Sunday, November 12, 2017

Portofolio Think Creative Day #4



MULUT JAHAT ORANG TUA

"Masa tadi Hamzah dibilangin salah nulis nama Aisha trus marah," lapor mama saat saya sampai di rumah. "Hamzah nulis huruf S kebalik tadi...." lanjutnya.

"Iya a?" tanya saya pada a Hamzah.

"Abis eyang bilang aku salah," sahut a Hamzah sewot.

Seperti a Hamzah kesal karena diberi komentar kurang baik saat ia sedang berkarya. Saya pikir ia akan membatalkan kreasinya. Tapi ternyata saya salah.

"Mana a, tulisannya? Coba ummi lihat," tanya saya penasaran.

A Hamzah menunjukkan hasil karyanya dan saya pun terbahak.

"Ya Ampun, kirain aa nulis di buku..." kata saya.

Rupanya a Hamzah menuliskan namanya dan adik-adiknya di lemari pakaiannya masing-masing dengan spidol permanen. Betapa kreatifnya dia berinisiatif menamakan barangnya dan adik-adiknya.

Memang ada sedikit kesalahan penulisan dan tidak bisa dihapus karena pakai spidol permanen tapi saya tidak peduli. Inisiatif dan usahanya saja sudah membuat saya senang.

Apa yang saya ambil dari kejadian ini adalah soal komentar atau kata-kata orang tua saat menghadapi kreativitas anak. Jika kita memberi komentar kurang  baik saat anak berkarya maka ini akan menghasilkan reaksi negatif juga dari anak. Anak bisa saja marah atau ngambek tidak jadi meneruskan kreasinya. Alhamdulillahnya dalam kasus ini a Hamzah "hanya" marah tetapi tetap berkarya.

Maka saat anak-anak tidak mau berkreasi maka jangan salahkan anak. Coba evaluasi apakah kita pernah memberikan komentar negatif saat ia berkarya. Bisa jadi karena kritik kita pada waktu yang salah justru membuat anak tidak percaya diri atau trauma takut salah lagi dalam berkarya.

Maka jika kita ingin memiliki anak kreatif dan cerdas, tahan mulutmu wahai orang tua!


No comments:

Post a Comment