Friday, September 1, 2017

Portofolio Bintang Keluarga Day #10

Setelah a Hamzah, ummi ingin mencoba mengasah bakat seni a Afnan. Selama ini ia selalu ikut-ikutan jika a Hamzah mewarnai. Bagaimana kalau ummi beri peralatan khusus menggambar untuknya?

"Afnan, gambar yuukk.." ajak ummi sambil menuju rak buku mencari kertas/buku gambar. Bukunya belum ketemu jadi ummi memberinya krayon a Hamzah terlebih dulu.

"Waa...banyak banget mii.." serunya excited melihat crayon warna-warni. Aisha yang berada didekatnya lebih agresif membuka wadah crayon ingin mengeluarkan isinya.

"Mii...Aisha..." ujar Afnan mengadukan Aisha yang ia anggap mengganggunya.

"Gakpapa...bareng-bareng sama Aisha ya...kan isinya banyak...a Afnan mau warna apa?"

"Yang ini!" serunya.

"Ini warna apa nan?"

"Umm...umm...Afnan ga au..."

"Ini warna bii~ruu~" ujar ummi.

"Biruuu.." ulang Afnan.

Akhirnya ummi mendapatkan kertasnya. Kertasnya ummi bagi dua untuk a Afnan dan Aisha. Seperti biasa Aisha selalu ikut-ikutan meski sebenarnya lebih mirip mengacak-acak si...hehe

"Afnan mau gambar apa?"

"Umm..."

Ummi mengambil robot-robotan yang a Afnan mainkan sebelum menggambar.

"Coba Afnan gambar robot ya...ini robotnya," ujar ummi sambil meletakkan robot-robotan di depan kertas a Afnan.

Afnan langsung menggambar robotnya.
"Ini kepalanya...." ujarnya sambil mengambar kepala robot.

Ummi terkejut ternyata Afnan sudah bisa membuat lingkaran mesti tak sempurna. Tapi itu berarti di usia 3,5 tahun ia sudah mengenal konsep bentuk lingkaran dan tahu bahwa kepala itu berbentuk lingkaran. Lebih baik daripada a Hamzah dulu.

"Kakinya mana?" tanya ummi.

Afnan lalu menarik garis ke bawah. Ini membuktikan bahwa afnan paham konsep bentuk kaki dan letaknya di bawah.

"Tangannya mana?"

Afnan menarik garis kesamping kanan dan kiri. Membuktikan ia paham konsep bentuk tangan dan letaknya.

Setelah robotnya jadi ummi menyuruh Afnan memperlihatkan pada abi. Ia perlu diapresiasi agar percaya pada kemampuannya.

"Abii...anan gambar obot!" serunya sambil menunjukkan hasil gambarnya pada abi.

"Wah, baguuss.." puji abi.

Afnan terlihat senang sekali. Ia tambah bersemangat menggambar. Ia pun mengambil crayonnya lagi.

"Coba gambar robot yang ini nan," pinta ummi sambil meletakkan robot merah di depan kertasnya.

"Ini kepalanya..." ujarnya sambil menggambar kepala robot. Tapi ternyata ia hanya menggambar sebuah titik. Begitu juga saat ia menggambar tangan dan kaki.

Ada apa ini? Apa ia tiba-tiba lupa konsep bagian-bagian tubuh? Atau ia sudah bosan.

Entahlah. Akhirnya ummi memberikannya model lain untuk menggambar.

"Coba gambar mobil ini nan," pinta ummi lagi.

Kali ini ia kembali membuat lingkaran.

"Ini rodanya," ujarnya.

"Rodanya yang satu lagi mana?" tanya ummi.

Afnan pun menggambar rodanya satu lagi tapi menempel dengan roda pertama.

"Rodanya jangan dekat-dekat nan.." ummi mencoba mengarahkan.

"Pintunya mana?" tanya ummi. "Coba lihat mobil ini. Ini rodanya..ini pintunya...ini badannya..." terang ummi.

Tampaknya a Afnan masih kesulitan menggambarkan bagian-bagian mobil dengan benar.

"Nan...capek..." ujarnya tiba-tiba.

Sepertinya ia sudah mulai bosan.

"Afnan udah ngantuk?" tanya ummi.

"Mau cucu..." jawabnya, tanda ia sudah mau tidur.

Ummi bangkit hendak menyiapkan susu a Afnan.

"Sebelum tidur crayonnya diberesin ya..." ujar ummi mengingatkan.

Afnan segera membereskan peralatan gambarnya. Ia sudah siap di tempat tidurnya begitu ummi kembali membawa susu.

"Bismillahhirrohmaanirrohiimm..." ujar ummi memandu a Afnan saat memberikannya susu.

Malam ini ummi mengetahui hal penting. Yakni tentang a Afnan yang sudah paham bentuk dan konsep bagian tubuh di usia lebih dini daripada a Hamzah dulu. Meski itu belum bisa mengindikasikan minatnya terhadap seni. Tapi kemajuan ini menjadi alarm ummi untuk mengasah kemampuannya.




#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

No comments:

Post a Comment