Kreekk...kreekk... pyaaarr!
Selamat datang ulat kecil... kini saatnya kamu bertumbuh dan makan yang banyak. Alhamdulillah sang telur yang sudah dierami 4 minggu sudah menetas menjadi ulat. Bagaimana kisah si ulat bersiap menjadi kupu-kupu? Yuk kita simak kisah minggu pertama.
KISAH FIRA, Si Ulat Kecil (Bukan) Pemakan Segala
Haloo ulat kecil.. bagaimana kabarmu? Lega ya sudah keluar dari cangkang?
Ah, tapi sepertinya kamu gugup sekaligus antusias. Bagaimana kelak meniti hari sebagai ulat beberapa minggu kedepan sebelum akhirnya menjadi kepompong lalu kupu-kupu yang cantik. Tapi tentu saja kamu selalu berusaha keras seperti biasanya. Karena kamu yang memutuskan sendiri untuk bermetamorfosis. Jadi tetap semangat yaa
Hei, bagaimana panduan dari Ayah dan Ibu? Apa kamu sudah paham? Rupanya tidak semudah yang dibayangkan dan tidak sesulit yang dipikirkan ya... karena ini sudah keputusanmu, rasanya semua rasa itu menyenangkan, excited!
Sejak hari pertama mendengar panduan Ayah ditambah diskusi dengan Ibu, kamu mulai mengkonsep perjalanan hidupmu. Tapi ternyata pemahaman saudari-saudarimu ada yang berbeda. Tapi itu gunanya perbedaan kan, supaya kita lebih jeli menangkap hikmah. Hingga akhirnya kamu menemukan pembelajaranmu sendiri.
Karena dalam madrasah kehidupan ini tidak ada yang benar dan salah kecuali aturan dan takdir-Nya. Maka jika kurang tepat mengambil hikmah, kamu masih punya kesempatan memperbaiki selama napas masih berhembus.
Jadi apa yang sudah kamu pelajari minggu ini ulat kecil? Apa saja asupan yang kamu pilih, yang kamu punya, dan yang ingin kamu bagi dengan saudarimu?
Hei, lihatlah ulat kecil... betapa ilmu yang kamu punya dan ingin dibagi begitu berbeda dengan 10-15 tahun yang lalu! Waktu telah mengubah semuanya. Ternyata hobi menggambar dan menulismu sudah merasuk menjadi kemampuan mendesain dan menulis status/blog. Tapi kamu tidak bisa membaginya karena tidak hapal teori keilmuannya.
Jadi, apa yang ingin kamu bagi? Oh ya ampun... ternyata pekerjaan sehari-hari yang tak terasa sudah kamu tekuni 3-4 tahun terakhir hingga kamu merasa cukup ahli di bidang itu. Ya, ini lebih mudah untuk dibagi karena sudah kamu aplikasikan sendiri selama itu. Learning by doing. Seperti itu caramu belajar untuk menjadi ahli.
Lalu, apa yang ingin kamu cari demi meningkatkan kapasitasmu? Kamu perlu membuka mindmap yang sudah kamu buat saat menjadi telur. Ya, kamu pilih manajemen emosi sebagai pelajaran minggu ini. Dan kamu teringat pernah mempelajarinya di Kuliah Parenting Keluarga Islami 2019 bersama Ustadz Adriano Rusfi, psikolog sekaligus konsultan SDM. MasyaAllah seperti doamu setiap hari, Allah selalu mendekatkanmu dengan ilmu yang kamu cari. Walhamdulillah...
Lalu apa yang kamu dapat dari kuliah itu? Penerimaan diri. Ternyata rasa bersalah itu wajar, tidak ada orang tua yang sempurna bahkan meski kamu sudah belajar ilmu parenting sejak menjelang menikah. Bukankah orang tua juga manusia? Meskipun kita memiliki luka pengasuhan masa lalu, kita bisa tetap bangkit mengasuh sambil terus memperbaiki diri.
Mungkin luka itu akan keluar sebagai kesalahan yang sama yang kamu dapatkan di masa lalu tapi kamu menyadarinya. Dan kamu punya pilihan untuk mengendalikannya. Begitu sadar, kamu bisa bertekad dan berusaha memperbaiki diri agar tidak terulang, minimal meminimalisir jumlahnya. Jangan pendam semua emosimu, kamu berhak marah jika anak-anak terlalu mengesalkan namun marahlah setelah kamu berdiam 2 menit.
2 menit yang berharga untuk meredam otak reptilmu. Agar marah yang keluar adalah amarah yang sehat. Amarah yang penuh cinta karena didasari evaluasi diri dan nasehat kasih sayang. Kamu juga boleh nangis kok kalau kamu kesal atau kecewa. Karena semua emosi perlu ventilasi. Agar jiwamu sehat dan fisikmu kuat.
Critical two. Itulah dua menit wujud kesabaran pada pukulan pertama. Mungkin tidak mudah menerapkannya. Kamu hanya perlu berlatih dan terus mengulangnya. Bukankah dibutuhkan 10.000 jam terbang untuk menjadi ahli?
Kamu pun belajar dari pembelajaran saudari-saudarimu. Ternyata bukan hanya menerima diri sebagai manusia dengan fitrah emosinya, melainkan juga kamu butuh pertolonganNya. Jadi jangan lupa berdoa setiap hari ya, kalau bisa tiap saat kamu memulai hari.
Jadi, apa kesimpulan pelajaranmu minggu ini ulat kecil? Critical two dan doa.
Dan apa yang ingin kamu bagi untuk saudari-saudarimu? Taraaa...
Sampai jumpa dalam kisah ulat kecil di minggu kedua!
#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
No comments:
Post a Comment