Wednesday, November 8, 2017

Portofolio Think Creative Day #2


MOBIL-MOBILAN TROLLEY

Dulu, supermarket langganan kami menyediakan mobil-mobilan trolley yang tentu saja menarik untuk anak-anak. Namun, mungkin karena rusak pada akhirnya satu per satu digudangkan hingga tidak ada sama sekali. Tentu saja kami balik ke default memasukkan anak-anak ke trolley saat berbelanja. Hal ini membantu agar anak-anak tidak banyak nyangkut dan mengambil ini-itu sehingga belanja jadi efisien baik waktu maupun budget, hehe

Karena a Hamzah sudah hampir 6,5 tahun ia mulai sering bosan duduk di keranjang. Ia pun lebih sering jalan kaki bersama kami.

Suatu saat a Hamzah melihat trolley kosong yang menganggur. Namanya anak-anak, melihat itu lampu imajinasinya langsung menyala. A Hamzah mengambil trolley itu lalu mendorong-dorongnya sendiri seperti main mobil-mobilan.

Bagaimana reaksi kita jika melihat anak melakukan itu?

Saat diburu waktu biasanya spontan saya akan berkata jangan. Sayang sekali, padahal itu kesempatannya berkreasi. Saat imajinasi anak menyala justru akan lebih baik jika kita mendukung dan mengawasinya. Namun lagi-lagi orang dewasa kadang malas menerima resikonya. Resiko anak akan menabrak susunan barang-barang di supermarket atau bahkan orang lain. Resiko pulangnya jadi kemalaman karena sambil mengawasi anak bermain "mobil-mobilan trolley".

Namun jika waktunya lebih longgar biasanya saya membiarkan a Hamzah membantu, mendorong trolley atau membawa keranjang. Ini baik sekali untuk mengasah sense of helping anak juga memberi kesempatannya berkreasi terhadap benda-benda di sekitarnya.

Terlalu banyak berkata "jangan" atau melarang anak ini-itu memang banyak resikonya. Mulai dari membatasi imajinasi dan kreativitas anak sampai membuat anak tidak percaya diri karena tidak mendapat kesempatan untuk mengaktualisasikan diri. Hal ini merupakan pengalaman saya pribadi yang saya rasakan dari pengasuhan orang tua saya. Saya cenderung orang yang tidak percaya diri tampil di depan orang lain karena merasa banyak kekurangan, takut orang lain tidak suka, malu, takut salah, dan lain sebagainya.

Saya tidak ingin hal ini terulang kembali ke anak-anak saya. Maka seharusnya saya bisa lebih sabar lagi menghadapi anak yang tengah berkreasi.

#ntms

No comments:

Post a Comment