Mengerjakan proyek habit 2 pekan ini membuat saya tersadar, IIP sedang mengajarkan kita bekerja sama dengan tim. Jika kami tidak bekerja sama, tidak mungkin kami bisa menyelesaikan proyek cohousing. Apalagi jika kami masih digelayuti karakter-karakter negatif seperti rasa malas, suka menunda-nunda, tidak bisa manajemen waktu... maka kami akan menjadi delayer proyek atau bahkan stopper. Tidak, saya pribadi tidak ingin proyek ini terhambat atau gagal. Karena saya juga senang kegiatan membuat event jadi saya berusaha menjadi booster, meski aral menghadang.
Sesungguhnya, saya ingin terus berpegangan tangan dengan tetangga-tetangga kesayangan sampai goals proyek cohousing tercapai. Makanya jika ada tetangga yang tertinggal saya berusaha membantu, menyemangati dan mendukung yang terbaik untuknya. Sebenarnya ada perasaan tidak enak yang menelusup hati saat saya terasa terlalu dominan di grup. Saya yang paling banyak bicara bahkan kadang saya yang membuka percakapan di grup duluan. Saya berusaha mengajak yang lain untuk diskusi tetapi saya tidak ingin memaksakan. Setiap orang punya kesibukan dan kesulitan yang kita tidak tahu. Saya hanya bisa berdoa semoga tetangga-tetangga yang masih tertinggal segera diberikan jalan yang terbaik dan dimudahkan Allah menjalaninya.
Mengapa periode jurnal kali ini 2 minggu lamanya? Selain untuk melatih habit ternyata merancang proyek cohousing cukup membutuhkan banyak waktu. Namun saya senang, biasanya saya membuat event online hanya 3-5 orang, kini ada 10 orang. Pekerjaan jadi lebih ringan karena masing-masing mendapatkan peran sesuai kebutuhan proyek. Apalagi setiap orang diminta berkontribusi dengan menjadikannya habit. Saya optimis dengan izin Allah proyek ini akan mencapai goalsnya, membumikan berkebun dan zero waste life style.
Saya bersyukur diberi hidayah Allah untuk memiliki passion berkebun. Setelah melihat postingan @agriquran saya semakin sadar banyak hikman dari berkebun. Salah satunya saya ingin melatih karakter sabar pada diri saya. Sabar dalam berkebun mulai dari menyemai, merawat, memanen dan mengatasi hama yang datang. Sabar dalam menghadapi anak-anak seperti saat sedang berkebun. Sabar juga dalam berdiskusi di grup agar tidak mendominasi percakapan. Juga sabar menjadi sahabat untuk tetangga-tetangga cohousing kesayangan.
Pada tiap Milestone, saya memilih peran yang berbeda-beda untuk memperkaya pengalaman. Saya memilih menjadi tim materi, notulen, humas, dan grafis. Keempatnya sebenarnya sudah pernah saya lakukan namun pengalamannya menjadi sangat berbeda dengan tim yang lebih banyak. Dalam menentukan milestone pun kami harus bersabar karena semakin banyak kepala semakin banyak pandangan yang berbeda. Beberapa kali kami harus voting agar bisa mendapatkan keputusan segera. Kalau musyawarah bisa 7 hari 7 malam😂
Alhamdulillah kami memilih 4 milestone sesuai hasil voting, sbb:
1. Praktek Membuat Mol
2. Serba-serbi Komposting
3. Playdate Berkebun untuk pemula
4. Hidroponik Sistem Wick
Dan inilah roadmap proyek kami : Festival Berkebun Keluarga
Masing-masing milestone sudah kami rincinkan hambatan dan solusinya. Berikut rincian yang lebih jelas:
Saya senang sekali saat mengisi canvas cohousing ini banyak teman yang berkontribusi seperti canvas pekan sebelumnya. Saya jadi tahu teman-teman saya memiliki bakat terpendam apa😀😀
Dan inilah evaluasi habit saya
#HexagonCity
#Hexagonia
#CharactertoNation
#KuliahBundaProduktif
#InstitutIbuProfesional






No comments:
Post a Comment