Friday, July 28, 2017

Portofolio Math Around Us Day #6

Pulang kerja sebelum waktunya tidur ummi mengajak anak-anak bermain sambil belajar. Ummi memulainya dengan mengetes hapalan angka a Afnan.

"Afnan, coba hitung ada berapa harimau di baju afnan?" tanya ummi.
A Afnan langsung menunjuk-nunjuk gambar wajah harimau di bajunya. "Satu-dua-tiga-.."
"Empat!" a Hamzah menyelak.

"Aa...biarin Afnan hitung sendiri, biar belajar. Coba hitung lagi Afnan, pelan-pelan satu-satu hitungnya ya..." pandu ummi.

"Satu... dua... tiga... empat..." kata Afnan pelan namun tangannya masih belum fokus menunjuk gambarnya satu persatu.

"Jadi ada berapa harimaunya?"
Afnan sudah mulai bosan malah nyengir-nyengir menggeliat di kasur. Ummi perhatikan sambil menunggu jawabannya.

"Ummi aca ini," begitu bangun dari menggeliat Afnan malah menyerahkan buku ke ummi.
"Baca ini ummi.." a Hamzah ikut menyetorkan bukunya.

"Ummi akan baca buku kalau Afnan sudah menghitung harimaunya. Kalau belum menghitung ummi gak mau membacakan.." ummi mulai bernegoisasi.

"Ahh ummii..." a Afnan mulai merajuk. Akhirnya ia mulai menghitung sambil menunjuk gambar wajah harimau di bajunya. "Satu..dua..tiga..empat."

"Jadi berapa harimaunya?" tanya ummi lagi.
"Empat!" seru Afnan.

"Sebelum baca bukunya ummi tanya dulu ke a Hamzah. Buku ini bentuknya apa a?" tanya ummi sambil menunjukkan salah satu boardbook seri odong-odong dongeng Mizan.

"Persegi!" seru a Hamzah.
"Betull..ini bentuknya persegi. kotak," sambut ummi.

"Kalau itu persegi panjang!" seru a Hamzah menunjukkan buku yang sudah dibuka Afnan.
"Iya...kalau bukunya dibuka jadi dua persegi digabung, jadinya persegi panjang," jelas ummi.

"Nah coba cari benda-benda apa yang bentuknya persegi panjang?" tanya ummi.

A Hamzah mulai mengitarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
"Gambar kodok!" serunya melihat poster kodok berbentuk persegi panjang.

"Betul. Apalagi?"

"Beruang!"

"Iya, kalau lemari bentuknya apa?"

"Persegi panjang!"

"Kalau ini?" tanya ummi mengarahkan telunjuk ke TV.

"Persegi panjang!"

"Kalau bantal?" tanya ummi menunjuk sebuah bantal besar.

"Persegi yang berbentuk gunung," jelas a Hamzah.

Haha benar juga bantal kan agak menonjol sisinya, logika a Hamzah sudah mulai aktif.

"Kalau kasur?"

"Persegi panjang!"

"Iya benar...sekarang ummi punya banyak buku nih," kata ummi sambil menumpuk beberapa buku.
"Ada berapa bukunya a?"

A Hamzah mulai menghitung. "Enam mi," katanya.

"Sekarang ummi kasih ke aa segini, sisa berapa?" tanya ummi memberikan dua buku ke a Hamzah.

A Hamzah menghitung lagi. "Empat," ujarnya.

"Ummi kasih lagi ke aa, sisa berapa?"

"Dua."

"Ummi kasih lagi ke aa, sisa berapa?"

"Kosong!"

"Iya, bukunya sudah habis..."

Sampai di sini ummi ingin mengajarkan konsep pembagian. Tapi nanti a Hamzah bingung karena pembagian tidak bisa berawal dari pengurangan. Ummi sengaja memberi 2 buku sampai bukunya habis. Tapi memberi itu berarti mengurangi. Tidak bisa menjadi dasar membagi. Jadi bingung mencari logika pembagian yang sederhana untuk anak-anak. Karena konsep pembagian itu selalu adil, sama rata. Pun jika pembagiannya pecahan. Kalau tidak sama rata berarti bukan pembagian tapi berbagi. Jadi bingung, kan.. hehe

"Yasudah, sekarang baca buku aja. Mau baca buku yang mana?" tanya ummi mengumpulkan kembali perhatian anak-anak.

Anak-anak mulai berebutan menyerahkan bukunya. Aisha mulai rewel kelihatan mengantuk. Tapi sepertinya tertarik juga dengan gambar warna-warni di boardbook.

Ummi mulai membacakan bukunya. Seri dongeng anjing dan kucing. Di setiap gambar ummi selalu menyelipkan pertanyaan hitungan. Ada berapa bolanya? Ada berapa kucingnya? Ada berapa pesawat kertasnya?

Ummi juga menanyakan aneka bentuk geometri. Bola berbentuk apa? Pesawat kertas berbentuk apa?

Karena minggu ini sedang fokus kecerdasan matematika logis, ummi jadi ingat untuk menanyakan pertanyaan hitungan, geometri, dll setiap ada kesempatan. Karena homeschooling itu ada di sekitar kita. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan waktu untuk belajar bersama anak di "rumah".





No comments:

Post a Comment