![]() |
| asupan buah cukup sangat penting untuk bumil |
"hu-um."
"Emang kuat?"
"Dedek kan kuat ya dek, insyaallah dedek sholihah kuat ya puasa sama ummi... " seloroh saya sambil elus-elus perut.
Bismillah.. akhirnya hari ini kami shaum Ramadhan. Untuk pertama kalinya saya shaum dalam keadaan hamil. Kali ini lumayan pede karena dedek utun sudah hampir memasuki 4 bulan diperut ummi. Sebelumnya masuk Ramadhan saat baru saja melahirkan a hamzah, masih 2-3 bulan jadi tidak berani dan tidak kuat shaum karena kebutuhan ASIX a hamzah lumayan menguras nutrisi ummi :D
Bagaimana rasanya shaum saat hamil? dendang keroncongan itu cuma terasa saat perjalanan berangkat ke kantor. Selanjutnya dd sholih/ah anteng di perut ummi. Tetap tumbuh sehat, kuat, sempurna, jasadiyah, fikriyah, ruhiyahnya ya nak... Namun, memang terasa si gemeteran di jari-jari tangan saya tanda kelaperan, hehe Saya harus kuat karena dedek sudah membantu ummi dengan tidak mual meski ummi kelaperan. Gemeteran itu hanya proses adaptasi tubuh karena perubahan waktu biologisnya mendapat asupan energi. Insyaallah beberapa hari lagi tubuh terbiasa untuk rutin shaum tiap hari sepanjang Ramadhan ini. Aaamiin...
Sempat ada sedikit ganjalan kemarin karena H-2 Ramadhan tiba-tiba saya sakit tenggorokan, sepertinya gejala batuk. Dan esoknya terbukti, batuk dan pilek melanda. Minggu sebelumnya memang sudah gejala tidak enak badan karena sempat menginap di rumah saudara tidur di lantai hanya beralaskan karpet. Padahal badan saya sangat tidak kuat tidur di lantai meski sudah beralaskan kasur. Hampir pasti langsung masuk angin -_-
Alhamdulillah sudah menjelang Ashar, kami merasa baik-baik saja, dan insyaallah bersiap untuk menjalaninya kembali esok sampai finish. Aamin ya Rabb...
Bagaimana dengan target charging Ruhiyah?
2 tahun kemarin banyak target tidak terpenuhi, tahun pertama karena pasca melahirkan masih riweuh ngurus newborn, tahun kedua karena manajemen waktu kurang bagus antara berdagang, kerja, pumping, ngurus rumah tanpa ART. Tahun kedua lumayan sulit bisa tilawah dengan tenang di rumah karena mengurus a hamzah yang rewel menjelang tidur atau menemaninya bermain. Biasanya kalau memaksa tilawah sedangkan ia masih betah main saat abi tarawih, meski sudah dialihkan dengan sesuatu ia akan tetap nyamperin ummi, bosen main sendirian mungkin.
Tahun ini sesuai pengalaman tahun lalu, banyak target yang sudah diniatkan harus tercapai. Tentu harus dengan manajemen waktu yang baik. Ayolah.. masa hapalan jus 30 gak kelar-kelar, tilawah 30 juz ga nyampe, QL-duha kelewatan.... Ramadhan gini harus dimanfaatkan habis-habisan untuk charging dan upgrading ruhiyah. Charging yang tadinya minus menjadi normal, upgrading dari normal menjadi minimal normal konstan atau bahkan naik beberapa level. Bismillah..
![]() |
| Pembukaan shaum tahun ini |
Jujur baru pertama kalinya nyalon diri sendiri, biasanya langsung ke salon muslimah saja tau beres. Hasil info dari teman-teman saya pun mulai dengan maskering wajah. Awalnya hanya membersihkan wajah dengan ponds 2 in one (pembersih sekaligus pelembab) *haloo.. katanya mau yang alami aja. Padahal punya minyak zaitun tapi tadi bingung mengingat saat di salon juga wajah dibersihkan dulu tapi rasanya bukan dengan minyak zaitun yang menyebabkan wajah berminyak dan lengket. Yasudah sementara bersihkan wajah dengan pembersih instan dulu sembari menunggu air mendidih. Selanjutnya, membuat bubur masker yakni mencampur bubuk masker instan dengan air es. Dan ternyata keenceran. Ditambahin bubuknya jadinya malah nyisa -_-
Setelah air mendidih, langsung saja menaruh wajah di atas up air, persis saat wajah diuapkan di salon, puanas rek! Setelah pori-pori terbuka, wajah siap dimasker. Karena gak ada kuas, saya memakai sikat gigi bekas dengan tipe bulu sikat halus dibagian atas, jadi lumayan lembut untuk diusapkan diwajah. Saya ingat bagian sekitar mata tidak boleh dioles masker. Jadilah seperti memakai topeng putih, masker bengkoang :D
Sebelum lulur saya juga sempat memasker PD setelah sebelumnya memassage dengan air hangat. Perawatan PD sejak dini penting untuk ibu hamil demi mempersiapkan PD untuk menghasilkan ASI optimal nanti. Saya berharap ASI saya lebih banyak dari yang pertama. Sebenarnya dulu juga banyak, tapi karena kurang pengetahuan merawat PD dan pumping sejak dini, ASI malah dibuang saat minggu-minggu pertama. Pumping dan nyetok ASIP baru beberapa minggu sebelum masuk, akibatnya produksi ASI kurang optimal..
Maskering saya lakukan pertama kali karena butuh waktu minimal 15 menit untuk mendiamkannya agar ramuan meresap. Selanjutnya saya membersihkan bagian tubuh yang lain dengan mengoleskan lulur. Karena tidak tahu tekhniknya saya hanya mengolesnya seperti memakai sabun saat mandi cair, oles dan gosok. Lulur pun perlu didiamkan sebentar sehingga saya bisa scrubbing bagian tubuh yang menghitam. Setelah semuanya selesai saatnya membilas. Sesuai urutan treatment maka yang pertama adalah membilas masker wajah dan PD dengan handuk dibasahi air hangat, Selanjutnya membilas badan dengan air hangat seperti mandi biasa. Ternyata.... Habislah waktu 1 jam untuk nyalon sendiri :D
Kalau dihitung-hitung lebih hemat, efektif, dan efisien ketimbang nyalon di salon muslimah. Hasilnya pun memuaskan. Kulit wajah dan seluruh kulit tubuh terasa halus dan licin. Rasanya bersiihhh sekali meski kurang wangi. Padahal saya pikir bubuk-bubuk instan ini akan meninggalkan wangi. Saya yang tidak suka memakai parfum berharap tambah wangi setelah luluran, ternyata tidak, hehe
Setelah gugling, ternyata langkah-langkah perawatan saya kurang tepat, saudara-saudara!
1. Seharusnya membersihkan wajah sebelum maskering dengan air hangat baru bilas dengan air dingin setelah maskering selesai. Saya terbalik :D
2. Seharusnya mandi dulu sebelum luluran agar saat dioleskan lulur kotoran dan kuman sudah terangkat sehingga ramuan bisa terserap pori-pori tubuh dengan baik karena fungsi lulur untuk menutrisi kulit tubuh bukan scrubbing. Saya terbalik :D
3. Lulur dioleskan saat tubuh lembab sehabis mandi, saya saat tubuh kering belum mandi :D
4. Cara membersihkan lulur bukan langsung dibilas seperti mandi melainkan digosok-gosok dulu menggunakan tangan sampai lulurnya rontok baru mandi seperti biasa, lebih bagus mandi menggunakan sabun herbal. Saya langsung mandi aja tanpa sabun, saya pikir sudah bersih setelah digosok dengan lulur dan sudah wangi alami dari lulur (yang ternyata tidak meninggalkan bekas wangi sama sekali) :D
Anyway, meski hasil ke kulit tubuhnya mungkin kurang maksimal tapi outputnya sama kok seperti layaknya habis scrubbing seluruh badan, bersih dan licin. Alhamdulillah, jadi ketagihan :)))
Sebentar lagi waktunya berbuka, pengalaman tahun lalu sepertinya hampir pasti berbuka di jalan maka saya harus mempersiapkan air minum dan cemilan untuk berbuka. Berhubung belum punya kurma saya membawa biskuit. Selanjutnya, sesuai pengalaman semalam saya harus segera shalat isya dan tarawih di rumah saat abi tarawih di masjid. Selanjutnya menina-bobokan a hamzah sambil sebisa mungkin mempersiapkan makan malam dengan porsi untuk sahur juga. Jadi sahur besok tinggal bangun untuk menghangatkan, mengingat saya butuh waktu 1 jam untuk makan karena masih tidak bisa makan banyak terlalu cepat. Tentu diawali dengan makan buah sambil menghangatkan masakan, baru lanjut makan berat dan aneka suplemen. Bagaimana dengan berbuka, sepertinya numpang di rumah eyangnya a Hamzah sekalian menjemput a Hamzah :D
Marhaban ya Ramadhan!
Selamat berburu pahala, charging, dan upgrading ruhiyah semuanyaaa!!



No comments:
Post a Comment