Sunday, November 13, 2016

Final Destination


Untuk Apa Saya Dilahirkan?


Setiap hari dari bangun tidur sampai waktunya tidur kembali kita menjalani rutinitas yang hampir sama. Tanpa sadar semua kita jalani begitu saja karena sudah terbiasa sehingga tanpa rasa. Di sela-sela rutinitas itu kadang saya terdiam, tiba-tiba terbersit pertanyaan, bagaimana kah kehidupan di akherat itu? Lalu saya membayangkan jika saya meninggal saya tidak bisa seperti di dunia ini lagi, tidak bisa bertemu dengan suami dan anak-anak, juga orangtua dan teman-teman. Tidak bisa.... uhh..saya bergidik ngeri. Rasanya tidak sanggup membayangkannya. Nalar saya tidak mampu mencapainya. Menangkap bagaimana rasanya kehidupan setelah mati nanti.

Kesibukan dunia seringkali membuat kita terlupa menyadari untuk apa kita diciptakan? Untuk apa manusia diturunkan ke dunia? Untuk apa ada kehidupan dunia ini?


Membaca kembali firmanNya, kita harus sadar kembali tujuan adanya kita di dunia. Sebagai khalifah dan hamba Allah. Maka apapun yang kita lakukan di dunia ini hendaknya tidak keluar dari kedua tujuan itu.

Kemudian saya merenungkan kembali, untuk apa saya dilahirkan dari seorang wanita seperti ibu saya? Mengapa saya memiliki ayah seperti bapak saya? Mengapa kemudian saya menikah dengan suami saya? Mengapa saya diamanahi ketiga buah hati saya?

Tentulah semua ini bukan kebetulan semata. Ada hikmah dibaliknya. Ada tujuan Allah dibalik takdirNya. Dan tentu saja, ada 2 kewajiban yang harus selalu saya pegang dalam menjalani kehidupan bersama orang-orang yang saya cintai, menjadi khalifah dan menjadi hamba Allah. Maka apapun keputusan dalam hidup ini harus sesuai dengan dua kewajiban itu.


Setiap Peran Dalam Hidup Saya


Pada tulisan saya sebelumnya saya memutuskan untuk menjadi seorang ahli ekonomi syariah. Apakah peran ini dapat membantu saya menunaikan kedua kewajiban saya? Apakah peran ini tidak akan mengganggu peran-peran saya yang lain sebagai anak, istri, ibu, dan masyarakat?

Butuh perenungan mendalam untuk memahami semua ini. Alhamdulillah saya memutuskan untuk tetap menjadi seorang ahli ekonomi syariah. Saya memutuskan untuk tetap fokus mempelajari ilmu ini. Karena sesuai tulisan saya sebelumnya, setiap manusia sejatinya adalah pelaku ekonomi. Maka setiap manusia memerlukan panduan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan syariah, aturan Islam. Saya ingin membantu tidak hanya orang-orang yang saya cintai namun juga lebih banyak orang lagi, umat islam pada khususnya dan seluruh manusia pada umumnya untuk menerapkan syariah islam dalam setiap kegiatan ekonominya di dunia ini. Cita-cita ini lah yang akan membantu saya menjadi khalifah di muka bumi ini dan tentu menjadi ladang ibadah saya sebagai hambaNya.

Saya yakin, Allah membuat saya sampai di kampus STAN saat rasanya tidak ada harapan untuk melanjutkan kuliah dan Allah membuat saya bekerja sebagai PNS bersamaan dengan peran saya sebagai seorang istri dan ibu pun ada tujuannya. Tugas saya menjadikan cita-cita menjadi ahli ekonomi syariah itu berjalan harmonis dengan cita-cita saya yang lain, menjadi anak, istri, dan ibu shalihah.

Pada tulisan sebelumnya saya telah menuliskan target-target dalam hidup saya dalam menjalani peran saya sebagai seorang istri, ibu, dan diri sendiri. Ternyata belum semua berhasil saya lakukan. InsyaAllah saya akan membuat semacam form mutabaah target agar lebih mudah mengevaluasi.

Dari semua perenungan ini saya merangkum peran hidup saya.
Visi hidup : Masuk surga bersama suami, anak2, orang-tua, dan orang-orang yang saya cintai
Misi hidup : Menjadi khalifah fil 'ard dan hamba Allah
Bidang : Ekonomi Syariah
Peran : Ahli ekonomi syariah


Membeli Surga


Surga itu mahal. Maka tidak sembarang orang bisa membelinya. Saya ingin membeli surga dengan peran saya sebagai ahli ekonomi syariah. Bagaimana caranya?

Jika saya serius ingin membeli surga dengan peran ahli ekonomi syariah, maka saya harus serius mencapai cita-cita hingga saya bisa menjadi ahli ekonomi syariah wanita terbaik di dunia. Saya harus mencapai goal itu. Pertama-tama saya harus membayangkan bagaimana jika saya menjadi ahli ekonomi syariah wanita terbaik di dunia. Saat goal itu terlihat jelas maka saya mulai menetapkan milestone, jalan menuju goal itu.

Apa saja yang harus saya pelajari saat saya ingin menjadi ahli ekonomi syariah bersama peran saya sebagai seorang istri dan ibu?

Bunda Sayang : Mengenalkan anak prinsip ilmu ekonomi syariah sejak dini. Misalnya mengenalkan hukum kepemilikan mana barang milik sendiri dan orang lain dan bagaimana cara memperlakukannya, bagaimana cara meminjam dan mengembalikan barang orang lain, dll

Bunda Cekatan : Mempelajari ilmu makroekonomi syariah yakni prinsip kebijakan pengelolaan keuangan syariah dan mempraktekkannya dalam mengelola keuangan keluarga.

Bunda Produktif : Mempelajari ilmu mikroekonomi, perbankan dan non perbankan syariah yakni seputar investasi, tabungan, jual-beli, perdagangan l, dll lalu menerapkan dalam bisnis jual beli online yang saya lakukan

Bunda Shaleha : Mempelajari ilmu ekonomi syariah, mempraktekkan, dan mengajarkannya kepada orang lain, misal dengan membuat tulisan dan disebarkan di media sosial/blog dan membuat pelatihan-pelatihan.

Lalu, bagaimana milestone saya dalam mencapai goal ahli ekonomi syariah terbaik di dunia?


KM 0 - KM 1 (2016) : Menguasai dasar ekonomi syariah dalam Kuliah Intensive Ekonomi UI d

KM 1 - KM 2 (2017) : Menguasai Pengantar pengantar dan teori makroekonomi dan mikroekonomi syariah dalam Kuliah Manajemen Perbankan Syariah Universitas Terbuka

KM 2 - KM 3 (2018) : Menguasai Akuntansi dan Perbankan Syariah dalam Kuliah Manajemen Perbankan Syariah Universitas Terbuka

KM 3 - KM 4 (2019) : Menguasai Kewirausahaan dan Bisnis Syariah dalam Kuliah Manajemen Perbankan Syariah Universitas Terbuka

KM 4 - KM 5 (2020) : Menyelesaikan Tesis dalam Kuliah Manajemen Perbankan Syariah Universitas Terbuka dan mengadakan pelatihan/seminar ekonomi syariah


Tujuan Akhir


Banyak sekali target-target yang telah saya susun baik untuk menjadi ahli ekonomi syariah terbaik di dunia maupun menjadi anak, istri, ibu, dan diri sholihah. Saya juga telah menyusun target-target itu pada tulisan saya sebelumnya. Namun saya harus selalu sadar bahwa di atas misi-misi hidup sata masih ada visi, goal akhir, yang harus saya capai : masuk surga bersama suami, anak2, orang-tua, dan orang-orang yang saya cintai.


Maka yang harus saya lakukan adalah berusaha mencapai semua misi dan target yang telah saya  susun. Mengatur waktu lebih cermat lagi agar saya bisa melakukan semuanya di sisa jatah umur saya. Inilah hal yang paling sulit, mengatur waktu dan prioritas. Sering sekali saya keteteran karena tidak kekurangan saya mengatur 2 hal itu. Sepertinya saya harus menerapkan prinsip #1hari1kebaikan dan #1hari1perbaikan. Agar setiap hari saya bisa memenuhi lembar mutabaah saya lebih baik lagi. Semoga semua ikhtiar saya bisa memudahkan saya mencapai tujuan akhir : Surga Allah.



Tulisan ini disertakan dalam Nice Home Work 4 program Martikulasi Ibu-ibu Profesional Jakarta Batch #2


No comments:

Post a Comment