Bismillahirrohmaanirrohiim...
Hai ulat kecil, bagaimana kabarmu minggu ini?
Ini adalah jurnal terakhir level ulat-ulat. Sebentar lagi kamu akan jadi kepompong. Excited sekali bukan!
Setelah cukup banyak makan di kebun apel dan camping, saatnya kamu fokus mempersiapkan bekalmu menjadi kepompong. Tapi ibu memberi challenge, bukan kamu yang akan menyiapkan bekalmu melainkan buddy-mu alias sister family. Menantang sekali bukan? Tidak hanya harus mempersiapkan bekal, kamu juga harus mencari buddy. Seintrovert apapun dirimu.
Awalnya kamu pikir akan mudah seperi kelas #7 kemarin, teman-teman akan berdatangan bahkan sebelum kamu siap. Ternyata hanya ada satu orang yang melamar namun karena kamu belum siap ia keburu mendapatkan buddy lain. Berarti bukan jodohmu, hehe
Jika ibu merekomendasikan buddy adalah orang yang klik sama kamu mungkin salah satu di antara pemberi hadiah kemarin, justru kamu ingin buddy orang yang benar-benar tidak kenal, tidak pernah berhubungan sebelumnya, dan berbeda keluarga. Kamu ingin bertukar pikiran lebih objektif dan luas bukan? Namun ternyata tidak mudah menemukan buddy yang masih single. Satu kali melamar kamu ditolak karena buddy-nya lagi-lagi keduluan orang lain. Ah, rasanya kamu jadi memahami teman-teman yang masih single dalam arti sebenarnya. Bagaimana yang awalnya pilih-pilih setelah waktunya mepet akhirnya kamu bikin iklan juga "Adakah yang masih belum punya buddy?" Kali ini kamu akan menerima siapapun tanpa pilih-pilih lagi.
Alhamdulillah setelah memasang iklan di WA story Allah mendekatkan dengan jodohmu. Ternyata jodoh memang harus dijemput, meski harus menurunkan standar, Allah lebih tahu kebutuhan kita. Jodoh itu datang sesuai kriteria alias doa yang dipanjatkan. Mba Jihan my buddy. Not totally stranger karena pernah berhubungan saat jadi panitia Milad IIP 2017. Tapi di kelas Bunda Cekatan ini kami benar-benar tidak pernah saling berhubungan. Dan beliau berbeda keluarga, Manajemen Waktu. Jodoh itu indah bukan?
Ini adalah jurnal terakhir level ulat-ulat. Sebentar lagi kamu akan jadi kepompong. Excited sekali bukan!
Setelah cukup banyak makan di kebun apel dan camping, saatnya kamu fokus mempersiapkan bekalmu menjadi kepompong. Tapi ibu memberi challenge, bukan kamu yang akan menyiapkan bekalmu melainkan buddy-mu alias sister family. Menantang sekali bukan? Tidak hanya harus mempersiapkan bekal, kamu juga harus mencari buddy. Seintrovert apapun dirimu.
Awalnya kamu pikir akan mudah seperi kelas #7 kemarin, teman-teman akan berdatangan bahkan sebelum kamu siap. Ternyata hanya ada satu orang yang melamar namun karena kamu belum siap ia keburu mendapatkan buddy lain. Berarti bukan jodohmu, hehe
Jika ibu merekomendasikan buddy adalah orang yang klik sama kamu mungkin salah satu di antara pemberi hadiah kemarin, justru kamu ingin buddy orang yang benar-benar tidak kenal, tidak pernah berhubungan sebelumnya, dan berbeda keluarga. Kamu ingin bertukar pikiran lebih objektif dan luas bukan? Namun ternyata tidak mudah menemukan buddy yang masih single. Satu kali melamar kamu ditolak karena buddy-nya lagi-lagi keduluan orang lain. Ah, rasanya kamu jadi memahami teman-teman yang masih single dalam arti sebenarnya. Bagaimana yang awalnya pilih-pilih setelah waktunya mepet akhirnya kamu bikin iklan juga "Adakah yang masih belum punya buddy?" Kali ini kamu akan menerima siapapun tanpa pilih-pilih lagi.
Alhamdulillah setelah memasang iklan di WA story Allah mendekatkan dengan jodohmu. Ternyata jodoh memang harus dijemput, meski harus menurunkan standar, Allah lebih tahu kebutuhan kita. Jodoh itu datang sesuai kriteria alias doa yang dipanjatkan. Mba Jihan my buddy. Not totally stranger karena pernah berhubungan saat jadi panitia Milad IIP 2017. Tapi di kelas Bunda Cekatan ini kami benar-benar tidak pernah saling berhubungan. Dan beliau berbeda keluarga, Manajemen Waktu. Jodoh itu indah bukan?
Berbagi Aliran Rasa
Nyatanya kondisi kami sama-sama sedang mepet. Senin, 9 Maret, saya sedang diklat Islamic Finance Tingkat Dasar sedangkan Mba Jihan sedang kedukaan karena ada saudara yang meninggal. Untuk menghemat waktu saya langsung mengungkapkan permasalahan saya sebagai seorang ibu yang belum cekatan lalu dilanjutkan dengan Mba Jihan.
Perbedaan Kondisi Kami
Saya keluarga tanpa ART, Mba Jihan dengan ART
Saya Ibu bekerja di ranah publik, Mba Jihan Ibu bekerja di ranah domestik
Saya Ibu anak 4, Mba Jihan Ibu anak 3
Persamaan Kondisi Kami
Sama-sama punya balita 19 bulan
Sama-sama lelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehingga sering sakit/tidak fit
Nyatanya kondisi kami sama-sama sedang mepet. Senin, 9 Maret, saya sedang diklat Islamic Finance Tingkat Dasar sedangkan Mba Jihan sedang kedukaan karena ada saudara yang meninggal. Untuk menghemat waktu saya langsung mengungkapkan permasalahan saya sebagai seorang ibu yang belum cekatan lalu dilanjutkan dengan Mba Jihan.
Perbedaan Kondisi Kami
Saya keluarga tanpa ART, Mba Jihan dengan ART
Saya Ibu bekerja di ranah publik, Mba Jihan Ibu bekerja di ranah domestik
Saya Ibu anak 4, Mba Jihan Ibu anak 3
Persamaan Kondisi Kami
Sama-sama punya balita 19 bulan
Sama-sama lelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehingga sering sakit/tidak fit
Sama-sama kurang tidur (Saya karena 2 anak balita beberapa kali gantian bangun minta susu dan waktu yang sempit di rumah jadi tidur kemaleman, sedangkan mba Jihan karena insomnia)
Sama-sama manajemen waktunya berantakan
Rupanya mba Jihan lebih gercep daripada saya, senin kita berbagi aliran rasa, selasa pagi saya sudah dapat bekal cukup banyak. Wahh saya jadi ga konsen nyimak materi di kelas, terpaksa nyambi nyari materi. Maafkan saya pak dosen...
Berbagi Bekal
Bekal Dari Mba Jihan Untuk Saya
Sama-sama manajemen waktunya berantakan
Rupanya mba Jihan lebih gercep daripada saya, senin kita berbagi aliran rasa, selasa pagi saya sudah dapat bekal cukup banyak. Wahh saya jadi ga konsen nyimak materi di kelas, terpaksa nyambi nyari materi. Maafkan saya pak dosen...
Berbagi Bekal
Bekal Dari Mba Jihan Untuk Saya
Assalamualaikum mba Fita, semoga kita semua selalu dalam lindungan dan keridhaan Allah SWT.. aamiin. Kayaknya permasalahan kita masih 11-12 ya 🤣. Mungkin pendapat saya bisa jadi sedikit solusi dari masalah mba fita.Karena mba bekerja untuk pekerjaan rumah bisa coba didelegasikan ke ART bila tidak nyaman dengan ART menginap bisa coba seperti yang saya lakukan dengan ART yang tidak menginap. Dan untuk menurunkan standar kerapihan sepertinya hampir semua ibu melakukannya (sok teu ga sih saya, karena saya pun begitu).https://m.facebook.com/groups/KomunitasBisaMenulis/permalink/2982157428512795/Menurut yang saya baca ada banyak cara buat jaga kewarasan tapi ternyata yang utama dan sedang coba saya lakukan seperti yang bu Septi pernah bilang jadi Ibu itu harus BAHAGIA .https://www.kompasiana.com/witriprasetyoaji/5aa7df40dcad5b3d334aead2/kewarasan-dan-kebahagiaan-seorang-ibu-adalah-kunci-utama-kehangatan-keluarga?page=allUntuk waktu tidur atau istirahat yang kurang juga bisa jadi masalah emak" jadi nguring ( terutama saya pribadi hehehe). Saya sedang mencoba metode deep sleap semoga bisa menolong. Sedikit berbagi mba fita mungkin bisa bacahttps://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/cara-mengatur-siklus-tidur-yang-sehat-jika-anda-tak-punya-cukup-waktu/https://doktersehat.com/deep-sleep/Semoga bisa sedikit membantu ya mba.... terus berdoa, semangat, dan berbahagia....
Bekal Dari Saya Untuk Mba Jihan
💝Manajemen Rumah Tangga dengan Asisten Rumah Tangga💝Gak ada ART repot, ada ART kok masih repot juga? Salahnya dimana?Bagi keluarga yang memutuskan untuk memiliki ART ada beberapa hal penting yang bisa kita lakukan untuk menciptakan keharmonisan keluarga dengan ART.1⃣Memahami peran ARTSeperti namanya Asisten Rumah Tangga sesungguhnya bertugas untuk membantu pekerjaan dalam rumah tangga kita. Naturally, kinerja seorang ART dapat dipengaruhi dari faktor internal (karakter, ilmu, wawasan, dan pengalaman) juga faktor eksternal (keluarga dan lingkungan tempat bekerja).Untuk faktor internal beberapa hal mungkin tidak mudah diubah seperti karakter, namun bisa kita pilih pada saat mencari ART itu dari profil mereka. Namun tentu saja tidak ada ART yang sempurna, untuk faktor internal ini kita dapat menyesuaikan atau bahkan membantunya semampu kita. MIsal untuk yang kurang pengalaman, kita bisa melatihnya agar bisa dan terbiasa melakukan suatu pekerjaan.Sedangkan untuk faktor eksternal kita bisa memperlakukan ART seperti keluarga sendiri dan mendukungnya tumbuh. Beberapa keluarga yang memiliki ART putus sekolah ada yang menyekolahkan sampai mengantarkannya menikah. Jika ART nyaman, kita harapkan perilaku dan kinerjanya menjadi lebih baik. Berikut tips agar ART nyaman dan betah bekerja:bit.ly/tipsartawet2⃣Memusyawarahkan standar keluarga pada ARTSetelah kita memahami peran ART dan berusaha membuatnya nyaman bekerja agar kinerjanya bagus, kadang masih saja kita kecewa dengan kinerja. Ada baiknya agar kita menyamakan frekuensi dalam standar pekerjaan agar ART bisa menyesuaikan dan kita tidak over expected tanpa dasar. Standar yang perlu kita musyawarahkan dengan ART antara lain standar kebersihan, kerapihan, dan waktu. Ungkapkan bagaimana standar kita terhadap 3 hal itu dan dukung ART untuk bisa membantu kita mencapainya. Jika setelah dilatih ART tidak juga bisa mencapai standar kita, ada baiknya mungkin kita menurunkan standar dahulu untuk kemudian meningkatkan sedikit demi sedikit.3⃣Membagi tugas dengan ARTMungkin tidak semua pekerjaan rumah tangga dapat dilakukan oleh satu orang ART. Selain standar hal ini penting untuk kita diskusikan dengan ART. Jangan sampai karena standar kita terlalu tinggi kita jadi mengambil alih tugas ART dan kecapekan sendiri. Jadi rasanya sama saja seperti tanpa ART. Untuk itu kita perlu membagi tugas antara kewajiban kita sebagai istri dan ibu dengan tugas rumah tangga yang bisa didelegasikan kepada ART. Batasannya adalah jika tugas RT tersebut mengganggu kewajiban kita sebagai istri dan ibu maka itu adalah bagian tugas ART.Pertama, kita perlu menginventarisi daftar pekerjaan rumah tangga lalu membuat jadwal waktunya seperti pada link berikut:bit.ly/jadwalkerjaartPada prakteknya mungkin bisa lebih fleksibel namun jadwal ini akan membantu kita memberikan range toleransi standar waktu.Kedua, kita bagi pekerjaan mana yang bisa kita lakukan karena prioritas tugas kita sebagai istri dan ibu dan mana yang bisa didelegasikan ke ART. Usahakan agar kita komitmen terhadap pembagian tugas ini dan tidak mengambil alih tugas ART jika hasil kerjanya tidak sesuai dengan standar kita. Namun terus mendukungnya untuk mencapai standar tsb.4⃣Mengelola waktu bersama keluargaSetelah kita mendapatkan bagian pekerjaan prioritas sebagai istri dan ibu, usahakan agar kita mengoptimalkan waktu yang ada untuk fokus menunaikan tugas itu.bit.ly/waktukeluarga3 prinsip mengoptimalkan waktu bersama keluarga adalah banyak ngobrol bareng, beraktivitas bareng, dan main bareng. Usahakan agar semua kegiatan kita melibatkan anggota keluarga yang lain misalnya makan bareng sambil ngobrol santai, mengajak anak anak jalan-jalan ke taman, cuci piring bareng atau membuat proyek keluarga.Bit.ly/ahometeamDMSelain bermanfaat untuk mengikat bonding dan menyamakan frekuensi, kegiatan bersama keluarga akan meringankan beban pekerjaan sehingga ibu tidak perlu capek/stres sendirian. Selain itu tentu saja anak-anak bisa dilatih untuk mandiri dan terampil dalam melakukan pekerjaan RT yang bermanfaat untuk dirinya kelak.Jika perlu kita bisa membuat agenda "me time, we time" dengan suami atau "family time" sesuai kebutuhan saja tidak perlu sekedar ikut-ikutan konsep keluarga lain. Ada orang yang butuh me time, ada yang menganggap kerja di kantor sudah jadi "me time", ada yang menganggap "we time/family time" adalah "me time", it's okay. Lakukan yang bisa membuat kita nyaman dan bahagia!
Bekal tambahan
Tips Mengatasi Insomnia
Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia?
Selain menjalani pengobatan yang direkomendasikan dokter, Anda juga perlu melakukan perubahan gaya hidup agar kualitas tidur jadi lebih baik. Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi insomnia, meliputi:
1⃣Olahraga rutin
Olahraga menyehatkan tubuh Anda secara menyeluruh. Aktivitas fisik ini membuat Anda lebih waspada, mempercepat metabolisme, dan mengurangi stres. Anda bisa melakukan olahraga secara rutin, yaitu 30 menit sebanyak 5 kali seminggu.
Disarankan untuk melakukan olahraga di pagi hari supaya sinar matahari bisa menormalkan kembali jam biologis tubuh. Sebaliknya, Anda harus menghindari olahraga di malam hari, yaitu tepatnya kurang dari 3 jam menjelang waktu tidur. Ini bisa menyebabkan metabolisme, suhu tubuh, dan energi meningkat sehingga Anda jadi sulit untuk tidur.
2⃣Hindari kafein dan alkohol
Kafein memang menjadi andalan untuk mengatasi kantuk. Makanan atau minuman yang mengandung kafein jika diminum tidak pada waktu yang tepat, misalnya kurang dari 4 jam menjelang waktu tidur bisa menyebabkan insomnia.
Begitu juga dengan alkohol. Minuman ini bisa membuat Anda terus buang air kecil di tengah malam sehingga Anda jadi tidak tidur dengan nyenyak. Jika Anda sedang mengalami insomnia atau tidak ingin mengalaminya, hindari dua jenis minuman ini
3⃣Hindari makan malam
Jam makan malam tidak boleh mendekati waktu tidur Anda. Selain menyebabkan berat badan naik karena kalori yang Anda dapat tidak digunakan secara maksimal untuk beraktivitas, perut juga akan terasa kenyang. Akibatnya, Anda akan kesulitan untuk tidur karena perut terasa penuh.
Kebiasaan buruk ini juga bisa memicu naiknya asam lambung. Tidur sehabis makan menyebabkan asam yang diproduksi lambung untuk mencerna makan naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan heartburn dan terus bersendawa.
Jadi, atur kembali jam makan malam Anda. Setidaknya 3 atau 4 jam sebelum tidur. Selain itu, perhatikan porsi dan jenis makanannya. Jika Anda memilih makanan yang pedas dalam porsi cukup banyak, malam hari atau esok harinya Anda kemungkinan besar akan mengalami masalah pencernaan, misalnya perut mulas.
4⃣Tidur siang sebentar
Tidur siang membantu Anda mengatasi kantuk di siang hari. Layaknya mengisi baterai, tidur siang bisa membuat Anda kembali berenergi dan lebih fokus melakukan pekerjaan. Sayangnya, banyak orang yang kebablasan tidur siang.
Baiknya, tidur siang dilakukan tidak lebih dari 20 menit. Jika Anda tidur dari berjam-jam, Anda akan semakin mengantuk. Selain itu, sakit kepala juga bisa terjadi. Karena sudah puas tidur, mata Anda akan terjaga hingga larut dan sulit untuk memulai tidur. Inilah alasannya kenapa Anda sebaiknya tidur siang sebentar.
5⃣Cegah stres
Stres, cemas, dan takut membuat otak Anda menjadi aktif. Hal ini terjadi karena pikiran Anda tersita untuk memikirkan masalah dan kemungkinan buruk yang akan terjadi. Akibatnya, Anda akan kesulitan untuk memejam mata.
Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sekaligus mengatasi stres. Mulai dari hal yang paling mudah, yaitu terapi refleksi, meluangkan waktu untuk diri sendiri, atau melakukan konsultasi dengan dokter atau psikolog.
6⃣Perbaiki kebiasaan tidur
Untuk memperbaiki kualitas tidur Anda yang rusak akibat insomnia, Anda perlu memperbaiki kebiasaan tidur. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan, meliputi:
7⃣Buat jadwal waktu bangun dan tidur yang sama secara rutin
8⃣Tidak bermain gadget atau nonton tv menjelang tidur
9⃣Buat diri Anda nyaman dengan kebersihan diri, kamar, posisi bantal, dan suhu kamar yang tepat. Pastikan Anda membersihkan tubuh sekaligus buang air kecil sebelum tidur.
🔟Jangan lupa matikan lampu sebagai sinyal pada tubuh bahwa waktu sudah malam dan Anda perlu tidur
(https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/insomnia/)
Bisa ditambah tips berikut:
https://lifestyle.kompas.com/read/2018/09/24/130000920/tak-perlu-obat-tidur-ini-cara-mudah-atasi-insomnia?page=all
Semoga bekal-bekal ini bermanfaat untuk kita saat menjadi kepompong nanti ya Mba Jihan... ^_^
#janganlupabahagia
#jurnalminggu8
#materi8
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
No comments:
Post a Comment