Thursday, September 21, 2017

Portofolio Cerdas Finansial Day #6



MENABUNG IMPIAN



Sandbox Impian


Tiba-tiba saya kepikiran, saya ingin punya suatu mainan yang bisa bikin anak saya betah di rumah namun tetap membuat otaknya berkembang. Soalnya a Hamzah sangat suka bermain ke rumah temannya sepulang sekolah. Kadang sampai susah dicari karena temannya mengajak bermain ke tempat yang jauh di rumah. Kadang sampai susah dijemput pulang saking asyiknya main di rumah temannya. Saya ingin mainan yang membuatnya betah main di rumah.

Sandbox dari bak


Tiba-tiba saya teringat, teh Kiki Barkiah pernah cerita, saat ia membutuhkan suatu mainan yang membuat anaknya diam di rumah dalam waktu cukup lama sehingga ia bisa menyusui/mengerjakan pekerjaan lainnya. Pak Adit pergi ke toko dan pulang membawa pasir bersih. Ternyata ia membuatkan sebuah bak pasir untuk mainan anak-anaknya. Solusi yang cerdas sekali. Anak mana yang tidak suka main pasir? Mungkin ada, tapi untungnya bukan anak saya.

Sandbox dari container

Tiba-tiba saya tersadar, rumah kami kecil dan sempit tanpa halaman depan/belakang. Benar-benar rumah di pemukiman perkampungan yang padat di Jakarta. Area bermain anak yang cukup luas biasanya di ruang tengah atau di teras. Tentu saja paling mungkin membuat sand box di teras. Setidaknya bisa dibuat 1/4 dari teras. Dipojokan saja, namun harus ada tutupnya supaya tidak dijadikan tempat kucing buang air dan bisa dipergunakan atasnya jika sedang tidak dipakai main.

Sandbox dari ban bekas

Tiba-tiba saya terlintas, mungkinkah ada tutorial DIY sand box? Saya langsung gugling. Dan ternyata banyak sekali. Bahkan saya langsung menemukan desain sand box dengan penutup. Lucu-lucu sekali. A Hamzah yang tidak sengaja lihat saya gugling gambar-gambar menarik langsung ikutan nimbrung. Lama-kelamaan dia yang mengarahkan dan akhirnya merebut HP saya untuk melihat lebih banyak lagi gambar sand box.
Sandbox dari rak bekas

"Ummi memang mau beli ini?" tanyanya.

"Enggak, ummi mau bikin. Nanti ummi beli bahan-bahannya dulu. Tapi aa mesti nabung. Aa mau gak?"

"Mauuu! Hamzah mau yang ini ummi. Yang ini bagus. Eh yang ini juga bagus," a Hamzah malah asik memilih desain sand box-nya.



Sandbox impian #2


"Siapa yang mau nabuung?" tiba-tiba abi bertanya pada kami yang sedang berkumpul.

"Hamzaah!"

"Nan mau!"

Anak-anak berseru dan langsung mengerubungi abi. Abi memberikan anak-anak masing-masing sebuah lembaran merah, termasuk Aisha. Mereka lalu mengambil celengan dan satu-persatu hendak memasukkan tabungannya. Namun karena uang kertas perlu dilipat dahulu, akhirnya a Hamzah yang memasukkan semuanya.




Sanbox yang paling memungkinkan

Menabung impian memang hal yang menyenangkan. Dengan mimpi, kita jadi lebih bersemangat untuk menabung. Dengan mimpi kita jadi lebih giat untuk mencapainya.


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

No comments:

Post a Comment