![]() |
| pic : http://setkab.go.id/ |
Akhir-akhir
ini Desk Informasi Kementerian Keuangan kebanjiran pertanyaan sama, “Kapan Open
Recruitment (OR) Kemenkeu? Bagaimana cara pendaftarannya?”
Rupanya
di luar sana banyak isu yang beredar bahwa akan ada OR sejumlah Kementerian
pada pertengahan bulan ini. Bahkan ada web yang menjanjikan di bulan Juni
ataupun Agustus. Padahal di web resmi
Kementerian Keuangan belum ada pengumuman OR tersebut.
Setiap
tahun Kementerian Keuangan selalu dibanjiri pertanyaan sama. Hal ini cukup
menjadi bukti bahwa banyak sekali orang yang berminat untuk menjadi PNS
Kementerian Keuangan. Mengapa demikian?
PNS itu...
Ada
sebuah anekdot yang bisa menggambarkan hidup seorang PNS,
Pergi pagi pulang petang
Nerima gaji tiap bulan dan pesangon
saat pensiun
Setia pada atasan, aturan, dan pasangan
Ya,
seorang PNS akan selalu pergi pagi pulang petang sejak ia diterima menjadi PNS
sampai saatnya ia pensiun. Ini berarti ia akan menjalani rutinitas yang sama
setiap hari dari hari Senin sampai Jumat, setiap bulan, setiap tahun. Tentu seorang manusia lama-lama akan mencapai
puncak kejenuhannya menjalankan rutinitas tersebut. Apalagi jiwa-jiwa muda yang
sedang bersemangat mengembangkan dirinya. Tak jarang ada pegawai yang baru
setahun-dua tahun menjalaninya akhirnya memutuskan keluar dari PNS.
Namun,
banyak pula pegawai yang memilih bertahan menjadi PNS karena setiap bulan ia pasti
akan menerima gaji dan saat pensiun ia akan menerima pesangon. Kemapanan
finansial menjadi salah satu alasan terbesar seseorang memutuskan dan bertahan
menjadi seorang PNS.
Tentu
saja bagi yang memilih bertahan menjadi PNS ia akan dihadapkan pada
pahit-manisnya seorang atasan. Sepahit apapun sikap atasan terhadap dirinya, ia
harus tetap mentaati perintah kerja atasan jika ingin selamat. Salah satunya
karena penilaian atasan mempengaruhi grade dan juga.. tunjangan.
Absen
masuk pukul 7.30, absen pulang pukul 17.00 adalah salah satu aturan keramat PNS
Kementerian Keuangan. Mau tidak mau PNS Kementerian Keuangan bersusah payah
bangun pagi melawan kemacetan demi
mengejar absen masuk. Kalau tidak.. tentu itu akan berpengaruh pada tunjangan.
Namun
ternyata ada juga aturan yang menguntungkan bagi para wanita : PNS tidak boleh
memiliki istri lebih dari satu. Kalau tidak mau susah cari nafkah, mau tidak
mau seorang suami harus setia pada istrinya. Karena biaya istri kedua tidak
ditanggung bahkan existensinya diharamkan negara. Kalau yang mau susah sedikit
ada yang memilih selingkuh saja. Jadi para wanita PNS harus tetap waspada.
Dilema PNS
“Kamu
kira-kira mau pindah gak?”
“hah?
Pindah. Baru aja saya masuk...”
“Iya,
kalau di sini kan kita susah naik jabatan, kerjanya itu-itu aja, bosen..”
Ketika
sudah menjadi PNS dan menjalankan TUPOKSI selama sekian tahun, ternyata tidak
sedikit PNS yang mengalami dilema, menjadi PNS tidak semudah yang
dibayangkannya.
Setidaknya
ada dua hal yang membuat seseorang tidak betah menjadi PNS : rutinitas
pekerjaan dan kesulitan kenaikan jabatan.
Seorang
pegawai yang telah mempunyai pengalaman kerja di perusahaan swasta sebelumnya
tentu akan mengalami sedikit shock
atas perbedaan iklim lingkungan pekerjaan pemerintahan dengan swasta. Di dunia
swasta semakin kita berprestasi akan semakin mudah kita naik level dalam
perusahaan tersebut. Penilaian kita benar-benar ditentukan oleh kinerja dan
hasil kerja kita. Sementara di pemerintahan, sebaik apapun kinerja kita tidak
akan menambah penilaian yang bisa menaikkan jabatan. Karena dalam aturan PNS
ada batas minimal jenjang pendidikan yang disandang untuk naik jabatan. Jadi
kalau mau naik jabatan mesti melanjutkan pendidikan terlebih dulu baru bisa
memenuhi syarat untuk naik jabatan.
Tantangan
pekerjaan di kantor pemerintahan tidak sebesar di kantor swasta. Asalkan telah
memenuhi TUPOKSI kita telah dianggap lulus dalam pekerjaan, jika bekerja
melebihi TUPOKSI dianggap kurang kerjaan toh tidak akan membuat naik jabatan.
Sementara di kantor swasta, jika kita bisa bekerja melebihi kewajiban yang
telah ditetapkan kita akan mendapatkan reward
sesuai hasil kerja kita entah berupa bonus atau kepercayaan dari atasan
pada proyek-proyek unggulan yang memudahkan kita naik jabatan.
Tetap PNS
Setelah
mengetahui pahit-manis PNS, mungkin kita bertanya-tanya bagaimana bisa
seseorang bisa bertahan menjadi PNS sampai usia 60-65 tahun. Mungkin anekdot
ini cukup mewakili alasannya,
Profesional dalam pekerjaan
Nikmati segala dinamikanya
Sayangi anak-istri, atasan, dan
teman-teman
Ada
sebuah alasan penting untuk kita tetap berlaku profesional sebagai PNS meskipun
cukup sulit naik jabatan jika tidak didukung pendidikan : ridho Allah. Apalah
arti segala tujuan hidup di dunia ini kalau akhirnya tidak dapat ridho Allah.
Ridho Allah menjadi alasan mutlak kita harus selalu bekerja keras, bekerja cerdas,
dan bekerja ikhlas dalam menjalankan TUPOKSI kita. Alasan kedua adalah hargai
rakyat yang telah “membayar” kita. Tidak hanya orang kaya yang membayar pajak,
rakyat miskin juga membayar PPN atas produk-produk yang ia beli di mana saja. Tidak
malukan kita menyia-nyiakan “gaji” dari buruh, tukang sampah, pengamen, dan
bahkan pengemis yang telah membayar kita?
Pahit-manis
aturan, atasan, dan berbagai situasi dan hubungan pekerjaan bisa menjadi hiburan
tersendiri selama kita menjalani rutinitas pekerjaan jika kita menikmatinya.
Nyatanya tidak ada hidup yang benar-benar flat karena selalu ada adegan berbeda
yang kita jalani dalam kehidupan. Jika kita menikmati semua adegan itu,
rutinitas pekerjaan tidak terasa menjadi beban. Sesekali mungkin kita perlu
menambahkan sedikit perbedaan di ruang kerja kita, menambah foto keluarga,
bunga, miniatur mobil, atau apapun yang membuat ruang kerja kita fresh.
Sesekali mungkin kita perlu makan siang di luar bersama teman-teman atau cuti
untuk liburan bersama keluarga. Nikmati saja semuanya dengan cerdas dan ikhlas.
Anak
dan istri mungkin menjadi salah satu alasan terbesar seseorang tetap bertahan
menjadi PNS. Tentu saja kemapanan finansial saat ini menjadi momok yang harus
dihadapi. Tidak mudah diterima menjadi PNS dan tidak mudah memiliki pekerjaan
mapan lain selain PNS. Bagi kita yang tidak ingin dipusingkan dalam mencari
pekerjaan lain untuk menghidupi anak-istri tentu bertahan menjadi PNS menjadi
pilihan. Ketika kebosanan dan kebencian terhadap lika-liku PNS mendera,
ingatlah anak-istri yang harus kita nafkahi. Ketika muak dengan perilaku atasan
dan rekan kerja, ingatlah alasan-alasan kita memilih dan bertahan menjadi PNS. Semua
akan menjadi lebih mudah jika kita belajar dan berusaha menyayangi dan
menghargai mereka.

No comments:
Post a Comment