MENABUNG LALU BERDOA
Sejatinya kehidupan itu madrasah manusia. Allah memberikan pelajaran kepada manusia dengan proses kehidupan di dalam skenarioNya. Tiap proses memiliki tingkatan atau level, dan tiap manusia dikelompokkan dalam kelas-kelas keimanan sesuai levelnya. Tentu saja ada ujian yang menentukan level pelajaran tiap manusia, Namun, ujian itu hanya ada dua, kesulitan dan kemudahan. Dalam kesulitan manusia diuji kesabarannya menghadapi kesulitan, sedangkan dalam kemudahan manusia diuji kelalaiannya menghadapi kemudahan. Dalam kesulitan manusia mudah tidak sabar, dalam kemudahan manusia mudah lalai.
Kali ini ummi ingin mengajarkan anak-anak makna kesulitan. Tidak semua yang kita inginkan bahkan kita butuhkan dapat kita peroleh segera. Ada usaha yang harus kita lakukan.
"A Hamzah, tolong ambilkan buku tentang menabung ya..." pinta ummi.
"Yang shali shaliha mi?" tanyanya memastikan.
"Iya," jawab ummi tersenyum sambil menahan kantuk. Jum'at malam adalah puncak dari kelelahan saya setelah menahannya sejak hari Senin. Saya biasanya merencakan tidur lebih awal di hari Jum'at namun tetap harus 'mengajar' anak-anak dahulu. Akhirnya saya mengorbankan makan malam karena ketiduran habis mengajar :D
A Hamzah lalu mencari bukunya di rak buku. Tidak lama ia kembali membawa buku beserta e-pen. Tanpa disuruh ia langsung membacanya dengan e-pen bersama a Afnan. Aisha mulai rewel karena mengantuk. Jadi ummi menyusui sambil mengawasi mereka sambil merem-melek menahan kantuk.
Selesai membaca, ummi agak blank karena sempat ketiduran beberapa menit. Otak ummi harus terus berputar mengingat bahan ajar malam ini. Oh iya, lanjutan materi menabung.
Selesai membaca, ummi agak blank karena sempat ketiduran beberapa menit. Otak ummi harus terus berputar mengingat bahan ajar malam ini. Oh iya, lanjutan materi menabung.
"Aa, kemarin mau beli mobil apa?" tanya saya.
"Pajero!" sahut a Hamzah.
"Iya..kemarin kan ummi sudah bilang. Pajero itu harganya mahal sekali. Jadi Hamzah mesti nabung. Kalau uangnya sudah banyak baru bisa beli.." jelas ummi mengulangi materi kemarin malam.
"Celengan Hamzah udah mau penuh mi. Uangnya udah banyakkk.."
"Masa sih? Coba lihat mana celengan a Hamzah?"
A Hamzah beranjak mengambil celengannya. "Ini udah mau penuh mi," ujarnya sambil memberikan celengan kaleng silinder jumbonya pada ummi. "Gambarnya McQueen mi," katanya lagi.
"Iya.. coba ummi lihat. Ini mah belum penuh, masih enteng," ujar ummi setelah menerima celengannya.
"Iya.. coba ummi lihat. Ini mah belum penuh, masih enteng," ujar ummi setelah menerima celengannya.
"Kalau penuh nanti berat, gak bisa dimasukin uang lagi. Kaya celengan Hamzah yang dulu uangnya banyaak..." jelas ummi.
"Tapi itu udah mau penuh mi," ujarnya bersikeras.
Saya melihat ada sesuatu di lubang celengan. "Ini uangnya belum masuk a.." mungkin itu sebabnya ia berpikir celengannya penuh. Rupanya ada uang kertas yang tersangkut di lubang. Ia pikir seperti celengan ayamnya saat penuh dulu sampai uangnya tidak bisa masuk dan tersangkut di lubang.
"Sini Hamzah aja mi," katanya menyambar celengan dari tangan ummi saat ummi berusaha mendorong uang yang tersangkut. Ia berusaha mendorong uang itu dengan jarinya hingga berhasil masuk.
"Nah, aa kalau aa mau sesuatu caranya yang pertama dengan... ngapain a?" tanya ummi mengetes a Hamzah.
"Sini Hamzah aja mi," katanya menyambar celengan dari tangan ummi saat ummi berusaha mendorong uang yang tersangkut. Ia berusaha mendorong uang itu dengan jarinya hingga berhasil masuk.
"Nah, aa kalau aa mau sesuatu caranya yang pertama dengan... ngapain a?" tanya ummi mengetes a Hamzah.
"Nabuung.." serunya.
"Iya.. yang kedua caranya adalah minta sama Allah. Berdoa. Gimana doanya a?"
"Iya.. yang kedua caranya adalah minta sama Allah. Berdoa. Gimana doanya a?"
"Hamzah bisa mi. Bismillah..hirrohmaan..nirrohiim... Ya Allah Hamzah mau pajero, mcQueen, terus.." ia tampak mengingat-ingat kembali keinginan-keinginannya.
"Bumble-bee," ujar ummi mengingatkan.
"Iya, bumble-bee," tukas a Hamzah. "Terus gimana mi?"
"Ya Allah tolong belikan aku..." bantu ummi.
"Beliin aku pajero, mcQueen, sama bumble-bee ya Allah.."
"Kabulkan..." bantu ummi lagi.
"Kabulkan doaku ya Allah. Amiiinn..." pungkas Hamzah.
"Jadi kalau Hamzah pengen sesuatu caranya gimana a?"
"Nabung..." jawabnya.
"Terus ngapain lagi?"
"Berdoa!" tukasnya.
"Berdoa minta sama Allah...soalnya rezeki dari Allah a. Hamzah udah nabung tapi nanti tergantung Allah yang ngasih lewat ummi sama abi..." jelas ummi.
"Berdoa minta sama Allah...soalnya rezeki dari Allah a. Hamzah udah nabung tapi nanti tergantung Allah yang ngasih lewat ummi sama abi..." jelas ummi.
Dari materi menabung saja, saya jadi belajar kembali bersama anak-anak bahwa tidak selalu yang kita usahakan bisa berhasil. Semua tergantung Allah. Makanya tiap usaha harus diiringi dengan doa.
Mungkin kalau kami tidak dalam kondisi kesulitan kami akan melewatkan hikmah menabung ini. Kalau harta kami banyak, kami bisa langsung mendapatkan apa yang kami inginkan dan tidak dapat menikmati buah kesabaran. Menabung mengajarkan kesabaran juga keimanan bahwa rezeki itu dari Allah, rizq minallah... Menabung lalu berdoalah...
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

No comments:
Post a Comment