Friday, July 28, 2017

Portofolio Math Around Us Day #7

Berbekal pengalaman kemarin ummi jadi berpikir. Sepertinya memang perlu sekali membuat kurikulum homeschooling agar tiap hari ada panduan pengajaran. Menjelang a Hamzah masuk SD, a Hamzah masih belum lancar betul calistung, terutama dalam menulis dan menghapal huruf. Kalau hitungan alhamdulillah sudah mulai lancar dan mengerti logika penambahan dan pengurangan. Untuk pembagian dan perkalianu ummi masih memikirkan metode apa yang paling mudah dimengerti anak. Sementara ummi baru mencoba mengenalkan pembagian, karena lebih mudah mengaplikasikannya dalam kegiatan harian.

Selama di kantor ummi memikirkan soal kegiatan untuk mengenalkan konsep pembagian. Paling mudah mungkin dengan konsep berbagi. Ummi merencanakan nanti malam ingin membuat sesuatu atau memberi makanan pada anak-anak dan mengenalkan konsep pembagian dengan kegiatan berbagi.

Sampai di rumah ummi mencari-cari sesuatu yang berjumlah banyak atau besar untuk properti konsep berbagi. Padahal di kantor sudah dipikirkan berbagi buku, spidol, dll tapi sampai rumah hilang semuanya dan ummi hanya kepikiran makanan. Rupanya kami kehabisan logistik camilan, hanya ada kue bagea, kue sagu oleh-oleh khas makassar yang dibawa abi dari kantor. Ummi coba rasanya enak. Ummi coba menarik anak-anak untuk memakannya supaya bisa eksekusi konsep berbagi dan pembagian.

"Aa...lihat nih ummi punya apa?" tanya ummi sambil membawa toples  berisi kue bagea. Aisha yang paling tidak sabar menyambutkan. Aisha memang suka sekali makan. Apalagi kalau lapar. Kalau badannya sehat, Aisha selalu "kepengen" apapun makanan yang dipegang ummi, abi, aa, eyang, kakung, orang-orang yang dekat dengannya.

A Hamzah dan a Afnan yang sedang bermain mobil-mobilan segera menghampiri.

"Ayo kita makan ini a!" ajak ummi.

"Gak mauu hamzah ga suka itu..." ujar Hamzah.

Haduh, misi gagal. Ummi jadi bingung mesti pakai apalagi. Yasudah the show must go on..

Anak-anak sedang asyik bermain mobil-mobilan termasuk Aisha. Padahal Aisha sudah dibelikan mini kitchen mainan. Ummi sudah membawanya ke spot mini kitchen tapi lagi-lagi Aisha kembali menghampiri kakak-kakaknya ikut bermain mobil-mobilan. Maka ummi mengikuti arus anak-anak dahulu.

"Coba lihat ini a, mobil ini mana yang kecil dan mana yang besar?" tanya ummi mengambil dua buah mobil-mobilan.

Anak-anak mulai tertarik dan menghampiri ummi.

"Ini lebih besar," jawab a Hamzah menunjukkan bis kota yang besar. "Yang ini kecil," lanjutnya menunjuk mobil kecil di sebelah bis.

Ummi mengambil satu mobil lagi. "Kalau ini mana yang paling besar sampai paling kecil"

"Ini besarr..bis besar," jawab hamzah. "Ini, ini, kecil," katanya menunjuk mobil yang lainnya.

Ummi mengambil satu mobil lagi. "Nah, sekarang coba urutin mobil dari yang kecil ke yang besar," perintah ummi.

A Hamzah mulai menyusun mobil-mobilnya. Ia sudah mengenal konsep besar-kecil dan urutannya. A Afnan dan Aisha memperhatikan. Tentu saja Aisha sambil tidak sabar untuk ikut "membantu", hehe

Setelah berhasil mengurutkan mobilnya, a Hamzah mulai bosan dan kembali bermain mobil-mobilan bersama a Afnan. Aisha pun sudah menguasai mobil-mobil yang dipakai presentasi tadi.

"A lihat nih. Mobilnya muat berapa ya di atas bis besar?" tanya ummi berusaha menarik perhatian. Ummi menaruh satu mobil kecil di atap bis besar.

Melihatnya a Hamzah langsung ikut menyusun mobil kecil di atas bis besar.
"Empat mi!" serunya selesai menyusunnya.

"Loh, ini masih ada yang kosong," tunjuk ummi pada ruang kosong di atas bis besar.

"Oiya," a Hamzah secepat kilat mengambil satu buah mobil dan menaruhnya di ruang yang kosong.
"Jadi lima mi," ujarnya.

"Iya benar.." sambut ummi. Sebenarnya ummi masih mau melanjutkan tapi anak-anak kembali bermain mobil-mobilan. Aisha pun sudah mulai rewel. Kalau ummi lanjut mengeloni Aisha bisa dipastikan ummi ketiduran dan tidak jadi belajar. Maka ummi mulai bernyanyi tapi nada dan liriknya karangan sendiri dadakan. Bukan tahu bulat aja yang bisa (digoreng) dadakan :D

Ummi sudah lupa nada dan liriknya, tapi intinya ummi mengingatkan sudah waktunya baca buku, ayo ambil bukunya. Dan ternyata a Afnan merespon. Ia langsung mengambil buku dari rak buku. Rupanya a Afnan menyimak nyanyian ummi.

A Afnan mengambil boardbook odong-odong dongeng seperti kemarin. Ummi membukanya dan sempat menyebutkan soal angin sepoi-sepoi. Mendengarnya a Hamzah langsung sibuk mencari-cari buku di rak.

"Aa nyari apa?" tanya ummi.

"Buku Hamzah kemana mi? yang tipis itu.."

"Buku yang mana?"

"Yang ada angin.."

Ummi bantu mencarikan, ternyata ada diantara buku-buku yang seukuran tingginya jadi a Hamzah tidak melihatnya. "Itu bukunya," tunjuk ummi.

A Hamzah langsung mengambilnya dan membuka-bukanya. Baru dibaca-dibaca sebentar ia langsung teringat sesuatu. "Buku yang satu lagi mana mi? Yang salju," tanyanya. Buku Angin dan Salju memang satu seri jadi bentuknya sama.

Ummi bantu mencarikan lagi tapi tidak ketemu.

"Ini aja mi!" a Hamzah malah mengambil buku Supercar. Sebenarnya Aisha sudah mulai rewel. Tapi a Hamzah merajuk terus meminta ummi membacakan bukunya. Jadilah ummi membacakan buku sambil riweh menyusui dan menenangkan Aisha, sambil sesekali menahan kantuk juga karena sudah jam setengah sepuluh.

Selesai membacakan bukunya, anak-anak mulai mengantuk. Para kakak mulai mengambil posisinya masing-masing di atas kasur, a Hamzah malah langsung pules. Ummi melipir ke kamar ngelonin Aisha.










No comments:

Post a Comment