tantangan 10 hari
Tuesday, February 13, 2018
Portofolio Keluarga Multimedia #2
![]() |
| Fitur Jakarta City Line |
JAKARTA CITY LINE : Aplikasi Commuter Line User Friendly
2017 resmi sudah saya menjadi roker alias rombongan kereta. Diawali dengan mutasinya suami ke KPP Mampang Prapatan yang jauh dari kantor saya namun lebih dekat dari rumah. Jadi saya hanya bisa pergi-pulang bareng setengah perjalanan saja. Alhamdulillah ya..masih bisa PP bareng..tiap hari masih ketemu.. meski awalnya ragu karena ongkos transport otomatis nambah juga perasaan berat beralih dari zona nyaman, takut telat, dan lain-lain. Namun setelah dijalani ternyata kami bisa melewatinya. Tentu saja selama proses adaptasi kami masih gonta-ganti formula jalur mana, naik apa, berangkat jam berapa yang baik untuk semua. Yakni tidak terlalu pagi meninggalkan anak-anak sehingga masih sempat menyiapkan keperluan sekolah a Hamzah dan bekal kami juga tidak membuat kami terlambat sampai kantor.
Salah satu formulanya adalah dengan saya menaiki commuter line dari stasiun Pasar Minggu. Namun ternyata tidak mudah menjadi roker. Lumayan berat diawal karena harus berdesakan untuk mendapatkan celah masuk kedalam gerbong. Saya sampai memikirkan beberapa trik sampai akhirnya terbiasa dengan gesture roker. Beberapa kali menemui orang pingsan, kereta mati di tengah jalan atau bahkan anjlok juga yang paling sering kendala sinyal. Selama itu saya banyak terbantu menggunakan aplikasi Jakarta City Line ini. Dari beberapa aplikasi yang sudah saya coba JCL ini lah yang paling user friendly menurut saya.
Tampilan JCL bisa merangkum semua posisi kereta di beberapa stasiun dalam satu layar. Ini memudahkan saya untuk memilih dari mana saya berangkat dan sudah dimana kereta target saya. Selain itu ada fitur twitter untuk memantau informasi KRL terupdate yang tidak terekam di JCL. Juga ada fitur untuk mengetahui tarif antar stasiun.
Aplikasi ini sangat membantu Ibu Profesional yang bekerja di ranah publik seperti saya yang menggunakan transportasi commuter line. Namun selain aplikasi dan twitter, roker juga perlu bertanya kepada sesama roker untuk mengetahui info KRL terupdate. Tetap semangat bekerja ya Ibu Profesional :)
Link download: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.jakartacityline.android&hl=in
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Labels:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
tantangan 10 hari
PERNAHKAH ANDA TRAVELLING SENDIRIAN?
Selepas saya SMA akhirnya saya bisa menjadi merpati yang terbang bebas. Sebelumnya orang tua saya begitu melindungi saya sampai saya tidak pernah keluar kota (kecuali UI depok) selain karena acara sekolah. Entah bawaan dari mana rasanya saya ingin sekali masuk organisasi Pecinta Alam saat SMA namun tentu saja terhalang izin orang tua. Maka setelah lulus SMA saya mengajukan proposal untuk ngekos saat kuliah, selain karena memang jauh dan cukup memakan waktu perjalanan yang harusnya bisa buat istirahat juga agar saya bisa lebih "bebas".
Alhamdulillah orangtua cukup membekali saya dengan agama, meski mereka termasuk awam. Jadi sebebas-bebasnya saya pasti terbatas dengan aturan agama. Hanya saja saya senang bisa lebih mandiri mengatur keperluan hidup saya. Pun saat orangtua hanya bisa memberi uang bulanan semampu mereka, saya bisa berusaha untuk mencari uang sendiri. Inilah yang saya maksud "bebas", lebih mandiri dan tidak bergantung kepada orang tua.
.
Masih dengan semangat muda saya waktu itu saya pernah keluar kota sendirian demi mencari nafkah bulanan. Saya pergi dari kosan dekat STAN Jurtim-Bintaro ke Bekasi pulang kuliah dan ternyata kehabisan bis. Saya menunggu sampai tengah malah di terminal sampai akhirnya bapaknya anak yang akan saya bimbing belajar privatnya kuatir dan menyuruh saya naik taksi saja. Eh tapi saya sudah terlanjut ngangkot, sampai seluruh penumpang habis tinggal supir yang mengemudi dan saya di kursi penumpang belakang. Supir pun berseloroh, "Untungnya masih banyak orang baik di Bekasi kalau tidak mba mungkin udah dijahatin orang." Saya cuma bisa banyak-banyak berdoa saja soalnya diterminal sempat ditawarin bapak-bapak mampir minum dulu ke lapak-lapak pinggir jalan. Entah memang ramah atau modus tapi saya menolaknya dengan sopan demi keselamatan.
.
Kejadian bertualang sendirian ini rupanya tidak sampai di situ saja. Entah kesambet apa saat liburan kuliah di tingkat 1 kuliah dimana saya masih unyu-unyu selepas SMA, tiba-tiba pengen banget keliling jawa mengunjungi rumah teman-teman dekat sepengajian yang tentu saja pada mudik ke kampung halaman. Antara penasaran karena seumur-umur lahir dan tinggal di Jakarta cuma kenal Depok, Jurangmangu-Bintaro, Bogor, Bandung, dan Simo aja juga terinspirasi buku-buku backpacker. Ceritanya saya mau backpackeran gitu dan rumah teman-teman saya jadi tempat transitnya. Petualangan diraih, silaturahim pun dapat. Bahkan saya bisa berkunjung ke rumah Mbah di Simo yang gak tiap tahun bisa kami kunjungi terkait ekonomi :'(
Alhamdulillahnya entah mengapa juga Bapak yang selama ini begitu over protected sama anak gadisnya mau mengizinkan anaknya backpackeran. Mungkin setengah kasian juga kali ya anaknya seumur-umur cuma kenal Jadebobajusi aja sekaligus mau menguji (feeling saya) kemandirian anaknya. Bapak sendiri yang mengantar saya ke stasiun Gambir untuk naik Matarmaja, kereta termurah ke Surabaya waktu itu. Alhamdulillah saya berangkat bersama mba senior di pengajian yang kemudian berpisah di stasiun Pasar Turi. Saya bisa merasakan bagaimana kereta Jawa ekonomi yang super ramai dengan pengamen dan pedagang sampai dicolek-colek pengamen yang silih berganti datang. Hingga akhirnya saya harus memulai petualangan saya sendirian, di kota yang baru pertama kali saya injak tanpa kenal satu orang pun, hanya ada saya dan Allah juga alamat teman saya di Surabaya.
Ittenary saya antara lain Jakarta-Surabaya-Sidoarjo-Madiun-Kebumen-Simo-Jakarta. Sebenarnya pengen ke Batang juga tapi sayangnya ga sempat..
Dari semua lokasi itu sebelum berhasil menemukan alamat, tentu saja saya yang blasteran Jawa-Sunda pasif alias ga bisa berbicara bahasa itu cuma mengerti aja sedikit terkendala saat mencari kendaraan. Mungkin ini latihan kalau mau ke luar negeri dengan bahasa Inggris pasif ya.. jadi dikit-dikit pake bahasa tarzan :D Andalan saya waktu itu meski ga bisa ngomong Jawa saya harus terlihat yakin dan kuat, tidak lemah seperti orang kebingungan, ya sok pede gitu deh. Ini trik biar tidak mudah diganggu orang. Saya pikir orang yang terlihat lemah atau kebingungan akan menarik orang jahat untuk mengganggunya. Kalau misal tetap diganggu gimana? Entahlah, saya juga gak punya ilmu beladiri waktu itu jadi cuma bergantung sama Allah aja.
MasyaAllah entah kenapa saat itu saya begitu berani sendirian seperti itu, kalau bukan karena izin dan perlindungan Allah mungkin saya sudah celaka. Mungkin ini lah jiwa petualangan ya, ada sedikit modal nekat juga. Ikhtiar saya selain gesture "pemberani" juga handphone yang harus selalu aktif. Setidaknya kalau ada hal darurat saya bisa menelepon. Terutama untuk memastikan alamat teman-teman saya. Meski saat itu belum tren dan belum punya powerbank alhamdulillah batre handphone masih cukup hingga saya menemukan alamat teman saya.
Dari seluruh perjalanan antar kota ini saya merasa sesungguhnya orang Jawa baik-baik. Meskipun di layar kaca sering lihat berita kriminal tapi nyatanya saat saya bertualang sendirian seperti ini masih banyak orang yang menolong saya menunjukkan alamat dan kendaraan. Kadang saya juga diajak ngobrol yang hanya bisa saya jawab senyum atau nggih saja. Sayang sekali petualangan ini minim foto karena menghemat batre hape. Tapi memori yang saya tuliskan ini akan terus melekat dan menjadi cerita manis untuk anak-anak saya kelak. Tentang sebuah petualangan sendirian untuk menemukan diri kita yang sebenarnya.
Terima kasih buat Bapak dan Mama yang sudah mengizinkan, saudari-saudari host yang sudah memberi jamuan, orang-orang tak dikenal yang memberi pertolongan, dan tentu saja Allah yang memberi perlindungan :)
Monday, February 12, 2018
Portofolio Keluarga Multimedia #1
My Quran : Aplikasi Quran Terlengkap
Saya baru mencoba 3 Aplikasi Qur'an, yang paling terakhir adalah My Quran. Menurut saya ini adalah aplikasi Quran terlengkap. Karena di dalamnya tidak hanya ada tampilan quran tapi juga terjemahan, dll. Kita bahas satu persatu yaa
Halaman Muka
Halaman muka aplikasi ini cukup unik. Ada desain putaran roda di kanan dan kiri yang berfungsi untuk memilih surat dan ayat. Alih-alih mengetiknya sendiri dengan fitur search, menu pencarian ayat ini so much fun. Seru aja muter-muter rodanya sampai ketemu ayat yang dicari. Kedua roda dihubungkan jembatan ditengah-tengah dan dibagian bawah layar yang menuliskan surat dan ayat yang kita tandai terakhir setelah tilawah. Jadi tiap mau lanjutin tilawah tinggal klik jembatan itu :)
Fitur Utama
Aplikasi ini sangat memudahkan ibu-ibu untuk mobile tilawah di manapun tanpa harus membawa Al Qur'an fisik. Meski godaan cukup berat untuk tidak membuka notifikasi whatsapp dan social media ya..hehe
Asiknya aplikasi ini bisa menampilkan terjemahan Al Qu'ran sehingga bisa tilawah sambil menyelami hikmah tiap ayatnya. Terkadang saya keasikan membaca kisah-kisah yang ada dalam Al Qur'an kadang juga kebingungan menyelami hikmah dalam balutan bahasa tingkat tinggi. Dengan membaca arti dan menyelami hikmahnya insyaAllah kita bisa memahami dan menghayati hingga akhirnya mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tampilan Al Quran ada beberapa pilihan: tampilan dengan atau tanpa terjemahan, dengan atau tanpa petunjuk tajwid, mushaf Indonesia atau Madinah, dan tampilan perhalaman atau per ayat. Untuk memudahkan menyelami hikmah saya lebih suka mensetting tampilan per ayat dengan tajwid dan terjemahan.
Fasilitas
Selain fitur utama, Ada 9 fasilitas yang ditampilkan pada halaman muka: Ayat Sajadah, Penanda halaman, Catatan khatam, Catatan hapalan, Makhraj, Jadwal Sholat, Doa Sehari-hari, Pencarian, dan Asmaul Husna. Yang paling sering saya gunakan tentu saja penanda halaman. Selain itu, karena ruang kantor saya kedap dari suara azan dan ketika dalam perjalanan kadang saya mesti cek jadwal sholat.
Di luar itu semua, aplikasi ini punya fitur notifikasi pengingat untuk tilawah. So, minimal kita jadi teringat kalau-kalau belum tilawah hari ini dan segera mengejar sebelum ketiduran. Untuk versi gratisnya aja sudah segini lengkap fitur dan fasilitasnya, apalagi yang berbayar ya.. ada fitur untuk membantu hapalan Al Qur'an, juga fitur tajwid warna di semua surat. Versi gratis tajwid warna hanya di surat Al Fatihah&Al Baqarah. Dengan fitur utama dan fasilitas ini saya merekomendasikan aplikasi my Quran untuk Bunda Shalihah Ibu Profesional. Kita juga patut berbangga karena aplikasi ini buatan lokal :)
link download : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tof.myquranina&hl=in
#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia
Labels:
Bunda Sayang,
Ibu Profesional,
Level 12,
tantangan 10 hari
Friday, February 2, 2018
SETIAP KITA ADALAH PEMIMPIN
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya..." [HR. Bukhori]
.
Coba bayangkan, seorang introvert yang tidak pernah berbicara di depan umum, tidak pandai berkata-kata atau berkomunikasi secara langsung, sulit mengungkapkan perasaannya, tidak mudah dekat/percaya dengan orang lain, lebih sering terlihat sendirian, tiba-tiba harus memimpin 55 orang dalam sebuah kegiatan tingkat kota Jakarta. Bagaimana perasaannya?
.
"Apakah saya bisa?"
"Apakah mungkin?"
.
Takut, ragu, shock, apapun perasaan dan pikiran itu alhamdulillah tidak mampir saat itu. Entah saya yang terlalu polos atau terlalu berpikiran sempit yang pertama terlintas adalah "bagaimana contoh event yang pernah diadakan sebelumnya?".
.
Tadinya saya hanya anggota biasa dalam komunitas, silent reader, tidak akrab dengan teman-teman grup karena niat saya masuk komunitas ini untuk belajar di Institutnya, Institut Ibu Profesional. Jadi saya yang introvert tidak ingin bersusah payah mengeluarkan effort untuk berteman.
.
Iya, begitu susahnya seorang introvert menjalin hubungan dengan orang lain sehingga itu merupakan effort yang sangat besar baginya. Maka dalam kondisi seperti itu saya membuat prioritas, saya memilih untuk lebih concern pada kuliah Institut Ibu Profesional (IIP) daripada berkomunitas dalam Ibu Profesional (IP) Jakarta. Hal yang membuat saya menyesal atas pilihan yang begitu egois itu. Kenyataannya kita tidak bisa benar-benar tidak berhubungan dengan orang lain, meskipun hanya dalam WA grup.
.
AMANAH ITU
.
Saya merasakan akibat keputusan yang salah itu saat saya diberi amanah menjadi Ketua Panitia dalam acara milad IP Jakarta. Mengapa tiba-tiba anggota biasa seperti saya diamanahkan sebagai ketua? tidak lain dan tidak bukan karena saat ada Open Recruitment Penanggung Jawab (PJ) event IP Jakarta saya mengajukan diri. Meskipun saya submit pendaftaran sangat terlambat ternyata saya tetap diterima.
.
Alhamdulillahnya saya tidak sendiri, sudah ada senior yang berpengalaman yang juga diterima menjadi PJ event. Ia, sudah 4-5 kali mendapat amanah menjadi ketua panitia kegiatan IP Jakarta. Tentu saja saya sangat bergantung untuk belajar padanya.
.
Mengapa seorang introvert ini tiba-tiba mendaftarkan diri jadi PJ event, padahal itu sudah pasti akan membutuhkan effort besar untuk membina hubungan dengan orang lain?
.
Tidak lain dan tidak bukan karena saya ingin sekali membuat acara kemah keluarga murah meriah bersama teman-teman IP Jakarta. Annual family camp yang diadakan IP Jakarta menurut saya terlalu mahal dan kurang membumi. Padahal IP memiliki mantra dasar untuk family: banyak main bareng, ngobrol bareng dan beraktivitas bareng. Mantra ini kami rasakan saat camping bareng sekeluarga. Dimana kami mau tidak mau tidak memegang gadget karena seringkali tidak ada sinyal, juga minim listrik untuk charger, dan tentu saja no TV. Ditambah kami harus berkumpul hanya dalam tenda berukuran 3x3 di suatu alam terbuka yang hanya ada rerumputan, pohon-pohon, sungai/air terjun, dan langit biru. Betapa kondisi saat camping keluarga ini sangat mendukung mantra dasar IP.
.
Saya ingin tidak hanya saya, tapi banyak keluarga IP Jakarta merasakan pengalaman serupa. Sejenak melupakan hirukpikuk ibu kota beserta kemacetan dan polusinya. Sekejap menikmati alam bebas bersama orang-orang tercinta. Betapa ini akan mempererat ikatan sebuah keluarga jika sering diadakan. Mungkin tidak harus selalu camping, travelling murah meriah kemana saja, backpakeran dengan dana terbatas, bahkan cuma piknik di taman pun kalau sering dilakukan sekeluarga insyaAllah akan mengurangi jumlah anak-anak yang kesepian dan kurang perhatian di dunia. Dan tentu saja ini bisa menjadi salah satu faktor kualitas generasi mendatang.
.
CHANGE is stands for CHAlleNGE
.
Mimpi saya ternyata harus melewati berbagai tantangan dulu. Karena memang belum ada family camp murmer di IP Jakarta saya harus mengikuti kegiatan yang sudah ada. Dengan catatan si silent reader ini sama sekali tidak pernah mengikuti kegiatan offline IP Jakarta sebelumnya, tidak ada gambaran samasekali.
.
Konsekuensi mendaftar menjadi PJ event ya harus mengkoordinir acara yang sudah ada, salah satunya annual event. Qaddarallah senior PJ event sedang padat agendanya di bulan Desember sehingga tidak bisa menjadi Ketua Panitia. Padahal saya berharap mengikut event sebagai anggota dulu untuk mempelajari bagaimana bentuk acara dan koordinasi dalam kepanitiaan. Namun Allah memberi rencana yang lebih indah untuk saya.
.
Seorang introvert ini harus berubah, CHANGE. Harus berpindah dari zona nyamannnya sebagai introvert. Harus belajar mengorganisir acara dan memanajemen orang langsung. Caranya adalah dengan menjadi ketua panitia. Dan ketika saya memutuskan untuk berubah maka pastilah banyak tantangan yang mengikutinya. Tantangan pertama adalah konsekuensi akibat keputusan saya tidak sungguh-sungguh berteman dengan anggota WAG dan tidak pernah mengikuti kegiatan offline IP Jakarta sama sekali.
.
Ya, saya sama sekali tidak punya gambaran kegiatan dan saya tidak mengenal banyak orang untuk saya ajak menjadi panitia. Dua hal ini lah yang langsung terlintas di pikiran saya setelah saya resmi mendapat amanah sebagai ketua panitia acara milad IP Jakarta. Tiba-tiba saya harus melesat bagaimana dengan waktu yang kurang dari sebulan ini saya bisa mengkoordinir sebuah acara untuk satu kota. Mungkin saya harus bersyukur dengan pikiran pendek saya sehingga tidak sempat kepikiran seluas apa Jakarta itu sehingga tidak muncul rasa takut atau ragu. Bahkan saya tidak kepikiran sesulit apa nantinya, saya hanya memikirkan dua jawaban: bagaimana contoh event IP Jakarta dan bagaimana saya bisa mencari orang untuk menjadi panitia.
.
Saya mulai belajar dari LPJ kegiatan sebelumnya. Saya pun diingatkan untuk segera OR kepanitiaan mengingat waktu yang kurang dari sebulan. Learning by doing sangat saya rasakan di sini. Dan tiba-tiba saya merasa orang paling tidak tahu tentang IP Jakarta meski sudah setahun lebih ada dalam komunitasnya.
.
Seperti saat naik gunung, tantangan ada sepanjang perjalanan. Rasanya ingin berhenti dan menyerah saja. Karena ternyata tidak mudah mengkoordinir sebuah acara besar di tengah-tengah kerjaan kantor akhir tahun, berbarengan dengan tugas kuliah IIP, dan tentu saja tanggung jawab saya sebagai istri dan ibu. Berkali-kali ingin bilang, "I Quit" tapi tercekat saat bertemu teman-teman panitia dalam rapat offline.
.
Mereka adalah teman-teman yang dengan kesadaran dirinya mendaftarkan diri menjadi panitia. Tentu saja mereka sudah paham konsekuensinya, menambah effort di luar kewajiban rumah tangga dan kantor. Dan para panitia itu beberapa rapat dengan membawa bayi dan balita, membuat saya malu jika mengatakan "I Quit".
.
THE LEADER
.
Terakhir menjadi panitia saat saya kuliah 9-10 tahun yang lalu. Terakhir mendapat amanah sebagai ketua saat SMA 14 tahun yang lalu. Berbekal pengalaman itu saya belajar bahwa seorang pemimpin tidak bisa membuat keputusan sesuai keinginannya sendiri. Karena konsekuensi keputusan itu akan berpengaruh terhadap banyak orang. Betapa membuat keputusan itu sangat berat pertanggungjawabannya. Itulah mengapa umar menangin saat diangkat menjadi khalifah. Karena bisa jadi setiap keputusan menentukan pahala dan dosanya, apakah ia akan masuk surga atau neraka. Saya pun tidak habis pikir, mengapa banyak orang begitu mengejar posisi menjadi yang teratas, presiden, gubernur, direktur bahkan ketua RT. Padahal amanah itu begitu berat di mata saya.
.
Suara saya yang kecil dan gerak-gerik khas orang Jawa Sunda yang tidak setegas orang Sumatera cukup menyiratkan bahwa saya tidak bisa berlaku setegas senior saya. Karakter kami sangat berkebalikan. Saya introvert dan beliau ekstrovert. Saat beliau berbicara dengan suara keras dan lantang semua orang langsung mendengar. Berbeda dengan saya yang harus agak teriak saat memimpin rapat. Saya mulai merasakan banyak tantangan akibat karakter introvert ini. Mau tidak mau saya harus lebih ekstrovert. Saya harus lebih perhatian, berbaur dengan banyak orang, sering berbicara, banyak mendengar, dan yang paling sulit adalah membuat keputusan yang baik untuk semuanya. Bahkan saat menentukan tanggal rapat offline pun begitu sistemik karena saya harus bisa mengakomodir semua divisi agar banyak yang bisa datang. Mau tidak mau merelakan agenda pribadi keluarga saya menyesuaikan dengan agenda rapat.
.
Alhamdulillahnya suami saya sudah mendukung sejak meridhoi saya mendaftarkan diri menjadi PJ event. Namun sayangnya di saat-saat tersibuk dalam kepanitiaan beliau harus diklat asrama 2 minggu sehingga tidak bisa banyak membantu dan saya harus menitipkan anak3 kepada eyangnya.
.
Banyak keajaiban yang kami rasakan dalam kepanitiaan ini. Mulai dari tiba-tiba mendapat kabar Bu Septi dan Pak Dodik akan menghadiri acara padahal sebelumnya agenda beliau padat hingga April-Mei. Hingga di saat-saat kritis saat kami menghitung kebutuhan anggaran melebihi kemungkinan pemasukan yang akan kami terima. Namun ternyata perhitungan kami salah. Allah mendatangkan banyak rezeki dari arah yang tidak kami sangka. Mulai dari ibu peri yang menjadi donatur baik dana cash maupun hadiah doorprize, pendaftar sponshorship yang membludak hingga peserta acara yang nyaris memenuhi target, 296 dari kuota 300.
.
MasyaAllah...meski sepanjang perjalanan saya berkali-kali ingin menyerah dalam hati dan memohon kekuatanNya tapi Allah mengirimkan banyak bantuanNya. Kita cukup berikhtiar sebagai hambaNya dengan sebaik-baik ikhtiar, lalu biarkan "tangan" Allah bekerja. Dan lihatlah, hasil ikhtiar kita pastilah yang terbaik untuk kita.
.
Terima kasih banyak untuk teman-teman panitia yang sudah mengajari saya banyak hal untuk menjadi pemimpin, yang memberikan kebersamaan meski saya belum bisa terlalu akrab, dan memberi saya pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depan.
.
Karena kepemimpinan tidak melihat karakter kita melainkan usaha kita untuk menjadi pemimpin.
.
Barakallahu fiikum..
.
Monday, January 29, 2018
Tantangan 2017 : PJ event Ibu Profesional Jakarta
![]() |
| Dari kiri: Saya, Mba Enes, Ibu Septi, dan Pak Dodik |
Tahun 2017 kami memulai project keluarga pertama kami yaitu,
naik gunung sekeluarga dan camping sekeluarga. Meski persiapannya ribet dan
perjalanan naik gunung sangat melelahkan tapi kami senang dan anak-anak juga
menikmatinya. Kami semua ketagihan hingga kami sudah menaiki beberapa gunung,
yakni gunung gede pangrango, gunung papandayan, gunung galunggung, gunung
halimun salak, prau, dan terakhir gunung ijen. Kami juga sudah mengikuti beberapa
camping keluarga di cibodas, pantai daerah anyer, dan rancaupas. Dari pengalaman
itu rasanya kami ingin berbagi kesenangan yang sama bersama keluarga lainnya
juga.
Setelah mengikuti kuliah bunda sayang saya baru menyadari value-value IIP yang ternyata sejalan dengan niat baik kami. Salah satu mantra dasar IIP, banyak main bareng, ngobrol bareng dan beraktivitas bareng ternyata kami rasakan saat naik gunung dan camping sekeluarga. Kami bahkan bercita-cita terus travelling bareng sampai umroh pun harus bareng.
Tidak lama kemudian saya menemukan kembali tawaran family camp dari IIP yang ternyata masih dengan HTM yang menurut saya lumayan mahal. Ini karena pengalaman kami camping bareng bersama komunitas lain hanya memerlukan HTM 50-80 ribu rupiah/hari. Itu pun tidak wajib lebih dari satu hari bisa disesuaikan dengan waktu dan budget keluarga masing-masing. Sayang sekali jika manfaat yang baik hanya dapat dirasakan segelintir orang karena terkendala dana. Terbukti dari sedikitnya peserta family camp IIP yang menurut saya kendala pertama adalah dana baru waktu dan lokasi.
Maka saat ada tawaran untuk menjadi PJ event IIP saya langsung merasa terpanggil, sepertinya ini adalah jalan yang Allah tunjukkan untuk niat baik kami. Maka saya pun mendiskusikan dengan suami dan alhamdulillah suami mendukung. Saya pun mulai menyusun proposal tentang mimpi-mimpi saya soal kegiatan keluarga yang menyenangkan untuk diadakan komunitas IP ini.
Berkali-kali uni Yesi memposting tawaran PJ event ini hingga tutup batas waktunya. Sayangnya karena kesibukan lain saya lupa mengsubmit proposal saya. Sepertinya sudah lewat 2 minggu saat itu, tapi nothing to lose saya memberanikan menyampaikan niat baik saya ke uni yesi. Dan masyaAllah ternyata uni menyambutnya.
Saya pikir hanya ada satu calon PJ event tapi ternyata sudah ada (calon) PJ event sebelum saya yang telah memiliki banyak pengalaman memimpin acara-acara offline IIP. Sebenarnya saya minder karena sebelumnya saya sama sekali tidak aktif dalam komunitas IIP. Saya jarang aktif di WAG, tidak banyak mengenal dan menghapal teman-teman WAG, dan belum pernah sama sekali mengikuti event offline IIP. Saya seperti orang baru yang masuk dalam komunitas karena banyak hal yang tidak saya ketahui karena dulu bukan concern saya. Concern saya bergabung dalam IP dulu hanya sebatas belajar menjadi madrasah utama dalam IIP, jadi tidak terlalu aktif dalam komunitas. Ternyata itu menjadi tantangan pertama saya.
Setelah mengikuti kuliah bunda sayang saya baru menyadari value-value IIP yang ternyata sejalan dengan niat baik kami. Salah satu mantra dasar IIP, banyak main bareng, ngobrol bareng dan beraktivitas bareng ternyata kami rasakan saat naik gunung dan camping sekeluarga. Kami bahkan bercita-cita terus travelling bareng sampai umroh pun harus bareng.
Tidak lama kemudian saya menemukan kembali tawaran family camp dari IIP yang ternyata masih dengan HTM yang menurut saya lumayan mahal. Ini karena pengalaman kami camping bareng bersama komunitas lain hanya memerlukan HTM 50-80 ribu rupiah/hari. Itu pun tidak wajib lebih dari satu hari bisa disesuaikan dengan waktu dan budget keluarga masing-masing. Sayang sekali jika manfaat yang baik hanya dapat dirasakan segelintir orang karena terkendala dana. Terbukti dari sedikitnya peserta family camp IIP yang menurut saya kendala pertama adalah dana baru waktu dan lokasi.
Maka saat ada tawaran untuk menjadi PJ event IIP saya langsung merasa terpanggil, sepertinya ini adalah jalan yang Allah tunjukkan untuk niat baik kami. Maka saya pun mendiskusikan dengan suami dan alhamdulillah suami mendukung. Saya pun mulai menyusun proposal tentang mimpi-mimpi saya soal kegiatan keluarga yang menyenangkan untuk diadakan komunitas IP ini.
Berkali-kali uni Yesi memposting tawaran PJ event ini hingga tutup batas waktunya. Sayangnya karena kesibukan lain saya lupa mengsubmit proposal saya. Sepertinya sudah lewat 2 minggu saat itu, tapi nothing to lose saya memberanikan menyampaikan niat baik saya ke uni yesi. Dan masyaAllah ternyata uni menyambutnya.
Saya pikir hanya ada satu calon PJ event tapi ternyata sudah ada (calon) PJ event sebelum saya yang telah memiliki banyak pengalaman memimpin acara-acara offline IIP. Sebenarnya saya minder karena sebelumnya saya sama sekali tidak aktif dalam komunitas IIP. Saya jarang aktif di WAG, tidak banyak mengenal dan menghapal teman-teman WAG, dan belum pernah sama sekali mengikuti event offline IIP. Saya seperti orang baru yang masuk dalam komunitas karena banyak hal yang tidak saya ketahui karena dulu bukan concern saya. Concern saya bergabung dalam IP dulu hanya sebatas belajar menjadi madrasah utama dalam IIP, jadi tidak terlalu aktif dalam komunitas. Ternyata itu menjadi tantangan pertama saya.
Sebelum diresmikan menjadi PJ event, saya sudah menyampaikan kondisi
saya yang seorang ibu bekerja sektor publik sehingga tidak bisa mengikuti
kegiatan offline di hari kerja. Saya juga request untuk melakukan koordinasi secara
online jika memang terkendala offline dan juga request untuk mengkoordinir
kegiatan-kegiatan outdoor. Betapa terkejutnya saya ternyata PJ event ini ada
dibawah manajer offline yang itu berarti mau tidak mau akan banyak kegiatan
offline. Berhubung sudah terlanjur basah, dan juga karena saya tidak sendirian
bersama mba Ami, saya pun memutuskan untuk melanjutkan “dilantik” menjadi PJ
event, bismillah...
![]() |
| Dari kiri : Aisha (18m), Saya, a Afnan (3,5y), Suami saya, a Hamzah (6y) |
Baru saja resmi menjadi PJ event bersama mba Ami, kami diinfokan agenda terdekat yakni milad IIP Jakarta bulan Desember. Saat itu sudah bulan November jadi persiapannya kurang dari 1 bulan. Dan surprise selanjutnya adalah mba Ami tidak bisa menjadi ketua panitia event ini karena agenda beliau sedang padat. Mau tidak mau posisi ketua itu jatuh kepada saya, si anak bawang yang banyak tidak tahu tentang IIP dan tidak banyak mengenal teman-teman komunitas IP. Saya bahkan tidak ada gambaran sama sekali soal kegiatan offline IIP karena tidak pernah sama sekali mengikutinya. Jadi saat harus membuat acara offline formal saya begitu kaget dan juga bingung karena ini di luar kegiatan offline yang saya inginkan, yakni kegiatan outdoor.
Sedikit beruntung dari sifat polos dan pikiran pendek saya sehingga saya tidak kepikiran dzon-dzon kesulitan-kesulitan sebesar apa yang akan saya hadapi. Saat itu saya hanya bisa berpikir darimana saya bisa mendapatkan gambaran kegiatan offline formal IIP. Saya pun mulai berguru pada mba Ami yang jauh lebih berpengalaman dari saya. Beliau memberikan saya LPJ wisuda 2017 yang baru saja selesai bulan Oktober lalu. Tidak banyak waktu saya untuk benar-benar memahaminya karena waktunya sudah kurang dari 1 bulan dari target acara milad 23 Desember. Di tengah kesibukan kantor akhir tahun saya berusaha mempelajari LPJ sambil mulai membentuk kepanitiaan.
Alhamdulillah Allah menggerakkan orang-orang baik untuk mengisi form OR kepanitiaan, namun untuk acara besar seperti ini ternyata jumlahnya sangat kurang. Saya pun “terpaksa” mem-propose secara langsung beberapa orang yang sudah berpengalaman di kepanitiaan IIP sebelumnya. Beberapa orang bilang, ketua acara sebelumnya bisa mempropose orang-orang yang tepat di bidangnya. Saya ingin seperti itu tapi bagaimana saya bisa mencari orang yang tepat sedangkan saya tidak terlalu mengenal teman-teman di WAG? Di sinilah tantangan berikutnya. Saya mulai mencari history chat WA yang pernah membahas profil anggota, namun waktunya tidak cukup untuk mempelajari semuanya sehingga hanya beberapa yang saya hubungi. Saya juga mencari profil teman-teman dari blognya untuk mengetahui bakat mereka demi mendapatkan “the right one”. Dan pada akhirnya saya meminta rekomendasi dari teman-teman panitia dan juga senior terhadap “the right one” yang bisa saya propose.
Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari pengalaman pertama menjadi ketua panitia acara formal offline Ibu Profesional Jakarta. InsyaAllah semakin menyemangati saya untuk memperbaiki diri. Namun saya masih tetap pada mimpi saya untuk mengadakan kegiatan outdoor murmer ala Ibu Profesional. Jadi di tahun 2018 ini saya ingin mengusulkan untuk membuat program family camp ceria IP Jakarta dimana bisa banyak keluarga merasakan manfaatnya kebersamaan bersama keluarga saat family camp.
![]() |
| Di bukit teletubies gunung Prau |
Subscribe to:
Posts (Atom)

























