Ahad, 19 April 2020
PR minggu ini adalah kesadaran dan pengendalian diri. Saya harus tetap menjaga kesadaran saat mulai emosi agar bisa mengendalikan diri saya. Cukup marah dengan pas seperti kata ust. Adriano Rusfi, pas kadarnya, pas tempatnya, pas waktunya. Jika saya tidak bisa mengatur marah dengan pas itu berarti saya sudah marah-marah.
Marah dengan pas tidak peduli objeknya apa atau siapa namun diri kitalah yang menentukan reaksinya. Marah dengan pas lebih efektif menyelesaikan masalah dibandingkan marah-marah.
Maka ketika pagi itu saya marah, saya rasakan adrenalin meningkat, nafas memburu, dan panas di wajah, saat itu saya sadar emosi sedang mencoba mengendalikan saya. Lalu saat akhirnya saya memarahi anak #3 dan main fisik saya sadar itu hanya pelampiasan emosi saya. Saat itulah saya kalah.
Marah: 2
Main Fisik: 2
Senin, 20 April 2020
Mungkin karena banyak masukan dari wali murid, pihak sekolah anak #2 meringankan tugas sekolah TK hanya dengan menyetorkan tugas intinya, 1-2 kegiatan saja. Sebelumnya mereka memberi deadline pukul 11.00 wib dengan 1-2 tugas inti dan 3-4 tugas tambahan. Biasanya banyak yang nyetor awal si tapi saya selalu belakangan karena mesti mengajar 2 anak sekolah, melayani suami dan 2 anak balita sekaligus kadang rapat kantor.
Main Fisik: 2
Senin, 20 April 2020
Mungkin karena banyak masukan dari wali murid, pihak sekolah anak #2 meringankan tugas sekolah TK hanya dengan menyetorkan tugas intinya, 1-2 kegiatan saja. Sebelumnya mereka memberi deadline pukul 11.00 wib dengan 1-2 tugas inti dan 3-4 tugas tambahan. Biasanya banyak yang nyetor awal si tapi saya selalu belakangan karena mesti mengajar 2 anak sekolah, melayani suami dan 2 anak balita sekaligus kadang rapat kantor.
Jadi Senin ini lebih santai dari biasanta karena saya hanya mengejar tugas inti untuk disetorkan. Alhamdulillah anak #2 juga mau diajak kerja sama sehingga saya tidak perlu marah-marah dan tugasnya lebih cepat selesai. Namun ya seperti biasa, 2 anak balita terutama no.3 selalu menguji saya.
Marah: 2
Main Fisik: 1
Selasa, 21 April 2020
Duo balita itu sudah mulai bosan di rumah sehingga saya harus mengajaknya bersepeda keliling blok. Padahal tugas inti no. 2 belum selesai. Tapi tetap saja saya tidak bisa mengajar kalau #3 dan #4 merengek terus minta ini itu kan. Sudah ditawarkan ke bapaknya tapi balik mulu ke emaknya. Sungguh menguji kesabaran.
Marah: 1
Main Fisik: 1
Rabu, 22 April 2020
The last day puasa tahap kepompong. Saya jadi paham kata-kata Ust. Aad marah yang pas. Saya memang tidak bisa menutup puasa dengan excellent karena marah itu fitrah. Poinnya adalah saya harus bisa mengendalikannya agar tidak jadi marah-marah. Saya juga tetap harus marah dengan pas apabila anak-anak membuat masalah agar mereka tahu dimana kesalahannya. Memang ini PR yang sangat berat. Untuk itulah saya ingin melanjutkan puasa marah ini agar marah dengan pas menjadi karakter saya.
Marah: 1
Main Fisik: 0
Alhamdulillah bini'mati tatimusholihatt...
Marahlah dengan pas : pas kadar, waktu, dan tempatnya agar marah menjadi efektif bukan sekadar pelampiasan emosi kita.
Kunci puasa marah adalah kesadaran dan pengendalian diri.





No comments:
Post a Comment