Tuesday, June 9, 2020

JURNAL KUPU-KUPU #3

Bismillahirrohmaaniirrohiim...

MasyaAllah... alhamdulillah...
dipertemukan dengan mentor yang sevisi itu rezeki jadi diskusinya nyambung. Bahkan mindmap kami mirip, family project juga mirip!
 
Akhirnya setelah status PSBB Jakarta menjadi PSBB Transisi 6 Juni kemarin, kami mengagendakan silaturahim ke orang tua saya setelah 3 bulan lamanya tidak bertemu padahal masih satu kecamatan. Kenapa kami segitunya #dirumahaja? Karena kelurahan kami sempet masuk zona merah, jalan utama menuju komplek kami ditutup portalnya sehingga harus muter dan melewati prosedur protokol kesehatan, bahkan ada patroli keliling memastikan tidak ada kerumunan. Anak-anak sampai lari masuk rumah saat main di halaman depan karena ada polisi yang patroli karena aturannya anak-anak yang berkeliaran akan dijaring ke GOR kelurahan. Jadilah weekend ini yang kami rencanakan diskusi tabel jurnal bersama mentor tidak bisa terlaksana karena kami harus pergi ke rumah orang tua. 


Alhamdulillah Senin kemarin kami bisa diskusi dan saya langsung membuka obrolan penuh semangat. Pasalnya saya baru menyelesaikan tabel perencanaan dan menemukan benang merah bahwa berkebun ini bisa menjadi Family Project yang akan merangkul semua mindmap saya, masyaAllah. Bukan cuma bisa menjadi sarana self healing dan latihan menej emosi saat mengelolanya tapi juga bisa melatih saya berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, mengatur waktu dan prioritas sampai pada mindmap selling business project. Dan ternyata manajemen emosi, komunikasi, dan waktu sama dengan mindmap mentor saya.


Banyak banget pengennya :D
Dalam proyek ini saya membuat timeline untuk 5 tahun ke depan yang terdiri dari tahap perintisan, uji bisnis, dan pengembangan. Detilnya saya tulis dalam tabel.



Apa yang sudah saya lakukan selama libur kemarin? Saya mengkomunikasikan blueprint rencana saya ini kepada suami di saat suami membicarakan soal memberi kail untuk keluarga yang membutuhkan bantuan ekonomi. Alhamdulillah Allah yang memberi momentum itu sehingga langsung saya sounding garis besar rencana saya. Berkebun akuaponik ini akan kami proyeksikan sebagai family business project yang sejak dahulu saya cita-citakan yakni membuka lapangan usaha untuk perbaikan ekonomi keluarga kami yang butuh bantuan.

Meskipun saya belum pernah samasekali memulai berkebun namun sebenarnya sejak kecil saya sangat familiar dengan berkebun sama familiarnya dengan memasak. Namun sayangnya berbeda dengan memasak yang langsung bisa saya praktekkan dengan lihai begitu saya ngekos saat kuliah karena sering latihan membantu mama memasak, berkebun tidak pernah saya latih sebelumnya. Jadi mungkin akan berbeda hasilnya. Meski demikian kemungkinan terburuk itu tidak menyurutkan semangat saya untuk mulai dari 0. Berbekal usaha dan doa semoga Allah meridhoi niat baik kami.

Alhamdulillah sounding ke suami membuahkan hasil. Suami tampaknya meridhoi dilihat dari semangatnya mencari desain kebun aquaponik yang artistik impian kami. Iya, suami mensyaratkan desain kebun akuaponik nanti tidak pakai paralon karena kurang cantik apalagi posisi lahan nanti menghadap ruang tamu.  Saya menambahkan konsep vertikal garden untuk menutupi tembok pagar yang panjang dan kosong. Jadi lah kami berburu desain-desain taman, kolam, dan kebun akuaponik/hidroponik yang artistik. Setelah saya diskusikan syarat ini ke mentor, ia pun memberi beberapa referensi desain yang ciamik.




Konsep dasar vertikal hidroponik garden
Untuk paralon bisa diganti talang air berwarna hitam agar lebih artistik seperti gambar di bawah ini:
Sumber : Ebook Trubus Potential Business
Kemudian konsep kolamnya kecil memanjang seperti ini:

Imut-imut ya
Coba bayangkan kolam kecil di atas temboknya nanti dipasang talang air berwarna hitam. Lumayan tergambar kan? Keliatannya sederhana, menurut mentor saya juga begitu, kita tidak perlu memberi nutrisi pada tanaman karena akan terjadi simbiosis mutualisme antara ikan dan tanaman. Tanaman mendapat nutrisi dari air kolam, sedangkan ikan mendapatkan nutrisi dari akar tanaman. Jadi kita hanya perlu memberi makan ikannya saja dengan pelet.

Namun saat mentor memberi referensi kebun gantung seperti di bawah ini saya dan suami juga tertarik. Sayangnya kemungkinan tidak bisa diterapkan di lahan kami yang tidak terlalu luas.

Kesannya artistik, rapi, dan cantik
Lalu saya juga menambahkan referensi kolam impian saya yang entah bisa diterapkan atau tidak, hehe

Cantik banget kan...kesannya alami gitu.
Lihat di belakangnya ada vertikal hidroponik garden

Akhir dari semuanya, mudah-mudahan Allah meridhoi kami belajar dan menabung dana untuk membangun kebun akuaponik impian kami.

#jurnalke3
#tahapkupukupu
#bundacekatan
#buncek1
#institutibuprofesional

2 comments:

  1. Semoga segera terealisasi family projectnya ya mbak💕

    ReplyDelete
  2. Keren mba.. Semoga dimudahkan niat baiknya

    ReplyDelete