Wednesday, October 10, 2012

My 1st Portofolio : Hello!

Assalamua'alaykuumm... waaa betapa lamanya aku meninggalkanmu my blog. Sebulan ini sebenarnya banyaakk sekali yang ingin aku tuliskan. Tentang bisnisku, perkembangan anakku, pekerjaanku, dan tentang my 1st portfolio. My 1st portfolio didapat dari kegiatanku 2-4 Oktober 2012 kemarin. Karena masih hangat ini yang paling masih lekat dan paling mudah diceritakan. Jadi aku posting tentang ini dulu ya...

Tangkuban Perahu, 4 Oktober 2012

Awalnya adalah sebuah surat penawaran diklat yang diadakan LIPI di Bandung. Ada 5 tema pelatihan, aku memilih pelatihan video untuk publikasi dan dokumentasi. Alasannya utamanya karena diantara diklat lainnya, diklat video ini yang paling lama waktunya, 5 hari. Lumayan kan bisa seminggu caw dari Jakarta. Bisa diklat plus refreshing tanpa terburu-buru waktu. Apalagi aku mempertimbangkan akan membawa anakku. Kalau cuma 2-3 hari diklatnya kasian sekali dia harus berganti suasana dalam waktu terlalu cepat. Ini pengalaman pertama diklat atau DL keluar kota. Meski hanya kepinggirian Jakarta tapi aku berusaha mengkondisikan agar anakku nyaman dan jangan sampai sakit sesudahnya.

Manusia bisa berencana...
Proposal pengajuan diklatku DITOLAK.
*nangisgulingguling

Sempat sakit hati si.. soalnya hampir 3 tahun kerja di sini aku jaraangg banget DL. Bisa dihitung dengan jari. Dan paling jauh cuma ke Bandung. Bukan-bukan. Bukan iri sama uang honor, transport atau apalah itu yang memang lumayan. Tapi iri sama PENGALAMAN teman-teman. Pengalaman itu guru yang sangat berharga, tentu saja. Pasti banyak pelajaran yang bisa kita ambil dengan berhijrah, mengunjungi tempat-tempat baru, bersilaturahim..

Dan selama 3 tahun ini pula aku jaraangg sekali diklat yang "out of the box". Di luar pekerjaanku sehari-hari. Yang bisa memperkaya ilmu dan wawasanku. Tidak hanya berkutat di depan komputer.

Bukan-bukan. Bukannya aku pengen banget diklat gratisan (meski kalau memang dapat alhamdulillah ^_^). Tapi lebih karena waktu. Aku berupaya memaksimalkan jam kerja dengan pekerjaan, bisnis, dan pengembangan diri. Mengapa? karena hari Senin sampai Jum'at waktuku dirumah hanya maksimal 11 jam. 13 jam lainnya di perjalanan pulang-pergi ke kantor dan di kantor. Tentu saja aku berupaya semaksimal mungkin waktu dirumah diberdayakan untuk keluarga. Terutama suami dan anakku.

Untuk itulah aku mengikuti Les Bahasa Arab dan Tahsin saat jam istirahat makan siang. Kami memanggil guru ke kantor agar bisa menuntut ilmu "out of the box" di kantor. Sebenarnya masih banyak keinginan menuntut ilmu lain seperti les bahasa inggris, seminar atau pelatihan bertema parenting dan bisnis.. yah.. tapi lagi-lagi waktu menjadi kendalanya.

Itulah mengapa aku sangat berharap mendapatkan diklat di hari kerja. Meski harus membawa anak dan eyangnya. Membayar transport dan akodomasi tambahan sendiri yang menghabiskan uang honor dan transportasiku. Semua terbayar saat aku mendapatkan ilmu dan wawasan baru. Alhamdulillah ^_^

Hellooo... bukannya tadi aku bilang proposalku ditolak ya? kok malah Alhamdulillah?

Yah, manusia bisa berencana...

Setelah ditolak, sakit hati, dan menatap iri pada teman-teman yang diterima. Setelah mengadu pada jauzy karena begitu sakit hatinya. Setelah akhirnya berusaha mengikhlaskan semuanya...

"Fit, kamu bisa gak diklat menggantikan Bu X? Kamu gak ada acara kan tanggal segitu?"


No comments:

Post a Comment