Tuesday, October 27, 2020

Jurnal Hexagonia #4

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Dalam membuat proyek tim hal yang paling mendasar tentu adalah kerja sama tim.  Setelah minggu lalu kami memutuskan proyek cohousing Sustainable Living 2 adalah Festival Berkebun Keluarga, minggu ini kami diminta menganalisa karakter yang diperlukan serta segala hal yang berpotensi memajukan, memperlambat bahkan menghentikan proyek. Tentu saja karena ini proyek tim maka perlu diskusi bersama seluruh anggota untuk menganalisa itu semua. 

Di minggu ini kami tersadar bahwa kandang waktu kami berbeda sehingga sulit untuk menemukan waktu yang benar-benar bisa mengumpulkan secara lengkap seluruh anggota untuk berdiskusi. Kebanyakan dari kami juga lebih nyaman berdiskusi via chat WA sehingga sementara ini tidak terbatas waktu, fleksibel dalam memberikan pendapat. Akhirnya setelah progress lambat hingga hari Sabtu, kami memutuskan untuk mulai berdiskusi serius sesempatnya menjawab di WA. Alhamdulillah setelah rembugan ide dan pendapat kami mencapai kesepakatan di hari Senin. Selain masalah pertemuan diskusi sebagian dari kami juga kesulitan dalam menyematkan twibbon pada canvas karakter. Sehingga salah seorang teman yang berhasil membantu beberapa teman yang kesulitan. Salah satu teman yang bisa dan memiliki waktu juga menyumbangkan karyanya membuat canvas project passion cohousing dan canvas character to nation.


Dalam membuat tema kami ingin mengangkat dua hal yakni berkebun dan zero waste life style. Kedua hal ini yang merupakat faktor penting dalam sustainable living. Sebenarnya berkebun sendiri banyak yang ingin kami bahas mulai dari mengedukasi anak dan keluarga, hingga ilmu mengolah sampah organik menjadi kompos, eco encyme, dan MOL. Zero waste life style sendiri sebenarnya hampir 1/2 anggota tim mengenalnya dari pelatihan DK Wardhani. Namun tidak semua telah benar-benar mempraktekkannya sehingga kami berharap bisa mulai dari awal dengan mencari ilmunya hingga semangat mempraktekkannya.

Untuk mendukung proyek ini tiap anggota perlu mengasah karakter yang menjadi PR masing-masing. Saya sendiri memilih karakter sabar karena sedang belajar manajemen emosi terutama terhadap anak. Berkebun sendiri sebenarnya sebuah latihan kesabaran, mulai dari menyemai hingga panen membutuhkan waktu, tenaga, biaya, dan kesabaran.





Selanjutnya bagaimana nanti proyek ini berjalan? Tunggu cerita berikutnya yaa


#HexagonCity
#Hexagonia
#CharactertoNation
#KuliahBundaProduktif
#InstitutIbuProfesional



Tuesday, October 20, 2020

Jurnal Hexagonia #3

 Bismillahirrohmaanirrohiim...

Minggu ini saya disadarkan sedang berada di tahap apa dalam passion yang saya tekuni. Sejak memutuskan menekuni proyek aquaponik keluarga saya tersadar bahwa saya masih dalam tahap passion for knowledge. Ciri-cirinya adalah saya begitu haus ilmu yang terkait aquaponik. Begitu mengetikkan kata kunci aquaponik pada mesin pencarian, mata saya begitu berbinar-binar tiap ada materi baru yang belum saya tahu. Apalagi saat menemukan gambar dan infografis yang menarik, langsung auto-download. Meskipun ke depan proyek ini akan kami kembangkan jadi bisnis keluarga namun karena baru memulai jadi kami masih dalam tahap dasar itu.

Saat membangun kolam dan instalasi aquaponik banyak trial and error yang kami alami. Meskipun sudah berbekal ilmu dari mentor dan ebook "Aquaponik Praktis"nya Trubus, tetap saja banyak hal baru yang kami sadari saat praktek. Alhamdulillah saya juga berkesempatan menjadi narasumber pada sesi sharing Rumah Belajar berkebun tentang Aquaponik yang saya rintis. Sehingga saya bisa menuliskan apa saja ilmu yang saya dapat dan error yang kami alami agar setidaknya catatan itu bisa menjadi panduan awal bagi teman-teman yang ingin memulai aquaponik. 

Dari sini saya sadar di luar passion for knowledge saya juga memiliki passion for service akan ilmu aquaponik. Rasanya senang bisa berbagi dan berharap kesalahan saya tidak terulang pada orang lain. Maka sejak dulu juga saya terlintas ingin sekali menginisiasi sebuah workshop aquaponik buat para amatir seperti saya sehingga kami bisa belajar langsung dari ahlinya, mentor atau praktisi berpengalaman. Ketika menuliskannya dalam canvas passion, saya kembali mendapatkan ide bahwa workshop-nya tidak sekali jalan namun berkelanjutan. Peserta yang sudah masuk grup akan menjadi komunitas sharing mengenai aquaponik. Kalau perlu bisa membuat gimmick seperti tantangan menanam tomat aquaponik. Sehingga diharapkan komunitas ini akan terus berkelanjutan, belajar-praktek-berbagi-melayani.

InsyaAllah di level akhir barulah saya mulai merintis passion for business dimana dengan kecukupan ilmu dan pengalaman, saya akan mengembangkan proyek aquaponik keluarga menjadi skala bisnis sesuai timeline proyek saya: tahap uji coba bisnis dengan membangun instalasi di rumah orang tua Jakarta (deadline Desember 2021) dan tahap bisnis lanjutan membangun instalasi di tanah suami di Tasikmalaya (deadline Desember 2022). Namun demikian, insyaAllah tujuan utama kami bukan mencari keuntungan namun membuka lapangan pekerjaan yang sangat diperlukan banyak keluarga kami di luar sana, kalau bisa juga masyarakat sekitar. Mudah-mudahan Allah memudahkan niat baik kami. Allohumma aamiin...

Setelah sharing sama teman-teman cohousing alhamdulillah ide saya membuat workshop sejalan dengan ide teman-teman. InsyaAllah kami akan membuat Festival Berkebun Keluarga sebagai project passion. Semoga Allah mudahkan juga, aamiinn...





#HexagonCity


#Hexagonia

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional



Tuesday, October 6, 2020

Jurnal Hexagonia #2

 


Minggu kedua ini Hexagonia riuh dengan kampanye calon walikota Hexagon City. Luar biasa antusias Timses dan semangat para kandidat menyerukan visi misi mereka. Tentu saja saya ingin ikut serta dengan memilih kandidat yang menurut saya visi misinya sesuai dengan kebutuhan Hexagonia. Sebenarnya visi misi para cawalkot ini mirip-mirip tapi masing-masing punya fokus berbeda. Maka agar tidak lupa saya merangkum titik berat visi misi masing-masing calon berikut.

1. Elva Citra Sari : Sinergi dan kolaborasi

2. Setiorini : Karya/produk sesuai passion

3. Endang Prasdianti : Tampil/mengambil peran

4. Ernie Arie Susanti : Keberagaman/kebersamaan

5. R. Ngt. Siwi Aryani : Green/Sustainable living

6. Nani Nurhasanah : Berkembang


Salah satu kekhasan masa Pemilu adalah acara debat calon. Dalam acara ini tidak hanya sekedar sosialisasi visi misi, tetapi juga ajang adu argumen. Biasanya pertanyaan bersifat rahasia sehingga dapat menguji para calon dengan jawaban spontan. Kecepatan, kejernihan, ketepatan, dan kebijaksanaan berpikir dapat terlihat dalam ajang ini. Juga bagaimana kemampuan komunikasi publik jelas terlihat. Sayangnya pada acara debat pemilu hexagon city yang bertajuk "Argumen" ini terlihat jelas bahwa para calon sudah menyiapkan catatan jawaban. Itu artinya kita tidak lagi bisa melihat spontanitas cara berpikir mereka. Jadi saya pribadi tidak mengerti apa sebenarnya tujuan acara ini selain hanya sosialisasi jawaban. Karena bagi saya tidak bisa dikatakan adu debat jika tidak spontan. Saran saya untuk batch berikutnya acara ini dikuatkan lagi maknanya.

Kedua, memang ini kotanya para perempuan dengan segala dinamika ala perempuan termasuk multitasking. Namun dalam acara debat seperti ini rasanya tidak profesional jika mengikuti acara sebagai narasumber sambil menyusui anak dalam kondisi anak rewel karena suaranya sangat mengganggu (sebenarnya bisa diatasi dengan mute namun agak tricky karena harus siap unmute jika waktunya bicara). Dari sana dapat terlihat bagaimana manajemen keluarga dan bagaimana multitasking calon tersebut. Hingga saya menyimpulkan, sebaiknya seorang walikota ini adalah orang yang sudah selesai dengan diri dan keluarganya. Tidak mengemban amanah di tempat lain/minimal tidak menjadi pejabat utamanya/ketua di tempat lain, tidak memiliki anak dibawah 10 tahun, dan memiliki konsep diri yang bagus. Sebenarnya saya sudah dalam tahap 80% memilih calon dengan kriteria tersebut namun saat membuka laman pemilihan dan membaca visi misi kembali ternyata tergoda dengan calon yang memiliki passion sama dengan saya.

Anyway, saya sangat mengapreasiasi ke-6 calon walikota karena mereka sudah berani mencalonkan diri bagaimanapun kondisi mereka. MasyaAllah... barakallahufiikunna.

Saya harap, meski hanya satu yang terpilih sebagai walikota, lima orang lainnya tetap ikut dalam struktur pemerintahan sehingga visi misi mereka bisa bersinergi, saling melengkapi, dan menguatkan. Demi Hexagon City yang produkktif, kreatif, dan solutif. Aamiin

#HexagonCity

#Hexagonia

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional