Tuesday, August 29, 2017

Portofolio Bintang Keluarga Day #7





Tebak itu foto siapa?

Bukaan..itu bukan Aisha. Manis banget ya...imut-imut kaya babygirl. Tapi itu a Hamzah :D

Siapa sangka baby sumeh yang gampang banget senyum ini memang punya potensi dari kesumehannya. Iya, a Hamzah mudah banget bergaul dengan orang lain. The extrovert one. Hanya awalnya saja ia malu-malu memperkenalkan diri atau bicara. Tapi kalau sudah terlempar satu percakapan seterusnya bisa ngobrol seperti sudah kenal lama.

"Mas, anaknya gampang banget akrab ya sama orang," kata om porter, pemilik basecamp tempat kami rehat sebelum dan setelah ekspedisi Prau.

"Iya mas," jawab abi senyum-senyum.

Iya, itu memang kelebihan a Hamzah dan sepertinya itu potensi baik yang bisa jadi kekuatannya kalau kami asah.

Waktu kecil kami sampai was-was meninggalkan a Hamzah sendirian. Pasalnya ia imut banget. Semua orang yang melihatnya biasanya langsung tertarik, setidaknya menyapa. Kalau diajak pergi atau digendong pasti ia tidak menolak, berontak, lari atau teriak. Bisa dengan mudah dibawa penculik :'(

Tapi kemarin ternyata kami lalai. Entah kenapa kami percaya sama porternya. Jadi waktu a Hamzah memilih untuk bareng porter nanjak duluan, saya iyakan saja. Saat mau menulis blog ini saya baru sadar kenapa kemarin percaya begitu saja sama orang tidak terlalu dikenal. Alhamdulillahnya a Hamzah baik-baik saja. Yah, porternya juga akan mudah dilacak si kalau sampai menculik a Hamzah. Kenyataannya porter kenalan abi itu memang baik dan jujur. Jadi saya memang tidak perlu terlalu kuatir. Hanya jangan sampai mengulangi kesalahan sama menyerahkan anak pada orang tidak terlalu dikenal tanpa mengetahui nama orang itu. Iya, saya lupa menanyakan nama porternya. Alhamdulillah ternyata a Hamzah dan porter itu menunggu di warung tidak jauh dari Pos 1. Selanjutnya a Hamzah melanjutkan perjalanan bersama kami.

Itu kejadian saat naik gunung. Saat naik gunung, sampai di pos 1 kami naik ojek sama seperti saat menuju pos 1. Hanya saya dan anak-anak yang naik ojek demi menghemat tenaga dan stamina anak-anak untuk nanjak pos 1 sampai camp ground dekat puncak. Saat turun gunung itu a Hamzah juga memilih bareng om porter. Lgi-lagi saya iyakan tanpa curiga sama sekali. Dan memang a Hamzah sampai dengan selamat ke basecamp lebih dulu daripada saya yang naik ojek di belakangnya.

Sifat extrovert a Hamzah ada kalanya menjadi kelemahan tapi bisa juga menjadi kekuatan.

Sepanjang turun gunung Prau, kami berpapasan dengan para pendaki yang turun gunung juga. Biasanya kalau melewati sesama pendaki kami akan saling menyapa atau permisi. Nah, a Hamzah yang extrovert ini tiba-tiba saja nyeletuk, "Dadah om semuaa!!" serunya saat para pendaki laki-laki melewatinya. Spontan saja mereka menengok sambil terkekeh. Beberapa ada yang menjawabnya, "Dadah adeekk ketemu di bawah yaa.." Kami yang dengar antara malu sama lucu. "Aa sok kenal banget si," kata abi.

Tapi gara-gara a Hamzah ini, suasana pendakian jadi menyenangkan. Ia akan berceloteh apa saja sepanjang jalan. Mengomentari dan bertanya ini-itu. Mungkin itu sebabnya ia bisa kuat naik-turun gunung Prau tanpa digendong sama sekali padahal medannya lebih terjal daripada Papandayan. Ia membawa dirinya dalam suasana menyenangkan. Dengan cara yang ia sukai, yakni mengocek, hehe

Terima kasih a Hamzah telah memberi kami pelajaran. Bahwasanya apa-apa yang kita kerjakan akan terasa mudah jika kita enjoy mengerjakannya.^_^


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

No comments:

Post a Comment