ANAK KREATIF, ANAK SOLUTIF
"Aku di sini!"
"Iya aku kesana! Ngeengg..."
Terdengar a Afnan ngomong sendiri mendalangi mobil-mobilannya. A Hamzah sudah tidur duluan jadilah ia bermain sendiri, berimajinasi sendiri...
Sementara ga jauh dari sana Aisha lagi asyik buka-buka mini soft book honeybee bagian dari paket buku Wow Amazing Series. Sepertinya ia tertarik memperhatikan gambarnya.
Tiba-tiba ummi ada ide. Kemarin kakung bilang Aisha sudah bisa menumpuk puzzle kotak kayu sampai 3 kotak. Jadi ummi ingin mengujinya.
Ummi berikan sepaket puzzle kotak kayu yang masih tersusun rapi di dalam kotaknya. Aisha langsung tertarik. Berhubung masih rapi dan rapat di dalam kotak Aisha mesti berusaha agak keras mengeluarkannya.
Tapi ia tidak menyerah. Akhirnya ia berhasil mengeluarkan 1 kotak lalu ia kembalikan ke tempatnya. Ia keluarkan lagi kotak yang lain lalu dikembalikan lagi. Ummi tidak ingin mengintervensi imajinasinya. Jadi ummi biarkan ia berkreasi apapun dengan puzzle kotak kayu itu.
Apa yang bisa kita ambil dari portofolio Think Creative selama 10 hari ini?
Pada dasarnya fitrah anak-anak memiliki imajinasi yang sangat luas tak terbatas. Setiap manusia memiliki bakat itu pada awalnya. Namun seiring bertambah usia makin banyak aturan-aturan yang membatasi imajinasi itu dan akhirnya kreativitas manusia dewasa menjadi lebih terbatas dibandingkan anak-anak.
Apa yang harus kita lakukan dengan anak-anak yang kreatif ini?
Mendukung dan mengawasinya. Selama kreasi mereka masih sesuai dengan norma dan aturan agama biarkan ia mengembangkannya, jangan matikan imajinasinya.
Anak-anak yang kreatif kelak akan menjadi orang dewasa yang kreatif dan solutif.
Anak-anak yang kreatif lahir dari pengasuhan orangtua yang bijaksana dan solutif.
Jika kita sudah terlanjur menjadi orang dewasa yang kurang kreatif, jadilah bijaksana dan solutif dalam mendukung kreativitas anak-anak kita ^_^

No comments:
Post a Comment