Thursday, December 14, 2017
Portofolio Grab Your Imagination #10
KISAH MISTER GIGI
"Bi, kenapa si gigi Hamzah ga numbuh-numbuh?" tanya a Hamzah saat tengah asik bermain bersama adik-adiknya. Saya yang baru hendak beres-beres dan istirahat jadi dapat ide mendongeng.
"Nanti ummi ceritain ya, dongeng tentang gigi. Siapa yang mau dongeng?"
Semua menyambut antusias.
Setelah ganti baju saya menghampiri anak-anak yang sedang bermain di ruang tengah.
"Bukunya mana ya?" tanya saya sambil mencari-cari buku untuk bahan cerita.
"Buku apa mi?" tanya a Hamzah.
"Buku My first why yang warna biru itu..." jawab saya sambil mencari-cari di rak buku.
"Nah, ini dia bukunya! ayo kita cerita..."
Saya mencari halaman tentang gigi di buku itu, lalu mengambil bantal leher dekat kami.
"Haloo saya mister Gigi!" seru saya membuka cerita sambil menggerak-gerakkan bantal leher yang saya ibaratkan Mister Gigi.
"Ada yang mau tentang saya ga?"
Anak-anak mulai penasaran.
"Aku tumbuhnya di gusi. Tadinya aku ga ada... kaya Aisha a, tadinya kan Aisha ga punya gigi.. tapi Aisha minum ASI mulu, jadinya tumbuh giginya.."
"Aku punya akar di dalam gusi.. lihat nih akar aku di bawah. Aku bisa numbuh karena makan kalsium.. tadinya aku gak ada di atas gusi tapi lama-lama aku muncul..."
"Tuh a, Aisha kan suka minum susu, di susu itu banyak kalsiumnya jadi tumbuh giginya. Selain susu kalsium juga ada di sayur-sayuran hijau.." jelas saya.
"Nah, setelah tumbuh keatas gusi, aku keliatan warna putih. Soalnya ada email, lapisan paling luar. Di dalam gusi ada akar dan syaraf. Makanya kalau giginya rusak dan bolong jadi terasa sakit..."
"Akarnya buat apa a?"
A Hamzah menggeleng.
"Biar ga jatuh ya mi?" tanya a Hamzah. Saya pun terbahak.
"Akarnya biar giginya ga kemana-mana tetap di sana..." jelas saya.
"Kalau anak kecil giginya masih gigi sementara, gigi susu namanya. Gigi susu lama-lama tanggal. Kaya aa nih udah ga ada gigi susunya yang di atas. Nanti tumbuh lagi gigi dewasa, kaya ummi sama abi. Giginya permanen udah ga numbuh lagi kalau copot..."
"Nah, biar gigi dewasanya cepet tumbuh harus apa a?" tanya saya.
"Harus banyak minum susu sama makan sayuur.."
Anak-anak menyimak sambil cengar-cengir.
"Harus rajin sikat gigi juga ya a..." sahut abi tiba-tiba.
"Hamzah sikat gigi mi, Afnan tuh yang enggak..." lapor a Hamzah,
"Afnan sikat gigi juga ya..." kata ummi menanggapi.
"Nah, sekarang dongengnya udah selesai. Waktunya tidur. Sebelum tidur sikat gigi dulu yaa..."
Anak-anak pun beringsut ke kamar mandi.
Portofolio Grab Your Imagination #9
PALESTINA, KISAH NEGERI YANG TERJAJAH
Hari itu kami mengikuti aksi Bela Palestina di Monas. Tiba-tiba a Hamzah bertanya, "Ummi itu bendera apa?" tanyanya sambil menunjuk bendera yang dibawa peserta lain. Qaddarulullah kami tidak membawa atribut apapun, hanya ikut hadir sebagai bukti posisi kami ada di mana.
"Itu bendera negara Palestina," jawab ummi.
A Hamzah kelihatan bingung. Sambil jalan menembus kerumunan menuju lokasi terdekat Kedubes AS, saya mencoba menceritakan padanya, kisah negeri yang terjajah.
"Palestina itu negaranya dijajah a, orang-orang dibunuh, anak-anak ditembakin. Ada juga yang pakai tank dan bom. Mereka ga bisa sekolah kaya aa. Banyak yang meninggal. Kasian ya a.."
A Hamzah terlihat serius menyimak, meski sambil jalan di tengah keramaian.
"Mereka itu sodara a Hamzah juga...soalnya mereka orang Islam... jadi kita disini untuk membela mereka. Biar ga dijajah lagi. Ga ditembakin. Aa kasian ga sama mereka?"
"Iya mi, Hamzah mau bela Palestina. Kalau udah gede Hamzah mau kesana. Hamzah mau lawan penjahatnya," katanya semangat sambil memperagakan pukulan taekwondo, hehe
"Iya kalau udah gede Hamzah boleh kesana. Nah sekarang kita di sini dulu, kita ikut aksi biar Pemerintah belain mereka juga..."
"Iya mi, mi Hamzah mau bendera itu!" tunjuknya.
"Abi!" panggil ummi sebelum abi makin jauh di depan kami. "A Hamzah mau beli bendera."
"Mau bendera apa a?" tanya abi menghampiri kami.
"Bendera Palestina bi! Hamzah mau membela Palestina," ungkapnya.
Akhirnya kami membeli 1 paket bendera kecil isi 2 seharga lima belas ribu rupiah. Tentu saja a Afnan ga mau ketinggalan, ikut pilih-pilih benderanya.
Setelah anak-anak membawa bendera kami lanjutkan perjalanan menuju Kedubes AS. Setelah sampai di sana kami mencari tempat istirahat untuk mengisi tenaga. Tadi ummi hanya sempat makan sedikit karena buru-buru supaya ga kesiangan, jadi tepar apalagi panasnya cukup terik.
Kami sudah menghabiskan tiga potong roti sobek dan beberapa minuman saat aksi selesai. Sambil menunggu jalanan agak sepi, saya meminta a Hamzah untuk bercerita tentang kegiatannya hari ini dan akan saya rekam pakai video kamera. Awalnya a Hamzah malu tapi setelah disemangatin abi akhirnya ia mau juga direkam.
Alhamdulillah, minimal hari itu a Hamzah mulai mengerti tentang kegiatan aksi Palestina yang beberapa kali kami ikuti. Bahwa jauh di sana, ada sodara-sodara kami yang mesti dibela, karena negerinya masih terjajah orang jahat. Semoga Allah menurunkan bala bantuannya untuk sodara-sodara kami di Palestina. Aamiin...
Hari itu kami mengikuti aksi Bela Palestina di Monas. Tiba-tiba a Hamzah bertanya, "Ummi itu bendera apa?" tanyanya sambil menunjuk bendera yang dibawa peserta lain. Qaddarulullah kami tidak membawa atribut apapun, hanya ikut hadir sebagai bukti posisi kami ada di mana.
"Itu bendera negara Palestina," jawab ummi.
A Hamzah kelihatan bingung. Sambil jalan menembus kerumunan menuju lokasi terdekat Kedubes AS, saya mencoba menceritakan padanya, kisah negeri yang terjajah.
"Palestina itu negaranya dijajah a, orang-orang dibunuh, anak-anak ditembakin. Ada juga yang pakai tank dan bom. Mereka ga bisa sekolah kaya aa. Banyak yang meninggal. Kasian ya a.."
A Hamzah terlihat serius menyimak, meski sambil jalan di tengah keramaian.
"Mereka itu sodara a Hamzah juga...soalnya mereka orang Islam... jadi kita disini untuk membela mereka. Biar ga dijajah lagi. Ga ditembakin. Aa kasian ga sama mereka?"
"Iya mi, Hamzah mau bela Palestina. Kalau udah gede Hamzah mau kesana. Hamzah mau lawan penjahatnya," katanya semangat sambil memperagakan pukulan taekwondo, hehe
"Iya kalau udah gede Hamzah boleh kesana. Nah sekarang kita di sini dulu, kita ikut aksi biar Pemerintah belain mereka juga..."
"Iya mi, mi Hamzah mau bendera itu!" tunjuknya.
"Abi!" panggil ummi sebelum abi makin jauh di depan kami. "A Hamzah mau beli bendera."
"Mau bendera apa a?" tanya abi menghampiri kami.
"Bendera Palestina bi! Hamzah mau membela Palestina," ungkapnya.
Akhirnya kami membeli 1 paket bendera kecil isi 2 seharga lima belas ribu rupiah. Tentu saja a Afnan ga mau ketinggalan, ikut pilih-pilih benderanya.
Setelah anak-anak membawa bendera kami lanjutkan perjalanan menuju Kedubes AS. Setelah sampai di sana kami mencari tempat istirahat untuk mengisi tenaga. Tadi ummi hanya sempat makan sedikit karena buru-buru supaya ga kesiangan, jadi tepar apalagi panasnya cukup terik.
Kami sudah menghabiskan tiga potong roti sobek dan beberapa minuman saat aksi selesai. Sambil menunggu jalanan agak sepi, saya meminta a Hamzah untuk bercerita tentang kegiatannya hari ini dan akan saya rekam pakai video kamera. Awalnya a Hamzah malu tapi setelah disemangatin abi akhirnya ia mau juga direkam.
Alhamdulillah, minimal hari itu a Hamzah mulai mengerti tentang kegiatan aksi Palestina yang beberapa kali kami ikuti. Bahwa jauh di sana, ada sodara-sodara kami yang mesti dibela, karena negerinya masih terjajah orang jahat. Semoga Allah menurunkan bala bantuannya untuk sodara-sodara kami di Palestina. Aamiin...
Monday, December 11, 2017
Portofolio Grab Your Imagination #8
KISAH POHON MANGGA
A Hamzah sudah tidur duluan jadi ummi membacakan dongeng untuk a Afnan dan Aisha. Kali ini diambil dari buku seri Tumbuhan dari Ensiklopedia Bocah Muslim (EBM). Sambil membuka-buka bukunya ummi ceritakan tentang kisah pohon mangga.
"Halo...aku pohon mangga.." kata ummi membuka cerita. Ummi memperlihatkan ilustrasi pohon sempuran di buku EBM.
"Aku juga minum seperti manusia loh. Aku punya akar yang akan mencari-cari air ke dalam tanah sampai akarnya panjaangg.. setelah dapat air dibawa ke seluruh tubuh aku, ke batang, sampai ke daun."
"Aku juga makan seperti manusia. Makanannya aku masak di daun. Aku masaknya ga pake api kaya manusia tapi pake sinar matahari. Bahan-bahannya aku cari lagi pake akar, aku dapat nutrisi dari tanah terus disalurkan sampai ke daun. Terus aku masak pakai air, sinar matahari dan karbondioksida."
"Kalau aku makan banyak lama-lama aku tumbuh besar. Aku makin tinggi, tadinya cuma tunas. Terus tumbuh dua daun. Terus nambah lagi dua daun. Terus sampai besar. Akhirnya batangku jadi besar, daunku banyak. Terus aku juga berbuah. Sebelumnya aku berbunga dulu..."
Saat bercerita a Afnan menyela dengan menanyakan gambar-gambar yang ada di buku. Karena buku ini tidak khusus membahas pohon mangga tapi berbagai jenis tumbuhan jadi ada banyak gambar di sana. Ummi pun bercerita sambil menjelaskan gambar-gambar yang ia tanya.
Yang agak tricky adalah membuat Aisha tenang. Karena baru 20 bulan Aisha belum tahan duduk memperhatikan cerita lama-lama. Ia lebih tertarik menarik bukunya. Karena ini ensiklopedia ummi jadi menjaga supaya awet. Aisha pun ummi ajarkan duduk dipangkuan ummi untuk mendengarkan cerita. Namun itu hanya bertahan beberapa detik. Akhirnya ummi meminta a Afnan memberikan Aisha board book. Namun ternyata ia kurang tertarik dan kembali hendak menarik buku EBM. Akhirnya ummi mendongeng sambil kucing-kucingan sama Aisha. Begitulah mendongeng bersama bayi :D
A Hamzah sudah tidur duluan jadi ummi membacakan dongeng untuk a Afnan dan Aisha. Kali ini diambil dari buku seri Tumbuhan dari Ensiklopedia Bocah Muslim (EBM). Sambil membuka-buka bukunya ummi ceritakan tentang kisah pohon mangga.
"Halo...aku pohon mangga.." kata ummi membuka cerita. Ummi memperlihatkan ilustrasi pohon sempuran di buku EBM.
"Aku juga minum seperti manusia loh. Aku punya akar yang akan mencari-cari air ke dalam tanah sampai akarnya panjaangg.. setelah dapat air dibawa ke seluruh tubuh aku, ke batang, sampai ke daun."
"Aku juga makan seperti manusia. Makanannya aku masak di daun. Aku masaknya ga pake api kaya manusia tapi pake sinar matahari. Bahan-bahannya aku cari lagi pake akar, aku dapat nutrisi dari tanah terus disalurkan sampai ke daun. Terus aku masak pakai air, sinar matahari dan karbondioksida."
"Kalau aku makan banyak lama-lama aku tumbuh besar. Aku makin tinggi, tadinya cuma tunas. Terus tumbuh dua daun. Terus nambah lagi dua daun. Terus sampai besar. Akhirnya batangku jadi besar, daunku banyak. Terus aku juga berbuah. Sebelumnya aku berbunga dulu..."
Saat bercerita a Afnan menyela dengan menanyakan gambar-gambar yang ada di buku. Karena buku ini tidak khusus membahas pohon mangga tapi berbagai jenis tumbuhan jadi ada banyak gambar di sana. Ummi pun bercerita sambil menjelaskan gambar-gambar yang ia tanya.
Yang agak tricky adalah membuat Aisha tenang. Karena baru 20 bulan Aisha belum tahan duduk memperhatikan cerita lama-lama. Ia lebih tertarik menarik bukunya. Karena ini ensiklopedia ummi jadi menjaga supaya awet. Aisha pun ummi ajarkan duduk dipangkuan ummi untuk mendengarkan cerita. Namun itu hanya bertahan beberapa detik. Akhirnya ummi meminta a Afnan memberikan Aisha board book. Namun ternyata ia kurang tertarik dan kembali hendak menarik buku EBM. Akhirnya ummi mendongeng sambil kucing-kucingan sama Aisha. Begitulah mendongeng bersama bayi :D
Portofolio Grab Your Imagination #7
KISAH IBNU MAJID
Kali ini saya mendongeng dengan panduan salah satu buku ilmuwan muslim dari seri Ensiklopedia Bocah Muslim, yakni Ibnu Majid. Beliau adah ahli navigasi dan pelaut.
A Hamzah memberikan ummi properti tutup gelas buat perahu.
"Ini Ibnu Majid, seorang pelaut. Bapaknya pelaut, kakeknya juga pelaut," ujar ummi membuka dongengnya.
"Ibnu Majid suka dibawa ayahnya kelaut. Bahkan ia dibiarkan mengemudikan kapal. Dia pinter navigasi, melihat arah," ummi memperagakan kemudi kapal yang diputar kekiri dan kekanan.
"Aa inget ga kemudi yang di dalam kapal selam yang kita naikin waktu itu? " tanya ummi di tengah cerita.
"Iya mi.." jawab a Hamzah. Lalu ia memperagakan mengemudikan kapalnya.
Ummi pun ikut pura-pura mengemudi kapalnya, jalan ke kanan dan ke kiri.
"Ibnu majid ini hebat, masih kecil tapi ahli navigasi..."
A Hamzah dan a Afnan asyik melanjutkan main kemudi-kemudian.. ummi sudah menguap.
"Ummii...ayo lanjutin kan belum selesaiii.." protes a Hamzah melihat umminya sudah merem-melek.
"Besok lagi ya a..ummi ngantuk banget..."
"Ummi mah..."
Anak-anak kelihatan kecewa tapi mereka lanjut mainan dan akhirnya menyusul saya tidur.
Akhir-akhir ini ummi pulang kemaleman, mainnya kemaleman, jadi ga bisa cerita lama-lama.. kalau udah jam 10 udah ngantuk T_T
Kali ini saya mendongeng dengan panduan salah satu buku ilmuwan muslim dari seri Ensiklopedia Bocah Muslim, yakni Ibnu Majid. Beliau adah ahli navigasi dan pelaut.
A Hamzah memberikan ummi properti tutup gelas buat perahu.
"Ini Ibnu Majid, seorang pelaut. Bapaknya pelaut, kakeknya juga pelaut," ujar ummi membuka dongengnya.
"Ibnu Majid suka dibawa ayahnya kelaut. Bahkan ia dibiarkan mengemudikan kapal. Dia pinter navigasi, melihat arah," ummi memperagakan kemudi kapal yang diputar kekiri dan kekanan.
"Aa inget ga kemudi yang di dalam kapal selam yang kita naikin waktu itu? " tanya ummi di tengah cerita.
"Iya mi.." jawab a Hamzah. Lalu ia memperagakan mengemudikan kapalnya.
Ummi pun ikut pura-pura mengemudi kapalnya, jalan ke kanan dan ke kiri.
"Ibnu majid ini hebat, masih kecil tapi ahli navigasi..."
A Hamzah dan a Afnan asyik melanjutkan main kemudi-kemudian.. ummi sudah menguap.
"Ummii...ayo lanjutin kan belum selesaiii.." protes a Hamzah melihat umminya sudah merem-melek.
"Besok lagi ya a..ummi ngantuk banget..."
"Ummi mah..."
Anak-anak kelihatan kecewa tapi mereka lanjut mainan dan akhirnya menyusul saya tidur.
Akhir-akhir ini ummi pulang kemaleman, mainnya kemaleman, jadi ga bisa cerita lama-lama.. kalau udah jam 10 udah ngantuk T_T
Portofolio Grab Your Imagination #6
![]() |
| Asik merakit robot |
PERANG BINTANG
Pulang kerja kami lihat a Hamzah sedang sibuk memainkan sesuatu sampai-sampai tidak langsung menghampiri kami. Sepertinya ada mainan baru..
"Abi, dikasih mainan dari om ogi buat Hamzah dan Afnan!" lapor a Hamzah setelah saya sapa untuk salim.
"Iya bagus ya.." komentar abi.
Rupanya mainan merakit robot. Bagian-bagiannya kecil-kecil sekali tapi sudah hampir jadi.
"Bapak biarin aja biar bikin sendiri," jelas eyang kakung.
"Wah..Hamzah pinter ya bisa ngerakit sendiri..."
"Iya Hamzah pengen jadi insinyur!" sahutnya sambil sibuk menyempurnakan rakitannya.
Tak berapa lama robotnya selesai. Keren memang. Lalu saya tawarkan ia untuk mendongeng sebelum tidur yang temanya sesuai robotnya: Perang Bintang.
![]() |
| hasil rakitan a Hamzah |
A Hamzah senang sekali kalau tokoh utama cerita dongengnya ia dan adiknya. Jadilah tokoh kali ini petulangan a Hamzah dan a Afnan.
"Pesawat roket akan meluncuurr kita akan pergi ke luar angkasa!" ujar ummi membuka dongengnya.
3..2...1......apinya menyala dan roketpun melaju lurus ke langit. Sampai di luar angkasa roketnya melayang-layang dan akhirnya mendarat di planet Mars.
"Lihat a, ini planet Mars. Warnanya apa a?" tanya ummi.
"Apa ya...gak tau.." jawab a Hamzah bingung.
"Warnanya merah a...planet mars ini mirip sama bumi.. ada jalur air yang mirip sama sungai di bumi.." jelas ummi. "Nah, sekarang a Afnan yang jalanin robotnya ya..."
A Afnan segera mengambil robot yang sudah selesai dirakit a Hamzah.
"Robotnya naik-turun bukit nan.." ujar saya mengarahkan robot Afnan melewati bantal-bantal yang diibaratkan gunung dan bukit.
![]() |
| lewatin gunung |
Saat asik menjalankan robotnya di antara gunung dan bukit, tiba-tiba robot kedatangan tamu.
"Critanya ada polisi lamborghini mi," ujar a Hamzah membawa mobilnya melayang di atas robot. "Terus mobilnya mau nyerang!" serunya.
Ummi mengambil alih robot dan membawanya menjauhi serangan mobil polisi. Sudah kaya anak-anak ini sih, ummi jadi ikut mainan :D
"Trus ditembakin dari atas.. kena mii!" seru a Hamzah menabrakkan mobilnya ke robot.
"Ya..robotnya kena. Tapi masih bisa jalan.." ujar ummi.
A Hamzah mengambil mobil-mobilan yang lain dan berusaha menyerang lagi. Begitu terus seperti perang bintang.
Setelah cukup lama akhirnya kami menyudahi permainan, eh mendongeng. Waktunya tidur. Perang bintang pun berakhir.
Wednesday, December 6, 2017
Portofolio Grab Your Imagination #5
JERAPAH PUTRI AISHA
Malam ini Aisha susah bobo..padahal udah mau jam 10. Ia malah mengajak ummi main mobil-mobilan, naik mobil listrik aa. Ummi memutar otak bagaimana cara membujuknya untuk tidur.
"Aisha, liat nih ada jerapah," ujar ummi mendekatkan boneka jerapah dari playmat rainforest ke wajahnya.
Aisha yang sedang sibuk naik-turun mobil hanya melirik sedikit.
"Putri Aisha..kita bobo yuukk..." ummi mulai mendongeng menirukan suara jerapah.
"Putri Aisha lagi main apa? jerapah ikutan ya...jerapahnya yang nyetir.." jerapah menarik Aisha masuk ke dalam cerita.
"Ngeng..ngeng..ngeng..."
Sepertinya Aisha tidak nyaman. Ia mulai rewel.
"Putri Aisha main ke sana aja yuuk..." jerapah membujuk Aisha mendekati kasur. Aisha mulai tertarik dan mengikuti.
Sampai kasur Aisha masih main-main belum mau berbaring.
"Putri Aisha...jerapahnya mau bobo nih.. kita bobo yukk..." ummi memberikan jerapahnya ke perut Aisha untuk dipeluk. Aisha malah ketawa-tawa geli.
Ummi kehabisan ide bercerita apa lagi jadi langsung ke dapur menyiapkan susu Aisha. Saat merebus air hangat, Aisha malah menyusul ke dapur. Melihat botol ia malah merengek.
Nah, kalau begini udah ngantuk namanya. Ummi menyiapkan botol susu Aisha diiringin rengekan Aisha. Setelah memberikan botolnya pada Aisha, ummi langsung memboyongnya ke kasur di kamar. Aisha pun mulai berbaring nyaman dan lama-lama tertidur. Tentu saja ummi nyusul di sebelahnya. Akhirnya bisa bobo juga...
Malam ini Aisha susah bobo..padahal udah mau jam 10. Ia malah mengajak ummi main mobil-mobilan, naik mobil listrik aa. Ummi memutar otak bagaimana cara membujuknya untuk tidur.
"Aisha, liat nih ada jerapah," ujar ummi mendekatkan boneka jerapah dari playmat rainforest ke wajahnya.
Aisha yang sedang sibuk naik-turun mobil hanya melirik sedikit.
"Putri Aisha..kita bobo yuukk..." ummi mulai mendongeng menirukan suara jerapah.
"Putri Aisha lagi main apa? jerapah ikutan ya...jerapahnya yang nyetir.." jerapah menarik Aisha masuk ke dalam cerita.
"Ngeng..ngeng..ngeng..."
Sepertinya Aisha tidak nyaman. Ia mulai rewel.
"Putri Aisha main ke sana aja yuuk..." jerapah membujuk Aisha mendekati kasur. Aisha mulai tertarik dan mengikuti.
Sampai kasur Aisha masih main-main belum mau berbaring.
"Putri Aisha...jerapahnya mau bobo nih.. kita bobo yukk..." ummi memberikan jerapahnya ke perut Aisha untuk dipeluk. Aisha malah ketawa-tawa geli.
Ummi kehabisan ide bercerita apa lagi jadi langsung ke dapur menyiapkan susu Aisha. Saat merebus air hangat, Aisha malah menyusul ke dapur. Melihat botol ia malah merengek.
Nah, kalau begini udah ngantuk namanya. Ummi menyiapkan botol susu Aisha diiringin rengekan Aisha. Setelah memberikan botolnya pada Aisha, ummi langsung memboyongnya ke kasur di kamar. Aisha pun mulai berbaring nyaman dan lama-lama tertidur. Tentu saja ummi nyusul di sebelahnya. Akhirnya bisa bobo juga...
Portofolio Grab Your Imagination #4
PETUALANGAN KE LUAR ANGKASA
"Mi, bacain dongeng lagi dong.." pinta a Hamzah saat saya sudah merem-melek saking ngantuknya. Sebelumnya sudah bermain sama anak-anak jadi terlalu malam kalau mesti mendongeng lagi.
"Ummi udah ngantuk a..besok aja ya..." tawar ummi.
"Ga mau ah..maunya sekarang..." rajuk a Hamzah.
"Yasudah cari bukunya ya..." saya meminta buku panduan untuk bahan mendongeng. Ternyata a Hamzah mengambil buku Wow Amazing Universe, salah satu buku dari seri Wow Amazing Series.
Ummi mengambil mobil-mobilan untuk properti mendongeng.
"Aa kita ke luar angkasa yuuk..." ummi membuka dongengnya. Mobil-mobilan diibaratkan pesawat roket. Ummi memperagakan roketnya bersiap lepas landas meluncur ke luar angkasa.
"Siap..siap.. satu...dua... tiga...wuzzz..." roket meluncur ke angkasa. Sampai di atas melayang-layang tiba-tiba ada "benda langit".
"Ceritanya ada lamborghini mi," a Hamzah memasukkan mobil lamborghini ke dalam cerita.
"Wah..ada lamborghini nan, hati-hati!" roket berbelok menghindari lamborghini.
"Awas a ada meteor..."
A Hamzah memperagakan tangannya menyerupai meteor yang berjatuhan. "Ceritanya meteornya banyak mi, wuss wuss..." katanya.
Roket mencoba berkelit menghindari hujan meteor. Akhirnya sampai di tempat lain.
"Aa liat ada planet-planet!"
"Planet apa aja a?" tanya ummi.
Merkurius, venus, bumi, mars, saturnus, neptunus, uranus... kami menyanyikan lagu nama-nama planet bersama-sama.
"Hamzah, udah ya..ummi ngantuk..." bujuk saya karena sudah ga kuat. Saya mulai rebahan lagi.
"Belum mi...ini ada kereta.." a Hamzah memasukkan tokoh baru lagi.
"Roketnya mendarat dulu ya..." ujar ummi menyerah, mata ummi mulai merem-melek lagi.
"Ummi mah..." a Hamzah ngambek dan pergi ke ujung ranjang. Ia memunggungi ummi sambil manyun.
"Yaudah Hamzah bobo aja ya..kan besok sekolah..sekarang udah mau jam 10..." ujar ummi.
Hamzah tidak mau menjawab. Saya diamkan saja, paling juga lama-lama tidur. Saya pun sudah tidak kuat menahan mata yang lama-lama mengatup rapat. Maafin ummi ya a...
Saturday, December 2, 2017
Portofolio Grab Your Imagination #3
Petualangan Keliling Bumi
Malam ini gantian a Afnan yang susah bobo. Aisha sudah tidur dan a Hamzah sudah mulai merem tapi belum pulas.
"Yasudah nan, ummi dongengin tapi abis itu bobo ya..." ummi mencoba bernegosiasi.
"Iya!" jawab a Afnan semangat.
"Coba ambil bukunya satu," pinta ummi. Ummi ingin dongengnya mengadaptasi dari cerita di buku.
A Afnan ternyata mengambil "Wow, amazing earth" salah satu dari seri "Wow Amazing Stories". Ummi langsung putar otak mencari ide untuk mendongeng.
Baiklah...sepertinya akan menggunakan properti kemarin.
"Ini cerita a Hamzah sama a Afnan naik balon udara," kata ummi mengambil tutup teko untuk membuka cerita.
"Aa, ayo kita naik balon udara!" kata a Afnan.
"Ayo, kita keliling bumi yuk" ajak a Hamzah.
Ummi memperagakan balon udaranya mulai naik dan melayang di udara.
"Aa, liat dari atas keliatan kecil semuanya. Itu sawah cuma kotak-kotak, kerbau keliatan kecil sekali. Mobil-mobil juga..."
"Liat nan, ada gunung! Wah kita udah tinggi sekali sampai bisa megang awan."
"Ayo, mau bikin apa dari awan?" tanya ummi.
"Mobil eh kereta aja deh!" sahut a Hamzah.
"Nan, mobil juga," timpal a Afnan.
Setelah berimajinasi bersama awan, ummi melanjutkan cerita.
"Nan, liat di bawah ada air terjun!"
"Mana a?"
"Itu! Ayo kita dekati!"
Balon udara pun turun mendekati air terjun.
"Ini ceritanya air terjun," ujar a Hamzah sambil tangannya ke atas ke bawah memperagakan aliran air terjun. "Ceritanya nyiprat-nyiprat," lanjutnya.
"Awas a, kita kebasahan!" teriak a Afnan.
"Ayo kita pergi dari sini!" ajak a Hamzah.
Balon udara pun menjauhi air terjun.
"Ceritanya ada ular python," kata a Hamzah memasukkan tokoh baru ke dalam cerita. Sepertinya ia teringat film yang baru saja kami tonton.
Ummi segera menyambung plot cerita.
"Aa...ada ular python!" seru a Afnan.
"Ayo kita pergi ke hutan!" ajak a Hamzah.
Balon udara perlahan turun hingga menyentuh tanah. A Hamzah dan a Afnan bersembunyi di hutan.
"Ularnya ngejar," kata a Hamzah.
"Waduh..kita keujanan a.." ujar a Afnan.
"Ayo kita bersembunyi di gua," ajak a Hamzah.
Lalu mereka bersembunyi di gua.
"Liat a, ada stalaktit stalagmit!"
"Iya awas tajam-tajam!"
"Ceritanya stalaktitnya jatuh-jatuhan," kata a Hamzah. Siuu..siuu..tangannya memperagakan stalaktit yang berjatuhan.
"Ayo cepat larii!!" teriak a Hamzah.
"Ayo kita pulang a, naik bis aja," ujar a Afnan.
Akhirnya mereka berdua selamat keluar dari gua.
"Ini bisnya," kata a Hamzah menyodorkan mainan bis.
Kedua tokoh memasuki bis. A Hamzah mempergakan bisnya berjalan mutar-mutat. Ceritanya rumahnya jauh. Akhirnya mereka sampai di rumah.
Friday, December 1, 2017
Portofolio Grab Your Imagination #2
PETUALANGAN PUTERI AISHA
Awalnya ingin mengisahkan perahu nabi Nuh pada anak-anak tapi a Hamzah udah tidur duluan dan ummi gak sempet mencari buku referensi karena Aisha udah rewel, ngantuk, tapi belum bisa tidur. Akhirnya memanfaatkan sekeliling aja, properti yang ada dijadikan tokoh story telling kami semalam..
Ummi sedang rebahan di kasur, istirahat sekaligus memancing Aisha untuk tidur. Biasanya kalau umminya rebahan dia akan ikutan dan lama-lama ketiduran. Tapi kali ini tidak. Sepertinya karena demam ringannya ia kesulitan merasa nyaman sehingga tidak kunjung pulas.
Saat ummi rebahan Aisha malah naik ke perut ummi, ngajak main kuda-kudaan. Yasudahlah mumpung Aisha lagi di atas perut ummi, saatnya berimajinasi dengan tema dongeng malam ini: Perahu.
"Wah...ini ada putri Aisha lagi naik perahu," ummi mengawali cerita sambil memeluk Aisha yang masih duduk di perut ummi lalu menggerakkan "perahu" meliuk-liuk seolah sedang bergerak mengikuti arus sungai.
"Hyuung...hyuungg..."
Aisha ketawa-tawa senang.
"Putri Aisha mau kemana ini? Ayo..jalan terus..." kali ini ummi bangkit dari rebahan dan masih memeluk Aisha dari belakang memandu badannya seolah sedang mengemudi perahu.
Tiba-tiba ada a Afnan mengganggu. Ia sedang ngambek tidak diberi susu dan melampiaskannya ke Aisha.
"Waduh, awaass ada ikan jahat putri Aisha..."
Saya memandu Aisha mengemudi "perahu" menjauhi a Afnan. A Afnan makin marah, ia mulai menendang-nendang sambil tiduran. Posisi kami masih di kasur saat itu.
"Ikannya jahat putri..ayo kita lawaan..."
Saya mengarahkan Aisha untuk menangkis dan "menyerang" balik. A Afnan makin brutal tendangannya, saya takut menyakiti Aisha dan mulai menjauhkannya dari kami.
"Perahunya rusak putri, ayo kita beneriinn.."
Saya mengambil palu mainan Aisha dan memukul-mukulnya ke sekeliling Aisha seolah sedang memperbaiki perahu. Aisha ketawa-tawa dan mencoba mengambil palu dari tangan saya. Saya berikan palunya dan memandunya memukul-mukul sekeliling seperti tadi.
Tiba-tiba a Afnan datang mengganggu lagi.
"Awas...ada ikan jahat lagii...ayo kabuur..."
Saya memandu Aisha menjauhi a Afnan tapi Afnan malah mulai memukul dengan tangannya. Ummi pun pasang wajah datar, "Ummi ga mau bicara sama Afnan kalau Afnan begini."
"Ayo puteri Aisha sebentar lagi kita mendarat...kita udah mau sampai..."
Saya melanjutkan kembali dongeng putri Aisha. Tapi tampaknya ia mulai bosan, jadi saya mencari-cari properti untuk dijadikan tokoh baru dalam cerita. Saya melihat ada mobil-mobilan di lantai.
"Lihat, putri Aisha kita sudah mau sampai parkiran. Ada mobil di sana," ujar saya. Gak nyambung si..tapi sambung-sambungin aja. Ceritanya abis mendarat putri Aisha mau pergi naik mobil.
"Akhirnya kita mendaraatt...alhamdulillah...." petualangan pun berakhir. Tapi putri Aisha belum mau tidur juga.
Subscribe to:
Posts (Atom)










