Monday, September 18, 2017

Portofolio Cerdas Finansial Day #3

ANOTHER TIME
Dalam kesulitan kita diberi dua pilihan : menyerah atau bangkit. Jika kita pilih menyerah maka kita akan memilih dua jalan : memaksakan atau pasrah. Menyerah pada diri kita berarti membiarkan ego mendominasi. Saat ego menguasai maka alam bawah sadar akan menyuruh kita untuk mendapatkan keinginan kita bagaimanapun caranya. Ia akan memaksa kita mencari-cari kesempatan meski dalam kesempitan. Meski harus mengorbankan apapun. Namun ego pun bisa mati jika ia tak cukup kuat menerima kenyataan dan akhirnya terpuruk dalam lembah kepasrahan.

Jika kita pilih bangkit maka kita akan memilih dua jalan juga : bersabar atau ikhtiar. Saat inilah superego mendominasi, membuat pikiran kita lebih jernih memandang kehidupan  hingga kita bisa memutuskan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak Allah. Kehendak Allah membuat superego senantiasa mengingatkan kita untuk hanya menyandarkan diri kepadaNya. Ia akan menyemangati kita untuk melewati berbagai tantangan kehidupan dan bersabar dalam menjalani setiap proses pembelajaran. Ia akan membuat kita bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Semua pelajaran ini akan selalu berulang dalam episode kehidupan manusia. Sampai kita mampu melewati lulus sesuai kriteriaNya.

Hamzah, 6 tahun, sudah saatnya belajar hikmah dalam sebuah kesulitan. Agar paham tidak semua hal dalam hidup ini bisa didapatkan dengan mudah. Awalnya, saat ia ingin membeli mainan, kami ajarkan ia untuk izin terlebih dahulu. Apalagi jika keinginannya muncul saat kami tidak bersamanya. Kami berusaha menumbuhkan rasa tanggung jawab padanya. Tentu saja pelajaran ini tidak selalu berhasil. Kami harus mengulang-ulangnya. Ia pun harus menerima konsekuensi atas keputusannya untuk mengikuti pesan kami atau tidak.

Bersamaan dengan pelajaran ini kami tingkatkan levelnya. Kami ajarkan ia untuk menahan diri. Meski pun ia sudah minta izin, ia tidak selalu bisa mendapatkan keinginannya saat itu juga. Kami jelaskan alasan-alasan mengapa ia tidak bisa mendapatkannya. Kami ulangi berkali-kali meski ia melanggarnya. Kami berikan juga konsekuensi atas keputusan-keputusannya.

Saat ini kami meningkatkan levelnya kembali dengan pelajar ikhtiar. Usaha untuk mendapatkan keinginannya. Yakni dengan menabung. Biasanya kami hanya seru-seruan mengajak anak-anak menabung dengan memasukkan uang ke celengan. Kami sudah berhasil menabung celengan selama beberapa bulan dan membongkarnya saat sudah penuh. Anak-anak excited saat menghitung hasilnya bersama-sama.

Konsep menahan dan ikhtiar ini menjadi ujian saat a Hamzah ikut ummi berbelanja ke swalayan dekat rumah.

"Mi, Hamzah mau ini," katanya memperlihatkan sekotak permen kenyal.

"Hamzah mau ini aja mi," katanya menunjuk sekotak biskuit keju.

"Mi, yang ini aja mi," katanya membaca permen dengan wadah mainan.

Saat ke kasir pun ia masih melihat-lihat, dan akhirnya melihat rak mainan.

"Mi, Hamzah mau ini aja. Mau dua ya mi," katanya membawa dua buah mobil-mobilan miniatur.

"Ini harganya 30.000 a.. ini mahal. Kalau Hamzah nabung sehari seribu, sebulan baru bisa beli ini," jelas ummi.

"Hamzah mau nabung mi," katanya.

"Iya, sekarang taruh lagi ya.."

"Iya mi, tapi Hamzah mau nabung abis itu beli ini ya mi.." tukasnya sembari mengembalikan mainan ke raknya tanpa paksaan.

Alhamdulillah dengan kesadaran diri a Hamzah menahan diri untuk mendapatkan keinginannya. Ia bahkan berinisiatif untuk berusaha mendapatkannya dengan menabung. Ia pun rela untuk bersabar mendapatkan keinginannya lain waktu.


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial




No comments:

Post a Comment