Friday, March 10, 2017

Portofolio Kemandirian Anak Hari 10

9 Maret 2017

Aisha Zeta Azmi Zhafira

Target :
1. Belajar merangkak dan merayap
2. Sikat gigi setiap hari

Hari ini ummi melatih Aisha berdiri merayap lagi. Nampaknya Aisha mulai mengerti bagaimana melangkah. Saat ummi memberikan suatu benda untuk ia ambil, kakinya refleks ikut melangkah kesamping saat ia merambatkan badannya ke samping. Badan bawah masih ketinggalan tapi tidak separah kemarin :D

Malam harinya a Hamzah tidur duluan sebelum mainan rapi, jadi ummi meminta a Afnan yang merapikannya. Alhamdulillah a Afnan berhasil merapikan mainannya sendiri.


Di hari ke 10 ini ada beberapa hal yang bisa ummi simpulkan

1. Muhammad Afnan Sakhiya Albanna (3y 3mo)
 Target : 

1. Bertanggung jawab atas yang dilakukan : 50% masih mood-mood-an
2. Toilet Training : 20% baru bisa full latihan pas weekend

2. Muhammad Hamzah Yusuf
Target :
1. Membantu Saudaranya memandikan, melatih makan dan solat : 70 % mulai banyak inisiatif
2. Bertanggung jawab atas yang dilakukan : 60% masih perlu diingatkan

Portofolio Kemandirian Anak Hari 9


8 Maret 2017

Assalamu'alaykum, wrwb... perkenalkan ini gadis pertama dari ummi Fita dan abi Yuga, namanya Aisha. Lengkapnya Aisha Zeta Azmi Zhafira (AZAZ). Dari kemarin ummi cuma membahas kemandirian a Hamzah dan a Afnan, si imut ini gak mau ketinggalan rupanya

Aisha Zeta Azmi Zhafira
Target :
1. Belajar merangkak dan merayap
2. Sikat gigi setiap hari

Di usia 1 tahun Aisha masih belum bisa merangkak, baru bisa all four (posisi merangkak) tapi belum bisa menggerakkan kaki tangannya. Sudah distimulasi dengan onggong-onggong, menggoyangkan badannya kedepan kebelakang saat all four diiringi lagu onggong-onggong tapi Aisha malah menikmati lagunya dan menganggap onggong-onggong itu semacam tarian. Jadi tiap dia dengar musik dia akan meng-onggong-onggongkan badannya sambil nyengir lucu sekali.

Nah, pararel dengan stimulasi merangkak ummi coba melatihnya berdiri dan merayap di pinggiran kasur. Awalnya tidak bertahan lama, tapi ummi berdirikan kembali saat Aisha mendudukkan dirinya. Lalu ummi pancing untung mengambil hape ummi di sampingnya yang terus ummi jauhkan. Aisha penasaran sama cahaya di hape dan berusaha mengambilnya tapi yang maju cuma badan atasnya aja, kakinya ketinggalan :D

Akhirnya ummi contohkan cara melangkahkan kakinya. Aisha mulai melangkah perlahan tapi yang sampai duluan badannya jadi posisinya miring seperti gambar :D

Semangat ya Aishaa ^_^

Portofolio Kemandirian Anak Hari 8

Tidak sengaja menemukan teknik mencampur warna
5 Maret 2016

Ummi tidak menyangka hari ini akan full kegiatan. Ummi tidak punya planning apa-apa selain menemani anak-anak. Pagi hari dengan rajinnya a Hamzah langsung latihan mewarnai dengan spidol aneka warna. Baru sebentar mewarnai tiba-tiba ia teriak, "Ummi! liat nih warnanya jadi berubah!"

Ummi penasaran dan melihat buku mewarnainya. Rupanya ia mewarnai dengan warna biru kemudian warna kuning jadi berubah menjadi warna hijau. Mengingat Seminar HEBAT kemarin, saat yang tepat untuk mengajari anak  adalah saat sedang di puncak rasa ingin tahunya karena saat itu semua indranya sedang terbuka dan siap menyerap informasi dengan mudah. Maka ummi tidak mau menyianyiakan kesempatan ini.

Ayo sekarang kita belajar mencampur warna!


Praktek mencampur warna
Ummi sadar tidak punya cat lukis atau akrilik. Tapi ingat dulu pernah beli pewarna makanan untuk membuat play dough. Anak-anak antusias sekali sampai-sampai ngekorin ummi terus pas nyari pewarna makanannya. Hanya ada 3 warna: merah, hijau, dan orange. Ummi hanya mengarahkan untuk mencampurkan warnanya satu persatu, merah dengan hijau, merah dengan orange, dst. Namun, a Hamzah membuat ekperimennya sendiri hingga menemukan warna coklat dan hitam, hehe
Hasil mencampur warna

Aplikasikan ke buku gambar

Hasil pewarnaan

Latihan bersama
 A Afnan sudah mulai penasaran dan merengek ingin pinjam kuas a Hamzah, tapi karena sedang asik a Hamzah tidak mau meminjamkan. Jadi sementara ummi memberinya sendok blender :D Berikut karya lukis a Hamzah dari mencampur warna. Ummi tidak mengarahkan untuk melukis dan mewarnainya, semua inisiatif sendiri.
Karya lukis "Truk" dengan campuran warna

Karya lukis "Transjakarta dan mobil polisi"

Aisha gak mau ketinggalan
 Ada yang sejak tadi diam memperhatikan tapi ternyata gak mau ketinggalan :D

Praktek memasak daging burger sendiri
 Selesai melukis, anak-anak mulai lapar. Ummi menawarkan untuk makan burger. Saat ummi ingin membuatkan a Hamzah ingin memasaknya sendiri. Sekalian saja hari ini lanjut cooking class "Membuat Burger".
Gayanya udah kaya ahli aja

Praktek menyusun isian burger sendiri

A Afnan tidak mau kalah, masak roti tawar :D
Namanya anak 3 lah ya kalau berkegiatan bersama pasti adik-adiknya gak mau ketinggalan. Sebenarnya Afnan ingin menggoreng beneran seperti kakaknya tapi berhubung belum waktunya, ia pun inisiatif sendiri. Diam-diam memasukkan roti tawar ke penggorengan kotor yang sedang direndam air! Pengen marah tapi gak jadi, anggap saja ini pre-cooking class Afnan :D
A Afnan memarut keju sendiri
Aisha gak mau kalah marut keju sendiri
 Sementara a Hamzah makan burger, Afnan malah minta makan nasi+keju. Qadarullah ummi belum masak jadi ikutin aja lah ya...

Saat ummi mau memarut keju, Afnan ingin memarutnya sendiri. Tak ada rotan akar pun jadi, Afnan pun mendapatkan cooking classnya membuat nasi-keju. Dan ternyata ada yang sejak tadi diam-diam memperhatikan ingin ikut praktek juga :D

A Afnan makan sendiri
Fyuuh.. hari ini sangat full kegiatan. Anak-anak pinter semua. A hamzah juga berhasil cebok sendiri, mandi sendiri dan memandikan adiknya. Mengambil baju sendiri dan baju adiknya.

Barakallah a Hamzah, a Afnan, dan Aisha ^_^

Portofolio Kemandirian Anak Hari 7






4 maret 2017

1. Muhammad Afnan Sakhiya Albanna (3y 3mo)
 Target : 

1. Bertanggung jawab atas yang dilakukan
2. Toilet Training

2. Muhammad Hamzah Yusuf
Target :
1. Membantu Saudaranya memandikan, melatih makan dan solat
2. Bertanggung jawab atas yang dilakukan 


Realisasi:


Libuuur...alhamdulillah ummi bisa seharian menemani di rumah. Pagi ini anak-anak minta sarapan mie for me sambil membaca buku. Setelah memasak mie, ummi mulai membacakan buku tentang Ibnu Batutah dari paket Ensiklopedia Bocah Muslim. Ummi minta anak-anak menyimak sambil makan sendiri. Berhubung a Hamzah mencontohkan makan sendiri jadi a Afnan tidak merengek minta disuapin. 

Oh iya, kelanjutan TT nya bagaimana? alhamdulillah a Afnan gak ngompol. Bangun tidur ummi buru-buru membawanya ke kamar mandi dan ia pun mengeluarkan semua isi kantung kemihnya. Tapi sayangnya ummi belum menemukan tanda-tandanya kalau mau mulai pipis jadi hari itu 2x a Afnan ngompol T_T. Semangat ya Afnan...

Siang harinya saat ummi mau menjemur pakaian, a Hamzah bersikeras ingin bantu, akhirnya ummi memberikan pakaian untuk ia jemur. A Hamzah juga sudah bisa cebok sendiri hari ini. Sebenarnya beberapa kali bisa sendiri tapi masih sering minta dicebokin kalau abis BAB..

Saat a Hamzah bobo siang, a Afnan tumben gak mau bobo siang. Malah minta makan dan berhasil menghabiskan makan sendiri. Barakallah Afnan!






Portofolio Kemandirian Anak Hari 6

3 maret 2017

1. Muhammad Afnan Sakhiya Albanna (3y 3mo)
 Target : 

1. Bertanggung jawab atas yang dilakukan
2. Toilet Training

2. Muhammad Hamzah Yusuf
Target :
1. Membantu Saudaranya memandikan, melatih makan dan solat
2. Bertanggung jawab atas yang dilakukan 


Realisasi:

Malam ini sebelum tidur seperti biasa ummi meminta anak-anak membereskan bekas mainan dan buku yang berserakan di ruang tengah untuk digelar kasur. Kembali kali in ummi ingatkan a Hamzah dan a Afnan untuk bersama-sama mengerjakan dan alhamdulillah hari ini mereka mau kerja sama merapikan bekas belajar, spidol, buku, dan puzzle. Lalu saat ummi ingin bantu merapikan kasur angin ternyata a Hamzah inisiatif ingin mengangkatnya sendiri. Okey, waktunya memberi kepercayaan. A Hamzah agak kesulitan mengangkatnya karena kasurnya terlalu panjang, akhirnya ummi bantu tapi tetap menghargai usahanya. Good job, a Hamzah ^_^





Berhubung Aisha sudah mendingan, ummi mencoba toilet training (TT) a Afnan. Ummi sadar kalau a Afnan banyak minum susu sebelum tidur dan saat terbangun di tengah tidur maka pipisnya akan banyak hingga pampersnya bocor, maka kali ini ummi mulai TT dengan tips berikut:

1. Men-soundingnya bahwa kalau pipis di kamar mandi/WC bukan men-sounding kalau pipis bilang ummi. (Saya tidak perlu anak bilang tapi saya perlu anak BAK/BAB di kamar mandi/WC)
2. Melatih anak tidak menggunakan pampers. Saya langsung melepasnya sebelum tidur
3. Membiasakan anak pipis sebelum tidur. Karena belum terbiasa, pas disuruh pipis a Afnan belum bisa mengeluarkannya meski sudah disiram air biar kepancing dinginnya air. Biarkan saja, biar anak terbiasa dulu karena a Hamzah dulu juga butuh beberapa waktu sampai terbiasa pipis sebelum tidur.
4. Tidak memberikan banyak susu/air sebelum tidur dan sepanjang tidur hingga waktunya bangun di pagi hari. Biasanya saya hanya memberi susu 1/3 atau maksimal 1/2 botol. Bila ditengah tidur anak bangun minta susu saya akan berusaha membujuknya untuk tidak minum susu tapi jika anak benar-benar rewel mungkin karena capek/kurang sehat dan tidak berhasil dibujuk saya memberinya sedikit saja.
5. Membangunkan anak tiap sekitar 2-3 jam untuk pipis. Berhubung saat itu ummi kurang enak badan jadi melewatkan tahap membangunkan anak untuk pipis tapi alhamdulillah Afnan sampai pagi tidak minta susu dan tidak mengompol.
6. Langsung mengajak anak ke kamar mandi untuk BAK setelah bangun tidur. Jika sepanjang malam anak sudah berhasil tidak pipis pastilah kandung kemihnya sudah penuh maka harus segera dikeluarkan sebelum mengompol.
7. Perhatikan tanda-tanda anak ingin BAK dan ajak segera ke kamar mandi jika sudah muncul tanda-tanda itu. Tanda-tandanya berbeda tiap anak. Dulu a Hamzah kalau mau pipis mulai pegang-pegang celana di yang menutupi kemaluannya kalau Afnan belum keliatan tanda-tandanya.



Alhamdulillah hari ini Afnan bisa tidur tanpa harus minum susu dulu semoga tidak ngompol sampai esok pagi :D

Wednesday, March 8, 2017

Portofolio Kemandirian Anak Hari 5


2 Maret 2017

Muhammad Hamzah Yusuf
Target : Membereskan mainan sendiri

Malam hari sebelum tidur, seperti biasa ummi menginstruksikan anak-anak untuk merapikan mainan yang berserakan di ruang tengah karena akan digelar kasur untuk anak-anak tidur. Biasanya semua mainan dikumpulkan dalam satu plastik lalu diletakkan diatas lemari tempat berkumpulnya aneka mainan. Anak-anak sudah terbiasa merapikan mainannya sendiri tapi cuma a Hamzah yang bisa menaruh mainannya ke atas lemari dengan menaiki kursi plastik. Namun karena kali ini mainannya banyak yang dimasukkan ke dalam plastik, plastiknya jadi terasa lebih berat dari biasanya dan a Hamzah merasa tidak sanggup. 
"Ummi..tolongin...," rajuknya.
"Coba dulu a.." sahut ummi.
"Gak bisa...," kata a Hamzah mulai ngambek.
"Coba dulu.. aa pasti bisa. Afnan.. semangatin aa nan, semangat aa..!" 
"Angaat aa.." seru Afnan. Abi pun tak kalah menyemangati a Hamzah. Akhirnya a Hamzah berusaha mencobanya.
"Ukh...uh..."
Hup.
Berhasil!
"Tuh kan.. aa bisa.. horeee aa hebaat.."

Kami semua bertepuk tangan.

Kadang saat seorang anak merasa depresi, ia mungkin hanya butuh dukungan untuk membangkitkan kekuatannya

 Barakallah aa...


Friday, March 3, 2017

Portofolio Kemandirian Anak Hari 4

24 Februari 2017

1. Muhammad Afnan Sakhiya Albanna (3y 3mo)
Target : 1. Makan sendiri
Realisasi : Ayo, ayo makan sendiri... Afnan kalau makan sendiri belum bisa sampai habis, hanya beberapa suap saja, hehe

2. Muhammad Hamzah Yusuf
Target :
1. Membantu Saudaranya memandikan, melatih makan dan solat
Realisasi :
Mulai hari ini abi membiasakan a Hamzah mengajari adiknya solat. Awalnya ogah-ogahan tapi berhubung abi janjikan main tab jadi mau deh :D Duh, semoga anak-anak sholih ummi lama-lama mau mandiri tanpa diimingi hadiah ya... gapapa sayang kita belajar pelan-pelan saja, bertahap. Semangat anak-anak shalih ummi dan abi! ^_^

Portofolio Kemandirian Anak Hari 3

22 Februari 2017

 Hari ini ummi memberikan hadiah spidol warnawarni seperti yang ummi janjikan beberapa waktu lalu. Maaf ya sayang baru sempat belinya...


1. Muhammad Afnan Sakhiya Albanna (3y 3mo)
 Target : Bertanggung jawab atas yang  dilakukan

2. Muhammad Hamzah Yusuf
Target :
1. Membantu Saudaranya memandikan, melatih makan dan solat
2. Bertanggung jawab atas yang dilakukan

Realisasi :

1. A Hamzah ummi ajarkan untuk menutup kembali spidol dengan tutupnya tiap kali selesai menggunakan, agar tidak berantakan dan juga tidak cepat kering. A Hamzah langsung mengikuti tapi lama-lama lupa jadi perlu diingatkan kembali.
2. Afnan mencoba mengikuti kakaknya namun ia tidak bisa membuka tutup spidolnya. Ummi meminta a Hamzah membantu Afnan. Alhamdulillah Afnan akhirnya bisa membuka tutup spidol sendiri
3. Selesai mewarnai gambar ummi meminta a Hamzah dan Afnan merapikan spidol dan buku-buku mereka. Mereka segera merapikannya karena sudah ngantuk dan ingin kasurnya segera di gelar, hehe



Anak-anak ummi makin kompak dan mandiri. Luv u boys! :*)

Portofolio Kemandirian Anak Hari 2

21 Februari 2017

21 Februari 2017


1. Muhammad Afnan Sakhiya Albanna (3y 3mo)
Target : 1. Makan sendiri
             2. Bertanggung jawab atas yang dilakukan
             3. Toilet Training
Realisasi :  Afnan latihan makan sendiri, sedikit aja yang penting bisa masuk mulutnya. Alhamdulillah sudah lebih sedikit yang jatuh daripada hari sebelumnya

Toilet training ditunda sampai minggu depan karena Aisha ternyata campak T_T

 Hari ini tidak sempat mendokumentasikan a Hamzah. Maafin ummi ya a...










Portofolio Kemandirian Anak Hari 1

 20 Februari 2017


1. Muhammad Afnan Sakhiya Albanna (3y 3mo)
Target : 1. Makan sendiri
             2. Bertanggung jawab atas yang dilakukan
             3. Toilet Training
Realisasi : Berhubung Aisha (almost 1y) sedang sakit jadi toilet training ditunda. Sementara itu kami melatihnya untuk terbiasa makan sendiri. Afnan biasanya diasuh oleh pengasuh tetangga dekat rumah. Biasanya ia selalu disuapi. Karena kebiasaan, di rumah pun maunya disuapi. Sejak sebelum usia 3 tahun sebenarnya saya mulai mendukungnya untuk makan sendiri namun masih jarang. Sekarang saatnya memperbanyak latihan. Awalnya ia keberatan, sepertinya karena belum terampil menyendok makanannya. Tapi saya menyemangatinya. Apalagi saat itu ia makan bareng kakaknya jadi terasa lebih seru. Kesempatan saya untuk mendukungnya meniru kakaknya karena di usia ini ia suka meniru perilaku kakaknya.



2. Muhammad Hamzah Yusuf
Target : 1. Membantu Saudaranya memandikan, melatih makan dan solat
             2. Bertanggung jawab atas yang dilakukan
             3. Berbicara dengan sopan
Realisasi : Bersamaa dengan Afnan latihan makan sendiri saya meminta a Hamzah untuk membantu adiknya. A hamzah pun membantunya dengan mencontohkan cara menyendok makanan. Lucunya ia mencontohkan dengan memasukkan nasi ke sendok dengan jarinya, hehe Afnan terlihat serius memperhatikan dan mengikuti contoh kakaknya. Meskipun saat memasukkan ke mulut ia belum pandai menjaga keseimbangan sehingga masih ada nasi yang jatuh-jatuh

You did it boys!
I love ya :*)

Mendidik Anak Laki-laki Dalam Islam

Tidaklah laki-laki itu (sama) seperti perempuan (QS Ali-Imran:36)

Mendidik anak laki-laki adalah menjaga fitrahnya:
1. Menjaga sifat dasarnya, Al Qowwam (sifat kepemimpinan)
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita." (QS. An Nisaa’ : 34)

Qowwam berasal dari 2 kata : 
a. Qiwwam (makanan yang membuat manusia tegak berdiri)
Lelaki yang mempunyai sifat Qiwwam  seperti makanan yang memberikan dampak di sekitarnya yang bengkok jadi lurus yang lemah jadi kuat. Wanita yang mempunyai suami bersifat Qowwan ia mempunyai motivasi tinggi untuk berprestasi. Jika gelisah suaminya yang mengatakan "Kamu Bisa"
Rasullah memiliki sifat Al Qowwan dibuktikan dari istri-istrinya yang potensinya terkembangkan dengan baik setelah menikah dengan Rasulullah.
Aisyah menjadi salah satu guru dari ulama Fiqih. Zainab menjadi duta sosial, Ummul Massakin, ibunya orang-orang miskin. Hafsah menjadi ahli ibadah dengan gelar Asshawamah Al Qowwamah, orang yang rajin Shiyam rajin Qiyyam. Maemunah keahliannya menulis, beberapa wahyu Allah ditulis Maemunah.
Seorang laki-laki yang Qowwam di manapun berada mempuanyai jiwa untuk membentuk orang lain
b. Qawwam (Adil dan seimbang)
Lelaki yang mempunyai sifat Qawwam, dapat menempatkan sesuatu sesuai dengan haknya (adil), tidak dipengaruhi emosi, logika lebih dominan, berani dan cepat dalam mengambil keputusan, berani memimpin
c. Al Qoyyim (memimpin/tuan)

Saat seorang laki-laki lahir dia sudah membawa fitrah Qowwam ini, namun tergantung bagaimana orang tuanya menjaganya.



Jika anak terlalu dibuat banyak merasakan zona nyaman oleh orang tuanya lama-lama dia mengalami stroke jiwa. Saat orang tuanya tidak ada dia tidak bisa hidup.
Dalam Islam memberi proporsi yang tepat dengan memberikan kata jangan secara tegas di dalam beberapa ayat Al Qur'an. Kata "jangan" sebagai peringatan namun harus didahului pemberian motivasi agar anak tidak tertekan dengan terlalu banyak pelarangan/aturan. Ciri anak tertekan : gerakannya minimalis, ekspresinya minimalis tidak bisa tertawa lepas, dan matanya tidak berani menatap orang lain. Jika terlalu banyak kata jangan anak melihat hidup ini terlalu banyak

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan..." (QS. Saba’: 28)


Cara Rasulullah menasehati :
1. Jika ada yang marah : "Jangan marah, untukmu Syurga."
2. Jika ada yang malas : "Bersegeralah kamu menuju syurga yang seluas langit dan bumi."
3. Ada yang melempar kurma : "Jangan kamu  lempar lagi."
Orang tua yang berhasil menjaga Qawwam anak laki-laki maka akan terbentuk anak yang survive, kuat, tangguh, menegakkan, membentuk, berani mengatakan fight, berani mencoba/tidak takut.


Diskusi di BKKBN (hasil penelitian) 75% anak SD sekarang karakternya kebanci-bancian
Faktor penyebab:
1. Tidak adanya sosok Ayah (fatherless country) : Punya Ayah tapi tidak hadir secara fisik dan psikis
2. Anak terbiasa di linkungan sekolah yang lebih banyak guru perempuan daripada laki-laki

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)” (Qs. Ali Imron: 33)

Untuk belajar pendidikan dalam keluarga belajarlah pada keluarga Ibrahim dan keluarga Imran. Kenapa di ayat tsb hanya Nabi Ibrahim dan Imran yang disebutkan kata "keluarga" nya karena keluarga Nabi Adam dan Nuh tidak dapat dijadikan role model. Nabi adam memiliki anak pembunuh sedangkan Nabi Nuh memiliki anak yang kafir.

Target pengasuhan dalam Al Qur'an
1. Dari keluarga Ibrahim : 
Contoh pendidikan keluarga poligami yang harmonis dan pendidikan anak laki-laki (Ismail dan Ishaq)
2. Dari keluarga Imran : Contoh pendidikan keluarga monogami dan pendidikan anak perempuan (Maryam)

Pelajaran pendidikan dari keluarga Ibrahim dengan mencetak anak berkarakter kenabian seperti Nabi Ismail dan Ishaq
1. Cetaklah anak laki-laki kita menjadi ahli ilmu (ulama) di bidang apa saja
2. Bekali anak laki-laki dengan menjadi Ahli di bidangnya dan berjiwa militan dalammenegakkan agama di bidang tsb


Rangkuman Kajian Parenting Tuntunan Islam Dalam Mendidik Anak Laki-laki by Ust. Bendri Jaisyurrahman