Sunday, July 23, 2017

Portofolio Math Around Us Day #2

Sepulang membeli nasi uduk, a Hamzah minta dibuatkan burger. Sepertinya ia sedang malas makan nasi, menurut laporan kakungnya kemarin seharian hanya mau makan nasi satu kali saja. Padahal hari sebelumnya pun ia baru makan nasi sore hari.

Ummi ingin mencoba mengetes hitungan pecahan a Hamzah, mengingat usianya sudah 6 tahun, mungkin sudah saat stimulasi perhitungan yang lebih sulit lagi. Awalnya ummi meminta a Hamzah menghitung jumlah lapisan burger mulai dari rotinya.

"A, coba hitung berapa lapis burgernya," saran ummi sambil menaruh keju lembaran di atas roti burger.
"Satu..." kata a Hamzah memulai hitungannya.
"Ummi, mayonesnya lagi..." ucapnya tiba-tiba.
"Iya..nanti di lapisan paling atas ya... kan tadi udah di atas rotinya...sekarang kasih saos tomat dulu.." jawab ummi sambil menuangkan saos tomat ke atas keju lembaran.
"Ummi, nan auu.." seru Afnan yang berdiri di samping a Hamzah sama-sama memperhatikan proses membuat burger.
"Iya..nanti berdua a Hamzah ya... nanti ummi potong-potong burgernya.." jawab ummi sambil menaruh daging panggang di atas lembaran keju yang sudah diberi saos tomat.
"Nan, ga auu saos..." protes a Afnan tiba-tiba.
"Gakpapa..saos tomat kan manis ya a... " jawab ummi meminta persetujuan a Hamzah.
"Iya nan, enakkk...sluurrp.."
haha a Hamzah mulai lebay, dan ummi tersadar hitungan lapisan sudah terlupakan.

Baiklah, skip pemanasannya langsung saja mulai hitung pecahan.
"Ummi, nya enan, ana...?" a Afnan mulai tidak sabar.
"Sebentar ya.. nanti ummi potong burgernya, jadi bisa makan bareng aa..." sahut ummi sambil mengambil pisau untuk memotong burger yang sudah lengkap lapisannya di atas talenan.

"A Hamzah, lihat nih, ummi potong jadi berapa burgernya?" tanya ummi menarik perhatian a Hamzah.
"Jadi empat aja mi," pintanya.
Ummi mulai mengiris lingkaran paling luar sambil menekan rotinya agar isinya tidak berlarian.
Srek-srek-srek-srek
"Dua..." kata a Hamzah saat pisau berhasil memotong burger menjadi dua bagian.
"Tiga..." lanjutnya saat pisau baru berhasil memotong jadi dua bagian pada bagian yang pertama.
"Empat!" serunya saat pisau berhasil memotong jadi dua bagian pada bagian yang kedua.

MasyaAllah, alhamdulillah ternyata a Hamzah sudah mengerti konsep pembagian. Tanpa disuruh ia menghitungnya sendiri sesuai jumlah potongan burger yang sudah terbagi.

"Ini tadi burgernya cuma satu, terus ummi potong jadi berapa a?" tanya ummi mengetes lagi.
"Empaatt!" sahut a Hamzah.
"Nah, jadi kalau ummi ambil satu ini berarti satu dari empat ya.." kata ummi berusaha menjelaskan sesederhana mungkin konsep pecahan.

Semoga a Hamzah ingat. Supaya ia tidak asing saat harus mempelajarinya saat usianya sudah 7 tahun nanti. ^_^


No comments:

Post a Comment