Saturday, June 23, 2012

Yang Paling Dekat





Suatu hari sebelum menutup hari saya asik mengamati a hamzah yang terlelap lekat-lekat. Saya raba dadanya, merasakannya naik-turun. Saya dekatkan jari saya di bawah lubang hidungnya, merasakan hembusan nafasnya. Setelah ritual itu, baru lah saya berbaring ke peraduan.

"Rasanya neng takut banget kalau tiba-tiba a hamzah gak bernafas," selorohku menerawang. 

"Ya jangan gitu neng. A hamzah kan milik Allah..." sahut suamiku tenang.

Entah sebegitu pedenyakah ia, sebegitu ikhlasnya kah ia, atau sebegitu dinginnya kah ia. Yang jelas hatiku sempat bergejolak mendengar jawabannya. Seakan tidak terima.

"Iya... tapi entah mengapa rasanya neng gak rela kalau harus kehilangan a hamzah secepat itu... "


Ia bukan milik kita, kita bukan milik kita. Hanya titipan. Suatu saat akan diambil pemiliknya. Jika saat itu tiba. Kita harus rela...





mengenang tragedi pesawat fokker di komplek AU Halim Perdana Kusumah


gambar dari sini

No comments:

Post a Comment