Wednesday, August 30, 2017

Portofolio Bintang Keluarga Day #8

Sebenarnya ummi ingin mengajak a Hamzah dan a Afnan berkegiatan tapi mereka sedang asyik main. Apalagi ada anak gadis yang setia ngintilin ummi sejak ummi sampai rumah. Jadilah ummi memusatkan perhatian pada si gadis kecil yang masih rewel karena batuknya semakin parah.

"Rewel terus nih, susah tidur," lapor kakung begitu ummi sampai rumah. Aisha yang sedang digendong kakung langsung menyodorkan lengannya ke arah ummi minta digendong. Batuknya memang makin parah sampai ia kesulitan bersuara. Tampaknya dahak mulai menyumbat pernapasannya.

"Kata dokter suruh ke IGD kalau napasnya sesak nanti malam," tambah eyang putri. Tadi siang Aisha memang sudah dibawa ke puskesmas, tapi dokter berpesan untuk segera IGD karena batuknya sudah berat dan dahaknya sulit keluar.

"Udah minum obat?" tanya saya.

"Udah, tinggal tidur aja," jawab kakung.

Sebenarnya untuk batuk yang disebabkan oleh virus ummi masih berpegangan kata-kata dokter Apin. Indikasi batuk yang darurat adalah anak sesak napas sampai berbunyi, dadanya cekung saking kesulitan bernapas. Keluar tidaknya dahak bukan indikasi darurat. Pada dasarnya anak kecil memang belum bisa mengeluarkan dahak dari mulutnya. Dahak juga tidak harus keluar lewat mulut melainkan bisa melalui feses. Makanya anak yang sedang batuk biasanya ada lendir dalam fesesnya. Kalau tidak percaya silakan diperhatikan feses anaknya :D

Nah, si gadis yang sedang rewel ini butuh sesuatu untuk menghiburnya. Karena dikasih buku atau diajak bermain bersama kakaknya tidak bertahan lama. Ia kembali mengekori ummi. Padahal ummi masih harus membersihkan diri, menyiapkan makan malam abi, dan tentu saja ikut makan malam. Alhamdulilahnya ummi sudah sholat isya. Jadi tinggal bertahan untuk tidak tidur sebelum makan malam. Kebiasaan yang sulit disembuhkan karena kecapekan tiap ngelonin Aisha pasti ikut tidur, hehe

Ummi ingat waktu perjalanan ke Prau Aisha tertarik dengan botol dan tutup dotnya. Ia bahkan sudah bisa memasang tutup dot ke botolnya dengan memutar ulirnya. Juga bisa membongkarnya kembali. Tampaknya ini petunjuk untuk mengasah bakat Aisha (17m). Jadi ibu memang harus sensitif terhadap kebutuhan anaknya. Kalau tidak perhatian sekali ibu akan melewatkan golden moment anak-anaknya. Alhamdulillah Allah masih mengizinkan ummi yang hanya punya waktu sekitar 3-4 jam bertemu anak-anak dalam keadaan terjaga setiap hari kerja untuk bisa mengangkap golden moment anak.

Lagi serius nengok juga pas difoto pakai hape :D

Di hadapan Aisha kini sudah ada 2 jenis botol. Botol minum dan tutupnya yang berwarna kuning milik a Hamzah juga botol kaca bekas ASIP dan tutupnya berwarna putih. Ummi memberikan botol kuning dahulu kepada Aisha karena diameter leher botol lebih besar daripada botol kaca. Aisha langsung menyambutnya. Ia serius sekali mencoba memasang tutup botol ke botolnya. Tentu saja tutupnya terlepas-lepas terus karena untuk mengencangkannya perlu diulir. Ummi pun mencontohkan Aisha untuk memutar tutup botolnya sesuai ulirnya. Aisha masih memperhatikan dengan seksama. Ia juga terus mencoba memasang tutup botol sambil memutar-mutarnya. MasyaAllah dalam percobaan kedua ia sudah berhasil memasang tutup botol hingga kencang.

Setelah Aisha cukup puas bermain bongkar pasang dengan botol kuning dan tutupnya, saatnya menaikkan level tantangan kepadanya. Ummi menyodorkan botol kaca dan tutupnya kepada Aisha. Perhatian Aisha langsung teralihkan ke botol kaca. Ia sama sekali tidak ragu untuk menjamahnya. Sepertinya pada usia ini anak memang mudah teralihkan fokusnya. Maka sebenarnya kalau anak ngambek ingin sesuatu, orangtua tinggal mengalihkan fokusnya saja.
semangat Aishaa

Ummi terus mendampingi Aisha pada tantangan kedua ini. Aisha terlihat serius sekali mencoba memasang tutup pada botolnya. Aisha memang tipe yang suka memperhatikan detil sesuatu dengan serius. Ia memperhatikan dan mengorek-ngorek lantai yang berlubang keramiknya, hiasanya di jilbab ummi, motif di baju aa, noda di lantai, dan hal-hal kecil lainnya. Mungkin kelak ummi harus mengasah bakat ini.

Aisha gadis kecil yang mudah senyum dan tertawa seperti a Hamzah ini ternyata menyimpan sisi serius. Kalau sudah memperhatikan sesuatu ia akan terlihat sangat serius sampai lupa akan rewelnya, lupa akan keingannya sendiri. Aisha gadis sumeh ini sedang senang bermain bongkar pasang barang, sampai-sampai mobil-mobilan aa yang bisa dibongkar pasang ia coba pasang juga. Aisha..Aiai...Aica..icha.. apapun panggilannya ia hampir pasti menengok kalau dipanggil sesuai nama aslinya, Aisha.

Luv Aisha
  



#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

No comments:

Post a Comment