Horee alhamdulillah kita sampai pada hari ke-10! Ummi senang sekali karena dari 6 tantangan baru berhasil selesai 1 tantangan saja yang bisa posting sampai hari ke-10. Semoga tantangan berikutnya ummi bisa lulus juga ya...
Untuk merayakannya ummi akan memberikan kegiatan spesial untuk anak-anak yaitu menimbang. Iyaa..anak-anak sebenarnya sudah lama sekali kepo sama timbangan makanan punya eyang yang ada di rumah. Sebenarnya kegiatan ini ingin dilakukan saat praktek membuat cupcake sabtu lalu tapi batal karena anak-anak kerumah eyang.
Sebagai pemanasan sebelum membuat cupcake ummi akan mengajarkan cara menimbang dan membaca timbangan. Tapii...rupanya anak-anak masih asyik main bola dan kuda-kudaan bersama abi. Jadi ummi tunggu sembari makan malam dahulu.
Sekitar 15 menit kemudian abi mulai lelah dan lapar, jadi permainan dihentikan. Anak-anak malah kembali mengeluarkan buku yang sebelum bermain sudah mereka baca-baca sendiri. Yasudah ummi ikuti keinginan mereka dulu sembari tetap menyelipkan pelajaran.
Kali ini kami membaca buku truk-truk raksasa, mesin-mesin raksana, dan kereta-kereta raksasa. Buku hardcover ini sangat unik karena ada halaman lipat sehingga bisa memuat gambar kendaraan raksasa. Ada 4 halaman buku full bergambar kendaraan-kendaraan raksasa. Gambarnya cukup detil sehingga anak-anak bisa melihat bagian-bagian kendaraan dengan jelas.
Kami sampai pada halaman bergambar sebuah kereta raksasa.
"A afnan ini warna apa?" tanya ummi ingin mengetes kembali hapalan warna a Afnan.
"Ijo!" serunya.
"Salah...ini biru..." ralat ummi.
"Mi lihat nih!" seru a Afnan sambil menunjukkan jarinya ke sebuah gambar. Rupanya gambar seekor burung yang terbang di sekitar kereta. "Satu-dua-tiga..." ucapnya tanpa disuruh.
Kesempatan a Afnan untuk mengulang hapalan angka 1 sampai 10.
"Burungnya ada berapa a?" tanya ummi.
A Afnan mulai menghitung lagi.
"Satu-dua-tiga..." jarinya menunjuk lebih cepat daripada angka yang ia ucapkan, hehe
Ummipun membimbingnya menghitung pelan-pelan sambil memegang jarinya supaya menunjuknya juga pelan-pelan.
"Satu...dua...tiga...empat...lima..."
A Afnan masih belum lancar benar jadi mesti sering diulang soal angka ini.
Saat membahas gambar truk-truk raksasa, ada truk pengangkut mobil yang sedang mengangkut mobil warna-warni. Ini kesempatan lagi untuk belajar warna. Tiap ada gambar warna-warni ummi selalu menanyakan dan mengulang-ulangnya supaya a Afnan hapal. Dari hasil belajar malam ini sepertinya a Afnan baru hafal warna hijau dan kuning. Lainnya menebak-nebak saja :D
Setelah membaca buku, Aisha mulai rewel karena mengantuk. Ummi berusaha membujuknya dengan memberikan susu. Setelah Aisha tenang, ummi mulai agenda berikutnya.
"Siapa yang mau belajar menimbang?" tanya ummi berseru.
"Saya!" seru a Hamzah dan a Afnan.
Ummi langsung mengambil timbangan tepung dan membawanya ke lantai tempat kami belajar. Tentu saja anak-anak rebutan untuk memegang dan bereksperimen. Belum apa-apa sudah ada buku di mangkuk timbangan :D
"Sebentar...ummi jelasi dulu ya... lihat nih a. kalau nimbang jarumnya harus di angka nol," jelas ummi sambil memiringkan timbangan supaya terlihat jarum pengukur. Baru saja ummi membereskan mangkuk ke atas timbangan, anak-anak sudah meletakkan beberapa buku. Ummi mengeluarkan dari mangkuk dan meletakkannya satu-satu.
"Buku ini beratnya berapa a?" tanya ummi setelah meletakkan satu buah buku odong-odong dongeng di dalam mangkuk timbangan.
A Hamzah terlihat bingung karena bilangan yang tertera terdiri dari tiga angka. Ummi bantu mengejanya.
"Dua...lima...kosong.." pandu ummi. "Bacanya dua ratus lima puluh."
"Dua ratus lima puluh," ulang a Hamzah.
Ummi kemudian menjelaskan kalau semakin ke kanan jarumnya berarti semakin berat.
"Coba kita tambahkan satu buku a," ujar ummi sambil menaruh satu buku diatas buku pertama. "Jadi berapa beratnya?"
"Enam ratus lima puluh. Kalau lebih dari angka lima ratus berarti kira-kira 650." Berhubung a Hamzah belum waktunya masuk ke level membaca timbangan sampai detil jadi ummi hanya membahas sampai sini saja.
"Coba kita tambahkan lagi." Anak-anak langsung berebutan nyari barang-barang yang lainnya. Ada buku, tempat pensil, toples, dll.
"Nah, semakin kekanan semakin berat ya a.." jelas ummi. A Hamzah mengangguk sambil nyengir. Semoga dia mengerti.
"Klo yang angkanya besar ini berapa a?" tanya ummi menunjuk angka satu besar yang warna hitamnya lebih tebal daripada bilangan yang terdiri dari tiga angka.
"Satu," jawabnya.
"Iya ini satu kilogram, kalau yang angka besar ini 1 kilogram, 2 kilogram," jelas ummi.
Sekarang saatnya mengetes kemampuan mengidentifikasi berat-ringan dan besar-kecil. Ummi lalu mengambil boardbook odong-odong dongeng dengan buku truk-truk raksasa.
"Lebih berat yang mana bukunya a?"
"Lebih besar yang mana bukunya?"
Sejauh ini a Hamzah sudah bisa membedakan berat-ringan dan besar-kecil dengan benar. Berarti saatnya menaikkan level.
Semangat belajar ya anak-anak ummi! ^_^
No comments:
Post a Comment