Saturday, October 30, 2021

Feedback Bunsal #6

 Bismillahirrohmaanirrohiim...

Menyambut kongres Ibu Pembaharu saya mempersiapkan diri lebih awal mengerjakan review. Begitu mendapat notif pembagian buddy review, saya langsung mencari nama saya, mendapatkan nama buddy, membaca jurnalnya, dan menghubungi buddy hari itu juga. Awalnya berencana langsung menulis malam harinya ternyata tidak sempat. Akhirnya setelah menyelesaikan video ketiga kongres Ibu Pembaharu baru bisa menuliskan review ini.

Berbeda dengan jurnal buddy sebelumnya, saya langsung menangkap isu yang diangkat buddy saya kali ini, mba Susi Firdausa dari IP Malang Raya. Sesuai nama timnya Literacy Lovers, tim mba Susi memiliki proyek baca buku dan review buku. Menarik sekali bagi saya karena mirip dengan tugas yang saya ampu pada salah satu komunitas di kantor, yakni membuat klub buku. 

Satu hal yang mengejutkan saat mengecek sosmed tim Literacy Lovers ternyata ada teman satu tim saya yang menjadi anggotanya. MasyaAllah beliau mengikuti 2 proyek tim di Kelas Bunsal ini. Setelah konfirm saya jadi tahu kalau tujuan proyek ini sederhana, membumikan literasi atau merutinkan kebiasaan baca buku. Dari jurnal mba Susi juga saya tangkap bahwa problem statement mereka adalah soal minat literasi di negeri kita.

Melihat bagaimana target tim mba Susi berhasil dieksekusi menjadi motivasi saya pribadi untuk mengeksekusi target kami, karena sejujurnya sudah melampaui deadline timeline kami.


Dari jurnal mba Susi, saya juga menangkap beberapa hal baik yang bisa kami adaptasi di tim kami.


Terakhir, saya memberikan sedikit masukan soal IG live karena pernah saya alami juga saat live IG acara literasi di kantor.


Saya pribadi sangat mendukung proyek ini, semoga bisa membuat ibu-ibu kembali rajin membaca buku dan banyak keluarga terinspirasi untuk berliterasi. Semoga lancar dan sukses proyeknya mba Susi. Semangaatt!

#umpanbalik6
#aksiuntuksolusi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity

Tuesday, October 26, 2021

Jurnal Bunsal #6

 It's Show Time!

Bismillahirrohmaanirrohiim...

🌻 Empati - Aksi - Solusi

Setelah 3 bulan lamanya kami merumuskan masalah, membangun tim, mendalami masalah, memetakan tujuan dan sumber daya, mengidentifikasi kekuatan hingga membuat timeline dan highlight, saatnya kami beraksi. Aksi yang sudah kami rancang untuk mencapai SMART GOALS yakni edukasi masalah home education dalam bentuk challenge atau kegiatan tematik bulanan.

Sesuai nama tim kami, SEARCH, kami akan berjalan bersama orang tua untuk mencari dan menemukan sistem pendidikan terbaik untuk anak di rumah kami masing-masing. Kami yakin banyak orang tua yang sadar akan peran mereka sebagai pendidik utama anak-anak mereka, ibu sebagai madrasatul ula dan ayah sebagai pemimpin yang menjaga keluarga dari api neraka. Namun, lingkungan dan budaya mengantarkan kami untuk menyerahkan pendidikan itu pada sekolah-sekolah formal yang kami yakini merupakan jalan mereka untuk mencapai cita-cita. Untuk itu kami ingin mengembalikan kesadaran para orangtua, termasuk kami, akan peran dan kewajiban kami sebagai pendidik utama anak-anak yang diamanahkan kepada kami. Inilah misi kami yang kami harapkan dapat bermanfaat untuk keluarga kami dan keluarga lainnya.

Berawal dari empati ini, kami akan menjalan aksi edukasi home education kepada orang tua melalui sosial media Instagram mendidik di rumah, fanspage FB Mendidik di Rumah, dan website Mendidik di Rumah. Kami harap aksi kami bisa menginspirasi hingga melahirkan solusi akan sistem pendidikan anak di rumah untuk keluarga kita.

🌻 The Design Thinking Approach

We Can't Solve problems by using the same kind of thinking we used when we created them~Albert Einstein
Tiga bulan kemarin kami telah melalui 3 tahap design thingking: emphatize, define, ideate. Sekarang saatnya masuk 2 tahap terakhir, yaitu Prototype dan Test. Sebagai prototype kami akan menjalankan milestone pertama kami yakni membuat postingan edukasi home education pada sosial media yang kami miliki. Untuk itu kami merancang to-do-list dan agenda yang akan kami jalankan. Sebagai contoh agenda bulan November dalam tabel di bawah ini. Untuk memudahkan gerakan, kami membagi tim yang terdiri dari 6 orang menjadi 2 kelompok masing-masing 3 orang yang diacak tiap minggunya. Setiap minggu masing-masing kelompok akan membuat proyek yang berbeda, yakni kelompok edukasi FB/IG dan edukasi website. Mengingat kekuatan tim edukasi di fanspage FB akan me-link langsung dari IG sehingga saat kami posting di IG akan otomatis muncul juga di fanspage FB. After all, agenda mingguan kami ada meeting mingguan, desain dan caption FB/IG, artikel web dan live IG. Prototype pertama ini akam kami test efektifitasnya hingga Kelas Bunda Salihah berakhir di bulan Desember nanti.



🌻 Tools dan Worksheet

Untuk memudahkan eksekusi prototype kami membagi jadwal tugas sebagai berikut



Setelah memiliki agenda, to-do-list, dan gantt chart tugas, kami harus menyiapkan amunisi untuk menjalankan prototype ini. Berikut list amunisi yang kami butuhkan


Tim AA Kelas Bunsal juga telah menyiapkan workshop yang mendukung kami menjalankan proyek. Saat ini kami membutuhkan workshop membuat website dan desain. Kami juga mulai latihan untuk belajar membuat video menggunakan aplikasi capcut. Akhirnya kami bisa menelurkan konten pertama kami reels problem statement sebagai langkah pertama.

🌻 Challenge

Setelah 3 minggu mempersiapkan aksi pertama kami, kami mempersiapkan diri untuk menyambut challenge pada event Kongres Ibu Pembaharu tanggal 28 Oktober nanti. Kongres ini adalah kesempatan kami untuk menyampaikan misi besar kami untuk mengedukasi home education kepada para orang tua. Bismillah, semoga Allah meridhoi langkah kami.

#aksiuntuksolusi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Friday, October 1, 2021

Feedback Bunsal #5

 Bismillahirrohmaanirrohiim....

Tidak ingin terlambat upload seperti review sebelumnya kali ini saya ingin menyelesaikan review sebelum weekend. Sebenarnya seperti biasa setelah mendapatkan link buddy saya langsung membaca jurnalnya, sudah kepikiran apa yang mau saya review tapi biasanya waktu menulisnya banyak halangan sehingga tertunda/menunda terus.

Buddy saya kali ini mba Atikasari Savitri dari IP Surabaya Raya. Membaca jurnal mba Atika, jujur saya tidak bisa langsung nyambung karena mba Atika hanya menuliskan isian template jurnal saja, tanpa menyebutkan apa problem statement timnya. Sehingga saya hanya bisa menebak-nebak mungkin mba atika mengambil tema bisnis. Akhirnya agar nyambung saya baca semua jurnal mba Atika dari awal hingga menemukan titik terang tema yang diangkat adalah "Mandiri Finansial".



Hanya saja setelah membaca jurnal milestone saya salah paham, saya pikir mba Atika baru memulai bisnis karena omzet yang ditargetkan hanya sebesar 250.000 meningkat 50.000 per bulan hingga bulan ke-5 menjadi 500.000 per bulan. Saya pribadi pernah menjalani bisnis online dalam kondisi bekerja di ranah publik. Ketika rajin jualan meski tanpa pegawai dengan reseller aktif kurang dari 5, pada tahun kelima saat mulai banyak jaringan saya bisa mencapai omzet tertinggi 4-5 juta dalam sebulan. Namun karena modalnya cukup besar jadi keuntungan bersih mungkin hanya 15-20% dari omzet. Sepengetahuan saya hanya bisnis makanan yang keuntungan bersihnya bisa hampir 100% alias setengah dari omzet. Asumsi saya ketika tim mba Atika menetapkan omzet sebesar itu maka keuntungannya tidak mencapai setengahnya. Mengapa target mereka hanya "sekecil" itu? Apa mungkin mereka baru memulai bisnisnya?



Saat saya menuliskan jurnal ini, mba Atika belum merespon chat WA saya (centang satu, WA di setting untuk akun bisnis, mungkin hanya aktif di jam kerja) sehingga saya belum mendapatkan penjelasan tentang bisnisnya. Namun tak berapa lama baru muncul profile picture WA nya bergambarkan kue-kue jualannya. Setelah membaca deskripsi akun dan katalog WA nya saya baru tahu kalau jenis produknya adalah makanan dessert dan minuman seharga IDR 8.000-40.000/pcs produk. Saya jadi paham mengapa pada bagian update analisis SWOT, tim mba Atika menyebutkan memiliki kekuatan yakni sudah memiliki pegawai, sumber daya baik, produk berdaya jual, dan konsisten berjualan. Namun, bagaimana bisa menggaji pegawai dengan omzet "sekecil" itu? Apatah dulu saya yang masih tidak berani hire pegawai karena keuntungan bersih tidak sampai 1,5 juta. Rasanya sayang sekali jika kekuatan tim tidak dioptimalkan. Maka saya mendukung tim mba Atika untuk lebih challenging demi kebaikan umat, hehe



Go go Tim Gorgeous Mom! Kalian pasti bisa! Semoga sukses misinya yaaa

#sistemumpanbalikmateri5

#identifikasiaksi

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia