Sunday, November 20, 2016

Caraku Belajar


Hidup adalah madrasah kehidupan. Setiap saat akan ada ujian yang akan meningkatkan level diri kita.

Tanpa sadar setiap fase dan kejadian dalam hidup kita akan membuat kita mengambil pelajaran. Namun mungkin cara kita belajar berbeda-beda.

Sampai titik ini cukup membuat saya berpikir, bagaimana ya cara saya mengambil pelajaran?

Secara teori ada 3  jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi (perceptual modality).

Pengertian Gaya Belajar dan Macam-macam Gaya Belajar

 1.   VISUAL (Visual Learners)

Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini.Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya, keduamemiliki kepekaan yang kuat terhadap warna,ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memilikikesulitan dalam berdialog secara langsung,kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenamsulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuhseringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
  1. Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar
  2. Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
  3. Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak
  4. Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
  5. Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan
  6. Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan
  7. Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu
  8.  2.     AUDITORI (Auditory Learners )
Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitanmenulis ataupun membaca.
Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :
  1. Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas
  2. Pendengar ulung: anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di televise/ radio
  3. Cenderung banyak omong
  4. Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya
  5. Kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang/ menulis
  6. Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain
  7. Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya  anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll
  8.  
 3.  KINESTETIK (Kinesthetic Learners)
Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya  ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.
Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik yaitu :
  1. Menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar
  2. Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak
  3. Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar
  4. Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar
  5. Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambing
  6. Menyukai praktek/ percobaan
  7. Menyukai permainan dan aktivitas fisik
Diambil dari
belajarpsikologi.com/macam-macam-gaya-belajar

Membaca teori ini saya baru menyadari bahwa saya tipe pembelajar visual-kinestetik.

  1. Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar √
  2. Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi— sebenarnya saya termasuk pendengar yang baik karena tidak pandai bicara jadi lebih senang mendengarkan. Namun memang apa yang saya dengar tidak mudah membuat saya mengingatnya. Saat berkenalan saya lebih mudah mengingat wajah orang daripada namanya.
  3. Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak —ini belum bisa saya defenisikan
  4. Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.√
  5. Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan— terjawab di no. 2. Namun, kadang saya bisa menghapal lagu jika didengarkan berulang-ulang. Tapi perlu panduan tertulis untuk menghapal teksnya dengan benar
  6. Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan — tepatnya lebih suka praktek seperti dalam lab biologi, fisika atau kimia
  7. Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu — yah, orang bilang saya apatis. Bisa cuek dengan keadaan sekitar dan sibuk dengan dunia saya sendiri. Seramai apapun saya bisa fokus dengan kegiatan saya sendiri
  8. Menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar — ya, saya suka sekali praktik daripada teori
  9. Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak — saya tidak suka duduk lama di dalam kelas
  10. Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar — saya suka menyimak sambil menggambar
  11. Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar — salah satu bagian dari praktek
  12. Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambing — sebenarnya saya cukup pandai membaca peta
  13. Menyukai praktek/ percobaan√
  14. Menyukai permainan dan aktivitas fisik √

Setelah mengetahui tipe gaya belajar saya, saya bisa membuat grand desain cara belajar saya.

1. Untuk pelajaran bahasa dan hapalan saya bisa menggunakan cara visual. Saya lebih mudah belajar bahasa inggris dari menonton film dengan subtitle english  dan mengubah semua aplikasi dengan bahasa inggris. Untuk hapalan Qur'an saya lebih bisa dengan membacanya daripada mendengarkan murrotalnya.

2. Untuk pelajaran bisnis, berkebun, memasak, dan seni saya lebih mudah paham dan menjadi ahli dengan cara mempraktekkannya.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mengambil pelajaran dalam hidup ini. Setiap orang juga memiliki ujian yang berbeda dalam tiap pelajaran. Satu hal yang sama setiap orang perlu melakukan evaluasi tiap selesai ujian agar bisa lulus dan naik ke level berikutnya.



              Tulisan ini disertakan dalam Nice Home Work 5 program Martikulasi Ibu-ibu Profesional Jakarta Batch #2

No comments:

Post a Comment