Friday, March 3, 2017

Mendidik Anak Laki-laki Dalam Islam

Tidaklah laki-laki itu (sama) seperti perempuan (QS Ali-Imran:36)

Mendidik anak laki-laki adalah menjaga fitrahnya:
1. Menjaga sifat dasarnya, Al Qowwam (sifat kepemimpinan)
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita." (QS. An Nisaa’ : 34)

Qowwam berasal dari 2 kata : 
a. Qiwwam (makanan yang membuat manusia tegak berdiri)
Lelaki yang mempunyai sifat Qiwwam  seperti makanan yang memberikan dampak di sekitarnya yang bengkok jadi lurus yang lemah jadi kuat. Wanita yang mempunyai suami bersifat Qowwan ia mempunyai motivasi tinggi untuk berprestasi. Jika gelisah suaminya yang mengatakan "Kamu Bisa"
Rasullah memiliki sifat Al Qowwan dibuktikan dari istri-istrinya yang potensinya terkembangkan dengan baik setelah menikah dengan Rasulullah.
Aisyah menjadi salah satu guru dari ulama Fiqih. Zainab menjadi duta sosial, Ummul Massakin, ibunya orang-orang miskin. Hafsah menjadi ahli ibadah dengan gelar Asshawamah Al Qowwamah, orang yang rajin Shiyam rajin Qiyyam. Maemunah keahliannya menulis, beberapa wahyu Allah ditulis Maemunah.
Seorang laki-laki yang Qowwam di manapun berada mempuanyai jiwa untuk membentuk orang lain
b. Qawwam (Adil dan seimbang)
Lelaki yang mempunyai sifat Qawwam, dapat menempatkan sesuatu sesuai dengan haknya (adil), tidak dipengaruhi emosi, logika lebih dominan, berani dan cepat dalam mengambil keputusan, berani memimpin
c. Al Qoyyim (memimpin/tuan)

Saat seorang laki-laki lahir dia sudah membawa fitrah Qowwam ini, namun tergantung bagaimana orang tuanya menjaganya.



Jika anak terlalu dibuat banyak merasakan zona nyaman oleh orang tuanya lama-lama dia mengalami stroke jiwa. Saat orang tuanya tidak ada dia tidak bisa hidup.
Dalam Islam memberi proporsi yang tepat dengan memberikan kata jangan secara tegas di dalam beberapa ayat Al Qur'an. Kata "jangan" sebagai peringatan namun harus didahului pemberian motivasi agar anak tidak tertekan dengan terlalu banyak pelarangan/aturan. Ciri anak tertekan : gerakannya minimalis, ekspresinya minimalis tidak bisa tertawa lepas, dan matanya tidak berani menatap orang lain. Jika terlalu banyak kata jangan anak melihat hidup ini terlalu banyak

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan..." (QS. Saba’: 28)


Cara Rasulullah menasehati :
1. Jika ada yang marah : "Jangan marah, untukmu Syurga."
2. Jika ada yang malas : "Bersegeralah kamu menuju syurga yang seluas langit dan bumi."
3. Ada yang melempar kurma : "Jangan kamu  lempar lagi."
Orang tua yang berhasil menjaga Qawwam anak laki-laki maka akan terbentuk anak yang survive, kuat, tangguh, menegakkan, membentuk, berani mengatakan fight, berani mencoba/tidak takut.


Diskusi di BKKBN (hasil penelitian) 75% anak SD sekarang karakternya kebanci-bancian
Faktor penyebab:
1. Tidak adanya sosok Ayah (fatherless country) : Punya Ayah tapi tidak hadir secara fisik dan psikis
2. Anak terbiasa di linkungan sekolah yang lebih banyak guru perempuan daripada laki-laki

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)” (Qs. Ali Imron: 33)

Untuk belajar pendidikan dalam keluarga belajarlah pada keluarga Ibrahim dan keluarga Imran. Kenapa di ayat tsb hanya Nabi Ibrahim dan Imran yang disebutkan kata "keluarga" nya karena keluarga Nabi Adam dan Nuh tidak dapat dijadikan role model. Nabi adam memiliki anak pembunuh sedangkan Nabi Nuh memiliki anak yang kafir.

Target pengasuhan dalam Al Qur'an
1. Dari keluarga Ibrahim : 
Contoh pendidikan keluarga poligami yang harmonis dan pendidikan anak laki-laki (Ismail dan Ishaq)
2. Dari keluarga Imran : Contoh pendidikan keluarga monogami dan pendidikan anak perempuan (Maryam)

Pelajaran pendidikan dari keluarga Ibrahim dengan mencetak anak berkarakter kenabian seperti Nabi Ismail dan Ishaq
1. Cetaklah anak laki-laki kita menjadi ahli ilmu (ulama) di bidang apa saja
2. Bekali anak laki-laki dengan menjadi Ahli di bidangnya dan berjiwa militan dalammenegakkan agama di bidang tsb


Rangkuman Kajian Parenting Tuntunan Islam Dalam Mendidik Anak Laki-laki by Ust. Bendri Jaisyurrahman

No comments:

Post a Comment